
"Apa? tadi kamu bilang apa? ouhh mau dicubit yaa!!" seru Farish tergalak. Ia berusaha meraih tangan mungil milik Aisyah guna mencubitnya, namun usahanya gagal karena Aisyah berusaha melindungi tangannya itu dengan cara mencubit kembali tangan keker milik Farish. Yaa bisa dikatakan Aisyah juga mulai tergalak, gak mau kalah hhe...
"Ampun ma' lampir" teriak Farish meringis kesakitan, karena cubitan Aisyah mendarat dengan sempurna di tangan kekernya.
"Bilang apa tadi?, ma' lampir!! ouh mau di cubit lagi?" seru Aisyah terkekeh, Aisyah mendaratkan kembali tangannya ke tangan keker milik Farish, karena Aisyah murka ( di bilang ma' lampir ). Jangan pikir langsung cubit kulitnya yaa...
"Ampun bang jago, ehh ampun adikku tersayang, yang manis serta imut, udah jangan cubit yaa dedek kecilku hhe..." tutur Farish, Aisyahpun terkekeh lalu melepaskan cubitannya dan kembali ngemil.
Author: Ngemil mulu tar gembil lho
Aisyah: biarin, gembil itu lucu lho hha...
Hening sesaat setelah keduanya perang cubit cubitan.
"Syah" panggil Farish, memecahkan keheningan. Namun tak dibalas Aisyah "emm si Nissa rumahnya di mana syah?" sambung beliau karena lama kalau menunggu jawaban dari Aisyah.
" Di komplek sebelah" jawab Aisyah datar.
"Ouhhh...emm si Nissa itu orangnya kaga gimana sih? tapi yaa yang Aris liat dari diri dia itu...orangnya kalem, baik, cantik juga keliatan kaya cerewet yaa!! tapi itu tidak masalah bagi Aris" tutur Farish membuat hati Aisyah tergores.
'Ya Allah, jadi selama ini bertepuk sebelah tangan? aku kira Aris memiliki perasaan yang sama sepertiku (kagum yaa mungkin suka) mungkin Aris cuman menganggapku adiknya gak lebih hiks' batin Aisyah, mulai membendung air matanya namun ia tahan agar tak jatuh.
"Heyy...kenapa bengong, jawab pertanyaa Aris syah jangan bengong mulu..mikirin apa sih?" seru paris melambai lambaikan tangannya di depan wajah Aisyah sontak membuat gadis itu terbangun dari lamunannya.
"Ahh apa iya Aris?" seru Aisyah terkejut.
"Emm gini ya Aris...bukannya Aisyah tak ingin menceritakan sikap seseorang kepada orang lain. Aisyah takut salah nilai, misal gini Aisyah nilai Nissa kalau Nissa itu orangnya baik ehh ternyata yang sebenarnya ia tuh buruk. Setiap orangkan gak bisa dinilai dari luarnya aja kan?, Aris tahu itu kan..!! Bisa jadi orang yang berpenampilannya gitulah (seperti preman) tapi sebenarnya hatinya selalu berdzikir kepada Allah dan sebaliknya bisa jadi orang yang terlihat baik tapi sebenarnya di hatinya ada niat yang buruk, benerkan? *diangguki Farish* Jadi Aisyah gak mau menceritakan itu biarlah Allah yang menilainya, kalau Aris ingin tahu lebih banyak tentang Nissa sebaiknya Aris cari tahu dari orangnya....biar apdol gitu hhe..." tutur Aisyah berusaha ikhlas.
"Iya juga yaa... tapi gimana caranya agar Aris kenal lebih dekat dengan si Nissa?" gumam Farish namun masih terdengar di kuping Aisyah.
__ADS_1
'Emm kayanya Aris bener menyukai sahabatku, aku akan berusaha ikhlas demi Aris' batin Aisyah melirik sedikit ke arah Farish yang tengah binggung.
"Emm gini aja Aris, Aisyah punya no. wa Nissa, apa Aris minat?, Aris kan bisa tanya tanya tentang Nissa. Aisyah yakin Nissa bakalan balas chet dari Aris" seru Aisyah, berusaha menyungingkan senyumannya.
"Boleh juga, tapi kenapa kamu yakin bilang seperti itu?" tanya Farish, mengerutkan keningnya.
"Ya jelaslah... mana ada sih wanita yang seneng di chat lelaki kece...apalagi yang ngechet itu Aris hha.." jawab Aisyah nyengir.
"Ada kok" seru Farish terkekeh
"Siapa?" tanya Aisyah menegerutkan keningnya
"Kamu hhaa..." jawab Farish, ketawa jail.
Mereka berduapun terkekeh, seketika suasana hening kembali. Terlihat Ahmad yang tengah berjalan mencari Farish usai jajan "Nah itu si Farish sama siapa yaa, ahh kerjain akhh" gumam Ahmad, iapun berjalan mendekati mereka dan mulai membacakan surat Al-Isra ayat 32 yang berbunyi.
Artinya:"Dan janganlah kamu mendekati zina (zina) itu suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk" Ucap Ahmad.
Namun mereka tak mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an yang ia lontarkan di mulutnya, mereka hanya sibuk dalam lamunannya masing masing. Yaa Aisyah melamun gara gara ucapan Farish, sedangkan Farish dia sedang melamun karena bahagia dan tak sabar untuk menghubungi Nissa.
'Yaelah kenapa mereka malah diem?' batin Ahmad, bingung. Ahmadpun kembali meluncurkan kejailannya itu.
Ahmad melirik ke kanan ke keri saat hendak melirik ke bawah ia melihat ada bulu Ayam kayanya, sontak membuat dia mempunyai ide lalu tersenyum jail. Ia meraih bulu Ayam itu lalu memasukannya ketelinga Farish, namun tetap saja ia tak memperdulikannya malah ia meraih upluk jaketnya lalu menutupi kepalanya.
Sedangkan Aisyah ia pergi tanpa permisi ketika Ahmad hendak mengerjainya, seketika kening Ahmad jatuh 180° kebawah, pikirannya penuh tanda tanya. Gadis itu kenapa? pikirnya.
Ahmadpun berdiri dari jongkoknya iapun duduk di bangku bekas dudukan Aisyah dengan ekspresi kebingungan. Ahmad terus memperhatikan Farish yang tengah asyik dengan lamunannya.
"Syah, apa sebaiknya Aris hubungi sekarang yaa" seru Farish tanpa melirik sedikitpun.
__ADS_1
"Ini Ahmad bukan Aisyah to'i" ujar Ahmad tergalak
"Ehh si Aisyah mana?" tanya Farish melirik ke arah Ahmad
"Orang yang lo cari udah pergi, lo sih bengong mulu...emang lo kenapa sih senyum senyum sendiri?" tanya Ahmad, penuh misteri.
"Lo inget gak cewek yang tadi jalan sama si Aisyah?" tanya Farish fi angguki Ahmad yang tengah ngemil. "nah tadituh si Aisyah ngasih no.wa dia ama gua, cakep bet ceweknya" sambung Farish, meraih cemilan di kantung plastik yang berisi cemilan.
"Entahlah gua cuman liat si Aisyah itupun sekilas hhe..." gumam Ahmad namun terdengar.
"ahh elu"
Sementara di sisi lain...
Aisyah berjalan menuju toilet dengan mata berkaca kaca, namun ia berusaha untuk tegar. Ketika gadis itu hendak mengetuk pintu tanda tiba tiba Nissa membuka pintunya sontak membuat Aisyah terkejut.
"ehh syah...maaf lama yaa" ucap Nissa merasa bersalah.
"Gak papa, maaf yaa aku gak bisa anter kamu ke salin soalnya aku cape pengen rehat" seru Aisyah lemas.
"Kamu sakit kok lemes gini" ucap Nissa khawatir, satu tangannya mendekatkan ke kening Aisyah namun Aisyah menghindar.
"Gak aku gak papa, anu aku cuman ingin tehat" tutur Aisyah tersenyum.
Karena Nissa merasa kasian akhirnya Nissa mengurungkan niatnya untuk mengecat rambutnya.
Bersambung...
Author: Maaf yaa upnya telat, pagituh mau up tapi pas mau up ehh malah kehapus jadi harus ngetik ulang lagi tadinya mau tadi siang cuman ada urusan jadi yaa di tunda dulu deh nah sekarang baru bisa ketik ulang lagi😁🙏. Semoga suka yaa dengan ceritaku🤗, jangan lupa dukung yaa jangan lupa juga tekan like, love sama votenya yaa🤗🤗.
__ADS_1