
Semakin lama Biyung Sumi tidak sabar atas apa yang telah Biyung Sumi inginkan dari Wardani dalam melakukan rencana balls dendamnya, sehingga Biyung Sumi Melakukan dengan menyentuh dirinya.
Apa yang di lakukan ya itu tanpa sepengetahuannya darinya, Ia hanya berkeluh kesah kepada Abah Warso dengan waktu yang lama dan tidak segera melihat kehancuran keluarga Lurah Darso, Abah Warso yang selalu menasehatinya untuk mengikuti serta mendengarakan dirinya untuk bersabar apa yang si lakukan oleh Wardani, tetapi Biyung Sumi tidak mengubrisnya malah seenaknya, maka dengan kejadian ini menimbulkan Wardani marah dan mencari tau siapa yang berani bermain kepada dirinya.
" Aku sudah tidak tahan melihat Wardani yang sampai saat ini rencana belum seratus persen dalam rencana ini, aku tidak sabar menunggu lama jika dendam ini, aku butuh segera melihat kehancuran keluarga Lurah Darso, " Ucap Biyung Sumi dengan marah di kamarnya
" Aku harus segera mencari sosok yang mau berkerja sama denganku, " Ucap Biyung Sumi
" Abah Biyung sudah tidak sabar untuk menunggu apa hasilnya, sampai sekarang mana keluarga Lurah belum hancur-hancur, Biyung harus menunggu kapan," Ucap Biyung Sumi dengan kasar
" Biyung tolong bersabarlah, yakin pada apa yang sudah di lakukan oleh Wardani, jangan pernah untuk minta lebih atau kau membuat tergesa-gesa yang berakhibat seperti yang pernah terjadi, tolong kau harus bersabar, Abah yakin bahwa Wardani sudah tau apa yang harus dia buat untuk melancarkan semua rencananya, " Jawab Abah Warso
" Tapi harus berapa lama lagi Biyung menunggu," Ucap Biyung Sumi
" Soal kapan Abah tidak bisa memastikan yang penting dendam kita tercapai," Jawab Abah Warso
" Jika aku bertanya kepada Abah pasti begini saja, suruh sabar, menunggu, bermain secara halls, tapi aku tidak akan tinggal diam, aku harus melakukan cara sendiri tanpa Abah, jika aku cerita kepada Abah pasti dia tidak akan setuju," Batin Biyung Sumi
" Ya sudah kalau begitu, aku capek kalau selalu berantem dan saling tidak mendukung seperti ini, " Ucap Biyung Sumi
" Bukannya Abah tidak mendukung, jika Biyung Melakukan hal yang salah maka hasilnya akan fatal, itu firasat Abah, jadi kita harus bermain secara halus, sabar, " Jawab Abah Warso
" Ya sudahlah kalau begitu, oke aku dengarkan apa kata Abah," Ucap Biyung Sumi
" Terserah Biyung mau dengarkan atau tidak, tapi hanya Abah berpesan jangan bermain dan Melakukan hal yang membuat kesalahan, itu saja," Jawab Abah Warso
" Maaf Abah aku berbohong kepadamu, aku tetap akan melakukan apa yang akan aku lakukan untuk segera berhasil," Batin Biyung Sumi
" Ya sudah aku mau pergi dulu, " Sahut Abah Warso
" Iya Abah hati-hati dijalan, jangan kemalaman pulangnya, " Jawab Biyung Sumi
" Iya itu bisa diatur, sampai jumpa lagi, " Ucap Abah Warso sudah didepan rumah
Abah Warso pergi untuk mendatangi sebuah undangan temannya. Biyung Sumi pun leluasa serta segera mencari cara bagaimana dia bisa mengerjakan ini dengan bantuannya siapa, sontsk dia berpikir siapa yang akan menjadi buah tangannya, dengan lama berfikir maka Ia teringat dengan Arya yang selalu tinggal di sana yang mampu memata-matai serta memberikan laporan kepada Biyung Sumi setiap apa yang di kerjakan olehnya.
" Ia ini baru ide bagus, kenapa aku tidak kerja sama dengan Arya, aku harus mencuci pikirannya untuk melakukan apa yang aku minta, pasti dia akan mau, aku harus membujuknya dulu sebelum aku melakukan sebuah kerjasama kepada Arya, " Ucap Biyung Sumi
Dirumah Lurah Darso, Laksono segera pulang untuk kembali ke rumahnya.
" Biyung terima kasih atas tumpangan tidur hari ini, juga jamuan yang sangat lezat, " Ucap Laksono
" Sama-sama Laksono, jika ada waktu seringlah main ke sini, pasti keluarga Lurah Darso akan menunggu kehadiranmu, " Jawab Biyung Maryam
" Iya itu Laksono, jangan sungkan untuk bermain disini lagi, " Sahut Biyung Zubaidah
" Tentu aku akan selalu ke sini untuk bertemu dengan kekasih hatiku, " Batin Laksono
" Iya seringlah ke sini untuk melepaskan kerinduan kamu terhadap Rani, " Jawab Wardani
__ADS_1
" Dua-duanya dan lebih lagi untuk melepaskan kerinduan kepadamu sayang, " Batin Laksono
" Buat Mbak Yu haha diri baik-baik, lakukan terbaik buat keluarga Lurah Darso yang berbuat baik kepada Mbak Yu, jangan lupa juga waktu untuk menjenguk Biyung Dari di rumah yang sedang findu kepada Mbak Yu," Ucap Laksono
" Pasti Mbak Yu akan menjadi diri dengan baik-baik, bahkan saya akan mengabdi kepada keluarga Lurah, dan sampaikan salam mbak Yu kepada Biyung Bahwa Mbak Yu akan sering berkunjung untuk menjenguk dirinya," Jawab Rani
" Iya Mbak Yu ya sudah Laksono pamit dahulu, " Ucap Laksono
" Hati-hati di jalan, sampaikah salam keluarga Lurah Darso kepada keluargamu, " Jawab Biyung Maryam
Laksono yang bermain mata kepada Wardani tanda untuk sementara meninggalkannya, Wardani yang membalas dengan senyuman membuat hati Laksono semakin berbunga dan semakin teringat dengannya. Wardani meninggalkannya mereka semua tanpa ada ucapan sama sekali hanya kepada Rani.
" Rani saya mau ke belakang dulu, " Ucap Wardani
" Iya Biyung," Jawab Rani
" Lihat kelakuannya Dinda tanpa ada sopan kepada kita, memang wanita setan yang seperti itu," Ucap lirih Biyung Zubaidah kepada Biyung Maryam
" Sudah tenang saja kita akan mulai bermain-main kepadanya, " Jawab Biyung Maryam
" Baik Dinda, aku nanti akan membantumu,"Ucap Biyung Zubaidah
" Kenapa Biyung semua ini seperti tidak akur sama satu orang ini, ah sudah kenapa aku sampai berfikir sejauh itu, " Batin Rani
" Biyung Rani mau ke kamar dulu mau bersih-bersih sebentar, " Ucap Rani
" Aku juga Biyung mau ke belakang cari udara segar," Sahut Biyung Zubaidah
Tak sengaja Wardani menyuruh Arya untuk melihat keadannya karena waktu Wardani tidak sempat untuk menjenguknya, sehingga menyuruh Arya untuk bertemu dengan Biyung Sumi.
" Arya bolehkah meminta bantuanmu," Ucap Wardani
" Bantu apa Wardani, katakan saja, "Jawab Arya
" Tolong kamu kerumah Biyung untuk menjenguknya bagaimana keadaannya, karena aku masih banyak kerjaan dari Lurah jadi belum bisa kesana, sampaikan kepada Biyung Sumi bahwa Wardani belum bisa kesana tapi di usahakan akan kesana setelah Kerjaanya selesai, " Ucap Wardani
" Kalau untuk itu tenang saja serahkan kepadaku, kalau begitu saya langsung saja kesana," Jawab Arya
" Ya sudah hati-hati di jalan, tolong sampaikan ya," Ucap Wardani
Arya segera berangkat menuju kepada Kediamannya Biyung Sumi, Ia segera untuk menyampsikan apa yang menjadi amanatnya kepada Biyung Sumi, tak lama Arya sampai di rumah Biyung Sumi yang tidak jauh dari tempat tinggal Lurah Darso.
" Biyung... Ini Arya, " Ucap Arya sambil mengetuk pintu
" Pucuk di cinta ulam pun tiba, ini sebuah keberuntungan ku, dia datang disaat yang tepat," Batin Biyung Sumi dengan bahagia
" Iya sebentar, Masih jalan, " Jawab keras Biyung Sumi
" Eh Arya, tumben ke sini ada apa, mari masuk, " Ucap Biyung Sumi
__ADS_1
" Kedatangan Arya ke sini untuk silaturrahmi dan menyampaikan apa yang telah Wardani titipkan saya Biyung, "Jawab Arya
" Oh begitu ya sudah sekarang masuklah, bicara di dalam saja," Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, permisi, " Jawab Arya
Arya memasuki rumah Biyung Sumi.
" Silahkan duduk Arya, sebentar Biyung mau ambil kan sesuatu tunggu di sini," Ucap Biyung Sumi
Biyung yang menyiapakan minuman dan makanan ringan, dan Arya terdiam di ruang tamu sambil melihat di sekeliling rumah Biyung Sumi. Tak lama kembali Biyung ke ruang tamu dengan membawa sebuah apanya dia siapkan.
" Repot-repot sekali Biyung ini, " Ucap Arya
" Tidak repot ini sebuah sungguhan kepada tamu kita harus menju dengan baik, oh iya apa yang Arya mau sampaikan," Ucap Biyung Sumi
" Oh iya begini Biyung tadi Arya di suruh ke sini untuk melihat keadannya Biyung, ke dua untuk memberikan tahukan bahwa Wardani belum bisa melihat Biyung karena masih banyak kerjaan dari Lurah kepadanya, tapi Wardani berjanji akan segera berkunjung untuk Biyung," Ucap Arya
" Hem..., begitu keadaan Biyung Sumi baik-baik saja apalagi Abah juga baik saja, iya Biyung memahami kok apa yang sudah menjadi kewajiba istrinya jadi Biyung tidak mempermasalahkan itu jika longgar ke sini ya silahkan jika masih belum bisa yang siap menunggu," Jawab Biyung Sumi
" Iya Biyung Arya hanya menyampaikan itu saja, sama Arya pribadi silaturrahmi dan melihat kondiri Biyung Sumi sekarang," Ucap Arya
" Iya tak apa, ayo di minum dan di cicipi kue buatan Biyung," Jawab Biyung Sumi
" Aku harus mulai sekarang untuk bertanya kepadanya," Batin Arya
Biyung Sumi memulai untuk bertanya bahkan untuk mencuci pikirannya bahkan untuk saling berkerja sama kepadanya.
" Oh iya Arya bagaimana soal rencana Wardani dan kamu untuk melakukan balas dendam," Tanya Biyung Sumi
" Oh kalau itu sudah berjalan sampai saat ini Biyung," Jawab Arya
" Jadi sampai sekarang kalian berdua melakukan semua itu," Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, kenapa Biyung bertanya soal itu," Jawab Arya
" Jika kalian melakukan itu kenapa kok belum sampai sekali keluarga Lurah Darso menderita," Ucap Biyung Sumi
" Memang belum seratus persen Biyung, Arya dan Wardani melakukan dengan ikut permainan Keluarga Lurah Karen and sekarang istrinya Lurah sudah mengetahui tujuan Kita berdua jadi harus berhati-hati dan main santai, " Jawab Arya
" Memang bodoh dari dulu Biyung sudah bilang langsung saja jangan bermain-main seperti ini, jadinya seperti ini, ya sudahlah aku akan segera memberikan sesuatu kepada Arya agar melakukan apa yang aku inginkan," Batin Biyung Sumi
" Lama sekali kalau begitu Arya mau tidak mendengarakan saran Biyung, Arya dan Biyung kerja sama untuk membuat keluarga Lurah Darso segera sengsara, masak Arya juga belum tau rasanya keluarga di perlakukan dengan semena-mena, keluarga Arya juga korban dari Lurah Darso kan, masih ingat kepada apa yang di lakukan keluargamu yang sekarang bersedih tidak mengetahui dirimu walaupun kau dia masih menunggumu, kau segera bertemu kepada keluargamu," Ucap Biyung Sumi
" Iya sih Biyung itu benar terus bagaimana dengan janji aku kepada Wardani selalu berkerja sama bahkan aku sudah berjanji untuk berkerja sama bersama," Jawab Arya
" Sudahlah kau tidak udah tepat janji itu, aku lihat kau juga mencintai Wardani, kau tidak rela dia sakitkan, jika kau segera berhasil dan kau berkumpul dengan keluargamu bahkan kau segera menikahi Wardani, aku sudah mengetahui bahwa kau menyembunyikan perasaan sampai sekarang yang tak pernah kau ungkapkan," Ucap Biyung Sumi
Dengan bujukkan Biyung Sumi Arya berfikir panjang, apakah Arya menerima tawaran itu.
__ADS_1