Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Aku mencintaimu melebihi apapun itu


__ADS_3

Krakk....


Suara pintu terbuka diiringi seorang suster yang membawa bayi mungil nan kemerah merahan di pangkuannya "Maaf permisi, selamat pak bayinya laki laki, sehat dan sangat tampan percis seperti bapak" ujar suster itu sembari memperlihatkan bayi yang tengah tidur pulas di pangkuannya.


Ahmad melirik dengan mata sembabnya ke arah suster itu, tiba tiba saja wajahnya jadi merah marah, tangannya juga ikut mengepal. Kayanya Ahmad sangat marah kepada bayi tak berdosa itu, ia berfikir bahwa dirinyalah Aisyah meninggal.


'Aku tahu kau tidak mengiginkan bayi kita lahir karena kau takut diriku pergi 'kan? pesan Aisyah untukmu A', jika suatu hari nanti bayi kita lahir dan aku yang akan pergi...aku mohon padamu sayangilah dia sepenuh hati, jangan sampai ia terluka karena egomu dan jangan pernah menyalahkan dia karena dirinyalah aku pergi. Dia tidak tahu apa apa sayang...dia gak salah, mungkin ini sudah jadi takdirku untuk pergi meninggalkan kalian juga dunia ini, cintailah dia seperti kau mencintai diriku...dia titipan, dia rezeki, tak semua pasangan Allah titipkan anak kepada mereka, bersyukurlah atas pemberian-Nya jangan sampai nanti kau menyesal dan membuat diriku sakit hati disana...' pesan dari Aisyah yang melintas di benak pikiran Ahmad (satu hari sebelum ia melahirkan juga meninggal)


Pesan terakhir dari Aisyah membuat Ahmad meredakan amarahnya, kemudian ia menghampiri suster lalu mengendong buah hatinya dengan sangat hati hati. Senyumanpun terbit dibibirnya betapa tampannya bayi itu, kalau di teliti mirip sekali dengan dirinya, hidung mancung alis tebal entahlah matanya seperti apa soalnya gak keliatan hihih... dianya masih merem heheh...tapi kalau di lihat dari bulu matanya mirip sekali dengan dirinya hohoh....


Ahmad jadi teringat keinginan sang istri yang menginginkan bulu matanya yang lentik seperti dirinya dan mengamit amitkan bulu mata seperti abinya, alhasil bulu matanya mirip sekali dengan sang abi, gimana yaa reaksi Aisyah jika ia tahu bahwa bulu mata bayi mungilnya itu seperti abinya? bisa bisa minta ke salon untuk di lentikin tuh bulu matanya hha...


Beberapa kerutan di kening terlihat jelas di kening mereka, mereka kebingungan dengan tingkah laku Ahmad yang berubah drastis, tadi ia sangat marah dan sekarang malah sayang sayangan sama bayinya bahkan sampai terkekeh gara gara mengingat rengekan Aisyah yang super mengelitiki perutnya karena tertawa.


"Ahmad sudah jangan di kecup mulu, cepet adzanin" titah Rahmat ketus

__ADS_1


"Astagfirullah abi sampai lupa sayang" bisik Ahmad terkekeh geli. Ahmadpun melapalkan adzannya di telinga sebelah kanan bayinya.


"....Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaha ilallah" Ahmadpun membalikan tubuh sang bayi, lalu melapalkan iqomah di telinga sebelah kirinya.


Setelah itu Ahmad mengecup pipinya beberapa kali saking gemesnya "Masya Allah putra abi sangat lucu, mirip sekali dengan abi yaa. Kamu tahu gak!! waktu kamu masih di dalam rahim ummimu, ummi merengek kepada abi kalau ummimu itu tak menginginkan mata seperti abi, coba tebak kenapa? yaa karena abi gak lentik bulu matanya hhe...hiks...ummi sangat lucu yaa nak?...hmmm andai aja ummi kamu masih ada di sini...hiks...pasti ummimu merengek minta dicatokin tuh bulu mata kamu biar lentik hhe...tapi sayang ummimu sudah meninggalkan kita"


Ahmad berjalan mendekati sang istri yang terbaring di atas ranjang, Ahmadpun menghela nafas kasar tak terasa air matanya kembali mengalir sangat deras membasahi pipinya sampai bajunya basah.


"Neng lihatlah bayi kita sangat lucu 'kan?" ujar Ahmad memperlihatkan bayinya kepada Aisyah namun Aisyah tak membuka buka matanya sampai Ahmad kembali terisak isak "Ck aku ini sangat bodoh, istriku 'kan sudah pergi mana bisa dia membuka matanya lagi. Hehe aku tahu kau pura pura matikan? lihatlah sayang ummimu pintar sekali aktingnya" Ahmad menangis sejadi jadinya sembari memeluk erat bayinya.


"Astagfirullah"


"ISTIGFAR AHMAD ISTIGFAR, UMMI CEMBURU MENDENGAR PERKATAAN DIRIMU. JIKA UMMI MATI APA KAU AKAN SEPERTI INI JUGA HAH?" pekik Nurul histeris pasalnya ia cemburu dengan ucapan putranya yang berlebihan


Ahmadpun memberikan bayi itu kepada Hasanah lalu memeluk Nurul sangat erat "Aku akan melakukan itu juga malahan akan lebih dari ini, aku tak sanggup bila kau pergi meninggalkan diriku mungkin aku akan menusuk jantungku agar aku bisa pergi menyusulmu, aku mencintai dirimu melebihi apapun itu. Jangan cemburu ummi...kau adalah wanita yang pertama aku cintai, Aisyah juga wanita yang aku cintai setelah tapi dirimu...kau jangan jadikan ini sebagai awal dari kebencianmu kepadanya, asal kau tahu Aisyah sering mengingatkan agar diriku lebih mencintaimu darinya"

__ADS_1


"Aisyah selalu berkata 'aku tak ingin menjadi wanita pertamamu, aku hanya ingin menjadi wanita kedua setelah ibumu. Karena hakikatnya kamu akan tetap menjadi miliknya, bagaimanapun kamu harus tetap menjadikannya yang pertama...syurgamu tetap bersamanya bahkan sampai kamu tua nanti. Syurgaku telah bersamamu ketika orang tuaku melepaskanku dikala akad. Aku tidak ingin menguasai dirimu karena ibumu lebih berhak terhadapmu. Karena beliaulah kau ada didunia ini, karena dialah kau jadi seperti ini, karena dialah kau menjadi pria tampan yang aku cintai hhe...' itu pesan dari Aisyah yang selalu ia lontarkan setiap saat, makanya aku sangat kehilangan dirinya...aku tak tahu jika nanti aku menikah lagi apakah nantinya dia akan seperti Aisyah yang selalu mengingatkan diriku untuk lebih mencintai dirimu di banding dengannya?, mengertilah dengan keadaanku saat ini. Aku mencintaimu ummi, maafkan aku jika aku salah" tutur Ahmad sembari mengecup kening sang ibunda tercinta


"Apa itu be..." ucap Nurul terhentikan karena bayi mungil itu tiba tiba saja menangis


"Cup...cup...cup..." gumam Hasanah berusaha menenangkan bayi itu, tanpa ia sadari Hasanah tiba tiba saja meletakan bayi itu di atas dada Aisyah.


Seperti orang yang mengerti saja bayi itu langsung berhenti menangis memeluk sang bunda dengan sangat eratnya.


"Bunda kenapa di taruh di sana? itu takut jatoh" ujar Mila was was


"Gak tahu, biarkan saja kayanya bayinya pengen memeluk ibunya untuk yang terakhir kalinya" jawab Hasanah santai etah kenapa hatinya menjadi tenang seperti ini, padahal tadi ia sangat terpukul.


_____


Hayoh coba tebak Hasanah kenapa? penasaran yaa sama aku jugaa...jagan lupa tekan likenya yaa kalau bisa komen biar authornya semangat hhe...tapi ngak maksa hayoh hhi

__ADS_1


__ADS_2