Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : PELAKOR


__ADS_3

Di sisi lain terlihat Apian sedang memainkan handponnya setelah pulang dari masjid Apian mendapatkan sebuah poto yang sama dengan poto yang di perlihatkan Renata kepada Aisyah.


Terlihat mimik wajah kesal Apian, tangannya pun ikut geram sehingga ia kepalkan dan memukul meja di hadapannya kemudian "Arrrrgggg ini apa lagi, kenapa calon istri gua nyuapin pak Ahmad. Aisyah kamu apa apaan sih udah tahu pak Ahmad udah punya istri masih aja di deketin kamu kan jadi seperti ini arrggg..."


"Tapi gakk mungkin gak mungkin ini Aisyah ini pasti editan...yaa pasti editan arrggg siapa sih yang beritain ini awas aja kalau ketahuan gua hajar tuh orang" pekik Apian marah


Apian tak menyangkan calon istrinya akan seperti ini, setahu dia Aisyah adalah orang yang baik baik gak mungkin juga jadi PELAKOR. Apian tak bigutu aja mempercayai berita hoax itu ia pun berusaha mencari siapa pelaku di balik semua ini.


Berita hoax itu terus saja mejebar luas ke seluruh penjuru dunia tak semua orang berfikiran negatif buktinya sebagian orang yakin kalau itu editan.


Ponsel kedua sejoli itu terus saja berdering karena panggilan masuk, mereka bertanya maksud poto itu apa dan mereka akan membantu untuk berusaha supaya berita itu berhenti tersebar namun apa daya berita bohong lebih cepat tersebar dari pada berita yang bermanfaat.


"Gak papa pak buk kami ikhlas, apa yang sebenarnya terjadi biarlah kami dan Allah swt yang tahu. Kami yakin kemenangan akan datang cuman kita menunggu waktu" tutur Ahmad dari vc yang tersambung ke beberapa orang terutama orang tuanya yang syok akan kejadian itu.


"Kamu yang sabar yaa" ucap ummi menitihkan air matanya begitu juga yang lainnya.


Mereka mensport Aisyah dan Ahmad, terlihat juga mimik sedih Aisyah dari tadi ia menitihkan air matanya, whatsapp nya juga berisi pesan hujatan dari teman teman sebayanya.


"Udah neng jangan nangis...jangan dengerin hujatan mereka, kamu kan gak seperti apa yang di beritakan. Kamu gak usah malu A'a kan suami kamu masa iyaa kamu jadi pelakor, mau jadi pelakor gimana kamu sendiri istri A'a"


"Biarlah Allah yang menilai, dengerin A'a...orang yang di ghibahin itu akan mendapat pahalan lho dari orang yang ghibahin kita, coba kamu bayangin misal nie 5 orang yang ngibahin kamu 5 pahala datang kepadamu coba ini berapa? banyak kan!!. Jadi udah jangan sedih terima saja, ikhlas neng" ujar Ahmad berusaha menenangkan sang istri.


Kata kata Ahmad sukses membuat Aisyah berhenti dari tangisannya dan bersemangat kembali "Nah gitu dong jangan nangis" seru Ahmad mengecup pangkal kepala sang istri.


"Ini nie kapan ada dedek bayinya hha..." seru Ahmad mengelus elus perut datar Aisyah


"Apa sih A'" ucap Aisyah tersipu sementara Ahmad hanya terkekeh

__ADS_1


'A' kamu bisa aja bikin Aisyah tertawa, hahh kenapa aku bisa telat sih mencintai orang yang benar benar mencintaiku. Alhamdulillah kayanya aku udah melupakan Apian dan mulai mencintai A'a' gumam Aisyah dalam hati.


Keesokan harinya kedua sejoli itu telah usai dandan untuk pergi ke kampus seperti biasa Aisyah selalu mengenakan baju syar'inya yang berwarna hitam tanpa ada campuran warna lain.


Sementara Ahmad ia menggunakan kaos yang di tutupi jaket dengan celana jeansnya juga topi yang menamba kesan cool di dirinya.


"Yuk neng" ajak Ahmad yang baru saja membuka pintu mobil untuk sang istri


"A' Aisyah tak..."


"Udah jangan khawatir kan ada A'a" ucap Ahmad memotong pembicaraan sang istri.


Aisyahpun masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Ahmad, setelahnya Ahmad menyalakan mesin mobilnya dan mulai menlajukan mobilnya.


"Neng...udah jangan takut jangan di dengerin omongan orang lain" titah Ahmad meraih tangan Aisyah lalu mengusapnya pelan


Singkat cerita merekapun sampai di kampus, baru beberapa langkah dari parkir mereka sudah di sambut dengan sorakan kata kata tak pantas yang mereka lontarkan juga serangan lemparan kertas di gulung gulung yang di lemparkan ke tubuh Aisyah.


Sontak membuat Ahmad melindungi Aisyah dengan menutupi tubuh Aisyah dengan tubuhnya sehingga lemparan itu mengenai punggung Ahmad segera Aisyah di bawa Ahmad untuk ke kantornya.


Sesampainya di kantor terlihat para Dosen dan Reptor kebingungan harus ngapain pasalnya para maha siswa dan maha siswi terlihat ganas juga satu persatu orang tua siswa siswi berdatangan dan mulai demo.


"Ini gimana pak, mana orang tua mereka pada datang" tanya dosen lain


"Pak Ahmad maafkan saya karena saya tak bisa menyampaikan amanah dari bapak" ucap pak Ujang merasa bersalah.


Di sana pak Ahmad hanya diam tak berbicara satu kata pun ia juga khawatir akan terjadi apa apa kepada Aisyah di kelasnya, iya jadi sebelum Ahmad ke kantor Ahmad mengantarkan Aisyah untuk kekelasnya untungnya ada Renata yang menemaninya jadi tak begitu khawatir.

__ADS_1


Aisyah dan Renata telah sampai di kelasnya setelah menelusuri lorong sekolah tapi anehnya tak ada satupun siswa siswi yang berada di depan setiap kelas seperti biasanya.


Saat Aisyah akan mengucapkan salam tiba tiba ucapannya ia hentikan karena di dalam kelas itu terdengar suara Apian yang tengah berbincang dengan anak buahnya yaitu Vino hah entah kemana si Baim ngilang mulu.


"Bos apa lo jadi melamar si Aisyah?" tanya Vino di angguki Apian "di saat kondisi seperti ini?" tanya Vino kembali dan lagi lagi Apian megangguk


"Gua yakin itu berita hoax gua gak percaya dengan berita itu, gua yakin itu poto editan, gua akan cari tahu siapa pelakunya. Besok gua akan kerumahnya do'ain gua yaa" ucap Apian dengan lantangnya


"Maaf Apian sebaiknya kamu gak usah kerumahku, poto itu memang poto aku sama pak Ahmad" ucap Aisyah masuk ke dalam kelas secara tiba tiba yaa walaupun ia bicara tapi kepalanya tetap menunduk.


"Apa?" pekik keduanya terkejut


"Emang gak boleh yaa seorang istri menyuapi suaminya sendiri" seru Renata ketus


"Maksudnya pak Ahmad itu suamimu Aisyah?" tanya Vino dan Apian hampir berbarengan dan di angguki Apian


"Tapii lo kan waktu itu bila ama si Renata kalau kamu suka sama aku" tanya Apian


"Ihh jadi lo nguping?"


"Iya tapi itu dulu, maafkan aku Apian sekarag aku mencintai suamiku dan sudah melupakan dirimu kebetulan juga suamiku itu adalah cinta pertamaku di bangku SMP" jelas Aisyah membuat Apian sedih hatinya terluka.


"Ya Allah...tapi..." ucapan Apian di potong oleh suara teriakan di arah kantor sepertinya maha siswa maha siswi sudah mulai demo deh, segera Aisyah keluar kelas begitu juga yang lainnya.


Di saat Aisyah keluar dengan tergesa gesa tiba tiba.....


Bersambung...

__ADS_1


Emm kira kira Aisyah kenapa yaa pas keluar ah jangan jangan emm apa yaa!! yuu merapat merapat, simak cerita selanjutnya. Jangan lupa tekan like dan votenya yaa semangatin juga dong authornya biar semangat di kolom komentar😄😁


__ADS_2