
Matahari mulai menenggelamkan diri, kini saatnya bulan bertugas. Lampu lampu dijalan mulai menyala, terdengar lantunan ayat ayat suci al-qur'an dari arah madrasah Ar-Rahman yang dilantunkan oleh anak anak kecil dengan suara lantang. Menandakan waktu malam tiba.
Terlihat Ahmad tengah mondar mandir di depan kelasnya, entahlah ia sedang mencari apa...!! di sisi lain gadis berniqob itu tengah berjalan menuju kelasnya, saat dia akan melintasi kelas Ustadz Usman seketika ia menghentikan lajunya, karena melihat bujangan itu tengah mondar mandir disana.
"Assalamualaikum, kk lagi ngapain?" ucap Aisyah, membuat bujangan itu kaget.
"Astagfirullah...waalaikumussalam, emm enggak" jawab Ahmad, menundukkan kepalanya setelah terkejut melirik gadis berniqob itu.
"Ada yang bisa Aisyah bantu?"tanya Aisyah, kembali.
"Gak ada, emm mau ngajarkan!! silahkan" jawab Ahmad datar. Hadehhh mulai datar lagi padahal tadi gak tohh..
"emm oke" ucap Aisyah jadi canggung "kalau gitu Aisyah ke kelas dulu permisi Assalamualaikum" Aisyah melangkahkan kaki menuju kelasnya.
Bujangan itu tersenyum lebar diiringi jantung berdenyut kencang seakan akan ingin meloncat keluar. Bujangan itu melihat ada bolpoin yang akan keluar dari ransel Aisyah.
'plukk' Bolpoin itu jatuh dari ransel Aisyah, tapi anehnya Aisyah tak mendengar jatuhan bolpoin itu!! yaa karena telingajanya dipasangi handsat.
Ahmad sadar akan hal itu, ia mengambil bolpoin itu. Mungkin ini jadi kesempatan utuk menjaili gadis berniqob itu...! atau mungkin dia mondar mandir karena lagi nyari bolpoin...!
"Ahhh... ko dia gak sadar? gak papa deh aku pinjam dulu. Syah aku pinjam yaa pulpennya aku janji akan balikin setelah isi pulpennya abis hhii..." ucap Ahmad, ketawa jail lalu masuk kembali kekelasnya.
Ouh ini toh yang membuat bujangan itu mondar mandir, ternyata nyari bolpoin. Tapi gimana yaa nasib gadis berniqob itu...?
Dikelas 1 tempat Aisyah mengajar....
" Yang sudah nulisnya kumpulkan yaa di meja teteh " ucap Aisyah kepada muridnya, Aisyahpun memurojaah hafalannya sendiri, kebiasaan gadis itu ketika menunggu hasil kerja muridnya untuk di nilai.
Setelah semuanya mengumpulkan hasil kerjanya, Aisyahpun melihat dulu hasil kerja mereka ketika ingin di beri nilai tiba tiba ia kebingungan, mencari bolpoinnya. Ia mencari di sekeliling kelas tapi tak kunjung ketemu, sampai muridnya ikut nyari.
"Ada gak sayang?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Gak ada teh" jawab murid kompak.
"Ya udah gak papa, kalian istirahat dulu aja yaa"
"iyaa"
"Kasian yaa pulpen kesayangan teh Aisyah hilang" bisik Hasna pada teman temannya.
"iya kasian yaa, kita ikut nyari yuu"
"iya ayo"
Ketika gadis itu mengetuk ngetuk kepala dengan telunjuknya, ia teringat kalau tadi lewat kelas 3 (tingkat paling tinggi/murid kelas 5 dan 6 SD).
Aisyah langsung mencari di depan kelas Ustadz Usman tapi tak kunjung ketemu, gadis itu awalnya ingin menanyakan hal ini kepada Ahmad namun dia lihat Ahmad sedang sibuk ngajar jadi gak mungkin dong ia nganggu.
"Tadi kan aku lewat sini tapi kenapa gak ada yaa, dikelas juga gak ada ihhh inimah kayanya ada yang ngambil, Astagfirullah Syah jangan so'udzon. Tapi kalau ketinggalan dirumah gak mungkin deh, aku yakin kok udah masukin pulpennya ke tas" Aisyah ngerutu, mengaitkan kedua tangannya di pinggang, mata melirik lurus ke arah halaman madrasah, pikiran kemana mana hati tak tenang.
Karena Aisyah terlalu lama mencari bolpoin itu waktu juga menunjukkan udah mau adzan jadi Aisyah memutuskan untuk mengikhlaskan bolpoin kesayangnnya itu dan kembali kekelasnya. "gak papa deh aku ikhlasin aja, semoga bermanfaat bagi yang menemukan bolpoinku. Pakai aja yaa semoga bermanfaat" gumam Aisyah, pergi kekelasnya lagi.
"Alhamdulillah dia udah ikhlas, makasih yaa Syah hhi..." gumam Ahmad yang mendengarkan gumaman Aisyah.
Waktu menunjukkan pukul 07:25 waktunya mereka membubarkan diri. Gadis berniqob itu telah usai melaksanakan sholat Isya, iapun pergi keparkiran seperti biasa. Sesampainya di parkiran, gadis itu terkejut karena tidak terlihat motor Farish
" Motor Aris kemana? ahh masa pulang, telpon aja deh" Aisyah menekan nomor Farish dikontaknya lalu ditekan panggilan.
📞"Aris lagi muriang nie jadi aris balik duluan. Kamu telpon Bunda aja, maaf yaa byy" ucap disebrang sana.
"ihhh dasar om om, maen tinggalin aja" ngerutu.
Ahmad melihat Aisyah tengah mematung iapun menghampirinya "Assalamualaikum, kamu kenapa?"
__ADS_1
"waalaikumussalam emm itu Aris ninggalin Aisyah"
"ouhh yaudah bareng aku aja"
"Gak usah makasih, aku duluan yaa Assalamualaikum" Aisyah pulang jalan kaki.
Aisyah merasa ketakutan saat dijalan solanya komplek disana sudah sepi tak terlihat aktifitas penghuni rumah lagi "Aisyah ayo bareng" teriak Ahmad menghentikan laju motornya.
Ahmad bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan tapi dia takut kalau terjadi apa apa dengan pujaan hatinya yang belum resmi jadi miliknya.
"Gak usah"
"Ayo ada ituloh dirumah sana... biasanya jam segini lagi nongkrong" ucap Ahmad menakut nakuti
"ada apa? makhluk halus gitu?. Akhh gak takut"
"Bukan ituuu... itu lho pemuda yang gitulah"
"Ouhhh iya bener juga" gumam Aisyah "Ya udah ayok, tapi jaga jarak yaa" Aisyah menaiki motor matic milik Ahmad ia terpaksa karena memang jam segini suka ada pemuda yang suka nongrong, yaa bisa dibilang bandellah, merekapun melanjutkan perjalanannya. Sesuai janji, mereka jaga jarak yaa walaupun cuman beberapa centi.
"Kk Besok aku balikin sorbannya" teriak Aisyah
"Santai aja, ouhh iya kamu gak traumakan dengan kejadian tadi sore?" jawab Ahmad, masih melajukan motornya.
"Gak sih, aman. Sekali lagi terima kasih yaa udah nolongin Aisyah"
"Udah jangan bilang makasih mulu, satu kali aja udah cukup. Ouh yaa maaf yaa saya maksa kamu untuk pulang sama saya, saya khawatir sama kamu"
Aisyah hanya tersenyum tipis, dia tak menyangka kalau ada lelaki yang perhatian kepadanya.
Bersambung...
__ADS_1