
_Beberapa tahun kemudian_
Awan di langit sana tengah mondar mandir kesana kemari mengikuti arahan angin. Disitu juga terdapat matahari yang tengah memperlihatkan senyumannya yang begitu menawan sehingga membuat semua orang tak berani menatapnya.
Rumah berjalan (mobil yaa bukan rumah gedong hhe) melaju di sepanjang jalan dengan jendela tembus pandang menyuguhkan pemandangan indah nan menakjubkan, terlihat di jendela terdapat gedung gedung besar yang berdiri kokoh.
Hari ini adalah hari kepulangan Ahmad setelah beberapa tahun menetap di kairo untuk menimba ilmu agama dan sains di sana. Terlihat senyuman indah di wajahnya, pria itu tak sabar untuk menemui kedua orang tuanya seraya memberi kabar gembira karena ia telah berhasil mendapatkan nilai terbaik di sana.
Orang tuanya tak mengetahui akan kepulangannya jadi Ahmad pulang mengenakan taxi online.
Di pertengahan jalan tepatnya di pinggir jalan terlihat seorang wanita bercadar yang tengah mondar mandir kesana kemari dengan penutup mesin mobil yang terbuka.
Sontak membuat Ahmad merasa iba kepadanya, ia minta kepada sopir taxi online itu untuk menghentikan lajunya.
"Bp tunggu dulu di sini, saya mau ke sana dulu" ucap Ahmad menunjuk ke arah gadis itu "Bapak tenang aja nanti saya bayar lebih, ples saya kasih bintang lima di aplikasi deh" sambung Ahmad membuka pintu mobil lalu menghampiri gadis itu di sebrang sana, sementara sang sopir hanya geleng geleng kepala sekaligus terlihat mimik wajah senang karena akan mendapat bayaran lebih ples di kasih bintang lima horre...
"Assalamualikum" ucap Ahmad membuat gadis itu terkesiap seraya menundukkan kepalanya.
"Waalaikumussalam warohmatullah" jawab Aisyah gugup
"Mba kenapa?, tadi saya liat mbanya mondar mandir" tanya Ahmad kepada Aisyah, ia sama sekali tak mengenalinya karena sekarang Aisyah terlihat dewasa, tubuhnya pun tinggi. pokonya beda banget dari dulu waktu zaman SMP.
Begitu juga dengan Ahmad yang sedikit berbeda jadi Aisyah tak mengenalinya apa lagi Ahmad pake masker serta topi yang menempel di kepalanya membuat Aisyah semakin tak mengenalinya.
"Iya mobil saya mogok mas"
"Apa boleh saya cek?" tanya Ahmad menawarkan, di angguki Aisyah kemudian. Aisyah sebenarnya tak ingin merepotkan orang laib tapi karena waktu mulai sore dan perjalan masih jauh jadi ia mengangguki tawaran Ahmad.
__ADS_1
Ahmadpun mengecek mesin mobilnya dan memperbaiki mesin yang membuat mobilnya itu mogok "mba coba nyalakan mesin mobilnya" titah Ahmad setelah beberapa menit mengotak atik mesin mobil milik Aisyah.
Kreekkk...! (anggap suara mobil nyala)
"Alhamdulillah" ucap syukur keduanya kompak.
Aisyah melirik ke arah tangan Ahmad didapatinya tangan yang penuh dengan oli segera ia meraih tissu basah di dalam mobil lalu di sodorkan tissu basah itu kepada Ahmad, tanpa ada kata Ahmadpun meraih tissu basah itu lalu ia lap di area yang terkena oli di tangannya.
Terlihat matanya menyipit bertanda ia tengah tersenyum kepada gadis itu seraya mengucapkan terima kasih "Mba ada tissu kering" tanya Ahmad sedikit malu
"Untuk apa?" tanya Aisyah datar lalu mengerutkan keningnya kemudian
"Emm ini kening saya keringetan gak mungkin juga saya lap pake baju, takutnya berjamur hhe..." ujar Ahmad tekekeh
'Masya Allah dia orangnya apik, pasti orangnya mandiri' gumam Aisyah dalam hati.
"Ahh iya, tunggu sebentar" seru Aisyah membuka pintu mobil lalu menutupnya tanpa meraih apa apa karena ia lupa bawa tissu kering akhirnya ia meraih sapu tangan di tas kecilnya dan menyodorkan kepada Ahmad "maaf tissu kerinya lupa di bawa, masnya pake ini aja" sambungnya nyengir.
Ahmad hanya diam tak berani meraih sapu tangan itu, takutnya habis di pakai pikirnya "ahh mas tenang aja, ini bersih kok belum saya pakai. Baru saya cuci kemarin, cium aja nie...wangi kan?" sambungnya terkekeh melirik wajah Ahmad yang ketakutan.
"Gak" ucapnya ketus
"Iya itu maskernya buka dulu baru kecium baunya. Udah mas ini ambil jangan takut, saya gak mungkin nyebarin virus" ujar Aisyah menyodorkan sapu tangan itu.
"Makasih, maaf mba saya udah so'udzon" ucap Ahmad meraih sapu tangan itu lalu menyeka keringatnya itu.
"Gak papa, saya paham kok. Yaa ma'lum lah di kondisi seperti kita harus berjaga jaga agar tak tertular virus bener kan?" seru Aisyah meremas remas tangannya.
__ADS_1
"Iya mba" ucapnya datar
"Simpan aja mas sapu tangannya. Ouh iya mas terima kasih banyak atas bantuannya, ini upah untuk mas" ujar Aisyah menyodorkan beberapa lembar uang yang ia keluarkan di tas kecil sebelumnya namun Ahmad menolaknya halus
"Gak usah ba saya ikhlas membantu mba, simpan aja uangnya" ujarnya ramah.
Baru kali ini dia bersikap ramah kepada wanita biasanya cuek banget ketus lagi "Karena mesin mobil mba sudah nyala, saya permisi untuk pergi Assalamualaikum" ujarnya sembari mengayunkan kakinya ke mobil taxi online itu tanpa menunggu jawaban salam dari Aisyah.
"Waalaikumussalam,,, masya Allah masih ada yaa lelaki yang seperti dia. Andai aja aku punya suami kaya dia, udah ganteng, ramah, bisa kotak katik mesin mobil lagi. Astagfirullah sadar Aisyah sadar... ini pasti efek dari kesendirian di kampus deh hha...ahh udah lanjut lagi keburu malem" gumamnya seraya menyalakan mobilnya lalu lajukan mobilnya kemudian.
Puluhan menit berlalu...terdengar suara adzan berkumandang di handponnya. Ahmad mengajak sang sopir untuk menepi dulu di sebuah masjid, setelah mobil itu di parkiran Ahmadpun keluar dari mobil kemudian ia menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju pintu masjid.
Ketika Ahmad akan memasuki masjid tiba tiba ia di kejutkan oleh Aisyah yang hendak keluar dari masjid itu sontak keduanya bergumam 'Astagfirullah' seraya menundukkan kepalanya masing masing.
"Mba yang tadi kan?" tanya Ahmad mengingat ingat
"Maaf mas siapa?" tanya Aisyah mengerutkan keningnya
Yaa Aisyah tak mengenalinya karena Ahmad membuka masker "Saya yang tadi bantu benerin me..." seru Ahmad terpotong
"Emmm maaf mas saya gak kenal mas permisi Assalamualikum..." ucap Aisyah ketus lalu keluar dengan tergesa gesa sementara Ahmad hanya begong kenapa? padahal tadi dia baik banget? apa gara gara saya gak pakai masker! hadehhh pikir Ahmad.
"Tapi kalau di teliti lagi diatuh mirip Aisyah, tapi gak mungkinlah, Aisyah kan tubuhnya pendek ehh maaf Syah, orangnya jutek lagi. Hmmm 'Ya Allah jika Aisyah jodohku pertemukanlah dan jika dia bukan jodohku maka tak mengapa' emmmm kalau Aisyah sekarang ada di rumahnya dalam ke adaan masih jomblo fiks dia jodohku dan kalau Aisyah ada dirumah terus membawa seorang laki laki hah fiks dia bukan jodohku" gumam Ahmad dalam hati.
Kayanya dia insecure deh, apakah emang Aisyah jodohnya atau Aisyah cuman hanya jadi sebatas teman??? kita simak aja cerita selanjutnya
Bersambung....
__ADS_1