
Dua hari kemudian
Pagi hari yang sangat cerah, awan putih yang tengah menari nari kesana kemari di bawah langit biru di atas bumi membuat suasana semakin menakjubkan.
Sekitar pukul 10:00 Di balkon terlihat Aisyah tengah meregangkan tubuhnya setelah beberapa jam belajar keras untuk mempersiapkan ujian kenaikan kelas esok harinya.
"Itukan mobil Abi Usman, mereka baru pulang!" ucap Aisyah yang tengah memperhatikan mobil yang akan berbelok kehalaman rumah Abdillah.
Aisyah tak tahu kalau Ahmad akan kuliah di kairo ia cuman tahu kalau keluarga Abdillah hanya akan mondok di rumah orang tuanya ia juga tak mengetahui akan kepulangan seseorang yang beberapa hari kebelakangan ini membuatnya risih.
Aisyah terus memperhatikan mobil itu sampai semua orang yang ada di dalamnya keluar, didapatinya Ahmad yang terakhir keluar dari mobil itu membuat Aisyah terkejut "Astagfirullah" Aisyah membuang muka kemudian "Kenapa Kk kulkas balik lagi sih, aduhh... udah tenang tenang malah datang, bikin risih aja apa lagi esok kan aku harus ujian hah..." sambungnya sedikit melirik ke arah mereka dengan wajah kesal.
Ketika Aisyah melirik ke arah Ahmad tak menyangkan ke empat mata itu berpas pasan saling melirik satu sama lain. Ahmad tersenyum jail seolah olah ia memberi peringatan agar Aisyah siap siaga untuk menghadapi dirinya yang super usil itu.
"Aku nyerah deh" gumam Aisyah pergi ke dalam kamarnya, sementara yang di sana malah terkekeh geli.
"Ahmad kamu kenapa ketawa?" tanya Nurul mengerutkan keningnya yang dari tadi merhatiin dirinya.
"Ahh biasalah ummi habis liat Aisyah di balkon rumahnya, dan kayanya Aisyah malah membuang muka jadi dia terkekeh Mi..." seru Ustadz Usman meledek sembari meraih koper di bagasi mobil, membuat Nurul terkekeh kemudian. Sementara Ahmad? pipinya mulai memerah merona.
Karena Ahmad malu iapun langsung pergi ke dalam rumah tanpa berkata kata ataupun permisi sama sekali "Ahmad...jadi sekara kamu bucin, emm Ummi setuju lho kalau kamu bucinnya sama Aisyah" teriak Nurul membuat Aisyah akan muntah.
Aisyah dari tadi masih di luar hanya saja terhalang oleh tiang rumahnya sehinga mereka tak melihat dirinya "Ikh amit dua" gumam Aisyah dalam hati menggeserkan bola matanya ke atas lalu ke samping.
****
__ADS_1
Keluarga kecil Abdillah kini telah berkumpul di ruang keluarga, mereka tengah berbincang bincang, ahh entah apa yang sedang mereka bicarakan..! yang jelas mereka terlihat senang dan sedikit sedih karena sang anak esok hari akan pergi untuk menimba ilmu di negeri lain.
"Mi..Bi.." panggil Ahmad dalam perbincangan mereka, membuat kedua pasangan halal itu terkesiap
"Apa?" tanya keduanya, hampir barengan
"Emm" Ahmad meremas remaskan kedua tangannya, ia sangat canggung dan gugup "Emmm gimana kalau malam ini kita adakan acara? yaa untuk terakhir kalinya Ahmad di sini" tutur Ahmad gugup
"Acara apa?, syukuran udah di rumah nenek kemarin! apa gak cukup?" tanya Nurul
"Ya bakar bakar gitu Mi..Bi.., kan di sini belum pada tahu..."
"Ahh ide bagus, kita undang keluarga mba Hasanah aja Mi.." seru Abi tiba tiba yang tengah menonton sinetron entahlah itu sinetron apa! sah sah aja kan, Ustadz juga manusia bukan...?
"Ouh iya yaa, kan mereka belum di kasih tahu. Hehe tadi Ummi lupa bilang" tutur Nurul tersipu, sementara dua lelaki itu geleng geleng kepala kemudian.
"Ya udah sekarang Ummi hubungi mereka"
Nurulpun mengabari keluarga kecil Hidyatullah untuk mengundang mereka di acara kecil kecilan sekaligus mengabarkan informasi bahagia ini dan sekalian Ahmad berpamitan kepada mereka terutama kepada gadis berniqob itu mungkin.
" gimana Mi? apa mereka berkenan untuk datang? tanya Ahmad diangguki Nurul 'Alhamdulillah' batin Ahmad mengucap syukur. Yaa bukannya Ahmad akan pamer kepada Aisyah tentang kuliahnya itu tapi ia ingin melihat Aisyah lebih dekat untuk terakhir kalinya dan menghabiskan sisa waktu terakhirnya di Indonesia dan juga kayanya sekalian jailin Aisyah untuk terakhir kalinya, kapan lagi joba seorang lelaki dingin menjaili seorang perempuan yang sifatnya gampang marah dan marahnya itu membuat gemas liatnya.
Nurulpun memesan bahan bahan untuk bakar bakaran yaa seperti jagung, sosis dan lain sebagainya.
_________________________________________
__ADS_1
"Aisyah..." panggil Hasanah di ruang keluarga. Dengan sigap Aisyah menghampiri sang bunda, sebenarnya malas ke luar kamar namun karena sang bunda memanggil jadi ia harus menjawab panggilannya segera tanpa menunda nunda. Sekalipun kita sedang sibuknya luar biasa.
Lagi sholat sunnah aja sebaiknya kita membatalkan ketika ibu kita memanggil apa lagi ini lagi santai ataupun belajar itumah harus segera menjawab panggilannya.
"Iya Bun ada apa?" tanya Aisyah ngos engosan, yang baru sampai menghampiri Hasanah setelah berjalan menuruni anak tangga secara tergesa gesa.
"Santai aja sayang jangan tergesa gesa gitu, takunya tersandung. Santai aja yaa" titah Ayah yang tengah menatap ke layar handpon sesekali beliau melirik ke arah Aisyah.
"Iya Ayah maaf, ada apa bun?"
"Gini tante Nurul katanya mau ngadain acara bakar bakaran malam ini kamu mau kan datang kerumahnya" jawab Hasanah menyungingkan senyumannya lalu meletakkan handpon yang ia pegangi dari tadi.
'Apa?, berarti bakal ketemu kk kulkas itu dong, ahh gak mauuu' batin Aisyah
"Please jangan nolak yaa, gak enakkan kalau nolak. Bentar kok sekalian katanya ada yang mau di bicarakan" rayu Hasanah
Karena Aisyah merasa iba Akhirnya ia menyetujui yaa walaupun itu terpaksa. Ya gak enak juga kan kalau menolak pikirnya.
'Hah gak papa deh moga aja kk kulkas gak gangguin Aisyah lagi, tapi pirasat gak enak banget. Jalanin aja deh' ngerutu Aisyah dalam hatinya.
Hasanah pun menyungingkan senyumannya dibalaslah oleh putrinya. "emang ada acara apa Bun, tumben mereka mengadakan acara seperti itu, paling makan makan itupun setahun sekali bukan? pas nyambut bulan ramadhan aja" tutur Aisyah
"Gak tahu Bunda juga, nanti juga kita tahu. Tadi pasdi telpon tente Nurul hanya bilang datang kerumahnya karena akan mengadakan acara kecil kecilan idah gitu aja setelahnya ditutup saluran telponnya. Yaa Bunda gak mau nanya nanya lagi, lagi males bicara hhe..." jawab Bunda membuat Aisyah mengerutkan keningnya sementara sang Ayah ia malah asyik main game di handponnya karena hari ini hari bebas baginya setelah beberapa hari bekerja (hari libur).
Bersambung.....
__ADS_1