
"Ta kamu ke sini sama siapa?" tanya Aisyah yang sedang membuat kembali istana pasir
"Keluarga"
"Gak sama si Vino?"
"Nanti kalau udah nikah"
"Ck. makanya buru buru nikah jangan pacaran mulu"
Renata hanya menghela nafas berat karena sebenarnya ia belum siap nikah makanya pacaran dulu...
"Assalamualakum Aisyah lagi ngapain?" tanya Citra (tetangga Aisyah di Sukabumi)
"Waalaikumussalam ehh teh lagi liburan yaa?"
"Iya nie, kamu sama suami ke sini?" tanya Citra terkekeh dan di angguki Aisyah kemudian
"Bababa bababa" celoteh balita di pangkuan Citra sembari merentangkan tangannya bertanda igin di gendong
"Ahh pengen di gendong yaa, uhh sini sama teteh" Aisyahpun menggendong Naila, terlihat Naila sangat senang, memang Aisyah itu sudah pantas jadi ibu
"Teteteh **** teteh" celoteh Naila
"OMG lucu bagett, bahasa apa itu!!" seru Renata mencubit pipi mungil milik Naila
"Aisyah kapan nie punya bayi? sudah pantas lho jadi ibu hhe..." seru Citra terkekeh, ia tak mengetahui kejadian kemarin yang menimpa Aisyah dan itu sangat menyakitkan, hati Aisyah seketika tergores kembali, matanya sudah berkaca kaca namun ia berusaha tak menumpahkan air matanya itu.
Renata yang melihat mata Aisyah yang sudah berkaca kaca pun ikut merasa sedih.
'Ya Tuhan kasian Aisyah....,ah aku punya ide hhi tunggu yaa dedek bayi orang tuamu akan segera membuat ragamu hhiii....' batin Renata tersenyum jail.
"Emm maaf aku permisi sebentar" kata Renata beranjak pergi meninggalkan mereka.
Renata mengunjungi sebuah apotek, terlihat ia sedang membeli obat entah apa itu. Setelah selesai membeli obat Renata langsung pergi menuju penjual minuman.
"Ba ini jus nya" ujar penjual menyodorkan tiga wadah jus (jus buah naga, jus mangga juga jus jambu)
"Terimakasih"
Renatapun mengeluarkan obat yang ia beli tadi, lalu menaburi kedalam wadah berisi jus buah naga, setelah selesai ia pergi menghampiri Aisyah.
"Hi Syah, emm kamu haus gak? aku beliin ini untukmu" ucap Renata menyodorkan jus buah naga kepada Aisyah "Nabila ini, kakak juga beli untukmu" sambung Renata menyodorkan jus jambu kepada Nabila.
"Makasih kak/Ren" ucap keduanya kompak
Ketika sedotan menempel di mulut Aisyah terlihat Renata sangat menunggu sahabatnya itu meminumnya namun tiba tiba Aisyah menghentikan kegiatannya dengan ekspresi wajah tak bisa di artikan.
"Ren aku ke tandas dulu yaa pengen pipis" kata Aisyah beranjak pergi meninggalkan mereka
__ADS_1
Renata menghela nafas kasar lalu mengangguk 'Hadeh gagal, ehh tapi gak papa biar suaminya sekalian minum haha...memang aku ini sangat jahat, Adsyah on the way Adsyah on the way yee Adsyah akan segera on the way' batin Renata tersenyum jail
"Nabila...ikut aku yuu, aku punya sesuatu" ajak Renata kepada Nabila agar Nabila tak balik ke villanya dan itu sangat mengganggu mereka.
"Mau apa kak?"
Karena kelamaan Renatapun menarik tangan Nabila dan membawanya pergi
Sementara di sisi lain...
Krakkk....
Suara pintu diiringi ucapan salam di lontarkan, Aisyah segera masuk ke dalam kamarnya. Terlebih dulu ia menaruh jusnya di atas nakas dan langsung pergi ke tandas tanpa melirik ke arah Ahmad yang tidur terlelap.
.
.
"Huahhhh, ya Allah tenggorokan kering kaya di padang pasir" ucap Ahmad serak seraya melirik ke sana kemari, pandangannya terhetikan ke arah jus di atas nakas
"Emm jus kesukaanku kayanya seger..." gumam Ahmad seraya meraih jus di atas nakas lalu meminumnya.
Tak menunggu waktu lama obat itu langsung bereaksi, Ahmad merasakan ada yang aneh dengan badannya.
Ahmadpun melirik ke arah jus itu "apa minuman ini sudah di campur obat kuat?" Ahmad segera pergi ke tandas untuk menahan diri agar tak kebablasan.
Betapa terkejutnya Ahmad ketika membuka pintu tandas karena Aisyah tengah mematung di balik pintu, Ahmad sempat tergoda namun ia segera mendorong sang istri lalu masuk ke dalam tandas dan menutup pintunya.
"A'a kamu kenapa?" tanya Aisyah bingung
"GAK PAPA" pekik Ahmad di dalam kamar mandi lalu mengguyur tubuhnya dengan air
"Ck. aneh baget" Aisyah beranjak pergi lalu duduk di atas ranjang memainkan handponnya.
Tenggorokan Aisyah rasanya kering ia pun teringat dengan minuman yang Renata belikan untuknya, ia pun melirik ke arah nakas ternyata minumannya masih ada. Aisyahpun meraih jusnya seraya meminumnya.
Di tandas terlihat Ahmad sudah merasa enakan karena efek obatnya sudah hilang ia pun teringat bahwa minuman tadi belum ia buang, bisa bisa Aisyah meminumnya.
Ahmadpun segera keluar tanda ia terkejut ketika Aisyah sudah meminum jusnya.
"Aduhhh gimana nie" gumam Ahmad mengaruk kepalanya yang tak gatal
"A'a sini ihh, Aisyah aja deh yang ke sanah yaa" seru Aisyah membuat bulu punduk merinding, lalu menghampiri Ahmad yang tengah mematung di depan pintu tandas.
Seketika Ahmad membalikan tubuhnya lalu pergi masuk ke tandas kembali namun naas tangannya berhasil Aisyah pegang sehingga Ahmad tak bisa masuk.
"A'a ihh mau kemana, tubuh Aisyah panas..."
"A'a mau mandi"
__ADS_1
"Nanti dulu Aisyah panas"
"Tinggal nyalahin acnya"
"Gak mau, bukan itu yang Aisyah iginkan, Ayok A'a ihhh tubuh Aisyah panas"
Ahmad berusaha melepaskan genggamannya namun Aisyah semakin ganas lalu menariknya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ayokk cepet ihh panas tubuh Aisyah A'a..." rengek Aisyah menarik handuk yang Ahmad kaitkan di pinggangnya sehingga terlepas
'Gimana nie, dikit aja deh gak papa' batin Ahmad nyengir
"Malah nyengir cepettt ih" Aisyah tergalak
"Beneran mau?" tanya Ahmad mulai tak terkendalikan
"Gomong mulu cepet"
Dan pada akhirnya mereka beradu cinta di balik selimut, (skip aja yaa kalau mau sama pasangannya biar apdol😂, yang jomblo diam aja yaa 😁)
Di Kamar lain, Renata dan Nabila tengah asyik dengan polselnya masing masing.
"Kak aku mau ke kamar, di sinimah jenuh" kata Nabila beranjak pergi namun Renata segera menghentikannya
"Kenapa kak?" tanya Nabila bingung
'Duh gimana nie jelasinnya?' batin Renata sembari menggaruk keningnya yang tak gatal
"Oh aku tahu apa yang kak Renata rencanakan!!" seru Nabila membuyarkan lamunan Renata "Hehe maaf kak, emm pasti kakak ngunci kamar mereka supaya mereka bisa bikin dedek bayi ya kan?" sambung Nabila polos
'Ya Tuhan ini anak sudah ngerti begituan' batin Renata melongo
"Ahh kakak ini memang the bast, Nabila dukung lho rencana kakak....mudah-mudahan mereka cepet di kasih momongan agar teh Aisyah gak sedih lagi amiin" celoteh Nabila seraya mengusap wajahnya
"Kamu ngerti yang begituan?" tanya Renata masih tak percaya
"Anak sd aja udah ngerti apa lagi aku yang udah gede hha..." terkekeh
"Iya juga yaa haha....yes semoga rencana aku berhasil dan Adsyah segera on the way" seru Renata senang
"Adsyah?" tanya Nabila bingung
"Iya jadi itu nama gabungan dari Ahmad dan Aisyah" jelas Renata senang
"Adsyah?, ahhh nama yang bagus...aku suka, ihh kakak ini menang teh bast deh. Emm kapan kakak punya suami?"
"Lagi proses haha..."
Jangan lupa tekan dukung, like, love juga komen yaa. Gak maksa kok yang mau aja biar authornya semangat gitu hhi😅😄
__ADS_1