Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Cuek


__ADS_3

"Eh lo siswa baru yaa disini?, awas yaa lo kalau satu kelas sama gua...dan suka sama cewek gua" ancam Apian mengangkat telunjuknya kedepan wajah Ahmad


"Emang anda kelas apa?" tanya Ahmad menghela nafas berat karena baru kali ini dia melihat mahasiswinya yang gak sopan kepada dosennya. Tapi Ahmad positif thinking kepada siswa tersebut, mungkin ia belum kenal dia siapa?


"IPA" pekik Apian


"Oh, ciri cirinya seperti apa?" tanya Ahmad ketus


"Pokonya selalu pake gamis hitam, awas lo" jelas Apian berlalu ke kelas sementara Ahmad dia hanya geleng geleng kepala dan tak memperdulikan ucapan maha siswa itu. Lagi pula ia hanya mencintai satu nama yaitu AISYAH.


Sesampainya di depan pintu kantor Ahmad menghela nafas panjang lalu mengetuk pintu yang terbuka itu sebagai penghormatan.


Tokkk...tokkk....tokkk....


"Assalamualaikum" pekik Ahmad halus


"Waalaikumussalam warohmatullah, pak Ahmad?" tanya salah satu stap yang sebelumnya di suruh menyambut kedatangan Ahmad.


"Iya" jawabnya singkat tapi halus, Ahmad selalu bersikap sopan dan ramah ketika berhadapan dengan guru seperti yang telah di ajarkan di pondok.


"Silahkan masuk, pak reptor sudah menunggu anda" titah pak stap mempersilahkan


Ahmadpun mengikuti langkah pak stap, ruangannya sangat ramai dengan dosen dosen yang tengah menyiapkan materinya hari ini. Karena jam pelajaran juga lima menit lagi di mulai.


"Ah pak Ahmad? silahkan duduk" titah pak Ujang (reptor) yang baru berdiri dari duduknya karena berjabat tangan dengan Ahmad. Ahmadpun duduk di kursi lain sehingga posisinya saling berhadapan.


"Anda siapkan ngajar sekarang?" tanya pak Ujang


"In Syaa Allah pak, kalau boleh tahu saya ngajar di kelas apa?" tanya Ahmad memastikan sebelum masuk kelasnya.


"Ahh menurut saya anda lebih cocok di kelas IPA karena kemarin saya liat nilai anda lebih bagus yang itu" ujar pak Ujang terus terang.


"Ah anda sudah punya istrikah?" sambung beliau terkekeh membuat Ahmad tersipu "Jawab jujur, saya tidak memper masalahkan soal status. Tapi kalau di liat sih kayanya udah yaa? soalnya auranya beda dari yang biasanya. Ahh mungkin anda baru nikah" ledek pak Ujang sok serius


"Iya pak, baru satu minggu yang lalu" jawab Ahmad canggung


"Ah pasti istri anda sholehah dan orangnya tertutup yaa?" tanya pak Ujang kaya para normal aja


'Bapak ini para normal? kok bisa tahu sih, apa beliau tahu kalau istri saya itu Aisyah mahasiswinya?' batin Ahmad mengeryitkan keningnya.

__ADS_1


"Anda jangan menganggap saya para normal, saya hanya liat aura kamu itu baik jadi pasti pasangan anda juga baik. Ngomong ngomong siapa?" seru pak Ujang mengangkat halisnya.


"Hhe iya pak, jujur istri saya mahasiswi di sini" tutur Ahmad membuat pak Ujang terkejut dan berfikir siapa yang cocok dan di pikirannya mengarah ke satu nama yaitu


"Aisyah?" pekik pak Ujang membuat semua orang terkejut dan segera pak Ujang bersikap biasa biasa karena ia terkenal garang di kampusnya. Namun kalau udah akrab munculah sikap kocaknya.


'Kok tahu sih, asli ini mah para normal' batin Ahmad


"Maaf pak kok tahu?" tanya Ahmad mengerutkan keningnya


"Ya iyalah siapa lagi coba maha siswi saya yang sikapnya seperti anda, baik, ramah, tertutup lagi. Haha...sebenarnya saya udah tahu dari Aisyah sendiri, kalau ia sudah menikah, pasti anda kan suaminya? Saya salut sama anda dan istri anda jujur sekali walaupun menyakiti. Sekian banyak maha siswa maha siswi saya yang tak jujur dengan statusnya, ujug ujug perutnya besar kan jadi lucu yaa!! hha..." jelas pak Ujang.


Memang awalnya kampusnya itu tidak di izinkan maha siswinya atau maha siswanya menikah sebelum lulus, alasannya karena itu akan mengganggu sekolah mereka terutama maha siswinya.


Tapi sekarang ia mengizinkan cuman belum semua para siswa/siswi yang mengetahui peraturan barunya karena ia masih sedikit ragu.


Sementara di sisi lain, tepatnya di kelas IPA terlihat semua para siswa siwi yang tengah berbincang bincang


"Heyy, perhatian...kita bakalan kedatangan dosen baru" pekik salah satu siswa


"Ah masa"


"Wah kira kira siapa? ganteng gak?"


"Centilnya kumat lagi"


"Ahh moga ganteng"


Begitulah obrolan mereka namun tidak dengan Aisyah yang pokus membaca buku, yaa seperti biasa Aisyah selalu seperti itu ketika di kelas telinga ditutup pake handset.


Tak menunggu waktu lama terdengar ketukan pintu dan salam dari luar Krakkk....!! pintu itu ia buka. Semua tatapan mengarah ke satu titi di mana pintu itu terbuka, sontak membuat semua siswa siwi menundukkan kepalanya kerena yang masuk adalah pak Ujang.


"Harimau datang"


"Aduh pasti ada yang berbuat onar"


"Hah tamat deh riwayatku"


"Pasti si Vino bikin onar"

__ADS_1


begitulah isi hati mereka, mereka selalu risih ketika pak Ujang masuk ke kelas mereka. Jika pak Ujang turun langsung mereka udah tahu kalau ada salah satu di antara mereka yang bikin onar, satu orang yang bermasalah semua yang kena hukumannya.


"Oh bapak kesini bukan untuk marahin kalian, karena hari ini belum ada yang bikin tangan bapak bangun" Semua sorak berteriak karena mereka bebas dari terkaman maut "Kalian mau bapak hukum" tanya beliau ketus sontak membuat semua murid menundukkan kepala lagi.


"Bapak ke sini mau perkenalkan dosen baru kalian" sambung pak Ujang


"Bener kan apa kata gua" seru siswa yang tadi memberi tahu info


Ahmadpun masuk ke dalam kelas tersebut semua mata tertuju pada dia terutama Apian ia terkejut kalau lelaki tadi adalah dosen barunya, ia menutupi wajahnya dengan buku sama halnya dengan anak buahnya 'Apa dia dosen, duh mampus gua bisa bisa nilai gua dadas gara gara tadi' batinnya mengaduh.


'A'a?, apa A'a dosen baru aku...duh pasti karena ucapanku tadi' batin Aisyah menundukan kepalanya.


'Neng?, ternyata kamu di kelas ini' batin Ahmad tersenyum tipis membuat para siswi terpesona


"Ahh manis senyumnya walaupun tipis"


"Aduhh rasanya igin meleleh"


"Aduh prop rasanya jantungku ingin copot"


'Ya Allah, jagalah suamiku dari fitnah mereka' batin Aisyah sedikit cemburu


"Heyy, jaga pandangan kalian. Dia udah punya istri" pekik pak Ujang murka mendengar gumaman mereka.


"Yah udah punya"


"Hahaha...mampus makanya jadi cewek jangan centil"


"Liat tuh, kaya si Aisyah dari tadi nunduk"


"Dasar mata jelalatan"


"Gak papa deh aku jadi istri kedua" ucap Siska membuat semua mata tertuju kepadanya "Ada apa? salah yaa" tanya Siska ketus.


"Salah" jawab semua kompak kecuali Aisyah yang dari tadi membaca buku, ya iyalah dia pake handset jadi gak kedengeran coba kalau gak, bisa bisa dia murka.


Aisyah sebenarnya malas kalau denger pekikan mereka makanya dia pake handset dan itu sukses membuat Ahmad semakin gemes liatnya pasalnya ia mengingat do'a yang di panjatkan tadi di mobil.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2