
Dua Hari kemudian...
Semua makhluk hidup saat ini tengah rehat setelah seharian beraktifitas. Entah itu rebahan, main ponsel, masak, nyuci piring, nyuci baju, santai santai ataupun bekerja untuk menjemput rezekynya!!. Ya begitulah gambaran saat di siang hari.
Diruangan yang lumayan besar dengan perabotan yang tersusun rapi disana, terlihat dua pasangan yang tengah tidur lelap di atas ranjang yang berukuran paling muat untuk tiga orang.
Tubuh dua sejoli itu di tutupi selimut bermotif bunga berwarna biru dongker dan sedikit warna hitam di setiap sisi sisi selimut itu.
Tringgg....tring...tring... suara telpon masuk membuat Ustadz Usman terjaga.
"Huah...malam malam gini siapa yang nelpon?" gumam beliau menutup mulut dengan tangan kirinya guna menutupi mulut yang tengah terbuka cukup lebar itu. Ustadz Usmanpun meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja kecil di samping ranjangnya.
"Ini siapa?" seru beliau, ia mendapati telpon dari nomor yang hanya tertulis angka, beliaupun mengangkat telpon itu karena penasaran, takutnya ada info penting pikirnya.
"Assalamualaikum warohmatullah..." salam beliau dengan suara besarnya yaa agak nyaring dikit.
"Ahh Waalaikumussalam warohmatullah wabarokatuh, kaifa haluk?" Jawab Di sebrang sana.
'Suaranya kaya orang arab?' batin Ustadz Usman, bertanya tanya dalam benak pikirannya.
"Alhamdulillah saya baik, gimana dengan anda?" jawab beliau dalam bahasa arab
"Alhamdulillah ana baik, ini dengan saudara Muhammad Ahmad Abdillah?" tanya di sebrang sana
"Saya Ayahnya, maaf ada apa yaa dan anda siapa?" tanya Ustadz Usman dengan lemah lembut
"Ahh maaf maaf nama ana Afkhar kepala sekolah universitas Al-Azhar, kairo"
'Ya Allah subhanallah'batin Ustadz Usman terharu pikirannya kini menuju beas siswa Ahmad di kairo yang satu tahun lalu ia daftarkan, badannyapun ikut gemetar.
"Maaf sebelumnya, saya mengganggu waktu tidur ente!" sambung di sebrang sana
__ADS_1
"Gak papa pak"
"Jadi gini to the poin aja, saudara yang bernama Muhammad Ahmad Abdillah telah terdaftar sebagai siswa yang mendapatkan beas siswa di sini" tutur beliau di sebrang sana.
Seketika kata kata itu membuat mata Ustadz Usman meneteskan air mata dan mengucap hamdalah sebanyak banyaknya, beliau terus berterimakasih kepada Sang Maha Baik.
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih pak" seru beliau, merekapun melanjutkan berbincang bincang untuk menanyakan dan menginpormasikan hal hal yang lainnya.
Setelah berbincang bincang cukup lama Ustadz Usmanpun menutup telponnya, beliau tak bisa tidur kembali ia merasa seneng dan ingin cepat cepat memberi tahu kabar bahagia ini kepada putranya.
Karena waktu menunjukkan pukul 03:15 beliau memutuskan untuk sholat tahajud, beliaupun beranjak dari duduknya untuk mengambil air wudhu di tandas. Suara gemericik itu membuat Nurul terbangun dari tidurnya. Ia melirik kesamping seketika ia terkejut karena sang suami tak ada di sampingnya.
"Abi kemana? Ya Allah" gumam Nurul membulatkan matanya mencari kesana kemari.
Krakk...!!
Pintu tandas terbuka Ustadz Usmanpun keluar hanya mengenakan handuk di kaitkan dipinggangnya "Ya Allah Abi, ngagetin...kirain Abi kemana?, Ummi khawatir tahu" Ustadz Usman terkekeh "Abi malah ketawa bukannya minta maaf" rengek Nurul memalingkan wajahnya.
"Telat akh Abimah, sana Abi pake baju dulu" titah Nurul, berusaha melepaskan tangannya perlahan namun Ustadz Usman malah mempererat pelukannya.
"Abi lepasin" rengek Nurul dengan nada manja
"Gak akan, Ummi tahu gak ada kabar baik lho...!" ujar Ustadz Usman tanpa memperdulikan tangan yang terus berusaha melepas tangannya.
"Emang ada kabar baik apa Bi?" tanya Nurul, menghentikan kegiatan melepas tangan Ustadz Usman.
"Mau dengar?" Nurul mengangguk pelan "Jadi gini Mi...tadi Abi dapat kabar dari pihak sekolah di kairo, katanya putra kita dapat beas siswa" sambung beliau menopangkan dagunya di bahu sang istri.
"Apa Bi?" Nurul terkejut dan melirik ke arah Ustadz Usman sehingga bibir itu mengecup pipi sang suami, membuat beliau terkesiap "Ihh Abi kok ada di sini sih" seru Nurul memalingkan wajahnya ke arah sebaliknya dengan pipi yang memerah merona.
"Sekali lagi dong sayang, tadituh gak kerasa" ledek beliau
__ADS_1
"Abi beneran kalau putra kita bakalan kuliah di kairo?" tanya Nurul mengalihkan pembicaraan.
"Ehh sini dulu dong, sini..." titah beliau mengetuk ngetuk pipinya kode ingin di kecup.
"Abi jangan gitu dong, cepetan kasih tahu Nurul" rengek Nurul mencubit pipi gemil milik suaminya membuat Ustadz Usman gemes melihat tingkah lakunya.
"Yaa bener, Alhamdulillah Ahmad akhirnya mendapatkan beas siswa disana setlah kita lama menunggunya" ujar beliau mengalah, iapun melepaskan pelukannya.
"Alhamdulillah Bi...Nurul seneng banget dengernya, tapi..." ucapan Nurul di hentikan matanya mulai membendung air mata.
"Tapi apa sayang, jangan sedih dong, seharusnya Ummi bahagia karena putra kita bisa kuliah" Tutur Usman, menghapus air mata yang jatuh mengalir di pipi yang agak keriput itu.
"Ummi sedih kita bakalan jauh dari anak kita Bi, Ummi khawatir Ahmad di sana sendiri. Apalagi kan dia gak ada teman disini. Ummi takut kalau Ahmad sakit ummi gak bisa temani dia, Ummi takut kalau Ahmad kenapa na..." cerocos Nurul, membuat Usman menarik nafas panjang.
"Sutttt...gak baik bicara seperti itu, Abi yakin kok Ahmad bisa jaga diri nanti disana diakan udah besar!, apalagi kan Ahmad masa remajanya dihabiskan di pesantren jadi Ahmad disana bisa masak sendiri bisa cuci baju sendiri. Benerkan Ummi? di pesantrenkan bukan hanya belajar tapi juga di ajarka untuk mandiri, udah Ummi jangan khawatir. Kita doakan aja Ahmad yang terbaik yaa, Ummi jangan berlebihan karena yang berlebihan itu gak baik!!" Jelas Ustadz Usman dengan lemah lembut.
"Iya Abi, berarti kita besok akan jemput Ahmad dong?" tanya Nurul ceria kembali
"Iya tapi agak siangan yaa" tutur Usman, mengecup pangkal kepala Nurul membuat dia tersipu.
"Udah ihh sana pake baju" titah Nurul mendorong bahu yang gak sekuat dulu dan se keker dulu pelan.
Ustadz Usmanpun beranjak dari duduknya lalu membuka pintu lemari guna mengambil baju lalu dikenakannya.
"Ayok kita sholat sunnah" ajak beliau yang tengah memakai sarung
"Iyaa Nurul mau ketandas dulu" Nurulpun melangkahkan kakinya menuju tandas.
Setelah selesai mereka berdua melaksanakan sholat sunnah lalu berdzikir dan membaca qur'an sambil menunggu waktu adzan subuh dikumandangkan.
Bersambung....
__ADS_1
Ayo dong semangatin Authornya😅 jangan lupa like komen dan tekan votenya yaa😟🤗.