
Kita ke Sukabumi sejenak, melihat Mila lahiran dan putra keduanya berjenis kelamin apa... yuu simak
Di sebuah lorong rumah sakit rasanya sangat sepi, tak ada aktifitas lalu lalang di sana. Mungkin cuman beberapa orang yang berjaga di sana, terlihat dua keluarga yang baru bersatu tengah mondar mandir menunggu lahirnya seorang bayi munggil.
"Ya Allah semoga persalinannya lancar" gumam Hasanah yang tengah mondar mandir gak jelas
Di ruangan kecil terlihat Mila tengah ke sakitan ia harus menaruhkan nyawanya demi bayi munggil di dalam rahimnya agar bisa keluar dengan sehat dan sempurna. Di sana juga ada sang suami yang setia menemani serta menyemangati.
Selang puluhan menit menunggu akhirnya bayi yang ada dalam rahimnya keluar juga dengan keadaan sempurna dan sehat, terlihat Mimik wajah yang penuh keringat dan menahan sakit kini berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu manis.
Juga Farish yang terlihat senyum bahagia karena putra keduanya telah lahir kedunia. Farish sangat bersyukur atas apa yang telah di berikan Allah swt kepadanya, sungguh ini rezeki yang paling semua orang nanti nanti.
Dimana setiap pasangan pasti menginginkan rezeki berupa bayi mungil yang mengisi rumah dengan tawa dan tangisannya.
"Alhamdulillah, teri makasih ya Allah atas rezeki yang kau berikan kepada kami, Amiin" gumam Farish mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, air mata di netranya pun keluar mengalir begi aja tanpa permisi saking bahagianya.
Sementara di luar ruangan terlihat mimik wajah terharu di saat suara bayi terdengar jelas di telinganya "Alhamdulillah"
Singkat cerita kedua keluarga tersebut masuk kedalam ruangan untuk menjenguk Mila yang tengah terbaring lemas namun senyumannya tersunging di bibirnya.
Krakkk....suara pintu terbuka diiringi seorang dokter dengan bayi mungil kemerah merahan di pangkuannya.
"Selamat yaa bayinya cantik sama kaya ibunya hhe..." ucap dokter memindahkan bayi mungil kepangkuan sang ayah yaitu Farish
"Maksud dokter perempuan?" tanya Farsih menggendong putrinya airmata menetes di netranya "Assalamualikum...masya Allah cantik banget, Abi kasih nama apa yaa? emm gimana kalau namanya Siti Hasna Sihab?" sambung Farsih mengecup pangkal rambut bayi mungil ke merah merahan.
"Iya A' Mila setuju" seru Mila tersenyum
"Kalau gitu saya permisi Assalamualikum" seru dokter itu seraya mengayunkan kakinya
"Waalaikumussalam warohmatullah wabarokatuh"
Farish mulai melantunkan adzannya di telinga bayi mungilnya di telinga bagian kanan dan iqomah di bagian telinga kirinya.
"Selamat yaa menantuku" ucap Hasanah kepada Mila begitu juga dengan Rahmat
"Selamat yaa Mila" ucap Nurul begitu juga dengan ustadz Usman
__ADS_1
"Farish bunda pengen gendong cucu bunda" tutur Hasanah meremas tangannya
"Iya ini bunda, sayang sama nenek yaa" ucap Farsih menyodorkan bayi mungilnya ke pangkuan sang bunda.
"Masya Allah cantik yaa seperti umminya, emm apa yaa yang mirip dengan abinya?" seru Hasanah mengecup pipi kemerah merahan itu
"Idungnya bun... liat mancung kaya menara eiffel" ledek Rahmat membuat suasana semakin ramai.
"Bun sekarang ayah" pinta rahmat namun Hasanah tetap pokus menggendong bayi mungil itu. "Bun gantian" sambuang Rahmat
"Nanti ayah, bunda belum puas" elak Hasanah datar
Setelah kedua paru baya itu cekcok akhirnya Hasanah memberikannya kepada suaminya, terlihat mimik wajah bahagia di wajahnya "Emm kapan yaa aku bisa gendong cucuk dari putri kita?" seru Rahmat membuat semua orang terkejut sekaligus berharap lebih.
"Iya kapan yaa, emmm" seru Nurul murung
"Sabar nanti juga bakalan punya"
"Ouh iya bun...Aisyah udah di kasih tahu?" tanya Mila kemudia karena ia baru igat kepada sahabatnya itu.
"Emang Aisyahnya gak bangun gitu?" tanya Mila seketika sedih
"Tadi sih ummi denger teriakan Aisyah..." jawab Nurul namun di potong sama Hasanah
"Emang teriak apa?"
"Katanya gini Aris melahirkan?" jelas Nurul membuat semua orang tertawa lepas
"Kok Farsih sih, punya adik telinganya kemanain" elak Farsih merasa tersinggung.
"Terus?"
"Ya cuman gitu, pas di tanya sama Ahmad katanya Aisyah tidur lagi soalnya lelah" ucap Nurul apa adanya
"Lelah?"
"Emm bagus deh...kalau gitu kan bisa cepet cepet punya cucu" seru Hasanah senyum jail
__ADS_1
"Amiin, moga yaa Allah memberikan keturunan kepada mereka"
"Ouh gak papa deh nanti juga Aisyah tahu, uhh gimana yaa kalau dia tahu pasti heboh satu kampung" seru Mila terkekeh pasalnya waktu Mila melahirkan anak pertama, Aisyah yang baling bahagia di antara mereka semua. Putra pertamanya pun Aisyah rawat dengan tulus namun ia hanya bisa sebentar sebentar soalnya harus kuliah.
"Ihh pastinya apa lagi ini cewek, awas Mil hati hati bisa bisa anakmu manggil mamah lagi sama Aisayh gara gara Aisyah yang selalu rawat bayimu" ujar Rahmat menakut nakuti
"Gak papa yah, yang penting bayiku sehat...Aisyah nanti juga bakalan punya, pasti lebih pokus lah sama anaknya" elak Farsih
"Iya deh terserah, kalian do'ain aja moga mereka di kasih keturunan yang lucu lucu"
Singkat cerita subuhpun tiba terlibat Ahmad membuka matanya pelan, melihat ke arah sang istri yang masih nyenyak di atas bantalnya "Masya Allah istriku pasti lelah yaa setelah seharian beresin rumah, hha lagian aku pake di basahin lantai lagi...hha...biar seru ya ternyata emang seru. Kalau di pikir pikir nie kaya anak kecil aja" gumam Ahmad seraya mengecup panggal kepala sang istri.
_Flasback Off_
Hari ini hari libur seduania, biasanya setiap orang akan meluangkan waktunya untuk jooging namun tidak dengan kedua pasangan ini. Ahmad mengajak sang istri untuk membereskan rumahnya yaa berdua tanpa ada bantuan dari bi Siti dan mang Budi.
"Alhamdulillah akhirnya beres juga, Aisyah lagi nyapu lantai...emm aku siram aja deh" gumam Ahmad jail yang telas usai menyiram bunga bunga di taman.
Ahmadpun mulai membasahi lantainya dengan air yang mengalir sangat deras di selang membuat Aisyah marah "A'a basah" rengek Aisyah karena bajunya ikut kebasahan
"Haha...sekalian mandi neng" seru Ahmad tertawa jail
"Ihhh A'a..." Aisyah meraih selang itu dan di basahilah baju Ahmad membuat Ahmad terkekeh dan mereka saling membalas. Bi Siti sama mang Budi hanya geleng geleng kepala.
"Ada ada aja non Aisyah sama aden Ahmad" ucap Budi di pos
"Ya Allah kaya anak kecil, semoga non Aisyah sama den Ahmad sakinah mawadah warohmah pernikahnya dan segera di kasih momongan sama Allah, amiin" gumam bi Siti yang memperhatikan mereka di jendela rumah.
"A'a ihhh liat basah" rengek Aisyah menghentikan kegiatannya seraya memperlihatkan bajunya yang basah.
"A'a juga, gak papa kita kan belum mandi" elak Ahmad masih menyiram seluruh sudut teras rumahnya
"Iya sih, tapi ini nambah pekerjaan banget, kaya kolam renang aja nie teras" tutur Aisyah cemberut dengan tangan di kaitkan di pinggang.
Belum selesai yaa cerita Flasback Off mereka yang asyik main air simak di episode berikutnya dadahh....
Bersambung......
__ADS_1