
Setelah perasan tumbuh dan semakin dekat dengan Wardani, Trimoko tidak mengetahui bahwa dirinya telah di jodohkan dengan seorang gadis dari desa sebrang juga teman sahabat Abahnya, yang sudah lama niat perjodohan itu, sebelum Trimoko di lahirkan. Dan saatnya Trimoko untuk menerima dan melihat calon istrinya.
" Ya susah saya aku keluar dulu," Ucap Trimoko
" Iya sayang much, " Jawab Wardani
" Bagus satu persatu telah merasuk kedalam permainanku," Ucap Wardani
Di Kantor desa.
Lurah Darso tidak sengaja bertemu Lurah Tedjo disaat undangan seluruh Lurah berkumpul, ia baru teringat atas perjodohan putera puterinya. Acara pun berjalan dengan kidmat setelah itu acara temu kangen seluruh peserta yang hadir di pertemuan itu.
" Darso...., masih ingat dengan ku, " Ucap Lurah Tedjo
" Tedjo... Ya masih lah, bagaimana keadaanmu, baru kali ini kita bisa bertemu dan bersua, silahkan duduk kita ngobrol sekalian melepas pertemuan kita yang belum pernah bertemu," Jawab Lurah Darso
" Baik saja, kamu baik-baik jugakan, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya baik-baik juga, " Jawab Lurah Darso
" Ngomong-ngomong bagaimana puteramu sekarang, " Ucap Lurah Tedjo
" Dia di rumah sekarang sudah menjadi pemuda yang besar dan tangguh, kalau itu kita teringat janji kita apakah itu masih berlaku hehe, " Jawab Lurah Darso
" Puteriku juga masih sendiri, masihlah jika bersedia Mari kita restui perjodohan diantara putera puteri kita, " Ucap Lurah Tedjo
" Benarkah itu, kalau begitu nanti aku sampaikan kepada Dindaku dahulu, baru nanti aku kasih kabar ke kamu, " Jawab Lurah Darso
" Baiklah aku juga akan siap menunggu dan akan aku siapkan segala sesuatunya," Ucap Lurah Tedjo
" Oke kalau begitu, " Jawab Lurah Darso
" Ya sudah aku mau kembali lagi masih banyak kerjaan dan tangunggan yang belum aku selesaikan, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya Mari, hati-hati di jalan, " Jawab Lurah Darso
Akhirnya perjodohan diantara putera puterinya masih berlaku hingga saat ini, dan Lurah Darso siap untuk menceritakan dan memberitahukan kepada Dinda di rumah nanti.
Lurah Tedjo pun pulang untuk memberitahukan kepada keluarganya tentang perjodohannya.
" Dinda,... Kau masih ingat dengan Lurah Darso, " Ucap Lurah Tedjo
" Masih Abah, bagaimana semenjak kita tidak mendengar kabar dan bertemu, apakah dia masih melanjutkan perjodohan dengan Puteri kita, " Jawab Biyung Darni
" Iya tadi tidak sengaja kita bertemu di dalam acara perkumpulan Lurah yang di Adakan di kantor desa nya, jadi aku bisa ngobrol panjang tentang itu juga, dan yang lainnya, " Ucap Lurah Tedjo
" Kabar baik kalau begitu, terus bagaimana selanjutnya, " Jawab Biyung Darni
" Kita tunggu dari pihak Sana, oh iya Rani Ada tidak, kita harus memberitahukan kepadanya," Ucap Lurah Tedjo
" Rani ada di kamarnya, Mari kesana Bah, " Jawab Biyung Darni
Lurah Tedjo San Biyung Darni pun menuju ke kamar Rani, dia menceritakan semua tentang dirinya dan perjodohan senang salah satu teman sahabatnya.
" Rani,... Ini Biyung dan Abah mau ngomong denganmu, " Ucap Biyung Darni
" Iya Biyung, masuk saja tidak aku kunci pintunya, " Sahut Rani
" Sayang Biyung mau mengingatkan sebuah perjodohan yang pernah Biyung dan Abah ceritakan kepadamu, " Ucap Biyung Darni
" Iya bagaimana mana Biyung, kalau Rani ikut aja aku percaya apa yang menjadi pilihan kalian berdua," Jawab Rani
" Jadi kau terima menerima di jodohkan dengan sahabat teman Abah, " Ucap Biyung Darni
__ADS_1
" Iya aku ikut aja kemauan Abah, karena saat ini juga belum Ada yang Aku suka dan Aku hanya sendiri," Jawab Rani
" Kalau begitu di tunggu saja pihak mereka akan datang untuk melamarmu jika waktunya sudah tepat, " Sahut Lurah Tedjo
" Iya Abah, " Jawab Rani
" Ya sudah lanjutkan lagi, maaf menganggu waktunya," Ucap Biyung Darni
" Tidak apa-apa Biyung, ini juga gak penting amat, " Jawab Rani
Mereka keluar dari kamar Rani.
" Abah ternyata Rani sudah menerima keputusan dari kita, sungguh Biyung Darni bahagia mendengarnya," Ucap Biyung Darni
" Iya Biyung, Rani anak yang nurut kepada kedua orang tua, memang orangnya lugu dan polos tanpa tingkah laku yang beda dari temannya, semoga hidupnya cocok dan berjodoh dengan Trimoko ya, " Ucap Lurah Tedjo
" Semoga bahagia dan cocok," Jawab Biyung Darni
Lurah Darso yang segera menyelesaikan tugasnya agar cepat pulang sang berbicara tentang perjodohan yang pernah ia katakan dimasa dahulu. Dengan cekatan Lurah Darso berkerja keras untuk menyelesaikan tugasnya dengan cepat, tak lama kemudian Lurah Darso pun bisa meninggalkan Kantor desa untuk menuju ke rumahnya, kerjaan yang sudah selesai.
" Paimin sini, taruh disana, jangan lupa di cuci, " Ucap Lurah Darso
" Iya Tuan siap, pareng, " Jawab Paimin
" Mbok tolong panggilkan Biyung Maryam untuk menemui ku di teras depan rumah sekarang, " Ucap Lurah Darso
" Baik Tuan, " Jawab Simbok Denok
Simbok Denok mencari dan menuju ke kamar Biyung Maryam.
Tok... Tok... Tok... Mengetuk pintu
" Iya Sebentar, " Ucap Biyung Maryam
" Eh Simbok Ada apa," Ucap Biyung Maryam sambil membuka pintu
" Oh begitu ya, ya sudah aku segera kesana, terima kasih Mbok, silahkan lanjutkan kerjanya, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Tuan, pareng, " Sahut Simbok Denok
Biyung Maryam menuju ke teras depan rumah. Lurah Darso yang sudah menunggu disana.
" Abah memanggil Dinda ya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya aku menyuruh Simbok untuk memanggil mu, " Jawab Lurah Darso
" Ada apa Abah, apakah Ada perlu yang akan di sampaikan kepada Dinda, " Ucap Biyung Maryam
" Ada kau masih ingat dengan perjodohan diantara Lurah Tedjo dan kita, saat masa dahulu, " Ucap Lurah Darso
" Iya Abah masih teringat kenapa emangnya, apakah Abah sudah bertemu dengan Lurah Tedjo, " Tanya Biyung Maryam
" Iya tadi dia bertemu aku di acara perkumpulan Lurah yang di adakan di kantor desaku, dia dan aku membahas soap perjodohan itu, tinggal menunggu dari keputusan kita, " Ucap Lurah Darso
" Pemisi Tuan, ini minumannya, " Ucap simbok Denok
" Iya Mbok, terima kasih, " Sahut Biyung Maryam
" Iya Tuan, pareng, " Ucap Simbok Denok
" Kalau aku terserah Abah, dan Biyung sudah ikutin apa yang Abah suruh, kita tinggal Trimokonya mau atau tidaknya, " Jawab Biyung Maryam
" Kalau begitu kau bisa katakan kepada Trimoko anak kesayangmu itu, kalau sudah ada jawabannya langsung temui aku," Ucap Lurah Darso
" Iya Abah nanti aku akan bicara kepada Trimoko soal ini," Jawab Biyung Maryam
__ADS_1
" Ya sudah Abah aku mau izin kedalam dahulu masih banyak kerjaan yang Biyung Lakukan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya sana," Jawab Lurah Darso
Wardani menghampiri Lurah Darso di teras depan rumah.
" Lho sayang udah pulang, sampai aku tidak tau, " Ucap Wardani
" Layaknya tadi mereka Ada yang di bicarakan serius sekali, aku Penasaran apa yang mereka bincangkan ya," Batin Wardani
" Kenapa sayang kok sayang seperti banyak pikiran, cerita kepada aku juga tidak apa-apa, " Ucap Wardani
" Pusing sayang, tadi aku bertemu teman aku dari dahulu yang pernah berjanji untuk menjodohkan putera kita dengan puterinya, dan tadi aku bertemu dengannya dia menyanyakan soal itu, jadi artinya perjodohan itu dinanti oleh keluarganya, " Ucap Lurah Darso
" Bagus ini akan membuat diri Trimoko makin sakit dengan adanya perjodohan ini, sungguh kabar terbaik untukku, " Batin Wardani
" Tenang Sayang, tinggal bilang ke Trimoko dan untuk segara memberikan jawabannya kan cukup, jangan sayang tidak usah banyak pikiran pasti Trimoko terima semuanya," Jawab Wardani
" Iya sayang, " Ucap Lurah Darso
" Ya sudah sana, sayang ke kamar bersih-bersih diri dan istirahat kelihatan capek sekali," Ucap Wardani
" Iya sudah aku ke kamar dulu ya, much, " Jawab Lurah Darso sambil mencium keningnya
Lurah Darso masuk kedalam rumah untuk menuju ke kamarnya, bersiap untuk bersih-bersih diri dan sejenak untuk beristirahat.
" Sungguh permainan yang sangat indah, aku tidak akan capek membuat rencana, semua cerita Lurah Darso dalam kehidupan sudah sebagai rencana tinggal kita poles biar semakin menarik," Ucap Wardani
" Ya sudahlah kenapa aku harus ikut urusan keluarga orang, fokus misi dan tujuan aku aja, haha dari apa ikut-ikut jadi capek dan stress, " Ucap Wardani
Trimoko pulang dan menuju ke kamarnya, Biyung Maryam melihat dirinya pulang Biyung Maryam segera untuk menemuinya.
" Sayang, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, masuk saja, " Jawab Trimoko
" Sayang ada yang ingin Biyung Maryam
sampaikan kepadamu, " Ucap Biyung Maryam
" Sebentar Biyung, Trimoko lagi bersih-bersih diri tunggu sebentar," Jawab Trimoko
" Ya sudah aku tunggu, " Ucap Biyung Maryam
Tak lama kemudian Trimoko keluar dari kamar mandi dengan rapi.
" Emang Biyung mau omong apa sih kayaknya serius sekali, " Tanya Trimoko
" Begini pada saat dulu Biyung dan Abah sudah memiliki sebuah janji kepada sahabat Abahmu, bahwa kita berdua dan pihak sana membuat sebuah perjodohan kamu dan puterinya, dan disaat tak terduga tadi Abah bertemu dengan Lurah Tedjo yang menjodohkan puterinya kepada kita menyanyakan tentang kelanjutan perjodohan ini, dari pihak sana tinggal menunggu keputusan dari keluarga kita, " Ucap Biyung Maryam
" Apa Trimoko dijodohkan, Trimoko sudah punya kekasih hati, " Ucap Trimoko
" Tolonglah hargai keputusan Abah dan Biyung saat dahulu, sebuah janji adalah hutang, jangan bikin malu keluarga kita sayang, aku harap kau menerimanya, " Ucap Biyung Maryam
" Tapi Trimoko tidak suka di jodohkan apalagi Trimoko belum tau sama sekali dirinya,"Jawab Trimoko
" Makanya kamu setuju pasti kita segera kesana untuk melamarnya kamu akan segera melihat dirinya," Ucap Biyung Maryam
" Tapi Trimoko tidak suka dengan perjodohan ini, aku sudah punya pilihan sendiri, " Ucap Trimoko berkali-kali
" Sayang tolong pikirkan matang-matang, jika Abah tidak segera mengetahui jawabannya dia akan marah, dan Biyung akan di salahkan, toh kamu belum mengenalkan dan belum sepenuhnya menikah denagnnya, da semoga kau sudah lama menjomblo, apa kata orang di Sana, biar buat bahagai Biyung, " Ucap Biyung Maryam
" Aku pikir-pikir dulu Biyung, nanti jawabannya akan aku sampaikan secepat mungkin," Ucap Trimoko
" Ya sudah Biyung Maryam tunggu sampai nanti, kalau begitu Biyung pamit dulu, " Jawab Biyung Maryam
__ADS_1
Trimoko sejenak untuk merenungi dan memikirkan panjang-panjang untuk memutuskan perkara itu. Perlu pemikiran yang sehat dan fresh. Keputusan apa yang Trimoko ambil.