
"Kamu mau kemana neng?" tanya Farish kepada Mila yang tengah dandan
"Aku mau bantu Aisyah ngajar boleh kan?" pinta Mila sembari memakai hijabnya
"Boleh, tapi gimana dengan Hasna?" Farish mengelus elus kepala Hasna di pangkuannya sesekali mengecup pipinya.
"Aku bawa"
"Oh yaa udah, A'a juga bentar lagi ngajar" kata Farish memindahkan Hasna ke pangkuan Mila
"Aku duluan yaa..." Mila mengecup tangan Farish dan Farish mengecup pangkal kepala Mila.
Setelah Mila keluar, Farish pun beranjak pergi ke dapur untuk makan karena cacing di dalam perutnya mulai demo.
Di dapur ada Nissa yang tengah makan, Farish tadinya akan balik badan karena tak enak namun Nissa memanggil namanya.
"Aris mau kemana?" tanya Nissa lembut
"Emm saya mau makan" jawab Farish datar
"Oh" Nissa membawa piringnya lalu di pindahkan ke pangkuannya lalu berlalu namun lajunya di hentikan oleh Farish
"Gak papa kamu makan di sini saja, saya takut kamu repot" kata Farish datar
"Ahh gak papa aku makan di tempat lain aja" elak Nissa cengengesan
"Udah di sini aja"
Tanpa ada kata Nissa pun menghampiri Farish yang tengah duduk di kursi meja makan.
Nissa meraih ayam goreng di sampingnya untuk Farish karena ia kesulitan saat akan meraih ayam goreng itu "Nih Aris"
"Terima kasih" ucap Farish ternyenyum tipis
"Sama sama" Nissa tersenyum manis namun Farish langsung menundukan kepalanya.
Hening rasanya hanya suara dentingan sendok
Setelah acara makan selesai Farish langsung pergi ke kamarnya untuk siap siap karena jadwal ngajar 10 menit lagi.
Farish bergegas ke kelasnya terlihat di taman dekat kelasnya terlihat Mila dan Aisyah tengah berbincang sesekali terkekeh itu membuat Farish bahagia.
Dalam benak pikirannya mulai memunculkan kejadian tak mengenakan tadi waktu makan membuat Farish terus beristigfar.
'Semoga Nissa bener bener berubah, jangan sampai pelakor hadir di keluargaku' batin Ahmad terus menatap ke arah kedua wanita yang tengah terkekeh
__ADS_1
"Ustadz..." panggil anak didiknya yang entah dari mana dan itu sukses membuyarkan lamunan Farish "Ustadz maaf aku izin kebelakang" sambungnya dan diangguki Farish seraya tersenyum
Farish melirik kembali ke arah taman namun mereka sudah tak ada di sana lagi, Farish pun masuk ke kelasnya dan memulai materinya.
"Mila...kita jajan ke depan dulu yuu dedek bayinya pengen jajan nie..." ajak Aisyah nyengir
"Aku deh yang jadi korban..." ledek Mila dengan suara yang berbeda
"Ihh kamu gak intro, coba kamu pikir waktu itu kamu bilang Aisyah ayok kita ke mall dedek bayinya pengen martabak di sana, gak mau yang di pinggir jalan pengennya di mall. Hayoh mau ngelak apa? udah ihh ayok sakali ewang" cerocos Aisyah panjang kali lipet
'Oh dia udah bisa bahasa sunda' batin Mila tersenyum jail
"Aisyah tekengeng jajan di luar, kin abi nu di carekan ku A' Ahmad" (Aisyah jangan jajan di luar, nanti aku yang di salahin sama A' Ahmad) kata Mila tersenyum jail.
Aisyah hanya bengong mendengar kata kata yang di lontarkan Mila kepadanya, tertawa geli pun keluar dari mulut Mila.
"Ahh Mila pake bahasa indonesia, aku gak pahammmm" kata Aisyah ngerutu sambil mencubit pipi tembem Hasna gemes
"Kirain udah bisa bahasa sunda"
"Udah ihh ayok nanti keburu abis lagi" Aisyah menarik tangan Mila di bawa ke depan gerbang dekat sekolah karena di sana pangkalan penjual jajanan.
Di saat meteka hampir sampai di gerbang tiba tiba Ahmad menghentikan langkah mereka.
"Gak usah takut nanti aku rayu"
"Gak akan mempan, kemarin aja marah gimana nie..."
"Neng...A'a manggil tuh langsung jawab jangan bisik bisik kayak gitu" ujar Ahmad masih setia mematung di belakang mereka
Aisyah dan Mila membalikan badanya terlihat tangan Ahmad sudah tersilang di depan dada dengan pandangan tajam mengarah kepadanya.
"Ehh A'a ada apaa!!" ucap Aisyah cengengesan
"Ehh A'a ada apaa!!" Ahmad mengulangi kata kata yang Aisyah lontarkan tepatnya sih mengejek
"Mau kemana?" tanya Ahmad curiga
"Emm mau jalan jalan"
"Jangan jajan sembarangan yaa awas kalau jajan sembarangan liat aja nanti" ancam Ahmad
"Hehe iya A'a ku tercinta" ucap Aisyah mengecup tangan Ahmad kemudian
"Ya udah sana" Ahmad mengecup pangkal kepala yang tertutup hijab dan mengelus perut buncutnya "jangan sampai kelelahan yaa bentar aja" sambung beliau datar
__ADS_1
'Ahh pengen jajan, ihss A'a ini berlebihan....ahh pengen jajan, kalau gelak pasti marah kaya kemarin singanya keluar lagi ahh takuttt' batin Aisyah ngerutu
"Ayok Mil kita pulang, aku capek" ajak Aisyah berlalu meninggalkan Ahmad
"Katanya mau jalan jalan?" seru Ahmad datar tapi tidak dengan hatinya yang terkekeh
"GAK BERSELERA" sedikit kata yang dia keluarkan tapi sukses membuat Ahmad tertawa
"A'a tahu tujuan kamu mau jajan bukan jalan jalan hha..." gumam Ahmad geleng geleng kepala seraya terkekeh
...***...
"Baru 5%" gumam Nissa tersenyum licik yang tengah menikmati taman yang segar penuh dengan bunga bunga bermekaran yang di tanam santri santriwati.
Nissa meremas tangnnya dengan otak yang terus memikirkan sesuatau entah itu apa, Nissa tersenyum licik ketika ia tersadar dari lamuannnya.
Lalu ia kembali ke dalam rumah karena takutnya ada orang yang berada di sana.
.
"Neng..." panggil Ahmad
"Emmm" hanya deheman yang Aisyah lontarkan
"Coba deh kamu perhatiin laga Nissa aneh banget kaya ada yang ia..." ucap Ahmad di potong Aisyah
"A'a jaga pandangannya, A'a mau sama dia yaa?" seru Aisyah cemberut
"Hmm ceritanya cemburu, dari kapan seorang Aisyah cemburu?" ledek Ahmad karena ya emang dari awal nikah tak ada kata cemburu dalam diri Aisyah.
Ahh mungkin itu bawaan dari calon bayinya mungkin!!
"Apa sih, engak gak cemburu siapa yang cemburu?" elak Aisyah.
"Emm jangan ngelak deh itu pipimu udah merah, bener gak dek?" tanya Ahmad pada sang calon buah hati.
Tendangan mendarat mulus di tangan Ahmad yang ia letakkan di perut sang istri membuat keduanya terkekeh
"tuh ummi dedek bayinya berpihak sama abinya...yee kalah ummi...jujur aja sayang cemburu kituh" rayu Ahmad namun Aisyah hanya membalas dengan senyuman seraya mencubit perut sang suami.
"Ahh ihh kamuu yaa..." Ahmad mulai tergalak ia mencubit pipi yang cabi itu entah sejak kapan pipi Aisyah jadi gembil.
"Pipi kamu kaya skuisi gemoy..." kata Ahmad memainkan mainan barunya setelah mainan yang terletak di perut Aisyah haha...
Bersambung....
__ADS_1