SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 106 BABU


__ADS_3

Setelah apa yang telah diucapkan oleh Lurah Darso membuat hati Biyung Maryam tersakiti, karena Lurah menganti semua aturan dengan Wardani, sikap kecewa di rasakan oleh Biyung Maryam, Biyung Maryam hanya bisa menerima dengan perasaan sedikit salute karena semua sudah menjadi keputusan oleh Lurah Darso, melainkan sikap Biyung Zubaidah yang terbalik kepada sikapnya. Sikap yang melawan serta melawan terhadap Lurah Darso.


Biyung Zubaidah tidak bisa melawan keputusan Lurah, hanya bisa menerima walaupun dia tidak adil dan tidak


terimanya. Wardani yang sangat bahagia bahkan dia selalu membuat Biyung Zubaidah marah agar melakukan tindakan terhadapnya terus berlanjut, setelah Wardani menjadi Nyonya apa yang di minta oleh Wardani harus di turuti serta harus di kerjakan.


" Sungguh tidak enak di dengar, kenapa harus begini wanita itu semakin berani kepadaku, tunggu apa yang harus aku kasih kepadanya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Sayang terima kasih sudah menpercayakan aku menjadi seorang nyonya disini, ini benar aku tidak salah dengar kan, " Ucap Wardani


" Iya sayang sama-sama, kamu suka atau tidak, iya benarlah semua akan menjadi dimilikimu, dan ini semua tanda sayang dan cintaku kepadamu, " Jawab Lurah Darso


" Haha... Satu orang sudah masuk kedalam gengamanku, " Batin Wardani


" Iya sayang, aku bahagia memiliki suami sepertimu, " Ucap Wardani


" Aku lebih bahagia dan lebih istimewa memilikimu," Jawab Lurah Darso


" Besok setelah aku pulang dari kantor aku akan belikan sesuatu kepadamu, tunggu besok, " Ucap Lurah Darso


" Apa itu, jadi penasaran, " Jawab Wardani


" Ya tunggu besok, kalau aku kasih tau nanti tidak jadi kejutan donk, " Ucap Lurah Darso


" Iya sih, " Ucap Wardani


" Sayang jika aku butuh sesuatu dan aku minta bantuannya semua Biyung tidak apa-apa, nanti jika aku tidak izin ke sayang dia mengadu bahwa aku semena-mena dengannya, " Ucap Wardani


" Tidak apa-apa jika kau membutuhkan ketika kamu sibuk atau lagi apa boleh saja, yang penting itu masuk akal, hehehe..., " Jawab Lurah Darso


" Oke terima kasih ya sayang, " Jawab Wardani


" Iya sayang semoga kau bahagia, " Ucap Lurah Darso


Hati Lurah semakin masuk kedalam permainan Wardani, Lurah yang telah dibutakan cinta sehingga lupa dan apa yang terjadi terhadapnya. Wardani yang saat itu hanya ingin membuat keluarganya hancur semakin dekat, permasalah setiap permasalah terjadi dalam Kehiduapn Lurah Darso.


Permainan baru dimulai.


Keesokan harinya Wardani mulai semena-mena kepada keluarga Lurah. Wardani minta apa yang ia inginkan harus di laying seperti bak seorang ratu.


" Biyung Zubaidah, sini tolong ambilkan tas Abah di belakang aku taruh disana, " Ucap Wardani di meja makan


" Dasar Wanita setan, sekarang kau berani menyuruhku semudah itu, kau anggap aku pembantu, " Batin Biyung Zubaidah


" Maaf Biyung aku menyuruhmu karena aku masih mengurus Abah lagi sarapan, minta bantuannya ya, " Ucap Wardani sambil main mata kepadanya


" Iya Wardani sebentar ya, " Jawab Biyung Zubaidah dengan kesal


" Makan yang banyak ya sayang, oh iya ini aku bawakan bekal untuk makan siang nanti di makan ya, " Ucap Wardani


" Beraninya dia menyuruhku, awas nanti jika Abah sudah tidak ada aku beri dia pelajaran, " Ucap Biyung Zubaidah sambil mengambil tas


Biyung Zubaidah terus ngoceh sambil mengambil tas hingga kembali ke ruang makan dan memberikan kepada Wardani.


" Ini tanya Wardani, " Ucap Biyung Zubaidah


" Iya Biyung terima kasih ya sudah merepotkan, " Jawab Wardani


" Tidak apa-apa saling membantu, " Sahut Biyung Zubaidah


" Haha... Pasti kau marah tidak sudi aku suruh, tapi kau hanya berpura-pura, tenang aku akan mengikuti permainanmu, " Batin Wardani


" Jika Abah tidak ada, pasti aku tidak akan sudi mengambilkannya," Batin Biyung Zubaidah


" Kalian berdua harus baik saling melengkapi, " Sahut Lurah Darso


" Iya Abah, semoga kita bisa seperti itu, " Jawab Biyung Maryam


" Pasti nya Abah, kita akan baik-baik saja, " Sahut Biyung Zubaidah


" Baru sekarang aku punya Istri perhatian sepertimu, karena menyiapkan makan siang untuk ke kantor, yang lainnya tidak pernah menyiapkan, sungguh bahagianya punya Istri sudah cantik, perhatian, serta masih muda lagi, " Jawab Lurah Darso


" Iya Abah, cocok dan Mbah Wardani diciptakan untuk menjadi pendamping Abah walaupun menjadi Istri yang ke lima Abah, tapi tak apa sih lihat Mbak Wardani sama Abah bahagia semakin semakin senang saja, " Sahut Arya


" Bisa saja kau Arya, pastinya senang dan lengkap Abah memilikinya, " Jawab Lurah Darso


" Jangan senang dulu, Abah suka dengan orang yang salah, milik orang lain Abah rebut, malu jadi nya, " Sahut tak suka Trimoko


" Diam kau, Wardani saja tidak menceritakan bahwa dia tidak memiliki kekasih, dia janda jadi buka salah saya jika kekasih barunya yang lama untuk meminangnya, dia Melanie lemah, " Jawab Lurah Darso


" Abah jangan bilang seperti itu," Sahut Trimoko


" Sebentar apa urusan kamu, tiba-tiba marah, jangan-jangan kau suka dengan ibumu ini," Ucap Lurah Darso


" Sudah-sudah Abah, tenangkan pikiranmu, tidak tau sikap dan sifat anakmu yang satu ini, sudah, sayang diam kembali duduk, " Ucap Biyung Maryam

__ADS_1


" Memang aku ada rasa dengan Wardani dan sudah lama aku simpan rasa bahkan dia menerima cintaku, Abah kau dahului untuk meminangnya, aku sungguh marah jika kau bermesraan didepanku, aku merasa tidak berdaya melihatnya, " Batin Trimoko


" Semua saling berebut cintanya, sungguh menawan hati juga, " Batin Arya


" Ku lihat Trimoko mulai suka terhadap Wardani, aku harus bicara dengannya, " Batin Biyung Zubaidah


" Sudah Abah, aku hanya milikmu setelah aku menjadi janda dari saudaramu, aku masih perawan, stop jangan kau ribut, " Sahut Wardani


" Maaf sayang karena sikap Trimoko membuatku emosi," Jawab Lurah Darso


Trimoko meninggalkan meja makan.


" Tidak nafsu makan,mau keluar cari hiburan," Ucap Trimoko


" Mas Trimoko mau kemana, maafkan kekerasan Abah mas ya," Ucap Wardani


" Sudah jangan kau bujuk aku, " Ucap Trimoko


" Sudah biarkan dia, memang seperti itu orangnya, " Jawab Lurah Darso


" Tapi Sayang, " Jawab Lurah Darso


" Dinda aku mau ke kamar dulu, " Sahut Biyung Zubaidah


" Iya Dinda," Jawab Biyung Maryam


" Kalau begitu aku berangkat dulu, " Ucap Lurah Darso


" Iya sayang, hati-hati di jalan jangan lupa bekalnya di bawa," Jawab Wardani


" Iya hampir lupa, jaga during ya, " Ucap Lurah Darso sambil mencium keningnya


Beda dengan Biyung yang hanya mencium tangannya untuk berpamitan.


" Kenapa aku tidak sama seperti yang Abah lakukan kepada Wardani, apakah aku sudah tidak ada lagi di hati Abah, " Batin Biyung Maryam


" Berangkat dulu, " Ucap Lurah Darso


" Iya sayang, hati-hati, " Jawab Wardani


" Hati-hati Abah, " Sahut Biyung Maryam


Lurah Darso pun berangkat. Biyung Maryam mulai beragak beda dengan Wardani yang tidak seperti setiap harinya, tetapi Wardani tetapi mencoba untuk memanggilnya.


" Biyung Maryam, " Ucap Wardani


" Wau dia mulai marah dan cemburu, sekarang mulai tidak mau bicara denganku, oke aku akan terima, tunggu saja aku kau cuekin, " Batin Wardani


" Biyung Maryam tolong siapkan makanan dan minuman untuk Evans, karena Wardani mau menganti Peralatan rumah dengan yang baru, " Ucap Wardani


Biyung Maryam tetap berdiam dan langsung menjalankan apa yang di minta Wardani.


" Ya sudahlah gak mau berbicara, tidak buang waktu untuk menjawabnya, " Ucap Wardani


" Biyung Zubaidah..., kemari ada kerjaan buat kamu, cepat, " Ucap keras Biyung Zubaidah


" Maaf Den Ayu boleh simbok bantu," Sahut Simbok Darmi dengan halusnya


" Tidak usah Mbok, tolong Simbok panggilkan Biyung Zubaidah saja ya, " Jawab Wardani


" Iya Den Ayu, pareng, " Jawab Simbok Darmi


" Permisi Tuan, Tuan di panggil Tuan Ayu di depan, " Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok sana kedapur sebentar lagi saya akan ke sana," Jawab Biyung Zubaidah


" Pareng Tuan, " Jawab Simbok Darmi


Akhirnya Biyung Zubaidah menuju untuk menemui Wardani.


" Ada apa sih kau teriak-teriak malu di dengar tetangga,Ada apa, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ada kerjaan buat Pembantu, upt maaf salah ngomong buat Biyung Zubaidah, tolong tatakan ini sesuai yang aku suruh," Jawab Wardani


" Dasar Wanita setan, beraninya suruh aku disini juga ratu jadi jangan semena-mena denganku, " Ucap Biyung Zubaidah


" Wau ratu, ratu Pembantu hehe... Cocok denganmu, " Jawab Biyung Zubaidah


Tamparan Biyung Zubaidah membuat merah pipi cantiknya. Berdiam diri dengan memandang Biyung Zubaidah.


" Beraninya kau tampar diriku," Batin Wardani


" Itu pantas kau dapatkan, enakkan beraninya sama orang Tuan, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ini Ada apa sih ribut-ribut malu didengar tetangga, " Sahut Biyung Maryam

__ADS_1


" Ini Dinda Wardani seenaknya menyuruhku untuk melakukan segala pekerjaan ini, " Jawab Biyung Zubaidah


" Bukan begitu aku minta bantuannya Biyung, aku kerjain di sini Biyung yang disitu, karena biar segera selesai, " Sahut Wardani


" Buka buka begitu Dinda, kau harus mulai percaya kepadaku, " Jawab Biyung Zubaidah


" Aku sekarang semakin ragu sikap Wardani, dan tingkah laku Ananda, aku harus mulai peka dan harus mencari tau, " Batin Biyung Maryam


" Apakah Biyung Maryam bersedia membantu dan Biyung Zubaidah, " Ucap Wardani


" Aku tetap tetap mau, biar di kerjakan wanita setan ini Dinda, " Sahut marah Biyung Zubaidah


" Aku sebenarnya mau tapi masih banyak kerjaan, " Jawab Biyung Maryam


" Sebentar saja Biyung, " Ucap Wardani


Wardani melihat bahwa Lurah pulang


Dari Kantor dengan berjalan kaki, wardani melihat bayang-bayang jalan di balik jendala. Apa yang harus Wardani lakukan.


" Jangan Dinda biar dirinya saja, dia mau menyuruh kita menjadi pembantu," Sahut Biyung Zubaidah


Wardani yang menatapkan tangannya serta lututnya diujung meja yang mengakibatkan luka.


" Wardani apa yang kau lakukan, " Ucap Biyung Maryam


" Biarlah memang wanita gila Dinda, " Jawab Biyung Zubaidah


Tak lama Lurah Darso datang dari pintu depan melihat Wardani kesakitan dan terjatuh Lurah langsung berteriak.


" Ah... Sakit," Ucap Wardani sambil duduk


" Sayang apa yang terjadi padamu," Sahut Lurah Darso dengan lari menghampirinya


Biyung Zubaidah dan marah sejenak terdiam tak berkutik serta mereka berdua binggung mau melakukan apa.


" Tidak apa hanya kebentur saja sayang, " Sahut Wardani


" Kenapa kalian berdua hanya berdiam diri bukannya bantu, " Ucap Lurah Darso


" Sudah aku tidak apa-apa sayang, aku bisa sendiri, " Ucap Wardani


" Kenapa pipimu merah, terus kenapa kakimu terluka," Tanya Lurah Darso


" Ini tadi kebentur meja sayang, karena aku perbaiki tatanan rumah ini, " Jawab Wardani


" Kenapa bisa begini, apa tidak ada yang membantumu, " Ucap Lurah Darso


" Tidak Abah, Biyung sudah Ada di sini mau bantu tapi Wardani menolaknya agar dia tidak capek, " Jawab Wardani


" Buka begitu Abah, dia malah menyuruh kita untuk melakukan itu, dan dia hanya enak-enak saja, " Bela dari Biyung Zubaidah


" Benar Abah Wardani hanya menyuruh untuk itu kepada kita berdua, " Sahut Biyung Maryam


" Kamu itu bisa-bisanya cari alasan, jika kalian tidak mau bantu jangan harap aku mau tidur denganmu, ini untuk hukuman kalian berdua Aku tidak memberikan jatah apapun selama satu minggu," Ucap Lurah Darso


" Sayang jangan, kasihan Biyung, buka salah mereka berdua, " Sahut Wardani


" Tidak apa-apa kau tenang saja, sebentar aku ambilkan obat," Ucap Lurah Darso


" Bagaimana eating aku bagus kan Biyung, haha... Jangan pernah main-main dengan aku, " Ucap Wardani


" Aku tidak menyangak ternyata kau wanita Bermuka dua, kau jahat, " Ucap Biyung Maryam


" Aku sudah bilang ke Dinda hati-hati kepada wanita satu ini, dia sangat licik dan jahat, " Sahut Biyung Zubaidah


" Benar sekali, kaget Biyung Maryam, " Ucap Wardani


Lurah Darso datang membawa obat lalu mengobatinya.


" Sayang sakit, tahan ya, " Ucap Lurah Darso


" Au... Sakit," Jawab Wardani


" Tahan sebentar lagi selesai kok, selesai kan, aku pulang awal karena mau menempati janjiku setelah itu aku berangkat lagi, ini aku belikan kalung, " Ucap Lurah Darso


" Wau bagus sekali, aku suka, " Jawab Wardani


" Sayang suka, " Ucap Lurah Darso


" Syukur kalau suka, kalau begitu ayo aku antar ke kamar, paimin dan paijo kesini selesaikan ini semua, " Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan, " Sahut mereka berdua


" Ayo sayang, " Jawab Wardani dengan mesra

__ADS_1


" Pegangan, " Jawab Lurah Darso mengangkat Wardani


Wardani memasang wajah menghina kepada mereka berdua.


__ADS_2