
Mereka berusaha untuk masuk dan segera mendapatkan kunci kematian nenek Ayu.
Semua penghalang sudah di hadang dan dihabisi.
" Kita cari apa ini," Ucap Arya
" Kita harus buat sesuatu yang menghasilkan cahaya api yang membuat burung gagak itu mati, karena salah satu jampi dari Nenek Ayu kelemahannya adalah itu," Jawab Wardani
" Aduh apa ini, " Ucap Arya
Wardani pun merobek pakaiannya setelah itu mengambil batang yang ada di dekatnya ia putar dan di lilitkan lalu ia bakar dengan api lilin yang berada di pinggir dinding.
" Sungguh jenius sekali kau Wardani, " Ucap Arya
Dayang-dayang menuju ke Nenek Ayu, dan menyusul untuk mengchek kamar Wardani dan Arya.
" Dayang-dayang kau lihat, Wardani dan Arya apakah di dikamar atau kemana, " Ucap Nenek Ayu
" Sendiko dawuh Ratu, saya akan melihatnya, " Ucap Dayang
Dayang berjalan menuju ke kamar mereka berdua. Ternyata ia melihat Wardani dan Arya tertidur dengan berselimut.
" Ampun Ratu, mereka berdua sedang tidur, " Ucap Dayang
" Hahaha kalau begitu ya sudah, jangan lupa hidangan makan yang enak untuk hari ini, " Jawab Nenek Ayu
" Baik Ratu, " Sahut Dayang
Burung gagak yang berdiam dan bergerak membuat Wardani dan Arya berhati-hati, jangan sampai mereka kelihatan burung gagak, jika kelihatan maka burung itu akan terbang dan bersuara, yang akan membuat Nenek Ayu datang untuk melihat apa yang terjadi di bawah gua Anoman.
" Arya kita harus berhati-hati jangan sampai kita ketahuan burung gagak, " Ucap Wardani
" Terus bagaimana, " Jawab Arya
" Kamu cepat berlari bawa lilitan kain ini, terus kau bakar dengan lilin yang ada di pinggir dinding gua, " Ucap Wardani
" Sebentar aku akan segera membawanya, " Jawab Arya
Arya berusaha untuk menyodorkan lilitan kain ke arah lilin di dinding gua yang agak jauh dari tempat sembunyi, terus mengulurkan dan akhirnya air itu menyalat kain yang ada di lilitan kayu tersebut, api menjadi besar serta cahaya terang nampak dan burung gagak mulai melemas dan tidak bisa terbang, ketika terbang ia terjatuh dan Wardani langsung membunuhnya dengan menebas ke kepalanya.
" Arya kita berhasil, ayo kita segera masuk ke perpustakaan bahwa tanah ini, " Ucap Wardani
" Buruan, kenapa Kepala burung gagak kau bawa, " Jawab Arya
" Aku bawa kalau nanti ada hal yang penting kita tak usah ambil ke sini buang-buang waktu, " Ucap Wardani
Orang tipu yang tidur di kamar mereka yang mirip dengan Wardani dan Arya, Dayang-dayang yang bodoh tidak mengchek masuk kedalam hanya lewat Pintu.
Dayang percaya bahwa mereka Wardani dan Arya yang sedang tidur.
" Arya ini pintu perpustakaan itu, aku tak sabar untuk segera mendapatkan apa kunci kematian Nenek Ayu, " Ucap Wardani
" Terus bagaimana caranya kita bisa masuk ke dalam, " Jawab Arya
" Aku ingat Nenek Ayu pernah berkata terdapat satu lingkaran yang ada di atas pintu yang hanya memegang dan memutarnya, jika kita tak tau mantranya, jika kita punya mantra maka tinggal kita di depan pintu itu membuka sendiri, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Arya aku menemukan lingkaran itu, lihat ini ternyata tersembunyi dengan debu yang menutupinya, " Ucap Wardani
" Tinggal apa lagi ayo segera kau pegang dan putar, " Jawab Arya
Pintu perpustakaan membuka, lorong- lorong gelap, gelap tanpa sinar.
" Membuka Wardani, " Ucap Arya
Wardani mengambil satu lilin yang ada di pinggiran dinding gua, untuk dibawa masuk penerangan di dalam, pintu itu tertutup kembali.
Dayang-dayang yang bertugas di bawa tanah, pun tertipu yang dianggap seperti semula, sebenarnya ia menganti burung dengan mainan yang di berikan ajian agar seperti burung asli, serta suasana sekitar yang ia berbaiki.
" Sudah aman, Mari kita kesana kembali kita istirahat, " Ucap Dayang
Dayang kembali ke tempat istirahatnya.
" Dayang tolong siap kan untuk mandi, " Ucap Nenek Ayu
" Siap Ratu, " Jawab Dayang
Malam pun tiba gua semakin gelap dan semakin seram, yang berkabut dengan suara menyeramkan.
" Arya kita cari kemana, rak-rak penuh dengan banyak buku, " Ucap Wardani
" Kita cari persatu -persatu, " Jawab Arya
" Kita akan lama nanti, " Ucap Wardani
" Yang terpenting kita cari dulu, " Jawab Arya
Mereka berdua mencari semua rak, satu persatu sampai-sampai mereka capek.
Hahahahah, " Ucap Nenek Ayu berrendam kembang 7 rupa
" Tidak ada yang bisa mengalahkan Nenek Ayu dimuka bumi ini, " Ucap Nenek Ayu dengan tertawa seram yang mengelegar
" Dayang siapkan baju terindah ku untuk hari ini, aku sudah mandi dengan kembang 7 rupa, " Ucap Nenek Ayu
" Siap Ratu," Jawab Dayang
Tak disangka kepala burung gagak itu terbang dan jatuh di rak paling ujung.
" Arya Kelapa burung gagaknya terbang kesana, " Ucap Wardani
" Ayo, " Jawab Arya dengan berlari mengikutinya
" Dia berhenti di sini, jadi buku itu ada du rak sini Arya, " Ucap Wardani
" Coba kita cari, " Jawab Arya
Wardani dan Arya mencari dan ternyata buku itu berada di depannya, berwarna hitam tebal, yang tertulis kunci kematian dengan gambar ungkiran kepala burung gagak beserta sangkarnya.
" Buku yang kita cari tenyata ini, Coba lihat Arya, " Ucap Wardani sambil mengambilnya
" Ayo kita bawa ke tempat baca, kita buka di sana, " Jawab Arya
__ADS_1
Wardani dan Arya membawa buku ke tempat baca untuk melihatnya.
" Bagaimana cara membukanya, " Ucap Arya
" Ini ada gambar kepala burung gagak, aku coba kepala burung gagak ini aku tempelkan ke buku ini, " Jawab Wardani
Buku membuka dengan cepat membelah menjadi dua.
" Bukunya terbuka Arya, " Ucap Wardani
" Segera cari dan baca, " Jawab Arya
Wardani mencari perhalaman ternyata yang dia cari pas ketika ia membolak balik yang kedua, dengan judul kunci kematian.
" Arya di buku ini tertulis kelemahan, Nenek Ayu terdapat pada dadanya, cara memusnahkan tusuk konde emas miliknya, " Ucap Wardani
" Jadi tuduk konde emas, terus dimana Nenek Ayu menaruhnya, " Jawab Arya
" Aku ingat ketika kita berilmu di sini, aku ingat bila tusuk itu ia pakai sendiri di kondenya, " Ucap Wardani
" Ya sudah kita sudah menemukan kunci itu jadi kita bisa merencanakan rencana kita, kalau begitu cepat kembalikan buku itu, " Jawab Arya
" Sudah Arya, ayo kita keluar dari sini, sebelum ada yang tau, " Ucap Wardani
Mereka berdua meninggalkan perpustakaan bawah tanah itu, menuju ke kamarnya. Dan Nenek Ayu merasa ada yang canggung dan Nenek Ayu melihat perpustakaan bawah tanah tetapi ia melihat tidak ada yang mencurigakan, tetapi Nenek Ayu melihat kain yang sobek di dekat lilin di pinggir dinding.
" Ini kain baju siapa, " Ucap Nenek Ayu
" Kalian tau siapa yang memasuki perpustakaan bawah tanah secara diam-diam, " Ucap Nenek Ayu
" Tidak Ratu, " Jawab Dayang-dayang
" Ya susah kalau kalian tak tau, kerja tugas kalian semua, " Ucap Nenek Ayu
" Apakah kalian berdua yang memiliki rencana sesuatu yang kau sembunyikan, " Ucap Nenek Ayu
" Tidak Nek, kami berdua tidak tau, " Jawab mereka berdua
" Kalian tidak bohong, " Ucap Nenek Ayu
" Nek kami tidak memiliki rencana Nek, Percaya, " Ucap Wardani sambil mendekat dan memeluknya
Wardani mencari tusuk itu di kepala Nenek Ayu dan menemukan Wardani langsung ambil dan langsung menusuknya.
" Kami berdua tidak bohong, benar kamu memiliki rencana, rencana itu untuk membunuh mu Nek, " Ucap Wardani
Clup... Clup... Tusuk konde emas telah menusuk dada Nenek Ayu
" Benar apa yang aku katakan kalian pasti mencari sesuatu, kalian tidak tau balas budi, " Ucap Nenek Ayu dengan terbata-bata
" Balas budi Nek, kami berdua juga tau bahwa Nenek akan membunuh kami berdua dan mengambil ilmu kami, ketika waktu yang tepat, jadi kami yang membunuh Nenek Ayu karena serakah, " Jawab Wardani
" Hahaha,Terima kasih ilmunya Nek," Sahut Arya
" Terima kasih kami berdua sudah tau kunci perpustakaan dan semua kitab yang ada di sana,selamat menemui ajalmu, " Ucap Wardani
__ADS_1
Nenek Ayu sekarat dan berteriak nyawanya hilang dari raganya dan langsung menghilang karena kelemahan tusuk konde emasnya.
Wardani dan Arya pun ketahuan oleh Dayang-dayang, Dayang-dayang pun memihak untuk bersama Wardani dan menjaga gua Anoman.