
Pesta pernikahan telah di gelar
Di sebuah gedung mewah pernikahan itu di gelar, riasan riasan bunga membuat ruangan semakin indah dan tak lupa alunan musik yang terdengar syahdu di setiap telingan orang.
Pengantin pria telah duduk berhadapan penghulu di samping juga ada Ayah Nissa, pakaian pengantin yang serba putih membuat pria itu semakin gagah terutama ketika pria itu tersenyum manis, rasanya ingin mencubit nya gemes tapi sayang bukan mahram.
Semua orang di sana tengah menunggu calon mempelai wanita namun tak kunjung datang, biasa lah wanita dandan nya bisa sampai satu hari canda hari.
"Mempelai wanitnya mana?" tanya pak penghulu yang sedari tadi melirik ke jam tangannya.
"Maaf saya panggilin dulu, permisi" jawab Hasanah seraya melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana penganti itu di rias.
"Nduk udah siap belum?" teriak Hasanah membuka pintu ruangan itu
"Ah iya udah jeng" seru Mama Nissa
Tak lama akhirnya pengantin wanita nya datang dengan wajah di rias begitu indah, gaun putih yang ia pakai membuatnya terlihat anggun sungingan senyumnya terlihat begitu indah, semua mata tertuju padanya memuji akan kecantikannya.
Mempelai itu duduk di tengah tengah antar ibu kandung dan calon ibu mertuanya.
Semua orang merasa bahagia hari ini namun tidak dengan Aisyah dan Mila mereka nampaknya murung "kasian Aris" ucap Aisyah
"Iya semoga aja bangkai itu segera tercium baunya" sambung Mila menatap ke arah Farish.
Kita kembali ke mempelai
Jabatan pertama antar Farish dengan ayahnya Nissa rasa canggung itu muncul di diri Farish "Kami siap?" tanya pak penghulu kepadanya.
"iiya" jawab Farish gugup, dimulailah ijab qabul itu
Ketika Farish akan mengucapkan ijabnya tiba tiba seorang lelaki membawa botol di tangannya menghentikan ucapan yang lontarkan di mulut Farish "Stop jangan di lanjutkan acara ini" ucap lelaki itu dengan ke adaan mabuk, semua orang terkejut dengan kehadirannya.
"Anda siapa?" tanya Farish kaget
'Duh kenapa dia muncul lagi sih' gumam Nissa di dalam hati
"Saya pacarnya Nissa, sebaiknya anda jangan menikahi dia.. karena dia wanita kotor" jawabnya sembari kesanah kebari akibat minuman keras itu.
__ADS_1
'Duh gawat nie' batin Nissa seraya memalingkan wajahnya akibat malu.
Ucapan itu membuat semua orang menatap gadis itu tak percaya apa lagi dengan Farish ia segera meluncurkan tamparannya di wajah lelaki itu.
"Heyy kenapa anda menampar saya, saya berkata jujur. Dia udah gak perawan lagi, udah saya sikat dia hha.." tutur lelaki itu ternyata lelaki itu Dafit, lima hari yang lalu yang melakukan zina bersama Nissa.
"Apa?" ucap Aisyah kaget sedangkan Mila ia hanya diam karena ia sudah tahu akan hal ini
"Tercium juga" gumam Mila tersenyum
Semua orang di sana gak menyangka ada yang berbisik bisi ada yang langsung melontarkan ucapan yang gak pantas dan lain sebagainya.
"Dia bohong, saya gak pernah berhubungan dengan dia" elak Nissa tergalak meneteskan air matanya.
"Mana buktinya" seru Farish marah
"Ada" ucap lelaki itu santai, tak lama seorang perempuan paru baya sekitar usia 37an datang dengan laptop di tangannya.
Di tunjukkan lah Vidio itu ketika Nissa mabuk dan di bawa ke kamarnya "Setelah gua bawa Nissa masuk di sana gua melakukan hal itu, iyakan sayang" tutur Dafit terang terangan
"Kamu jangan sembarangan" mamah Nissa marah
Seketika hati Farish hancur dan marah besar di sana Nissa memohon mohon kepada Farish untuk terus melanjutkan pernikahannya, tapi Farish menolaknya "saya gak mau nikah sama orang yang sudah mengkhianati saya, sebaiknya kamu pergi saya tak ingin melihat wajahmu lagi"
Karena semua orang bersorak sorak membuat keluarga Nissa malu akhirnya putrinya itu di bawa pulang dengan sedikit paksaan. Di saat semua tamu undangan akan bubar Farish menghentikan langkah mereka.
"Pesta ini akan tetap berjalan, walaupun mempelai wanitanya berbeda" tiriak Farish mengajunkan kakinya ke arah Aisyah dan Mila yang sedari tadi manatap tak percaya "Syah sebenarnya Aris menyukaimu, apa kau mau menjadi pendamping hidupku?" sambung Farish membuat Mila merasa sesak di dada.
"Sesingkat itukah? Aris sebenarnya salah Khitbah seharusnya Aris mengkhitbah Mila"
"Kenapa salah? jujur Aris sebenarnya mencintai dirimu" tanya Farish mengerutkan keningnya di sana Mila ikut ikutan mengerutkan keningny juga.
"Farish inget apa yang dulu Farish katakan? Farish bilang 'Farish hanya mencintai Aisyah sebagai adik Aris tidak lebih, dan jika Aris menikahi Aisyah pasti Aisyah menderita karena ego Farish yang tak mencintai Aisyah. Pasti hati Aisyah terluka!' begitu kan?, nah hati Aisyahpun sekarang berkata seperti itu. Memang Aris megicap nama diriku tapi tidak dengan hati Aris, Aris sebenarnya mencintai Mila..? maka dari itu sekarang Aris ajak Mila untuk menikah" sambung Aisyah melukiskan senyuman indahnya.
"Aisyah jangan gitu dong A Farish itu mencintai dirimu" elak Mila merasa tidak enak
" Benar apa yang di bilang Aisyah...sebenarnya aku mencintai dirimu. huff...apa kamu mau menjadi pendamping hidupku?" tutur Farish setelah terdiam beberapa saat.
__ADS_1
"Terima terima"
"Terima, jangan sakiti hati diri sendiri" seru Aisyah mengelus ngelus bahu Mila seraya tersenyum. Hatinya sedikit terluka tapi ia ikhlas harus merelakan segalanya.
"Emm iya aku mau" ucap Mila setelah beberapa saat diam
"Alhamdulillah"
"Alhamdulillah sekarang aja yaa nikahnya kamu siap?" tanya Farish berkaca kaca terharu
"Tapi kan aku belum dandan"
"Ahh gak papa gitu aja udah cantik, yang terpenting siap aja hha" tutur Farish membuat semua orang terkekeh
** "Gimana para saksi?"
"sah..sah...sah..."
"Alhamdulillah"
Akhirnya Farish dan Mila bersatu dalam ikatan pernikahan. Farish di minta untuk menghampiri istrinya lalu mereka saling tukar menukar cincin kawinnya. Mila mengecup punggung tangan sang suami untuk pertama kalinya di iringin Farish yang mengecup keningnya untuk pertama kalinya juga.
"Ciee,, aku terhura banget, sampai aku nangis gini saking terharunya hhe.... Selamat yaa untuk kalian semoga sakinah mawadah warohmah" ucap Aisyah begitu juga dengan semua orang terutama orang tuanya mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"Masasih Syah, makasih semuanya" ucap mereka berdua kompak.
"Tinggal si bungsu nie, mau kapan nie nikahnya" ledek Rahmat dipelototi sang istri kemudian.
"Hha nanti Aisyahmah kuliah dulu, kalau udah kuliah..."
"Nikah"
"ihhh belum lah, yaa kalau udah kuliah kerja dululah nah baru kalau udah kerja baru..."
"Nikah"
Semua orang tertawa ria, dan melanjutkan kembali acaranya sampai selesai.
__ADS_1
Bersambung....