
Aisyah Nursholihah Hidayatullah
Aisyah adalah seorang gadis yang memiliki paras cantik, ia memiliki mata belo dengan bulu mata yang lentik, bibir yang berwarna pink alami itu tertutupi oleh niqib. Yaa gadis itu suka mengenakan niqob dari usia 5 tahun yang lalu hingga sampai saat ini ( 17 tahun ). Selain memiliki paras cantik, ia juga selalu menunjukkan prilaku yang baik, sopan santu, dan murah senyum, orangnya juga cerdas dan pintar. Ia sekolah di SMA Islami Al-Azhar Sukabumi, kelas dua.
Rahmat Adi Hidayatullah ( Ayah Aisyah )
Rahmat adalah pengusaha sukses, bisnisnya di mana mana. Usia Rahmat kini menginjak umur 37 tahun. Dengan kekayaannya itu, tak menjadikan ia sombong. Sifat Rahmat mencerminkan sopan santun, baik, juga penolong.
Hasanah Nurfadilah Hidayatullah ( Bunda Aisyah )
Hasanah adalah seorang arsitektur rumah. Hasanah memiliki paras cantik walau usianya sudah menginjak 35 tahun. Kecantikan itulah yang membuat Rahmat tak ingin melepaskannya. Selain cantik ia juga mencerminkan sifat murah senyum, penyayang juga mudah akrab.
Ahmad Muhamad Abdillah
Ahmad adalah seorang santri di pondok pesantren Hidayatullah. Wajahnya ganteng, idungnya mancung dan alis sedikit tebal, berbadan kecil nan tinggi, itu gambaran dari Ahmad. Ahmad kini menginjak usia 19 tahun. Sifatnya yang dingin juga cuek tak mempengaruhi kekaguman wanita padanya. Yaa karena para Akhwat melirik ke gantengannya.
Ustadz M. Usman Abdillah ( Abi Ahmad )
Ustad Usman adalah seorang pendakwah ( Ustadz ). Hatinya sangat lembut tapi tegas. Kini Ustadz Usman menginjak usia 39 tahun. Ustadz Usman juga sebagai pemilik madrasah Ar- Rahman ( sebagai kepala pengajian )
Nurul Shofiah Abdillah ( Ummi Ahmad )
Nurul adalah seorang guru TK, Nurul bersahabatan dengan Hasanah sejak kecil sehingga rumah mereka bertetanggaan. Yaa saking deketnya jadi mereka memutuskan untuk bertetanggaan. Sifat Nurul yang baik, murah senyum, dan juga penyayang. Usianya sama dengan usia Hasanah.
Nabila Syakila Abdillah ( adik kecil Ahmad )
__ADS_1
Nabila adalah adik yang lucu, menggemaskan, sehingga membuat orang orang gemas melihatnya. Dari usia 2 tahun Nabila sudah belajar memakai hijab dan gamis longgar. Sekarang usianya menginjak 4 tahun.
Nissa Aulia ( sahabat Aisyah )
Nissa adalah seorang gadis tomboy, sifatnya yang terlalu baik membuat dia gampang untuk di pengaruhi, selain itu ia juga cerewet dan humoris. Usia Nissa sama dengan usia Aisyah yaitu 18 tahun.
Farish Sihab ( sahabat Ahmad )
Farish adalah seorang pegawai toko di perusahaan Ayah Aisyah beberapa bulan yang lalu setelah lulus sekolah juga mengajar mengaji di madrasah Ar-Rahman dekat kompleknya yang di kepalai oleh Ustadz Usman. Usianya sama dengan usia Ahmad, 19 tahun.
Ya seharusnya Ahmadpun sudah bekerja namun ia memutuskan untuk mondok sembari menunggu beassiswa di Kairo, Mesir. Di pondok itu selain belajar ia juga menjadi guru honor.
...********...
" Ya Allah, kok gak di angkat angkat telponnya. Ahh mungkin Ayah lagi sibuk, terus aku pulang sama siapa?. Emm biasanya suka ada ojek, tapi kenapa hari ini gak ada...!!!" gumam Aisyah, sedikit lesu.
" Milaa " panggil Aisyah pada Mila. Seketika Mila meliriknya.
Mila adalah teman sebayanya. Mila terlahir dari orang yang sederhana, dibilang ada tapi gak ada, dibilang gak ada tapi ada...yaa gimana ya author juga binggung ngejelasinya...hhe... intinya cukup gak cukup.
Terkadang ia hanya bekal air putih kesekolah, karena ortunya tak punya uang.
'duhh aku sebenarnya malu kalau di ajak Aisyah. Aku merasa gak enak, suka di anterin sampai halaman rumah' batin Mila.
"Mil bareng ya pulang nya , maaf ya kali ini aku gak di jemput. Kayanya Ayah lagi sibuk" ucap Aisyah, menghampiri Mila.
__ADS_1
" Emmm tapi Syah, jalan kaki lho..aku takut kamu gak balan kua..." ucap Mila dipotong Aisyah.
"suttt... gak papa kok, emm kita naik angkot aja, emm mana ya angkotnya...nah itu ada" ucap Aisyah, melirik ke kanan dan ke kiri guna untuk mencari angkot.
"Tapi Syah aku takut kamu gak nyaman naik angkot, lagi pula aku gak punya uang "
Aisyah tak memperdulikan ucapan Mila, ia terus terpokus pada sebuah angkot " stop stop " ucap Aisyah, melambai lambaikan tangan kanannya guna untuk menghentikan angkot tersebut.
"Ayo naik Mil, ihhh cepet jangan di pikirin masalah itumah" Aisyah menarik tangan Mila ke dalam angkot itu.
Ini baru pertama kalinya ia menaiki angkot, Aisyah terlihat sangat nyaman walau badannya bergerak kesanah kemari. Malahan gadis itu ke girangan, tertawa kecil. " seru juga ya naik angkot" gumamnya.
Mila hanya terkekeh melihat tingkah konyol Aisyah 'aku baru pertama kali ini liat orang kaya, seperti Aisyah. gak bauan, malahan dia seneng naik angkot. Padahal kebanyakan orang kaya, selalu muntah dan pusing karena naik angkot. Aku jadi semakin kagum padamu, Aisyah' batin Mila.
Ouh iya Rumah Aisyah dan rumah Mila berbeda komplek namun satu arah. Setelah beberapa menit akhirnya angkot itu berhenti di gang komplek tempat tinggal Aisyah "Mil aku duluan ya...ini uang untuk bayar angkot sekalian untuk jajan kamu" ucap Aisyah, memberikan uang kepada Mila.
"ini kelebihan Syah..." Mila berusaha mengembalikan uang itu namun di tolak Aisyah. Aisyah langsung pergi. Angkot itupun segera melaju.
"Alhamdulillah nyampe, emm yah... ojek yang suka mangkal di sini pada kemana...?? ahh gak papa, aku kan punya kaki... aku manfaatkan kakiku untuk berjalan. Bismillah..." gumam Aisyah, melangkahkan kakinya kedalam komplek tersebut.
Rumah Aisyah berada dipertengahan komplek jadi harus masuk lagi, Aisyah sangatlah bersyukur atas apa yang Allah berikan kepadanya. Walaupun ia di uji seperti ini tapi tetep ia selalu tersenyum dan bersyukur.
*Nah disinilah kisah Aisyah dan Ahmad dimulai....
Tanbahkan ke paforit yuu, jangan lupa tekan juga likenya yaa juga dukung cerita aku😁 tapi gak maksa kok yang mau aja 😅😄
__ADS_1