SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 79 PENGABDI SETAN


__ADS_3

Setelah kematian Amar, Wardani merasa Sedih dan kecewa pada muka duanya, dia malah bersenang diri karena setelah ini, rencananya akan segera berjalan.


Setelah kembalinya dari makam Hartono teringat dengan apa yang ingin ia cari tau di rumah Wardani, apa yang terjadi terhadapnya.


Mereka masih penasaran ketika Hartono bersinggah di rumahnya yang merasa kepanasan dan mengeluarkan air keringat.


" Den Ayu, " Ucap Mbok


" Iya Mbok, ada apa, " Jawab Wardani duduk di depan teras


" Den Ayu jangan bersedih dan berdiam diri, simbok tau lwrasan Den Ayu yang baru di tinggal suami secepatnya ini, tapi Den Ayu harus bangkit, " Ucap Mbok


" Siapa yang sedih Mbok, tidak ada rasa sedih buat orang yang bikin hidup aku sengsara, aku akan membuatnya membayar semuannya, " Batin Wardani


" Iya Mbok, Wardani akan selalu tegar dan siap untuk melanjutkan hidup Wardani, Terima kasih ya Mbok, " Jawab Wardani


" Iya Den, Simbok ke dalam dulu ya, kalau ada apa bisa panggil dayang atau Simbok, " Ucap Mbok


" Iya Mbok, " Jawab Wardani


Lurah menemuinya dari jalan yang searah ke depan pintu.


" Aku tau kau milik aku sayang, ternyata Amar sudah meninggalkan mu secepat itu, jadi kau hanya untuk ku, " Ucap Lurah


" Apa katamu, Amar itu saudara kamu mas, kamu tidak mempunyai rasa sedikit untuk saudaramu, " Jawab Wardani


" Aku tau itu, jika ini mengenai mu aku tidak akan tinggal diam walaupun keluargaku sendiri yang berani menghalangi, " Ucap Lurah


" Bagus kau sudah menjadi budak cintaku, kau akan melakukan apapun demi diriku, " Batin Wardani


" Jangan ganggu akun dulu, aku mau sendiri, " Jawab Wardani


" Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan waktu untuk bersendiri," Ucap Lurah


" Astagfirullah, Masuk ke rumah orang tanpa izin tidak di perbolehkan, tapi ini demi kebaikan dan kebenaran jadi boleh, somoga selalu melindungi dan memaafkan aku, " Ucap Hartono di balik semak


" Abah ayo kita ke desa lain, kita harus sudah sampai disana sebelum waktu malam tiba, " Ucap Biyung Sumi


" Iya Biyung mari, kita kesana, mari kita jalan langsung kesana, " Jawab Abah Warso


Mereka berangkat dan Hartono segera memasuki rumahnya, dengan lewat belakang rumah agar tidak ada yang tau bahwa ia memasuki rumahnya hanya ingin mencari tau tentang apa yang ada di rumah Biyung Sumi.


" Aku segera masuk sebelum, Biyung dan Abah kembali dari perginya, aku harus menemukan jawaban, " Ucap Hartono

__ADS_1


Hartono mulai mencari cara untuk masuk ke dalam rumahnya, dan akhirnya ia bisa masuk ke dalam rumah, segera mencari dari kamar Biyung Sumi.


" Aku harus mencarinya langsung di kamar Biyung, setelah masuk rumah, panas dan air keringatnya mulai mengucur membasai tubuh dan bajunya itu, dan tak tahan dengan hawa panasnya.


" Astagfirullah, rasanya panas dan air keringatnya begitu banyak seperti seorang yang mandi, tapi jika aku mengurungkan niat saya aku tidak akan dapat jawaban dan apa yang terjadi, aku harus menemukannya, " Ucap Hartono


" Biyung apakah Amir bisa turun ranjang untuk mengantikan kangmas Amar untuk menjadi suami Wardani, " Ucap Amir


" Ini kesempatan aku untuk berani mengatakan ini kepada Ibu dan Ayunda, " Batin Amir


" Kalau menurut saya boleh saja, terserah Wardani mau menerima, tapi ku harus menunggu waktunya, " Ucap Biyung Maryam


" Kalau Ibu juga tidak apa yang penting, kamu segera buat bahagia Wardani agar dia tidak bersedih lagi, Nanti Ibu akan coba berbicara kepadanya tentang ini, " Sahut Ibu Narni


" Iya Ayunda juga akan mendukung, " Jawab Biyung Maryam


" Asyik semoga awal yang baik, " Batin Amir


Hartono mulai menguatkan diri walaupun dirinya lemah dan harus mendapatkan sesuatu, Hartono memasuki kamar Biyung Sumi, dan ternyata ketika masuk di kamar Biyung nampak semua pujaan, dan banyak mahkluk halus yang berada di sekitar kamarnya, Hartono menemukan buku tentang pengabdi setan, jadi Hartono semakin yakin bahwa Biyung Sumi dan Abah Warso pengikut setan, serta menemukan sebuah pisau yang sudah lama berabad -abad lamanya.


" Astagfirullah, ternyata dugaan aku benar bahwa mereka orang menutupi diri, dia merasa baik hanya ada maunya, aku akan katakan ke pada Saudaranya Wardani diwaktu yang tepat, " Ucap Hartono


" Aku sudah mendapatkan jawaban aku harus segera kelaur dari sini, yang penting aku sudah tau apa yang terjadi, " Ucap Hartono


Hartono yang kelaur dari belakang baru sampai kaki, Biyung dan Abah datang.


" Dia sudah datang, alhamdulillah aku sudah kelaur dari rumahnya, aku harus segera pergi dari sini, " Ucap Hartono sambil berjalan pergi


" Iya Ayo masuk, " Jawab Abah Warso


" Mbok tau dimana Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan tadi saya tau Den Ayu, tadi di teras depan Tuan, " Jawab Mbok


" Terima kasih Mbok, " Sahut Biyung Maryam


" Wardani...., " Ucap Biyung Maryam sambil berjalan ke arah teras depan


" Lho kok tidak ada di sini, pasti dia ke taman belakang, tempat kesukaannya, coba aku kesana pasti di sana, " Ucap Biyung Maryam


Wardani duduk menikmati, indahnya bunga dan hijaunya daun disekitar taman, serta bahagia dalam bibir manisnya itu, seolah Biyung datang.


" Wardani... Ternyata kamu di sini ya, " Ucap Biyung Maryam

__ADS_1


" Aduh Biyung datangnya, " Batin Wardani sambil merubah sedih


" Jangan bersedih, kamu harus Terima, oh iya Kamu di suruh untuk menemui Ibu Narni, " Ucap Biyung Maryam


" Oh benarkan itu Ibunda," Jawab Wardani


" Di kamarnya ya sekarang, ada yang ingin Ibu katakan kepadamu, " Ucap Biyung Maryam


" Apa yang akan dikatakan Ibu Narni kepadaku ya, aku jadi penasaran, " Batin Wardani


" Ya sudah Wardani, akan kesana dahulu Ibunda, mari, " Jawab Wardani sambil berjalan


Tok... Tok Wardani mengetuk pintu Ibu Narni.


" Iya masuk, " Jawab Ibu Narni


" Maaf Ibu memanggik Wardani, ada yang bisa Wardani bantu, " Ucap Wardani


Ibu Narni yang duduk di kursi goyang yang sangat santai, hisaan kamar yang begitu tradisonal dan gelap dan dapat sinaran matahari dari dibalik jendelanya.


" Silahkan duduk, ada yang ibu katakan kepadamu, " Ucap Ibu Narni


" Apa itu Ibu, " Jawab Wardani


" Ibu punya rencana bahwa, Setelah meninggalnya Amar, apakah kau bersedia turun ranjang dengan Amir saudaranya untuk mendampingimu, " Ucap Ibu Narni


Wardani terdiam kaget mendengar perkataan dari Ibu Narni, ia mau jawab apa dan terasa cepat keinginan Ibu Narni.


" Hem... , " Jawab Wardani


" Memang ini tidak keinginan, aku ingin membuat dia mengejarku dan caranya, ternyata dia mengenakan cara ini, aku tidak akan pernah bisa kau bohongi, jika ini mau kamu, aku akan ikuti permainanmu,ini sudah jalan untuk kemenanganku, " Batin Wardani


" Hem tapi aku takut jika Wardani menduakan Kangmas Amar, Ibu, " Jawab Wardani


" Tidak akan karena kamu tidak melupakannya, kau harus meneruskan jalan hidupmu, "


" Ya sudah terserah Ibu, kalau Wardani Terima saja, yang terbaik buat keluarga, " Jawab Wardani


" Ya sudah Wardani pamit dulu Ibu, " Ucap Wardani


" Iya silahkan, " Jawab Ibu Narni


"Hahaha aku tidak akan repot lagi mencari cara, dia datang sendiri, pancing tak jatuh, ikan datang sendiri tanpa undangan, " Ucap Wardani

__ADS_1


sambil berjalan menuju kamarnya


Wardani pun bersiap diri untuk melihat apa yang akan terjadi di rumah Lurah.


__ADS_2