SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 84 BERMAIN API


__ADS_3

Wardani merasa bahagia ketika mendengar bahwa Ibu Narni telah lumpuh dan tidak bisa berbicara, maka Rahasia Wardani tertutup rapat oleh Ibu Narni.


Wardani keluar dari kamar Ibu Narni.


" Dinda bagaimana keadaan Ibu, " Ucap Amor dari pulang kerja


" Alhamdulillah baik, tetapi Ibu lumpuh dan tidak bisa berbicara karena benturan yang keras yang membuat saraf Ibu rusak, " Jawab Biyung Maryam


" Terus Ibu dimana, " Ucap Amor


" Kamarnya, lagi istirahat, " Jawab Biyung Maryam


" Kalau begitu Amor kesana dulu Dinda, " Ucap Amor


" Iya silahkan, " Jawab Biyung Maryam


Amor menuju ke kamar Ibu.


Trimoko mendengar Eyangnya yang lagi terjatuh terasa sakit, Karena ia masih diberi tanggung jawab oleh Abahnya untuk mengatasi permasalahan di desa sebrang, Trimoko segera selesai dan pulang untuk menjenguk Eyangnya.


" Kasihan sekali Eyang, Trimoko sangat ingin melihat Eyang, tetapi Trimoko belum bisa kembali sebelum menyelesaikan tugas dari Abah, " Ucap Trimoko


" Kenapa Bro kamu kok sedih, " Jawab komplotannya


" Tak apa ***, ini lagi mikir Eyang aku," Ucap Trimoko


" Oh ternyata seperti kamu masih memiliki rasa empati ya, aku kira kau hanya acuh tak acuh, " Jawab komplotannya


" Diam lho, ya masih lah, " Ucap Trimoko


" Abah katanya Ibu Narni terjatuh dan keadaan sangat mengkhawatirkan," Ucap Biyung Sumi


" Biyung dapat informasi dari siapa, mengkhawatirkan bagaimana Biyung, " Jawab Abah Warso


" Biyung dapat informasi dari Arya tadi Arya datang kesini memberitahu bahwa Ibu Narni terjatuh,dan keadaannya lumpuh dan tidak bisa berbicara, " Ucap Biyung Sumi


" Oh bagus itu jadi kita akan mudah untuk balas dendam ke keluarga Lurah Biyung," Jawab Abah Warso


" Abah, Biyung mempunyai rencana untuk membuat Wardani peka apa yang harus dilakukan, " Ucap Biyung Sumi


" Rencana Biyung seperti apa, " Jawab Abah Warso


" Kita percaya dan kita adu domba Arya dan Wardani, siapa yang akan di pilih Wardani atau Arya, ini untuk membuat Wardani jera dan takut serta mau mendengarkan kita untuk secepatnya menghancurkan keluarga Lurah, " Jawab Biyung Sumi


" Rencana bagus, kalau begitu nanti aku akan menyuruh orang untuk mengantar obat ini yang membuat Ibu Narni kejang dan kesakitan, kita kasihkan ke Arya, tersebut Arya berikan ke Mbok, mbok kasih kan ke pada Wardani, seolah -olah yang kan memberikan Wardani, Wardani yang akan terkena marah, " Jawab Abah Warso


" Betul, Abah kau sudah bisa membaca rencanaku, " Ucap Biyung Sumi


" Ibu apa yang terjadi kepadamu, betapa banyak masalah di dalam keluarga ini, entah apa gerangan,aku harap Ibu bisa sembuh seperti sedia kala, agar kita bisa bersuara lagi, " Ucap Amor yang mengelus Ibu Narni


" Amor sangat sayang kepada Ibu, jangan tinggalkan Amor, " Ucap Amor


Wardani datang dan langsung memberikan semangat dan empati kepada Amor.

__ADS_1


" Mas Amor, sabar pasti Ibu sembuh dan bisa seperti sedia kala, mas selalu doakan dan berikan rasa sayang penuh cinta pasti Ibu sembuh," Sahut Wardani


" Terima kasih Atas semuanya, Aku selalu berharap kau bisa merawat Ibu dengan baik, dan aku percaya kau adalah Ibu dari anak-anak ku, maukah kau menikah denganku, " Ucap Amor


" Mas aku hanya orang yang terus gagal dalam berumah tangga, aku trauma kejadian yang menimpa mereka, aku takut, " Jawab Wardani


" Tidak usah takut, mereka telah meninggalkan kita karena sudah takdirnya, " Jawab Amor


" Kalau Wardani terserah Ibu dan Mas Amor, aku akan menunggu dan akan menerima disaat Ibu sudah memberikan izin serta sembuh seperti sedia kala Mas, " Ucap Wardani


" Ya sudah kalau begitu, " Jawab Amor


" Iya Mas, mari kita keluar Biar Ibu istirahat, juga Mas buruh istirahat gak boleh capek dan stress, " Ucap Wardani


" Iya Wardani, makasih sudah perhatian kepadaku, " Jawab Amor


" Sama-sama Mas, " Ucap Wardani


" Pucuk di cinta ulam pun tiba, " Batin Wardani


" Bagaimana keadaan Ibu, " Ucap Lurah ke dalam kamarnya


" Ibu Baik saja, tetapi Ibu tidak bisa berbicara dan lumpuh Abah, karena benturan keras di kepalanya yang mengakibatkan kerusakan sistem saraf nya, " Jawab Biyung Maryam


" Kalau begitu aku langsung ke kamar Ibu dulu siapkan air hangat setelah aku kembali dari kamar Ibu, " Ucap Lurah


" Baik Abah," Jawab Biyung Maryam


" Wardani, " Ucap Lurah


" Ibu lagi apa, " Ucap Lurah


" Ibu lagi istirahat Sayang tenang saja, Ibu baik-baik saja kok, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu, aku hanya ingin mengetahui kondisi Ibu ku saja, " Ucap Lurah


" Tolong antar obat ini atas suruan Arya jangan bilang jika aku yang memberikan obat ini kepada Arya, kamu harus sampaikan kepada simbok di rumah itu, " Ucap Biyung Sumi


" Baik Biyung, " Jawab Wanita itu


" Permisi, ini rumah Lurah Darso, " Ucap Wanita berkerudung hitam


" Iya benar, ada yang bisa saya bantu, " Jawab Arya


" Saya mau bertemu dengan Mas Arya apakah ada?, " Ucap Wanita berkerudung hitam


" Kebetulan dengan saya sendiri, ada apa ya, " Jawab Arya


" Ini tadi Salah satu dari keluarga Lurah memesan obat untuk salah satu kelurga Lurah yang sakit, ini untuk di berikan ke ada Mbok, nanti akan di sampai kepada perawat yang sudah di percaya oleh keluarga, " Ucap Wanita berkerudung


" Oh begitu ya, kalau begitu saya Terima dan saya segera kasihkan kepada Simbok, " Jawab Arya


" Iya Terima kasih, saya pamit dulu, " Ucap Wanita berkerudung dan sambil menaruh muka jahat

__ADS_1


" Pasti buat Ibu Narni aku berikan ke Simbok, " Ucap Arya


" Mbok..., " Ucap Arya


" Ini obat buat Ibu Narni, nanti untuk di berikan kepada Perawat Ibu Narni di rumah ini ya, itu salam darinya, " Ucap Arya


" Iya Den Terima kasih, " Jawab Mbok


" Den Ayu makanan dan minuman serta obat Ibu sudah siap, " Ucap Mbok


" Iya Mbok, ya sudah aku ke kamar Ibu dulu ya, " Jawab Wardani


" Iya Den Ayu, " Ucap Mbok


" Waktunya makan dan minum Ibu," Ucap Wardani


Ibu Narni menolak dan menghindari suapan dari Wardani.


" Ayo makan jika tidak makan aku akan di bilang tidak pecus mengurus mu, buka mulut, tenang aku tidak akan memberikanmu racun, makan sekarang cepat, " Ucap kasar Wardani


Ibu Narni mau makan dan menerima suapan dari Wardani.


" Saatnya minum obat," Ucap Wardani


Ibu Narni meminum obat dari Wardani. Tak lama kemudian Ibu Narni kejang dan bergerak seperti orang yang step keras sekali, Wardani berteriak sekeras mungkin semua datang menuju ke kamar Ibu.


" Apa yang terjadi kepada Ibu, " Ucap Lurah


" Cepat panggil Mantri, " Sahut Biyung Maryam


Tak lama datang seorang Mantri.


" Tidak apa Ibu hanya salah obat, harusnya obat yang aku berikan ini obat kejang dan sangat berbahaya, ya sudah keadaan Ibu sudah membaik jangan khawatir sebentar lagi Ibu akan siuman, saya pamit, " Jawab Mantri


Lurah langsung menuju ke arah Wardani dan menyeretnya atas semua ini dan Wardani tidak tau apa-apa siapa yang memberikan obat yang salah terhadapnya.


" Ahh sakit Lurah, aku tidak tau jika obat itu salah, karna semua sudah disiapkan Simbol di situ, " Ucap Wardani


" Apa betul Mbok, " Ucap Lurah


" Benar Tuan, Simbok yang menyiapkannya, obat ini, tapi saya lupa dan tidak tau mana obat yang benar karena wadahnya sama, tetapi obat tadi saya Terima dari den Bagus Arya, " Jawab Mbok


" Auw sakit sekali, Lurah menyiksa aku, " Ucap Wardani


" Maafkan aku sayang aku telah berlaku kasar kepadamu, " Bisikan di telinga Wardani


" Arya..., " Ucap Lurah dengan marah


Plak... Tamparan Lurah


" Kanapa Abah, " Jawab Arya


" Apa benar kau memberikan obat ke pada simbok, paa kau tau itu obat bahaya yang bisa menghilangkan nyawa, " Ucap Lurah

__ADS_1


" Benar aku telah memberikan obat itu tetapi aku dapat dari salah satu orang yang telah menerima pesan obat dari keluarga Lurah Arya Terima saja, jadi Arya juga tidak tau dari mana obat itu Abah, " Jawab Arya


Apa yang terjadi, apakah Wardani akan di hukum atau tidak, siapakah yang memberikan obat itu untuk mengadu domba Wardani dan Arya, agar mendapatkan hukum dari Lurah.


__ADS_2