
Setelah penasaran Wardani yang sangat mengebu-gebu itu, Wardani salah satu yang pertama mengetahui ritual dan rahasia kamar rahasia itu berada. Wardani semakin curiga apa arti ritual itu.
Wardani memcoba mengikuti dan menyelidiki sampai ia tau sedikit informasi tentang kamar rahasia itu apalagi sikap penasaran Wardani yang mengebu-gebu.
Penasaran Wardani semakin mengila.
" Aman aku sudah berbaring, aku harus pura-pura pejamkan mata seakan-akan seperti orang tidur,kan beres, " Batin Wardani
Pengchek meninggalkan kamar wardani dan lanjut untuk kekamar yang lainnya.
" Aku makin curiga, aku harus tau lebih jauh, " Ucap Wardani
" Sudah selesai, ayo kita tinggalkan kamar rahasia ini," Ucap Lurah
" Siap mari Abah, sebelum pagi datang, " Jawab Raharja
Ritual yang dilakukan Lurah dan Raharja selesai, mereka meninggalkan kamar rahasia dan menikmati malam dengan mimpi yang indah.
Apa yang menjadi Wardani penasaran ritual yang di lakukan oleh Lurah dan Raharja, yang membuat Wardani selalu ingin tau lebih dalam, apakah Ritual ini ada kaitannya dengan balas dendam Biyung Sumi kepada Keluarga Lurah.
Suara ayam berkokok, pagi tiba, suasana sejuk dan penuh dengan kabut yang berada di pohon dan taman disekitar, bahkan air yang menetes ke bawah tanah di atas daun talas.
Mbok sudah menyiapkan sarapan pagi di meja makan, untuk berjamu sarapan bersama di setiap harinya.
" Mbok Semua belum pada kesini ya, " Ucap Biyung Maryam sambil duduk
" Belum tuan, sebentar lagi pasti mereka ke sini, " Jawab Mbok
" Iya, Mbok tolong kupaskan pepaya itu untuk sarapan pagi ini ya," Ucap Biyung Maryam
Tak lama kemudian semua menuju ke ruang makan.
" Selamat pagi Biyung, Abah, dan semua, " Ucap Renaldi
" Pagi, Renaldi," Sahut Biyung Maryam
" Pagi Biyung, Abah, " Ucap Trimoko
" Pagi, " Jawab Lurah
" Pagi Abah, Biyung, " Ucap Arya
" Oh iya Wardani mana kok belum kesini, " Sahut Biyung Maryam
" Tidak tau Biyung, paling sebentar lagi kesini, " Jawab Arya
" Itu dia, " Jawab Renaldi
" Maaf baru ke sini tadi masih ada sesuatu, oh iya Nenek Narni nanti Wardani temani Nenek antar Makan ke Rindu ya, " Jawab Wardani
" Iya silahkan duduk, " Jawab Nenek Narn
" Ritual tadi malam berhasil seperti, Abah begitu senang di hari ini, " Batin Wardani
" Ya sudah, nikmati sarapan paginya, " Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
Mereka menikmati sarapan pagi dengan seksama, yang begitu lengkap menu sarapan pagi.
" Aku harus mencari perlengkapan untuk hari Jum'at selanjutnya, tinggal siapkan ketika jum'at telah tiba, " Ucap Raharja
" Mamang kau lagi apa, " Ucap Raharja
" Ini lagi bersih kebun, Raharja, " Jawab Mamang
" Ya sudah aku hanya bertanya saja, " Ucap Raharja
" Ya sudah aku mau kesana dulu, " Ucap Raharja
Raharja antek yang setia terhadap Lurah, karena hanya dia yang boleh dan tau tentang isi Kamar rahasia.
Raharja harus menjaga rahasia semua ini.
" Ya sudah, mari Nenek kita antar sarapan pagi buat Rindu, " Ucap Wardani
" Ayo kasihan Rindu masih belum ada parubah, ayo sekarang saja, " Jawab Nenek Narni
" Ya sudah sana, " Ucap Biyung Maryam
" Biyung Renaldi mau keluar dahulu karena ada acara di luar, " Ucap Renaldi
" Iya hati-hati di jalan, " Jawab Biyung Maryam
Setelah sarapan Lurah menghampiri Raharja.
" Raharja ritual tadi malam berhasil, jangan lupa untuk jum'at yang akan datang, " Ucap Lurah
" Ya sudah, aku mau ke kantor kau nanti nyusul ke sana, " Ucap Lurah
" Siap Abah, " Jawab Raharja
Raharja yang menyelesaikan kan tugasnya yang tak tau kenapa Raharja tergila dan jatuh hati pada Wardani,Ketika Wardani lewat.
" Kenapa dengan diriku, aku jatuh hati kepada Wardani, terasa cantik dan mengoda diriku, " Ucap Raharja
" Kenapa Mas, ada yang bisa bantu, " Jawab Wardani
" Ehh tidak ini udah selesai, sebentar lagi mau nyusul Lurah ke kantor, " Ucap Raharja
" Oh aku kira butuh bantuan, ini baru selesai menemani Nenek Narni, " Jawab Wardani
" Ya sudah Wardani pamit dahulu ya, " Ucap Wardani
" Sebentar aku mau bilang kepadamu, nanti bisa ketemu di taman belakang rumah, " Ucap Raharja
" Mau apa Mas, " Jawab Wardani
" Ada sesuatu yang mau aku katakan kepada mu, " Ucap Raharja
" Ya udah nanti ya mas, " Jawab Wardani
Raharja menyusul Lurah ke kantor untuk memenuhi janji yang di katakan oleh Raharja kepada Lurah, menjalankan segala perintah dari Lurah hingga waktu sore tiba untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
"Aku harus tunggu Wardani, untuk menemuiku, " Ucap Raharja
Wardani tiba untuk menemui Raharja.
" Mas maaf Wardani telat, " Ucap Wardani
" Iya tidak apa-apa," Jawab Raharja
" Kenapa Mas suruh ketemuan disini, ada perlu apa Mas, " Ucap Wardani
" Aku mau bilang sesuatu kepadamu, " Jawab Raharja
" Apa Mas, " Ucap Wardani
" Bahwa aku mau jujur dan mau mengatakan bahwa aku menyukaimu, aku jatuh hati padamu, " Jawab Raharja
" Apa Mas, Mas tidak salah bilang begitu kepadaku, " Ucap Wardani
" Tidak ini benar dari hati yang paling dalam, " Jawab Raharja
" Tapi Mas jika aku menerima cintamu, pasti banyak orang yang memusuhimu, " Ucap Wardani
" Tidak menjadi masalah, kita jalani dengan sembunyi, " Jawab Raharja
" Tapi Mas, mengapa Mas seperti itu, " Ucap Wardani
" Karena aku suka dan kau segalanya di dalam hatiku, " Jawab Raharja
" Ya sudah aku Terima cinta Mas, " Ucap Wardani
" Beneran, Terima kasih sayang, " Jawab Raharja dengan mencium tangannya
" Dimana Raharja, aku mencarinya, " Ucap Lurah
" Tidak tau Abah, " Jawab Biyung Maryam
" Ya sudah aku mau kedalam, Mas nanti malam kita bermesraan ya, " Ucap Wardani
" Iya, Hati-hati, " Jawab Raharja
Wardani pergi ke kamar dan Lurah menghampiri Raharja.
" Ternyata kau di sini, " Ucap Lurah
" Iya Abah, " Jawab Raharja
" Nanti malam kita ke kantor," Ucap Lurah
" Maaf Abah malam hari ini Raharja tidak bisa ikut karena ada sesuatu yang tidak bisa di tinggal, " Jawab Raharja
" Baru kali ini Raharja menolak perintahku, aku curiga, " Batin Lurah
" Ya sudah tidak apa-apa, kalau begitu aku keluar dahulu, " Jawab Lurah
Wardani dan Raharja ketemu di kamar, dan bermesraan ketika bermesraan Lurah pulang untuk menyelidiki kenapa Raharja menolak perintahnya.
__ADS_1