
Hari telah berganti, kini matahari yang bertugas setelah tugas bulan usai. Telihat gadis berniqob tengah duduk sila dengan buku di taruh di atas pangkuannya.
Selang beberapa menit gadis itu merasa letih, emm entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Akhir akhir ini dia selalu merasa bosan kalau baca buku, padahal itu baru lima lembar lho, biasanya dia baca buku bisa sampai dua buku perharinya itupun tebal tebal. Tapi itu waktu di pondok..yaa karena di pondokkan banyak teman di perpustakaan, kini beda lagi suasananya.
"Huahhh, pegel nie kepala...hemm bosen, ngapain yaa!!" gumam Aisyah, menutup bukunya lalu meletakkan ke atas meja berukuran kecil di samping ranjangnya. Setelah itu iapun meraih handpon di tempat meja belajar yang lumayan jauh dari ranjangnya.
"Apa aku ke rumah si Nissa aja yaa, suntuk banget nie..." Aisyahpun menyalakan handponya lalu mencari nomor kontak Nissa kemudian menelponnya.
"📞: Assalamualikum..." ucap di sebrang sana yang tengah memilih warna warna di dalam wadah kecil entahlah itu apa isinya....yang terlihat sih kaya cat gitu.
"Waalaikumussalam warohmatullah, ehhh Nis aku kerumahmu yaa...bosen nie" seru Aisyah, mengetuk ngetuk jari jemarinya di meja belajar.
"Wah kebetulan nie...ya udah cepet kesini, aku mau nunjukin sesuatu, cepet...bayyy aku tunggu ya" seru di sebrang sana yang mulai menyungingkan senyumannya, dengan tangan yang mengelus ngelus rambutnya dengan sisir.
Saluran telpon itupun diputuskan oleh Nissa segera "ihhh kebiasaan nie orang, belum di jawab langsung diputusin" ngerutu Aisyah.
Aisyah segera ketandasnya untuk mandi lalu dandan. Selang puluhan menit akhirnya gadis berniqob itu selesai dandan dan langsung bergegas kerumah sahabatnya itu yang berada dikomplek sebrang, tentunya setelah pamitan kepada Hasanah.
'Tok tok tok Assalamualikum'
"Waalaikumussalam, ehhh non Aisyah silahkan masuk... langsung aja yaa kekamar Nissa" tutur Mihnah (pebantu Nissa). Mempersilahkan Aisyah untuk masuk ke dalam rumah, ahh sudah terbiasa seperti itu...ngomong ngomong mamah sama papa Nissa kemana yaa...? Mereka sedang sibuk mengurusi pekerjaannya masing masing.
"Iya bi makasih, permisi" ucap Aisyah ramah.
__ADS_1
"Nis..." panggil Aisyah kepada Nissa, yang tengah mematung di luar kamarnya yang sebelumnya ia menaiki satu persatu anak tangga untuk mencapai lantai dua yaitu kamar Nissa.
"Masuk Syah...biasanya juga langsung masuk hha.." gumam Nissa tapi masih terdengar.
"Iya yaa lupa" gumam Aisyah seraya masuk ke dalam kamar Nissa yang agak luas dengan barang barang yang tersusun rapi.
"Ehhh Syah aku mau pake pewarna rambut nie.. bagus yang mana yaa" ucap Nissa memperlihatkan warna warna yang ada di dalam wadah kecil kepada Aisyah yang tengah melepas cadarnya. Yaa gak papa dong kan mereka sama sama perempuan.
"Ini apa?" tanya Aisyah melirik kearah wadah kecil lalu meraih satu wadah kecil yang berwarna kuning.
"Ini cat rambut, akhri akhir ini kan lagi tren tuh warna rambut di warnai. Nah aku pengen pake juga...menurutmu mana yang bagus?"
"Beneran kamu mau pakai?, itu rambut kamu udah bagus kenapa harus di warna?" tanya Aisyah, mengerutkan keningnya, lalu meletakkan kembali wadah kecil itu ke atas meja belajar.
"Gak papa... gak jadi masalah kalau kamu mau memperindah tapi jangan sampai merusak ciptaan-Nya yaa" tutur Aisyah, menyungingkan senyumannya yang manis. Diangguki Nissa.
"Ehh iya jangan pake warna yang ini yaa" ucap Aisyah menunjuk ke wadah yang berisi cat rambut warna hitam.
"Lah kenapa?" tanya Nissa mengerutkan keningnya.
" Ya gak boleh...di dalam hadist Nabi Muhammad SAW bersabda : akan ada di akhir zaman kaum yang menyemir rambutnya seperti bulu merpati (hitam). Maka dia tidak mencium bau Surga (HR. Abu Daud)" jelas Aisyah
"Ihh ngeri gak nyium bau Surga ahh tidak...buang aja deh yang warna hitam, tapi Syah gak ada solusi lain untuk menutupi uban?" tanya Nissa meletakkan kedua tangannya di pipi.
__ADS_1
"Ada contohnya hinna' (pacar) atau katm (inai)" jawab Aisyah singkat jelas padat. Ini ada dalam hadist, hadistnya shohih, emm coba aja cari tahu hadistnya ke ustadz atau ustazah yaa😁.
" Ouhh, pacar yang dipakai untuk kuku yaa?" tanya Nissa, di angguki Aisyah "yaudah bantu aku yaa pake cat rambut" ujar Nissa, nyengir.
"Ahh gak bisa aku...emm kita ke salon aja yuu, ke salon langganan Bunda aku"
"Ayok atuh" Merekapun pergi ke salon langganan Hasanah dengan mengenakan mobil milik Aisyah.
Saat melintasi taman, mereka berdua melihat Farish dan Ahmad tengah berjalan, kayanya mereka lagi lari pagi deh. Soalnya pakaiannya tak asing (mengenakan sepatu, jaket serta celana selutut, serta handuk kecil yang menggantung di bahu mereka).
'duh ada upin ipin lagi, bisa bisa si Nissa kumat' batin Aisyah, melirik ke arah Nissa ya ternyata benar Nissa tengah memperhatikan mereka berdua dengan perasaan senang.
"Ahhh Syah itu cowok ganteng banget, ahh.. tubuhnya jangkung, dewasa akhhhh pokonya mantap deh" cerocis Nissa histeris serta memukul mukul tangan Aisyah.
"mulai deh, diem ihh sakit" ucap Aisyah tergalak.
"Hhe... maaf sakit yaa, soalnya ganteng atuh hhmm andai aja dia nembak aku ahhh tanpa mikir langsung aku terima" halu Nissa, tiriak histeris serta memukul mukul bahu Aisyah kembali.
Ya biasalah sikap Nissa selalu kumat jika bertemu lelaki tampan, sampai Aisyah menjadi korban haluannya itu. Bahkan nie sampai Aisyah menahan malu karena teriakan histeris Nissa kepada lelaki yang ia temui. Yaa bisa bayangin sendiri lah, gimana kalau kalian bawa temen yang dikit dikit histeris ketika liat cowok ganteng...? pasti teriak atau gak pukul pukul tangan kita atau bisa juga gigit jari mungkin...yaa rasain aja deh sendiri hha..
Bersambung....
Jangan lupa tekan like vote dan lovenya yaa in syaa Allah akan selalu up🤗. Semangatin Authornya dong😁
__ADS_1