Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Kejailan dua wanita paru baya


__ADS_3

Jarum jam terus berputar tanpa ada hentinya kecuali jam itu kehabisan batrainya hha...waktu menunjukkan pukul 16:00 wib terlihat para pria dan beberapa wanita tengah ngobrol ria di sebuah ruangan dengan tekstur bangunan dan prabotan seperti di ruang keluarga yaa emang yaa di ruang keluarga hhee...


Sementara tiga wanita tengah menyiapkan makan malam di sebuah ruangan yang luas dengan perabotan masak juga rempah rempah yang tersusun rapi di sana.


"Emm ummi...bunda kalau misalkan nie para calon nenek gak punya cucu gimana rasanya?" tanya Aisyah gugup yang tengah memotong sayur sayuran


"Yang pasti kecewalah" jawab Nurul mengaduk masakan yang tengah ia masak


"Kalau bunda sih mau nyari lagi wanita yang bisa ngasih cucu, soalnya bunda pengennnn banget punya cucu" seru Hasanah membuat Aisyah semakin ketakutan


"Iya ummi setuju, mana ada sih seorang calon nenek yang gak mau punya cucu. Kita kan calon nenek eh aku doang ketang yang belum jadi nenek haha...ya intinya sih kami para calon nenek berharap banget punya cucu" sambung Nurul membuat Aisyah menelan silivanya dalam dalam serta keluar keringat dingin di keningnya.


"Emm kalau misalkan gak bisa hamil gimana, apa kah dia masih di sayang atau kah di suruh poligami gitu?" tanya Aisyah pura pura tidak gugup


"Tentunya kami pilih yang poligami" jawab Nurul dengan entengnya


"Alasannya?" tanya Aisyah kembali


"Yaa kami gak mau mati penasaran cuman gara gara belum punya cucu" canda Hasanah terkekeh


"Emangnya kamu kenapa tanya gitu?" tanya Nurul mengayunkan kakinya ke arah meja makan di mana sang menantu duduk.


"Kamu gak usah takut kan waktu itu kita cek dan hasilnya kamu subur A'a juga subur. Pasti kamu hamil cuman mungkin kita nunggu satu atau dua minggu lagi" sambung Nurul mengelus elus kepala Aisyah


'Bukan itu yang aku khawatirkan, masalahnya aku belum pernah bergaul sama A'a karena aku belum siap. Dan mungkin aku akan siap setelah aku lulus kuliah dan itu beberapa bulan lagi. Aku takut kalian terus memejok aku dan aku harus bilang apa masa iya aku bilang belum pernah di sentuh A'a!!' batin Aisyah terpojok


"Udah jangan di pikirin, kita tunggu aja.... lagi pula ini kan baru dua minggu" ucap Hasanah menenangkan Aisyah namun itu tak berhasil untuk menenangkan pikiran Aisyah.


Puluhan menit telah berlalu kini terlihat ketiga keluarga itu tengah menikmati hidangan yang di masak ketiga wanita tadi, di sana Aisyah terlihat seperti tidak berselera makan ia hanya mengaduk aduk antar nasi dan lauk pauk menjadi satu.


Ahmad yang di sampinya kebingungan dengan tingkah tak seperti biasanya yang di lakukan sang istri "Neng kamu kenapa?" tanya Ahmad memecahkan keheningan sontak semua orang beralih pandangan kepada Aisyah.

__ADS_1


Namun Aisyah tak menjawab pertanyaan Ahmad ia masih melamun dengan tatapan kosong "Neng" panggil Ahmad membangunkan lamunannya


"Hemm" dehem Aisyah melirik ke arah Ahmad serta kesekelilingnya "Emm maaf Aisyah ke kamar dulu" sambung Aisyah beranjak pergi ke kamarnya di sana mereka hanya bengong terutama Ahmad ia sangat bingung tadi di mall tiba tiba ia memeluk erat tubuhnya sekarang ia malah murung.


"Aisyah kenapa?" tanya Mila


"Apa gara Farish tadi?" sambung Farish karena ia merasa Aisyah marah karna keisengannya.


"Bukan...Mad sebaiknya kamu susul Aisyah ini bawa rayu dia supaya mau makan" titah Nurul menyodorkan sepiring nasi dan beberapa lauk pauknya


Ahmadpun meraih piring itu dan di bawa ke kamar Aisyah 'Kayanya Aisyah merajuk karena ucapan bunda sama ummi waktu tadi pas dateng' batin Ahmad sembari menaiki anak tangga satu persatu.


"Emang dia kenapa mi?" tanya ustadz Usman kebingungan


"Rahasia, ini urusan perempuan iya kan Nah!" jawab Nurul dan di angguki Hasanah


Iya mereka tahu kalau Aisyah merajuk karena ucapan mereka pas lagi masak tadi, sebenrnya mereka sengaja berkata seperti itu pasalnya mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Aisyah dan pertanyaan itu membuat mereka semakin yakin kalau selama ini Aisyah belum pernah bergaul sama suaminya.


_Flasback off_


"Iya deh bener dugaan kita kalau Aisyah belum pernah di sentuh sama Ahmad" ucap Hasanah


"Iya bener, tapi kasian juga kalau kita tekankan seperti tadi coba liat kan jadi murung pasti pikirannya penung dengan ketakutan akan kata poligami" ucap Nurul merasa sedikit kasian kepada sang menantu


"Udah gak papa itu juga untuk kebikan dia, dia harus bisa membiasakan diri untuk berinteraksi dengan suaminya. Aku gak mau Aisyah menjadi istri pebangkang" tutur Hasanah sedikit kejam


Emang bener sih takutnya Aisyah berani berbuat sesuatu kepada suaminya "Ahmad lagi terlalu baik, coba kuat gitu bisa tahan hasratnya hha..." sambung Hasanah terkekeh


"Iya juga hebat anak ku hha..."


_Flasback on_

__ADS_1


Kedua wanita paru baya itu tertawa lepas kemudian membuat semua orang semakin bingung di buatnya "Ah udah lanjut makan, biarin jangan di pikirin soal tadimah" titah Nurul di angguki semuanya.


Sementara di sisi lain Aisyah tengah murung dengan kaki di silang dan dipeluk dengan kedua tangannya di atas ranjang, air matanya mengalir sedikit deras.


'Aku harus ngapain, aku takut...aku belum siap untuk menerima nafkah batin dari A'a hiks' batin Aisyah sedikit terisak


Tokk..tokk tokkk...suara pintu di ketuk beriringan dengan panggilan nama neng yang di lontarkan Ahmad sontak membuat Aisyah menyeka air matanya dan berpura pura tidur.


"Neng A'a masuk yaa" Ahmad membuka pintu seraya masuk ke dalam kamar yang terlihat luas dengan barang barang mahal di sana.


Ahmad sangat terkejut karena ini pertama kalinya ia masuk kedalam kamar Aisyah yang terlihat nyaman bersih juga rapi di lihatnya Aisyah tengah tidur membelakangi pintu (membelakangi Ahmad).


Ahmad perlahan melangkah mendekati sang istri dan duduk di bibir ranjang "Neng A'a tahu kamu belum tidur, kamu makan dulu yaa" titah Ahmad menaruh nampan di atas meja kecil.


"Aisyah mau sendiri, A'a aja yang makan" elak Aisyah sedikit serak


"Kamu nangis yaa"


"......" tak ada jawaban dari Aisyah


"Neng ayok cepet makan tar kamu sakit lagi nanti kalau kamu sakit berarti besok gak jadi jenguk Nissa!" rayu Ahmad agar Aisyah makan


'Iya juga' batin Aisyah membalikan badannya setelah menyeka air matanya


"Ayok makan A'a suapin? ayok neng" titah Ahmad menyodorkan sesendok nasi


"Aisyah bisa sendiri" elak Aisyah


"A'a suapin sekalian A'a juga pengen" ucap Ahmad nyengir


"Ya udah"

__ADS_1


Ahmad pun menyuapi sang istri dan dirinya sendiri sembari cerita yang membuat Aisyah kembali ceria seperti biasanya 'A' ini yang membuat diriku jadi nyaman di dekatmu' batin Aisyah tersenyum manis membuat Ahmad gemes liatnya.


.....................................


__ADS_2