
Setelah Wardani datang menemui Trimoko di taman itu, semua komplotan Baru ya mulai menaruh hati pada Wardani, semua telah tergoda dengan Kecantikan Wardani yang cantik bak seorang bidadari yang turun dari kayangan. Vampire menunggu setengah jam akhirnya Wardani datang menemuinya, Trimoko sangat senang Wardani datang untuk menemuinya.
Semua sudah di siapkan oleh Trimoko dengan sebaik mungkin untuk membuat Wardani senang dan suka, taman yang bersih, penuh dengan bunga, tempat untuk bercanda berdua.
" Bagaimana kau suka tidak sayang, walaupun sederhana tapi ini khusus untukmu," Ucap Trimoko
" Wau ini lebih dari cukup mas, malah aku merasa senang dan suka sekali, kamu sampai harus menyiapkan sekali sesuatunya hanya untuk ku, " Jawab Wardani
" Tidak apa-apa memang ini semua untukmu, kaulah pujaan hatiku," Ucap Trimoko
" Mas Bisa aja sih, terima kasih sudah memiliki hati kepada Wardani, jadi tidak enak aku Terhadap mas, " Jawab Wardani
" Hey kenapa harus panggil mas kan kita sudah pacaran, panggil sayang atau apa gitu, jika tidak ada orang dalam panggil mesra saja, jika ada orang dalam baru panggil setelah kamu, kayak kamu panggil aku Trimoko, aku panggil kamu Biyung sebagai Biyungku, haha..., " Ucap Trimoko
" Iya Mas, hey Mas, maksudnya sayang, " Jawab Wardani
" Lah begitu, " Ucap Trimoko
Wardani saat itu bagaimana mampu sehari itu ingin bertemu semua komplotan Trimoko semua agar mereka tergoda kepadanya. Untuk memudahkan rencananya Wardani mencari untuk itu.
" Buset kekasih Bos ternyata cantik bener, beda dari cewek-cewek yang kita temui, " Ucap Fendi
" Betul yang kau kataka itu, aku saja langsung jatuh hati setelah pertama tahu hari ini, rasa nya aku ingin menjadikan dirinya kekasih hatiku, " Jawab Dikin
" Apakah dia mau padamu, dia harus nya memilih aku, aku yang lebih bagus dari komplotan ini, hehe, " Sahut Bowo
" Kalian semua pada banyak bacot, sekarang itu gak usah banyak bacot, tinggal buktikan apakah kalian semua bisa bersama wanita itu, gimana kita berusaha mendekati wanita itu dengan cara kita masing-masing, siapa yang mendapatkannya itulah cowok sejati, setuju, " Ucap Didik
" Tapi bagaimana dengan Bos, ketika dia tau hubungan kita dengan wanita itu bagaimana nantinya, " Ucap Bowo
" Itu tidak akan pernah terjadi jika kita berhati-hati dan pintar dalam melakukan sebuah strategi, jika Bos mengetahui semuanya ya kita gampang wanita nya suka dengan kita dan wanita itu punya hak, melainkan kita juga mempunya hak apa salahnya, bahkan apa hak Bos memarahi kita kalau sebelum janur melengkung melengkung kita masih bisa memilikinya," Jawab Didik
" Setuju juga sih pendapat Didik, aku setuju jika tantangan kita sembunyi aman ya syukur jika ketahuan kembali kepada kita berdua dan bos harus memahami keputusan kita, " Sahut Bowo
" Rasanya kita semua pada tertantang untuk mendapatkan wanita itu," Ucap Fendi
" Aku lihat disini Didik yang terlalu ingin memilikinya, dan aku lebih ingin mendapatkan untuk sebagai istriku,kita bersaing untuk seorang pasangan hidupku atau sekedar kekasih, " Sahut Dikin
" Sudahlah yang penting kita harus bisa kenalan pada saat ini juga, semoga ada jalan untuk itu, " Sahut Fendi
" Semoga saja, " Jawab Bowo
" Sayang aku mau sesuatu ini, aku lapar tolong beliin aku makanan kita makan bersama," Ucap Wardani
" Ya sudah sebentar aku akan menyuruh teman-temanku untuk membeli makan dan kita makan bersama di sini," Jawab Trimoko
Trimoko menghampiri teman-temannya itu, mengatakan apa yang menjadi keinginannya untuk membelikan sebuah makanan yang diminta Wardani.
" Itu Bos kemari, " Ucap Bowo
" Hey kalian pergi beli makanan yang enak terus beli yang banyak nanti kalau sudah bawa kesana dan kalian semua ikut makan di sana," Ucap Trimoko
" Iya Bos siap kamu akan segera kembali membawa makanan dan minunannya," Jawab Dikin
" Buruan berangkat, " Ucap Trimoko
Mereka berangkat untuk mencarinya.
" Apa yang aku bilang ini semua pertanda kita bisa berkenalan dengan kekasih Bos yang cantik itu, " Ucap Fendi sambil mengendarai sepeda motornya
__ADS_1
" Iya sungguh kabar yang menyenangkan buat diri kita, ya sudah ayo kita mendapatkan semua yang di minta agar kita bisa memandang secara lama dan langsung dihadapan wanita cantik, " Sahut Dikin
" Sebentar ya sayang dia masih mencarinya tunggu sebentar saja pasti dia akan segera datang," Ucap Trimoko
" Iya Sayang, kenapa Sayang mau bertemu dengan aku di sini, " Ucap Wardani
" Aku ingin bertemu dan melepas kangen kepadamu, kalau aku di rumah tidak bisa sekali untuk berlama denganmu kalau di sini kita bisa lama dan bercengkrama lama dan puas untuk berdua, " Jawab Trimoko
" Mas bisa saja, intinya sayang tidak mau kalah dengan Abah, " Ucap Wardani
" Iya aku tidak mau kalah dengan Abah yang selalu mesra di hadapan aku aku terasa sakit melihatnya ketika kamu bersama Abah ku, " Jawab Trimoko
" Sungguh sangat baik sekali, dia lebih mencintaiku, jadi gampang suatu hari dia akan aku buat sakit hati yang sangat dalam, " Batin Wardani
" Sungguh begitu dalam rasa cintamu terhadapku, " Ucap Wardani
" Sedalam apapun, melebihi apa pun tidak ada yang dapat mengantikan rasa itu, " Jawab Trimoko
" Sungguh terharu aku mendengar semua perkataanmu, dan perasaanmu yang begitu dalam untuk kau ungkapkan kepadaku, " Ucap Wardani
" Iya agar kau tau seberapa perasan serta keseriusan ku untuk mencintaimu bidadari cintaku," Jawab Trimoko
Tak lama kemudian komplotannya datang membawa makanan dan minuman, mereka langsung menuju ke arah Trimoko. Menenteng makanan dan minuman yang cukup untuk merkwa mereka makan bersama.
" Bos ini makanan dan minumannya, " Ucap Dikin
" Taruh diatas meja sini, sudah kalian semua duduk di tempat yang sudah di siapkan, biar aku siapkan makanan dan minumannya untuk kita makan bersama, " Jawab Wardani
" Iya Ini mbak, " Ucap Dikin
" Wanita ini sangat baik sekali, bahkan dia sangat cocok untuk menjadi seorang ibu dadi anak-anakku, " Batin Didik
" Sempurna sekali, " Batin Bowo
" Aku saja yang langsung bertatapan bahkan pegangannya membuatku jatuh hati padanya, magnet rasakan tidak akan pernah hilang," Batin Dikin
" Sudah siap silahkan nikmati makan malam bersama," Ucap Wardani
" Aku kenalkan teman aku kepadamu sayang, " Ucap Trimoko
" Boleh, " Jawab Wardani
" Ya ini Fendi, yang sebelahnya Bowo, dekat aku ini Didik dan dekat kamu itu Dikin, " Ucap Trimoko
" Salam kenal semua aku Wardani Miwarso, aku keponakan Biyung Sumi, " Jawab Wardani
Kaki Wardani memainkan kaki Dikin, sehingga membuat Dikin kesenangan sendiri dan mulai menatap Wardani.
" Ah ada apa ini apakah dia suka kepadaku, aku sangat senang sekali dia melakukan ini kepadaku," Batin Dikin
Seketika memandang Wardani, langsung berkedip mata kepada Dikin, seolah Dikin tersipu diam tak berdaya seraya membuat dirinya jatuh hari padanya. Sampai -sampai sendok makannya terjatuh dan di bantu oleh Wardani.
" Kenapa jatuh, sini aku bantu, " Ucap Wardani
" Hay tampan kau suka kepadaku kan, tak udah malu boleh kok mencintaiku, " Bisik lirih Wardani kepada Dikin
Dikin terdiam tak bisa berkata dan gugup dalam mengambilkan sendoknya.
Tak sengaja Fendi menaruh tangannya di sebelahnya dan Wardani mulai sedikit mendekatkan. Bangun ya agar sedikit sampai untuk memegang tangannya. Wardani Akhirnya biasa memegang dan memainkan tangannya dengan mengelus- ngelusnya.
" Fendi mau tambah lagi biar aku ambilkan, " Ucap Wardani sambil mengelus tangannya
__ADS_1
" Ah enak sekali main tangannya, lembut, " Batin Fendi sambil melihat kearah Wardani
Wardani hanya membalas tersenyum sambil terus memainkan tangannya.
" Oh iya Fendi kesibukan sekarang apa, selain berkumpul dengan Mas Trimoko, " Tanya Wardani
" Aku hanya berdiam diri di rumah karena aku adalah anak dari desa sebrang," Jawab Fendi
" Oh begitu ya, " Ucap Wardani
" Aku mau ke belakang dulu , sudah tidak tahan lagi sebentar ya, " Ucap Didik
" Ini juga kesempatan aku untuk mencuri hatinya, " Batin Wardani
" Sayang aku mau ke kamar mandi sebentar ya mau cuci tangan sebentar, " Ucap Wardani
" Iya sayang," Jawab Trimoko
Didik sudah Berada di dalam kamar mandi, Wardani mulai mencari cara agar bisa mencuri hatinya, sambil menunggu dia kalau dirinya memikirkan cara untuk lelaki itu tergoda kepadanya, singkat cerita Didik mulai keluar dari kamar mandi, seolah Wardani Bertanya kepadanya.
" Lho kamu juga mau ke kamar mandi, " Ucap Didik
.
" Iya Mas, kamar mandi cewek yang mana, " Jawab Wardani
" Yang itu sebelah diri kamar cowok ini, " Ucap Didik
" Oh iya Mas, terima kasih aku permisi ya, " Jawab Wardani sambil terjatuh dan tak sengaja Didik menangkapnya sebelum terjatuh
Terdiam sejenak sambil menatap matanya, ada rasa suck terhadap Wardani.
" Ah maaf aku hanya ingin membantumu, tidak ada yang lebih, " Ucap Didik
" Tak usah berbohong Mas, kau suka kepadaku kan," Jawab Wardani sambil berdiri serta menempelkan tubuh Didik ke tembok
Wardani yang mendekati dan menempelkan tubuhnya Didik, yang membuat Didik tak tahan untuk menahannya, sebuah keenakan keluar dari kelamin Didik.
" Ahh.. Enak sekali, wanita ini sangat mudah sekali membuat lipidoku berkerja, " Batin Didik
" Mas jangan kau bohong dirimu, kau suka kepadaku, aku melihat dari sinar matamu yang begitu ingin memilikiku," Ucap Wardani sambil mengelus pipinya
" Ah... Aku tak kuat, memang aku menyukaimu semenjak aku pertama melihatmu, rasanya aku memang suka kepadamu, " Jawab Didik dengan mesra
" Kalau begitu kau juga bisa bersaing dengan teman yang lain untuk mendapatkanku, aku sudah tau bahwa kalian semua menyukaiku bukan, kalau begitu aku tunggu siapa yang menang dan mendapatkan cintaku, " Ucap Wardani sambil menempelkan hidungnya di pipinya
Wardani pergi menuju ke taman lagi untuk menikmati makan malamnya.
" Sayang maaf lama tadi aku baru tau kalau Kamarnya di sebelah kamar cowok tadi aku cari-cari dulu, " Ucap Wardani
" Tidak apa-apa sayang, sudah alnjut makannya, " Jawab Trimoko
Didik yang hanya tersenyum melihat Wardani.
" Oh iya Bowo kamu di sini yang sangat manis dan warna kulitmu coklat kehitam melihatan manis, " Puji Wardani
" Terima kasih, memang aku seperti ini, teman Trimoko yang manis, " Jawab Bowo
Tak sadar Bowo membalasnya dengan menatap Wardani, ketika saat itu Wardani memainkan kan kedipan matanya dihadapan padangan. Bowo mulai terdiam dan tersipu, Bowo merasa Penasaran dan mengulang untuk melihat Wardani dan Wardani tetap memainkan kedipan matanya ke pandangan Bowo seketika itu Bowo mulai menunduk dan tak kuat menahan rasa sukanya.
" Semua komplotan Mas Trimoko sudah masuk kedalam asmaraku, tunggu apa yang terjadi kepadamu, wahai lelaki hidung belang, " Batin Wardani
__ADS_1
Malam semakin larut apa yang di lakukan mereka bersama.