
Kejadian semalam yang mendadak sakit membuat Rindu merasa sakit tak karuan, terasa ingin lahir kan bayi yang belum saatnya keluar.
Rindu kesakitan akhirnya Rindu melahirkan seorang bayi perempuan yang di bantu oleh dukun beranak di desanya karena dadakan.
Membuat Rindu kaget atas kepergian buah hati yang di tunggu selama ini, bukan hanya senang tetapi buah hati yang di dampakan anak pertama dari buah cinta llsang suami Arya.
Kesedihan menyelimut pada perasaan Rindu.
Keesokan harinya Rindu tetap bersedih di hari proses pemakanan sangat Puterinya.
Para masyarakat bergrombolan datang bertakziyah ke Lurah Lurah Darso.
" Sudah Nduk jangan bersedih kasihan Anak kamu kau tangisi, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak sedih dari mana Biyung, Buah hati pertamaku aku harapkan ternyata di meninggalkan ku, " Jawab Rindu
" Iya Biyung tau perasaan kamu, tolong untuk sedikit mengerti," Ucap Biyung Maryam
" Sabar semua sudah takdir sang kuasa," Sahut Biyung zubaidah
"Haha rencana kita berhasil, kita terasa punya aura baru dan kekuatan baru Arya, " Ucap Wardani
" Iya aku juga begitu, sangat mantul sekali rencana kita ini, " Jawab Arya
" Arya jangan lupa untuk kau berlagak sedih, " Ucap Wardani
" Itu tentu Wardani, " Jawab Arya
" Sudahlah sayang kau berhenti, Aku tidak apa-apa ikhlaskan dia semoga setelah kejadian ini kita lebih baik dan akan segera memiliki momongan lagi, " Ucap Arya
" Maafkan aku mas aku tidak bisa menjaga buah hati kita dengan baik, " Jawab Rindu
" Sudah jangan kau salahkan dirimu, semua ini buka salahmu, semua terjadi buka kehendak mu, " Ucap Arya
" Sabar ya Wardani, semua merasa terpukul mendengar ini, yang tabah kamu, " Sahut Wardani
" Sudah diamlah adik cantik ku, ikhlaskan dan jangan kau membuat dirimu seperti ini berhentilah menangis, " Sahut Trimoko sangat kakak
Akhirnya proses setiap proses di laksanakan, sampai proses terakhir, jasad bayi tersebut di bawa ke pemakaman di dekat kampungnya untuk di makamkan.
Tak dikira perasaan Rindu ada seorang arwah bayi yang menangis, yang terdengar telinga Rindu secara tiba.
" Kau dimana diamlah jangan menangis nak, " Ucap Rindu
" Hey kau bilang apa, ini di makam, jangan bicara aneh sudah lupakan, ini proses pemakaman diam di situ, " Jawab Trimoko
" Aku tadi mendengar tangisan suara bayi, " Batin Rindu
__ADS_1
" Arya apa yang terjadi pada Rindu, sepertinya dia terngiang arwah bayi," Ucap Wardani
" Sepertinya begitu, sudahlah, " Jawab Arya
Pemakaman hampir selesai, semua menyiapkan bunga tabur untuk taburan atas makannya. Selesai lah proses pemakaman semua bergegas untuk pulang.
" Sudah ayo pulang sayang, " Ucap Arya
" Sudah ayo pulang, " Sahut Biyung Maryam
"Sudah sudah ayo pulang," Sahut Trimoko
Akhirnya ia berjalan menuju rumahnya, disaat perjalanan terdapat seperti ada bayi di depannya rindu, dan rindu berlari untuk melihat ternyata didekati hanya sebuah kayu ranting yang terjatuh.
" Apa yang kau lakukan sayang, sudah ikhlaskan, ini karena kau masih mengingatnya, " Ucap Arya
" Benar apa yang di katakan suamimu, " Sahut Biyung Maryam
" Apa yang dikatakan itu benar, " Sahut Biyung zubaidah
" Sudah ayo pulang, sampai rumah kau mandi dan tenangkan dirimu, " Sahut Trimoko
Malam harinya hati Rindu merasa tidak tenang seperti ada seorang bayi yang menangis serasa meminta air susunya.
Rindu merasa binggung suara dari mana tangisan itu, Rindu sampai -sampai binggung bagaimana untuk menemukanya.
Bayi itu terus meneror rindu sampai -sampai Rindu menjadi binggung apa yang harus ia lakukan. Akhirnya Rindu untuk memendamnya menunggu waktu yang tepat untuk berbicara kepada sang suami.
Suara tangisan bayi kembali menghampiri Rindu, dan selaknya Bayi yang ingin di cinta dan menginginkan air susu untuk dirinya.
" Jangan ganggu aku, ini bayi siapa, jangan menangis terus aku tidak tau harus bagaimana, " Ucap Rindu
" Berhenti cukup berhenti, " Ucap Rindu menangis
Suara Bayi bersahutan kesana-kemarin sampai membuat Rindu pusing yang mana dia dengarkan dan akhirnya Rindu pingsan terjatuh.
Tiba-tiba Arya pun masuk dan melihat Rindu sudah terbaring di bawah lantai.
" Kau kemana, " Ucap Arya sambil mengangkatnya ke atas kasur
" Mbok..., " Ucap Arya dengan keras
" Iya den Arya, bisa Mbok bantu, " Jawab Mbok
" Mbok tolong ambilkan kompres dan air minum buat Rindu, " Ucap Arya
" Baik den mbok ambilkan, " Jawab Mbok
__ADS_1
" Bangun sayang, bangun, apa yang terjadi denganmu, " Ucap Arya
" Ehh...., " Membuka mata Rindu
" Syukurlah kau sadar, apa yang terjadi kepadamu sayang, hingga kau pingsan di bawah lantai tadi, " Ucap Arya
" Mas aku setelah pulang dari pemakaman anak kita aku selalu di teror oleh suara tangisan bayi, bahkan aku bermimpi tentang bayi yang sangat seram dan meminta ku, " Jawab Rindu
" Hahaha teror bayi, bagus ini membuat kau semakin tergoncang tak akan lama kau akan menjadi sebuah orang yang aku tertawakan, " Batin Arya
" Sudah jangan kau hiraukan, semua itu hanya imajinasi mu, makanya jangan terlalu kau pikirkan, " Jawab Arya
" Ini bukan imajinasi sayang, tapi nyata dan aku dengar dan aku rasakan sendiri, " Jawab Rindu
" Ya sudah kau minum dulu biar hatimu tenan, " Ucap Arya
Rindu menceritakan kepada sang suami, dan akhirnya Arya mengetahui apa yang dirasakan dan dialami oleh Rindu adalah ulahnya dan Wardani.
" Kalau begitu kau istirahat, jangan kemana sebelum kau membaik, jangan usah kau pikirkan lagi, " Ucap Arya
" Iya sayang, " Jawab Rindu
" Mbok...," Ucap Arya
" Iya den, " Jawab Mbok
" Jangan lupa siapkan makanan serta selalu melihat Rindu, " Ucap Arya diluar pintu
" Baik den, saya akan laksanakan apa yang aden perintah, pareng, " Jawab mbok
Arya menemui Wardani, untuk menceritakan apa yang di alami sang istri.
" Wardani bisa kita ketemu di taman belakang, " Ucap Arya
" Iya Arya kau kesanalah terlebih dahulu aku akan segera menyusulmu, " Jawab Wardani di dalam kamar
" Oke aku tunggu, " Jawab Arya
" Wardani aku tadi melihat Rindu pingsan jatuh di lantai, serta aku bertanya ia memberikan sesuatu yang terjadi kepadanya, dia di teror oleh hantu anaknya sendiri, " Ucap Arya
" Itu bagus Arya, tetapi jika Rindu tak takut dan tak tergoncang maka ini jadi pertanyaan, karena kita membiarkan teror itu tujuan agar Rindu menjadi gila, tetapi jika dia tidak tergoncang maka ini suatu pertanda bahwa Arwah teror itu meberikan sesuatu kepadanya, " Jawab Wardani
" Apa yang harus kita lakukan," Jawab Arya
" kau harus bertanya terus dan mengawasinya, " Ucap Wardani
" Iya aku akan mencari cara untuk terus mengawasi dan bertanya kepada Istri ku, " Jawab Arya
__ADS_1
Akhirnya Rindu merasakan goncangan yang membuat Rindu semakin hilang rasa sadarnya hingga -hingga depresi menghampirinya.