
Rindu dan Mbok pulang dari puskesmas di kampungnya, akhirnya hasilnya memang Rindu hamil.
" Alhamdulillah, Mbak akan segera menjadi seorang ibu, usia kandungan nya udah 3 bulan, " Ucap mantri
" Apa aku hamil," Jawab Rindu
" Syukur alhamdulillah den Rindu, mbok juga seneng dengernya, " Sahut Mbok
" Iya Mbok, " Jawab Rindu
" Ini hasilnya serta ini obat untuk pertumbuhan si jabang bayi, " Ucap. mantri
" Terima kasih, " Ucap Rindu
" Sama-sama, " Jawab Mantri
" Kalau begitu saya pamit, " Ucap Rindu
" Iya hati-hati dijalan, jaga kandungan nya jangan lupa selalu rutin untuk periksa, " Jawab Mantri
" Pareng, " Sahut Mbok
Rindu dan Mbok segera sampai dengan rumah untuk menyampaikan berita ini di ruang musyawarah, dan segera menyampaikan berita yang bahagia ini.
Sampai lah di rumah, semua untuk segera berkumpul ke ruang tersebut, semua sudah datang dan siap untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan Rindu.
" Silahkah puteriku sampaikan, hasil periksa tadi apa yang di hasilkan, " Ucap Abah
" Hasil dari periksa di puskesmas tadi bahwa Saya hamil, ini bukti dari sana Abah, " Jawab Rindu
" Alhamdulillah kau hamil Rindu, sini aku lihat buktinya, " Ucap Biyung Maryam
" Ini Biyung, " Sahut Rindu
" Benar kau hamil, jaga kehamilanmu," Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung pastinya, " Ucap Rindu
" Arya ini jadi rencana kita, tunggu kehamilan Rindu 9 bulan, dan itu pas dengan hari purnama, kita tumbalkan bayi itu untuk aura dan ilmu kita, " Ucap Wardani berbisik
" Iya aku juga memikirkan itu dari tadi terus apa yang harus kau lakukan, " Jawab Arya
" Kita tunggu sampai 9 bulan lah, " Ucap Wardani
" Iya deh ya sudah kau harus, sayang dan cinta istrimu dan berikan nutrisi untuk bayi agar cepat membesarkan dan sehat agar tumbuh besar, " Ucap Wardani
" Pastinya saya akan memberikan yang terbaik, untuk segera kita tumbalkan," Jawab Arya
" Pastinya tumbah bayi ini sangat istimewa," Ucap Wardani
Setiap hari Arya tak kurang dan terlambat memberikan kepada Rindu susu dan segala sesuatu agar kandungannya segera membesar, agar apa yang ia rencana berjalan dengan sempurna.
Rasa Rindu tidak pernah merasa bahwa perilaku Arya yang selama ini hanya ada maksud tertentu untuk dirinya, yang membuat Rindu semakin manja dan suka terhadap Arya.
__ADS_1
Setelah lama kemudian perut Rindu sudah mulai membesar hingga sudah berusia 8 bulan, akhirnya Arya dan Wardani untuk siap menyiapkan ritual tumbal anaknya itu.
" Alhamdulillah perut mu sudah membesar sayang, tinggal satu bulan kau akan di karunia seorang putera atau Puteri sayang, " Ucap Arya
" Semoga baik-baik saja ya sayang, " Jawab Rindu
" Hahaha baik-baik saja karena anak ini akan aku tumbalkan, " Batin Arya
" Kalua begitu kau istirahatlah, " Ucap Arya
" Arya kita harus siapkan dan kita mulai ritual hari ini, " Ucap Wardani
" Nanti malam kita harus siap untuk ritual ini, " Jawab Arya
" Oke kalau begitu, "Ucap Biyung Maryam
" Oh kalian berdua di sini, Rindu dimana Arya, " Sahut Biyung Maryam
" Oh Rindu di kamar lagi istirahat, " Jawab Arya
" Oh istirahat, ya sudah kalau begitu, saya
tinggal dulu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Sahut Wardani
" Siap Biyung, " Jawab Arya
Malam pun tiba, Arya minta ini untuk keluar sebentar ke desa sebrang untuk membohonginys, Wardani menunggu di gudang belakang rumah ia melakukan ritual.
" Sudah siap, " Ucap Wardani
"Sudah ayo, " Jawab Arya
" Kemedul asap putih, kelewat ilang soko kono, metu si jabang bagitu, nyawa kanggo ilmu lan sukma, " Ucap Wardani
" Jopo teko ora bali, ilang tak jaluk kowe ojo lali, tak pareng ake kanggo mu, " Ucap Arya
Suasana makin seram dan suara beraneh datang.
"Ahhh sakit, tolong sakit perut Rindu, tolong..., " Ucap Rindu kesakitan
" Aduh ada apa Dengan Rindu, " Jawab Mbok
" Mbok perut ku sakit, tolong panggilkan Abah dan Biyung, " Ucap Rindu
" Siap den Rindu, " Jawab Mbok dengan panik
" Tuan-tuan, " Ucap Mbok
" Ada apa mbok, tenangkan dulu ada apa mbok, " Ucap Biyung Maryam
" Den Rindu perutnya sakit tuan, " Jawab Mbok
__ADS_1
" Masak Mbok, Arya dimana, " Ucap Biyung Maryam
" Tidak tau tuan, " Jawab Mbok
" Aku akan segera kesana, kau bangunkan Tuan Zubaidah, aku akan bangunkan abah, segera ke kamar rindu kau kesana temani Rindu dulu, " Jawab Biyung Maryam
" Siap Tuan," Jawab Mbok sambil ke kamar Tuan Zubaidah dan menuju ke kamar Rindu
" Tuan Zubaidah, Den Rindu perutnya sakit, " Ucap Mbok
" Iya Mbok, sebentar lagi aku kesana, " Jawab Biyung Zubaidah
" Iya Tuan, " Jawab Mbok
" Den Rindu bertahanlah Tuan sedang ke mari, " Ucap Mbok
"Mbok sudah tidak tahan sekali, " Jawab Rindu
Abah menyuruh ateng untuk menjemput dukun beranak dikarena keadaan mendadak itu, Abah dan Biyung mendatangi kamar Rindu
" Ya Puteriku, apa yang terjadi kepadamu, " Ucap Biyung Maryam
" Sakit Biyung, perutku terasa sakit ingin keluar, " Jawab Rindu
" Abah sudah memanggil dukun beranak sebentar lagi datang, " Ucap Lurah
" Sabarlah, " Sahut Biyung Zubaidah
" Cepat Mbok tolong Rindu ingin melahirkan, " Ucap Biyung Maryam
" Baik, Ayo tarik teriak lah, sekencang mungkin, " Ucap dukun beranak
" Sakit, ahhh sakit.... Ahhhh," Jawab Rindu
Akhirnya bayinya keluar dl tetapi dalam keadaan tidak bernyawa. Membuat Rindu tidak percaya dan menangis.
" Alhamdulillah, tapi minta maaf bayinya kok tidak ada nyawanya, jadi anak ini meninggalkan dunia tua, " Ucap Dukun beranak
" Ya Alloh sabarkan hatimu, puteriku, " Sahut Biyung Maryam
" Tidak, anakku kasih hidup, " Jawab Rindu menangis berteriak
" Sabar, aku tau perasaanmu, " Sahut Biyung Zubaidah
" Sudah iklaskan saja, siapkan untuk pemakaman hari ini, " Sahut Lurah
" Bagaimana bayiku lahir, " Sahut Arya datang dari desa sembrang
" Mana anakku, " Ucap Arya
" Sabar anak mu sudah tiada, " Ucap Biyung Zubaidah
" Ya Alloh tadi ada keramaian, ternyata Rindu melahirkan belum saat melahirkan, " Sahut Wardani
__ADS_1
" Aku turut berduka, " Jawab Wardani
Akhirnya keesokan harinya Lurah di penuhi oleh masyarakat sekitar untuk proses pemakaman cucu yang telah tiada.