
Kini suasana semakin sepi dimana pengantin baru itu saling diam diaman tak ada ucapan yang mereka lontarkan, malam juga semakin larut namun kedua sejoli itu belum merasakan kantuk terutama Ahmad yang masih penasaran dengan cerita kehidupan sang istri.
"Emmm...katanya kamu kuliah yaa?" tanya Ahmad canggung memecahkan keheningan dan diangguki Aisyah kemudian.
Trakk....!!!! suara sentuhan antara pulpen dan lantai
Aisyah segera meraih benda yang jatuh itu di dapatinya pulpen yang ternyata itu pulpen milik Aisyah dulu, zaman SMA "Ini kan pulpenku" gumam Aisyah masih mengingat pulpen kesayangannya yang terdapat gambar micky mous di ujung bolpoinnya.
"Kenapa, kok tatapannya gitu?" tanya Ahmad tersadar sang istri memperhatikannya dengan tatapan marah dan juga tangan yang menggenggam bolpoinnya.
"Pulpen aku kok ada di sini?" tanya Aisyah mengerutkan keningnya curiga.
"Saya nemu pulpen itu.... yaa udah saya pake aja, lagian enak pake pulpen mahall" jawabnya datar sembari memainkan kuku kukunya, kaya gak punya salah gitu...
"Ya Allah" gumam Aisyah mengelus elus dadanya
"Hhhaa....ceritanya merajuk,,,maaf yaa itu pulpennya sekarang saya balikin deh..." ujar Ahmad meraih pulpen ditangan sang istri seraya menyodorkan pulpen itu kepada pemiliknya lagi.
"Ihhh nyebelin, udah abis baru di balikin" rengek Aisyah memalingkan wajahnya seraya merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi sang suami.
"Heyy jangan marah dong, katanya udah ikhlas" bujuk Ahmad menyentuh bahu dan menariknya sehingga posisi Aisyah menjadi terlentang
"Astagfirullah" gumam Aisyah menutup wajahnya dengan ke dua tangan kaget.
"Miringkeun badanna ka die (di hadapannya)" titah Ahmad datar, Aisyahpun melaksanakan perintahnya "Nah gitu, udah sekarang kita bobo saya udah ngantuk, ouh iya wajah kamu masih panas gak?" Aisyah menggelengkan kepalanya walaupun matanya dari tadi ia pejamkan.
Ahmadpun tersenyum seraya mengecup kening sang istri membuat pipi keduanya memerah "Emm itu kerudungnya lepas" titah Ahmad namun Aisyah hanya diam, ia bingung harus ngapain pasalnya setiap ia tidur pasti pake hijab "Kalau gak mau gak papa, saya gak maksa" sambungnya pelan.
__ADS_1
Aisyahpun melepas kerudungnya, rambut lurus sepunggung pun berjatuhan kedepan ketika ikatan rambut itu iya lepaskan. Sontak membuat Ahmad semakin terpesona dengan kecantikannya. Ahmad memalingkan wajahnya kemudian seraya merebahkan tubuhnya, ia menahan hasratnya yang mulai muncul karena ia kasian kepada sang istri...masa iya dia harus melayanin dirinya dalam keadaan seperti itu (wajahnya perih).
'Alhamdulillah dia gak minta itu, hari ini aku selamat tapi bosok entahlah' batin Aisyah mengelus dadanya dan juga bernapa lega "Emmm aku penasaran deh pengen liat wajah kk kulkas, apa sekarang aku liatnya yaa...kayanya dia udah tidur deh" gumam Aisyah,
Membuka matanya perlahan dan melirik ke arah wajah sang suami kemudian "Pantesan ukhty ukhty di luar sana pada tertarik sampai lupa untuk menundukkan kepalanya da gara gara ini. Ya sih emang tampan tapi tetep nyebelin" gumam Aisyah memberanikan diri untuk menyentuh wajahnya,
Membuat Ahmad meletakkan tangannya di atas tangan sang istri dengan jari menggaruk garuk pipi karena kuku Aisyah menusuk di pipinya.
Pegangan itu membuat Aisyah terkejut sekaligus bingung mau ngapain, sentuhan itu rasanya semakin erat sehingga sulit untuk di lepaskan 'Aduh gimana nie..' batin Aisyah memejamkan matanya dengan bibir mengaduh.
Ahmad membuka matanya seraya memejamkan kembali matanya, hanya untuk melihat ekspresi sang istri 'tunggu sampai besok yaa' batin Ahmad terkekeh dan mempererat genggamannya, di huatnya Aisyah semakin ketakutan pasalnya ia takut sang suami pas bangun akan meledeknya.
______________________________________________
Kukuruyukkk....suara ayam berkokok sekitar pukul 04:03
"Ulet?, ada ulet" pekik Ahmad membuat sang istri terkejut dan duduk tergesa gesa, matanya melirik ke sana kemari mungkin ia mencari ulat. Tawapun keluar dari mulut Ahmad sembari memegangi perutnya sakit akibat tertawa. Sementara Aisyah ia memukul bahu sang suami kesal "Ihhh...ouh mungkin ini nie uletnya" elak Aisyah menarik alis tebal Ahmad, mengaduh.
"Maaf atuh, soalnya kamu peluk saya sama tuh kepala di sandarin di dada, geli tahu..." ucap Ahmad terkekeh sementara Aisyah, ia menundukkan kepalanya dengan pipi mulai memerah.
Apa emang dia memeluk sang suami. Ah perasaan enggak deh, tapi kalau iya gimana? ahh malu banget pikirnya memejamkan matanya.
Ahmadpun menyentuh dagunya seraya mengangkatnya ke atas "wajah kamu sudah sembuh?" tanya Ahmad, di angguki sang istri "Alhamdulillah,,, nanti pake lagi yaa" Aisyah membulatkan matanya seraya bergumam dalam hati 'mau bunuh? tega banget'
Ahmad terkekeh seraya menggelengkan kepalanya "Gak atuh...maksud saya udah gini aja...cantik kok apa lagi itu bibir menggod..." tuturnya mengecup kening sang istri lembut membuat pipi itu semakin merah.
"Kita siap siap, bentar lagi adzan subuh" ajak Ahmad melepaskan kecupannya.
__ADS_1
"Kk dulu mandinya, Aisyahmah lama" titah Aisyah menatap wajah sang suami mungkin ia masih penasaran dengan wajah sang suami. Kalau di teliti dia mirip banget sama mas misterius, matanya belo kaya Aisyah, alisnya juga kaya ulat bulu, sama ukuran tubuhnya percis banget. Apa iya dia mas mistrerius? ahh gak mungkin mas itu kan nada bicaranya gak datar kaya dia terus nie selalu tersenyum pikirnya.
"Kok kk sih?, gak enak di denger" elak Ahmad karena Aisyah memanggilnya kk, untung gak kk kulkas hhe...
"Terus apa?"
"A'a aja" jawabnya mendekatkan bibir di telinganya
"Bukannya A'a tuh panggilan seorang adik untuk kknya yaa?, aneh ihh orang sundamah" tanya Aisyah mengerutkan keningnya heran.
"Emmm gini deh kalau ngomong sama orang Jakarta, ribet..., udah nurut aja, panggil A'a" ujar Ahmad beranjak dari duduknya "Ayok mandi" ajaknya kemudian.
"Udah kk duluan" jawab Aisyah merebahkan badannya lagi
"A'a neng A'a"
"Iya A'a"
"Ayok bareng biar cepet" bujuk Ahmad
"Duluan ihh, Aisyah masih ngantuk" pekik Aisyah datar, Ahmad tersenyum lebar dan mengayunkan kakinya ke tandas kemudian.
Beberapa menit kemudian Ahmad keluar dari tandas di dapatinya ranjang yang terlihat rapi dan mengamati Aisyah yang tengah mencondongkan badan nya dengan posisi kepala di rebahkan di atas meja dengan baju dan handuk yang di jadikan bantalan.
Ahmad pun menghampiri sang istri dengan sungingan senyuman di bibirnya "Neng...bangun... mandi gihh" titah Ahmad menggoyang goyangkan bahu sang istri.
"Ahh udah yaa mandinya?" seru Aisyah membuka matanya serta beranjak pergi ke tandas dengan berjalan lunglai, tanpa menoleh sedikitpun kepada sang suami, sementara Ahmad hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan bibir yang masih menyungingkan senyuman.
__ADS_1
Bersambung....