
Setelah Arya datang kerumah Biyung Sumi, Ia merasa benar dengan mendengar semua ucapan Biyung Sumi, ucapan yang hanya memanas Arya untuk berani melakukan dengan segera, Biyung Sumi berharap bahwa Arya mau berkerja sama dengannya, dengan sabar Biyung Sumi membuat suasana dingin sebelum ia mempengaruhinya.
" Ini sangat sulit bagiku, aku harus memilih yang mana, Biyung Sumi juga ada benarnya jika aku rencana ini selesai aku segera bertemu kembali dengan keluargaku, serta aku segera menikahi Wardani, tapi di lain itu aku sudah ber Janji saling mendukung dan kerja sama dalam hal ini," Batin Arya
Arya terus mencari jawaban, memikirkan dengan baik-baik untuk mendapatkan semua yang ia putuskan.
" Sudah kau makan dan nikmati dulu minuman dan cemilannya saja dulu sambil memikirkan," Jawab Biyung Sumi
" Iya Biyung, aku makan ya, " Ucap Arya
" Iya silahkan, habiskan ini aku buatkan juga buat tamu yang datang ke sini," Jawab Biyung Sumi
" Iya Biyung, terima kasih atas suguhannya," Jawab Arya
Biyung Sumi berharap setelah itu ia mendapatkan sebuah jawaban darinya, yang membuat Biyung Sumi berhasil mencari orang yang untuk mendesak secepat mungkin agar melihat kehancuraj keluarga Lurah Darso.
" Aku berharap setelah itu Arya mau berkerja sama denganku, semoga saja dia mau," Batin Biyung Sumi
Wardani yang di rumah berfikiran bahwa akhir-akhir ini tidak ada waktunya untuk menjenguk Biyung Sumi dan Abah Warso karena kerjaan yang begitu banyak yang belum ia selesaikan, yang hanya ingin mencari pujian agar lebih percaya kepadanya dari pada ke istri-istrinya.
" Kalau bukan ada maksud tertentu aku tidak sudi membantu keluarga ini, keluarga bang amat kejam, kau harus bisa menjalankan rencanaku dengan baik, sebentar lagi keluargamu akan hancur," Ucap Wardani
" Sampai-sampai aku melupakan waktuku untuk bertemu dengan Biyung Sumi dan Abah Warso, tapi bagaimana ya Pasti Arya sudah sampai disana, aku tidak sabar menunggu cerita darinya soal keadaan mereka, ya sudah aku lanjut lagi biar segera selesai," Ucap Wardani
Tak disangka Biyung Maryam datang untuk mengacaukan kerjaannya. Biyung Maryam yang hanya mengacaukan.
" Ya harusnya begitu orang kampung itu bersih-bersih, bukan menjadi nyonya di sini, apalagi gayanya sok sekali, ingat kau disini hanya seorang istri ke lima dan aku adalah istri pertama jadi kau tidak usah berlagak seperti nyonya yang seutuhnya," Ucap Biyung Maryam
" Oh ada Nenek Tua datang, bisa saya bantu, kan tugas Nenek Tua itu duduk karena sudah tidak bisa kerjakan pekerjaannya, jadi hanya sukanya nyuruh, memang parasit, " Jawab sinis Wardani
" Diam kau, aku semakin muak denganmu, tunggu aku akan membuat kau hancur dan Lurah menghukummu," Ucap Biyung Maryam
" Wau takut, bukannya salah yang akan mendapatkan itu kamu," Jawab Wardani
" Dasar wanita licik, dasar wanita setan yang bisa mengembalikan fakta, " Ucap Biyung Maryam
" Wau betul sekali, dan kau akan menerimanya Nenek Tua," Jawab Wardani
Disaat keributan itu terjadi Rani melihat dan sengaja untuk melihat untuk menghampiri mereka berdua untuk meleraikannya, Wardani bisa-bisa saja ia merasa dan melihat Rani yang sedang melihat dirinya sedang berantem.
" Ini kesempatan aku untuk menaruh diriku baik bukan Biyung Maryam, agar ia melihat Biyung Maryam bersikap seperti itu," Batin Wardani
" Nenek Tua siap-siap, kau akan aku berikan sebuah hadiah yang sangat Menabjubkan," Batin Wardani
" Kenapa kau selalu menganggu ku, Biyung kau seenaknya mengangguku aku sedang bersih ini," Ucap Wardani sambil sedikit men dekat kan tubuh Biyung Maryam di dekat guci Lurah Darso
" Apa aku menganggu mu, aku hanya bilang bahwa kau itu kaya pembantu yang kerjaannya bersih-bersih rumah buka seperti nyonya," Jawab Biyung Maryam dengan kasar
" Biyung siap-siap, " Ucap Wardani
" Apa yang kau katakan," Jawab Biyung Maryam
" Memang kau ini tidak suka kepadamu," Ucap Wardani sambil membuat Gerak Biyung Maryam menyenggol gucinya
" Kenapa ini, " Jawab Biyung Maryam
Plang... Guci pecah
" Apa Biyung kau pecahkan guci milik Abah, itu guci kesayangannya nanti Lurah Darso pulang melihat pasti akan marah," Ucap Wardani
dengan sedikit menangis
" Aw... Ya ampun guci Abah, ini semua ulangmu kau pasti merencanakan ini," Jawab Biyung Maryam
__ADS_1
" Kenapa aku selalu disalahkan, kenyataannya Biyung yang telah memecahkannya," Ucap Wardani
Rani melihat itu segera untuk menuju ke sana.
" Kenapa sih Biyung kok saling berantem, itu jadinya guci Abah pecahkan, pasti nanti Abah akan marah," Sahut Rani
" Rani kau jangan dekat dengan Biyung Wardani dia itu setan, dia yang sudah merencanakan ini," Ucap Biyung Maryam
" Biyung aku sudah melihat bahwa Biyung Maryam yang telah memecahkannya, kenapa harus menyalahkan Biyung Wardani," Jawab Rani
" Memang aku selalu salah dimata Biyung Maryam Sayang," Jawab Wardani
" Jangan kau dengarkan dia sayang," Sahut Biyung Maryam
" Ya sudah mari Biyung kita bersih-bersih dulu, nanti kita lanjutkan," Ucap Rani
" Iya sayang, " Jawab Wardani sambil memasang muka senyum kepada Biyung Maryam
" Dasar wanita setan, kurang ajar dia sudah berani melakukan ini, apalagi Menantuku sudah mulai baik kepadanya,seolah-olah aku jelek dimatanya," Batin Biyung Maryam dengan menangis
Arya yang sudah selesai menikmati hidangan itu mulai mencari jawaban apa yang harus ia katakan kepada Biyung Sumi, ia masih memikirkan dengan matang-matang.
" Aku harus mengambil keputusan itu," Batin Arya
" Enak tidak hidangan dari Biyung Sumi," Ucap Biyung Sumi
" Eh... Enak sekali Biyung Arya sangat menikmatinya dengan rasa yang enak dan lezatnya," Jawab Arya
" Aku harus bertanya lagi bagaimana soal tadi apakah dia mau berkerja sama denganku," Batin Biyung Sumi
" Bagaimana soal tadi Arya yang Biyung tawarkan kepadamu, Biyung hanya ingin men dengarkan saja, dan Biyung akan menerima apapun keputusan yang akan kau ambil," Tanya Biyung Sumi
Akhirnya Arya sudah mengambil keputusan dan akan siap segala konsekuensinya apa yang yang Arya ambil.
"Arya jadi kau bersedia berkerjasama dengan Biyung, kau sudah yakin," Ucap Biyung Sumi
" Iya yakin Biyung aku siap, aku tidak sabar untuk mendapatkan semua hakku," Jawab Arya
" Bagus kalau begitu, Biyung senang mendengarnya," Sahut Biyung Sumi
" Terus apa yang harus Arya lakukan," Tanya Arya
" Kau harus segera lakukan apapun kepada keluarga Lurah Darso, setelah kau sudah melakukan itu segera kau laporkan kepadaku, tapi tugas yang Satu ini jauhkan para lelaki yang mendekati wardani, dia akan selalu menganggu rencana," Jawab Biyung Sumi
" Itu pasti mulai sekarang aku akan selalu cemburu melihat Wardani di cintai oleh seorang laki-laki yang berhak hanya aku," Ucap Arya
" Itu betul sekali, ya sudah kau harus jaga rahasia kita berdua," Ucap Biyung Sumi
" Baik Biyung, kalau begitu aku pamit," Jawab Arya
" Iya hati-hati," Ucap Biyung Sumi
Arya meninggalkan rumah Biyung Sumi.
" Haha... Akhirnya aku bisa mendapatkan antek lagi, semoga dengan ini tujuanku segera tercapai," Ucap Biyung Sumi dengan bahagia
Lurah Darso pun pulang melihat guci kesayangannya yang pecah sontak marah dengan keras dirumahnya.
" Aku pulang, semua orang dimana kenapa ini jadi begini, guci kesayangannya ku berantakan dan pecah seperti ini, siapa yang melakukannya," Ucap Lurah Darso dengan kasar
" Ada apa Tuan," Jawab ketakutan Simbok Darmi
" Panggilkan semua untuk kesini," Ucap Lurah Darso
__ADS_1
" Iya Tuan, sebentar saya panggilkan," Jawab Simbok Darmi
" Aduh setan mulai marah, aku harus segera memangil Satu persatu," Batin Simbok Darmi dengan panik ketakutan
" Ada apa sih Abah pulang-pulang kok langsung marah-marah," Sahut Biyung Zubaidah
" Diam kau," Jawab Lurah Darso
" Sudah Tuan, kalau begitu Simbok pamit dulu, Pareng, " Sahut Simbok Darmi
" Maafkan aku sayang, aku tidak sengaja," Ucap Wardani
" Tapi mengapa kau berani pecahkan guci ini, " Jawab Lurah Darso dengan sedikit marah
" Aku sedang bersih-bersih tapi tadi ada Dinda Maryam yang datang, " Ucap Wardani
" Iya memang dia yang memecahkan," Sahut Biyung Maryam
" Diam kau, " Sahut Lurah Darso
" Maaf Abah kalau Rani ikut campur, sebenarnya yang melakukan itu Biyung Maryam aku melihat dengan mataku sendiri, ketika Biyung Wardani bersih-bersih Biyung Maryam hanya menjelekan dan tidak suka kepadanya, Rani tidak memihak kesiapa-siapa ini Rani hanya mengungkap kebenaran, maaf," Sahut Rani
" Apa itu benar yang di katakan," Ucap Lurah Darso
" Itu tidak benar Abah, dia yang merencanakan semua agar aku mendapatkan semua human darimu," Ucap Biyung Maryam
" Diam aku bertanya kepadanya," Sahut Lurah Darso
" Katakan sayang aku akan berlaku adult kesiapapun, " Ucap Lurah Darso
" Itu benar sayang, maafkan aku, " Jawab Wardani dengan menangis
" Kenapa kau harus mengaku jika kau tidak melakukan itu," Ucap Lurah Darso
" Karena aku sangat menghormati Dinda, dan aku akan menjaga namanya dan Aku tidak mau melihat ada Dinda yang kau hukum lagi," Jawab Wardani
" Tidak semua itu harus di hukum sesuai dengan peraturan di rumah ini, jadi Kau harus ikut aku," Ucap Lurah Darso sambil menyeret Biyung Maryam
" Abah sakit, tolong percaya kepadaku, bukan aku tapi dia," Ucap Biyung Maryam
" Diam, rasakan ini, " Jawab Lurah Darso
" Au... Abah, sakit," Ucap kesakitan Biyung Maryam
Lurah menghukumnya hingga lemas dan tak berdaya, setelah itu ia tinggalkan.
" Sayang sudah kasihan Dinda," Sahut bela Wardani
Lurah Darso meninggalkan tempat itu, dan Rani juga ikut tidak mau ikut campur menuju ke kamarnya.
" Bagaimana Dinda Tua, jangan pernah mengancamku," Ucap Wardani sambil menghapus air mata palsunya
" Kamu memang Wanita licik, lihat ulah mu Dinda hampir mati, awas jika terjadi kepada Dinda Maryam aku akan membalasmu," Sahut Biyung Zubaidah
" Wau ada pahlawan kesiangan, siap untuk bertaruh juga," Ucap Wardani
" Diam kau, " Jawab Biyung Zubaidah
" Awas kau wanita setan aku akan membalasmu," Batin Biyung Maryam dengan terkapar lemas
" Ah males bersama orang-orang bodoh," Jawab Wardani dengan pergi
" Sudah ayo Dinda kita ke kamar, " Ucap Biyung Zubaidah
__ADS_1
Kejadian itu membuat suasana semakin panas, Rani yang baru tau bahwa keluarga Lurah Darso banyak per masalah an dan sikap yang membuat Rani kaget tidak seperti asli ketika belum Mengenalnya.