Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Oh ternyata bukan kamu.....


__ADS_3

"Aku sama A'a lagi cerita masalalu A'a tiba tiba...


_Flasback off_


Tokk...tokk...tokk...


"Iya masuk" sahut Farish menghentikan ceritanya kepada sang istri


Krakk...!!


Pintupun terbuka dan masuklah seorang pria jangkung yang di duga itu Roy sekretarisnya "Ada apa Roy?" tanya Farish santai sementara Mila memainkan handponnya.


"Tuan kasus pembunuh klayen kita itu sudah tertangkap dan itu sangat mirip sekali dengan istri tuan cuman bedanya di bibirnya saja tuan. Emm menurut saya dia bisa jadi istri pura pura tuan di rencana pembunuhan itu" saran Roy


"Pas banget, kalau gini aku gak perlu repot repot nyari tukang make up juga berpura pura menembak kepalanya di hadapan mereka (keluarga besar)" gumam Farish tersenyum licik


"Paksa dia Roy, sebelumnya kau boleh main sama wanita itu kalau bisa sampai berdarah kek biar suasana semakin mencekam" titah Farish membuat Mila merinding


"Ihh A'a tega banget jangan maen hakim sendiri" sahut Mila menepuk behu Farish


"Kalau gitu kamu harus terjun langsung bermain dengan peluru A'a, mau gak? nanti 'kan rencananya kamu akan di tembak di kepala dan takutnya nanti A'a salah sasaran gimana? mau?" rayu Farish agar Mila mau menuruti keinginannya


"Iya deh terserah" Mila pun akhirnya pasrah, kalau di pikir pikir emang sih itukan bukan pistol mainan. Gimana kalau kena? mati dong!! terus nanti A'a nikah lagi punya istri yang cuman sayang sama suaminya terus gimana nanti dengan nasib anak anak? oh jangan sampai pikir Mila


Sementara di sisi lain, Roy tengah menuruni satu persatu anak tangga menuju ruang bawah tanah di mana setiap insan yang melakukan hal tidak baik akan di kurung di sana. Bisa dibilang sih nerakanya dunia.


(Nah di sinilah Roy memulai seperti yang author pernah ceritakan di episode sebelumnya pas kejadian Mila di culik yaa. Yaa jadi yang melakukan itu Roy bukan Farish dan perempuannya juga bukan Mila melainkan wanita yang mirip dengannya)


Setelah Roy memakaikan pakaian ke tubuh wanita itu, Roy mengarahkan apa yang harus wanita itu lakukan di hadapan keluarga Aisyah nantinya.


Awalnya wanita itu menolak namun Roy tetap membujuknya "saya mohon kepada anda, nyawa istri tuan saya sedang dalam bahaya" pinta Roy memohon baru kali ini dia memohon seperti itu.


'Hmm sebaiknya aku terima saja, lagian di dunia ini aku sudah dianggap tidak ada apalagi keluargaku mereka semua membenci diriku yang kotor ini' batin wanita itu sedih


"Iya saya setuju"


"Bersiap siaplah untuk mati"


Wanita itupun di letakan di ruangan yang cukup luas namun menyeramkan, di sana barulah giliran Farish yang menyelesaikan rencananya. Alhasil mereka percaya dengan apa yang telah terjadi. Jadi Mila aslinya hanya rebahan bersantai sembari melihat kejadiannya lewat sebuah rekaman CCTV.


_Flasback on_

__ADS_1


"Wah gila kalian nipu kita" seru Ahmad kesal


"Auu" Farish mengaduh kesakitan karena Aisyah mencubit tangannya


"Kalian ikh bikin aku stres saja, kenapa gak ngasih tahu kita. Kita 'kan bisa kerja sama" ujar Aisyah kesal


"Kalau ngasih tahu sama kamu rencananya gak akan mulus, sebab apa? kamu terlihat sangat sayang sama wanita menjijikan itu" sahut Farish santai


"Ya tapi 'kan gak gitu juga kali, waktu itu 'kan aku gak tahu kalau dia pura pura baik"


"Emm terus lanjutan cerita kalian memergoki si dia (Nissa) gimana?" tanya Aisyah masih penasaran pasalnya mereka belum cerita hhe...


"Ihh kepo"


"Cepetan aku penasaran si dianya tuh mati atau cuman di peringati doang!!" sambung Aisyah ketus


"Iya dehhh"


Jadi waktu itu....


"Maksudnya? sebenarnya kamu ini siapa ummi penasaran" seru Nurul membuka topeng wanita tanpa identitas itu, betapa terkejutnya mereka ketika di dapati wajah yang tak asing bagi mereka


"MILA" pekik semua orang terkejut


Tiba tiba saja Nurul memeluk erat tubuh Mila "Beneran ini kamu?" tanya Nurul tak percaya


"Astagfirullah...aku jadi pusing ini sebenarnya ada apa?" seru Rahmat bingung


"Nanti aku jelasin di rumah yaa"


"Oh, hebat juga kalian berakting. Ck. jangan harap kalian masih bisa bernapas" ujar Nissa berusaha menekan tombol yang terpasang di telinganya "Pangkalan masuk...hallo...Y masuk Y...Y..." gumam Nissa berusaha memanggil sekretarisnya


"Ck silahkan panggil...puluhan abadpun gak akan ada yang nyaut" ujar Farish santai


Ucapan Farish membuat Nissa heran, kenapa dia berkata seperti itu, dia tahu aku manggil siapa? aneh sekali pikir Nissa


"Memang kau tahu aku sedang panggil siapa?" tanya Nissa datar


"Jelas, asal kau tahu semua kambing hamilmu sudah ku basmi tanpa ada yang tersisa sedikitpun. Roy perlihatkan vidionya" Roy pun memberikan sebuah laptop lalu memutar vidio ketika mansion ups maksudnya gubuk Nissa di bom tanpa ampun. Juga anak buah yang setia kepadanya, Farish hancurkan berkeping keping kecuali yang mau insyap mereka di beri kesempatan untuk tetap hidup dengan satu syarat mereka harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan mempelajari ilmu agama di pondok pesantren yang telah di bangun Farish di Jakarta...


"KAU TEGA SEKALI" pekik Nissa histeris karena ia tak bisa mengelak lagi dan nyawanya kini berada di tangan Farish

__ADS_1


"KAU YANG TEGA, KAU TELAH MEMBUNUH KELUARGAKU" pekik Mila dan Roy


"Ck. apa salahku? APA SALAHKU KEPADAMU HAH?" tanya Nissa kepada Roy


"Cih menyebalkan, kau sudah pikun apa? kau yang sudah membunuh keluargaku. Kakakku yang berurusan dengan kau tapi kau malah membunuh seluruh anggota keluargaku tanpa ada yang tersisa kecuali diriku. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan AHH" jelas Roy menusuk bokong Nissa sampai ia tergeletak tak berdaya.


"Astagfirullah...." gumam semua orang menutup mulutnya kaget


"Roy jika kau ingin menghabiskan nyawanya sebaiknya kau bawa keneraka biar kau tak kesulitan mencari alatnya" titah Farish santai


"Baik tuan, kalian bawa dia (titah Roy kepada anak buah Farish) Aku tak sabar ingin memotong motong tubuhmu seperti kau memotong tubuh kakakku" gumam Roy beranjak pergi meninggalkan mereka yang tengah kebingungan.


"Sudahlah kita pulang saja" ajak Farish beranjak pergi


"Ayok kita pulang nanti aku ceritakan di rumah" ajak Mila menuntun Nurul yang masih bengong


Di mobil....


"Emm sebelum kita memberi tahu kepada Aisyah dan bunda, sebaiknya kita kasih kejutan terlebih dulu. Aku ingin melihat reaksinya gimana" saran Farish tersenyum jail


"Jangan aku tak setuju, Aisyah lagi hamil aku gak mau dia stres" elak Ahmad ketus


"Tenang saja, cuman kasih kejutan nampakin wajah istriku ini saja"


"Tapi 'kan..."


"Baiklah kita setuju asalkan jangan terlalu berlebihan" seru Rahmat tersenyum jail


"Oke"


_Flasback on_


"Ouhh jadi ini semua rencana kalian emm bagus, gara gara kalian handpon kesayangan jadi rusak kek gini. Arrrggg kalian jahat" tutur Aisyah marah


"Yaa maafin kami, lagian aku gak tahu kalau kamu bakalan ngelemparin handpon kamu"


"Nanti aku ganti, disini aku yang bertanggung jawab" sahut Farish masih santai


"Handpinnya harus sama kaya punyaku ini, isinya juga harus sama titik" tekan Aisyah


"Kata suami kamu juga kalau mau sama kaya handpon kamu ini, tinggal beli temperglassnya aja" sahut Rahmat terkekeh

__ADS_1


"Ihhh kalian sama aja nyebelin"


Bersambung....


__ADS_2