SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 124 ULAH ARYA


__ADS_3

Permasalah baru dihadapi oleh Keluarga Lurah Darso, yang disaat malam ritual Lurah Darso ingin dilaksanakan salah satu syarat bunga kamboja yang Lurah Darso suruh di tanam kini menjadi rusak hancur tanpa tersisa, sehingga membuat Lurah Darso marah dan menjadi murka, bahkan penunggu penyembahan menganggu Lurah Darso,Wardani tidak mengubrisnya malah merasakan senang bahwa dirinya di teror oleh penyembahan sendiri, Wardani hanya berfikit siapa dalang di balik rusaknya tanaman bunga kamboja milik Lurah Darso itu, yang membuat Wardani bertanya-tanya bahkan ingin menyelidikinya.


" Simbok Tuan kenapa marah-marah," Ucap Biyung Maryam


" Saya juga tidak tau Tuan, tadi Simbok dengan sudah marah-marah," Jawab Simbok Darmi


" Ya sudah aku mau ke sana dahulu," Ucap Biyung Maryam


" Kenapa kakek Tua itu marah-marah, aku kesana," Ucap Wardani dari kejahuan


Semua kumpul mendengar ocean Lurah yang sangat keras itu, yang membuat semua ketakutan apa yang terjadi kepadanya. Dan tak disangka bahwa Tanaman yang sudah di tanam oleh Paijo dan Paimin semua hancur dan mati tanpa satu pun yang tersisa. Sehingga Lurah Darso murka dengan sangat.


Sikap setannya muncul bahkan tak sadar bahwa dirinya itu telah emosi yang sangat keras.melihat itu Arya sangat senang dengan rencana yang Lurah Darso merasakan tersiksa dengan ulahnya, Wardani seolah bisa terdiam didalam kebahagiaannya.


" Abah ada apa ini, sabar," Ucap Biyung Maryam


" Diam kau, disaat keadaan seperti ini suruh sabar, kenapa bisa jadi begini," Jawab Lurah Darso


" Ya Ampun apa yang terjadi, siapa yang berani merusak seperti ini," Ucap Biyung Maryam


" Bagus, tapi siapa dalang yang melakukan perbuatan ini, ini sangat bahaya jika Lurah Darso tau, dia punya nyali sekali, pasti orang dalam, siapa ya," Batin Wardani


" Jo... Min... Sini cepet," Ucap Lurah Darso dengan keras


" Iya Tuan, ngamponten ada apa," Jawab Berdua dengan menundukan badannya


" Lihat ini semuanya hancur berantakan," Ucap Lurah Darso


" Maaf Tuan, memang saya dengan Paijo menanam nya dengan baik, tetapi jika seperti ini kami berdua tidak tau, minta maaf kesalahan kita tidak pernah melihat dan mengawasi jadi seperti ini," Sahut Paimin


" Sekarang Aku hanya mau tau siapa yang berani merusak tanaman ku, dan kenapa dia melakukan ini semua, pasti orang nya tidak lain didalam rumah ini," Ucap Lurah Darso


" Abah sudahlah tenangkan hatimu, nanti kita cari dahulu," Ucap Biyung Maryam


" Diam kau tidak tau apa yang aku rasakan, dan begitu penting disaat aku membutuhkannya menjadi hancur tak tersisa," Jawab Lurah Darso


sambil menyenggol Biyung Maryam dan meninggalkannya


Paimin dan Paijo binggung dengan kejadian ini kenapa bisa begini, semua yang di tanam nya semua hancur dan tak tersisa. Ia merasa bersalah dan meninggalkannya tempat itu. Hanya tinggal Biyung Maryam dan Wardani di sana.


" Jangan-jangan kau wanita setan,lihat Lurah Darso sangat marah seperti itu, kau puts melihatnya," Ucap Biyung Maryam


" Memang aku bahagia melihatnya, akhirnya kemarahan Lurah Darso keluar juga, tetapi sejahatnya aku tidak melakukan itu semua, aku tidak perlu mengotori tanganku ini, jangan-jangan Biyung Zubaidah yang ingin membuat Lurah Darso marah karena aku tau dia ingin menguasi harta ini aku dengan sendiri dikamarnya, jadi dia ingin membuat marah Lurah dan kamu yang akan di salahkan," Jawab Wardani


" Ini memang suatu rencana yang mulus, disaat ada masalah aku bisa bermain dengan ucapannya sendiri, aku mencoba untuk mengadu domba Biyung Maryam dan Biyung Zubaidah," Batin Wardani

__ADS_1


" Diam kau jangan pernah kau ingin membuat aku dan Ananda bertengkar," Ucap Biyung Maryam


" Ya sudah kalau tidak percaya nanti kau tau juga," Jawab Wardani


" Dasar wanita setan," Awas jika kau berani untuk mengadu domba diriku," Ucap Biyung Maryam


" Terserah yang penting aku ngomong yang sebenarnya tentang itu, jika tidak percaya ya sudah, dan aku buka yang membuat tanaman Lurah Darso hancur seperti ini, mengerti, dah... Nenek Tua," Jawab Wardani


Wardani meninggalkannya dirinya sendiri disana. Biyung Maryam sejenak untuk di area itu, setelah itu menuju ke Kamar untuk merenungi dan masih sedikit percaya dan tidak atas ucapannya Wardani yang penuh dengan dusta untuk menghancurkan dirinya.


" Apakah itu benar yang di katakana oleh Wardani, jangan tidak boleh ingat Wanita itu licik, berbahaya jadi harus bisa menyerap dengan baik," Ucap Biyung Maryam


Lurah yang terus marah dan marah itu membuat dirinya lupa dengan ritual yang ingin di lakukan sehingga Ia merasa di teror dengan hantu penyembahannya.


" Siapa yang berani dengan ku, mengapa dia melakukan itu kepadaku, dia tidak tau siapa aku ini sebenarnya," Ucap Lurah Darso marah


" Sudah sayang aku juga binggung siapa dalang di balik semua ini, kita cari bersama dan jika kita tau kita bisa menghukum dirinya itu, tenangkanlah," Sahut Wardani


Lurah yang terus marah tak bisa menahan dan terus menghidar dirinya, Wardani membiarkannya karena Dia sudah tau apa yang akan terjadi disaat Lurah Darso lupa dengan kewajiban saat itu.


" Biarlah aku lebih senang disaat ini, dimana kejadian yang sangat malah telah terjadi sekaligus, aku sangat berterima kepadanya yang menghancurkan tanaman-tanaman Lurah Darso tapi siapa dia, aku harus mencari tau," Batin Wardani


" Kesanalah aku akan lebih senang kamu akan lupa kewajiban ritual kamu pasti kau akan men dapatkan sesuatu dari seserahan yang kau lupa kan, haha..., " Ucap Wardani


" Ternyata tidak sia-sia rencanaku ini ku lakukan, dengan ini lebih seru karena keluarga Lurah Darso semakin panas dan banyak masalah yang Ia hadapi," Ucap Arya


" Ali harus menutup ini semua seolah-olah aku tidak yang melakukannya," Ucap Arya


Arya pun langsung memasuki kamar lagi sebelum ada orang yang curiga kepadanya, tak lama Wardani mendatangi kamar Arya dan menyanyankan kepadanya.


" Arya... Buka pintunya," Ucap Wardani


" Iya ada apa Wardani, kau dengan keluarga Lurah sekarang ada masalah lagi," Jawab Wardani


" Apa itu, aku hanya dengar marah-marah saja, belum tau secara pasti," Ucap Arya


" Ada seseorang yang berani menghancurkan tanaman milih Lurah Darso, jadi Lurah Darso sangat marah, tapi siap yang berani melakukan itu semua, aku jadi penasaran," Jawab Wardani


" Masak sih, apa benar itu, orang itu sangat berani sekali ya, aku juga tidak tau siapa orang itu," Ucap Arya


" Aku yakin dalang dibalik rencana itu dia abdi rumah sini juga, tapi siapa belum tau, kalau kau siapa kira-kira, "Jawab Wardani


" Aku tidak tau Wardani, aku takut untuk menuduh tanpa bukti," Ucap Arya


" Kenapa dengan Arya ya, biasanya dia selalu memberikan pendapat dan orang yang di curiga, tetapi kenapa dia seperti aneh tanpa mau tau begitu ya, aku harus coba untuk mengintrogasinya," Batin Wardani

__ADS_1


" Masak kamu tidak memiliki orang yang kau curiga, biasanya kamu lebih awal jika ada masalah seperti ini," Jawab Wardani


" Eh... Iya tapi saat ini aku tidak tau karena aku saja binggung," Ucap Arya


Wardani tidak sengaja melihat kearah bawah rankings Arya yang terdapat pakaian yang kotor dengan tanah, apalagi didekatnya terdapat sedikit tanah yang telah terlepas dari pakaiannya, Wardani seolah tidak percaya dan Wardani mencoba untuk mendekat untuk melihatnya.


" Itu apa ya kayak seperti yang aneh, pakaian dan sisa tanah disana, aku coba untuk memastikan," Batin Wardani


" Ya sudah, aku sangat mendengar ini, bahwa aku tidak akan capek-capek untuk melakukannya, oh iya Arya aku mau pinjam sisirmu sebentar boleh dan Kacanya karena tadi Lurah Darso marah aku mau ke sana tidak enak," Ucap Wardani


" Oh iya tidak apa Wardani silahakan," Jawab Arya


Wardani sambil pura-pura menyisir rambutnya iya melihat dan mengamati yang sedikit dekat dengan ya, ternyata itu benar pakaian dan Bekas tanah yang ada disana, tetapi Wardani tutup mulut dan mencari kebenaran dahulu sebelum mengatakan kepada Arya.


" Ternyata benar itu pakaian kotor dan Bekas sisa tanah, tapi aku sedikit ragu jika Arya melakukan ini apa tujuannya, tetapi aku mulai curiga dengannya, tetapi bisa saja dia pelakunya, tapi aku harus mencari kebenarannya," Batin Wardani


" Semoga orang yang telah merusak tanaman abah itu bisa di temukan," Ucap Arya


" Semoga saja," Jawab Wardani


" Ya sudah Arya aku mau keluar dulu, terima kasih atas pinjamannya, " Ucap Wardani


" Iya sama-sama," Jawab Arya menatap dengan berbeda


Aku harus mencari tau tentang ini, aku curiga kepada Arya, mengapa semua bukti dan peril Aku yang aku terima mengarah kepada Arya. Sudah aku harus mencari tau dahulu.


Lurah Darso mulai di ganggu oleh Setannya yang mengakibatkan dirinya teriak sendiri dan seperti di siksa oleh Setan itu, merasa kepanasan, dan hanya berteriak aneh tanpa ada yang melihatnya, jika ada yang menganggunya pasti dia akan terkena dengan efeknya, Semua hanya melihat dan kasih melihat apa yang di alami Lurah Darso mendapatkan hukuman yang hanya de malam suntuk yang tidak bisa memberikan ritual itu, Biyung Maryam merasa kasiah, Ia ingin melihat Lurah tidak di siksa olehnya, Biyung Maryam pergi ke belakang ke ruang rahasia untuk memberikan sekucur darah penganti bunga kamboja itu, tangannya Ia sayat untuk menghilangkan setan itu.


" Ah... Pergi jangan ganggu, maafkan Lurah Darso, ini aku berikan penganti dengan darah ku, nanti ritual ke depan bisa di berikan bunga kamboja yang kau minta," Ucap Biyung Maryam di rumah rahasia yang seram


Akhirnya Biyung Maryam berhasil dan kembali dengan hati-hati, dan langsung melihat Lurah Darso. Wardani melihat itu menjadi sinis mengapa Biyung Maryam bisa membantunya.


" Bagaimana Lurah Darso sudah membaik," Ucap Biyung Maryam


" Sudah Dinda," Jawab Zubaidah


" Kenapa dengan tangan Biyung," Sahut Rani


" Sudah ini terkena pisau, kita bantu bawa Abah ke atas dan biar istirahat," Ucap Biyung Maryam


" Pahlawan kesiangan, ya udah aku sudah puas, tadi sudah mendapatkan sesuatu," Batin Wardani


" Sudah biarlah, aku fokus dengan ke curigaan aku kepada Arya, jadi kenapa aku harus bantu nenek Tua ini, masih banyak kerjaan yang lain," Batin Wardani


Wardani meninggalkannya dia mencari kebenaran dan mencari bukti lagi untuk membuktikan bahwa kecurigaan dia itu benar tau salah.

__ADS_1


__ADS_2