Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Senang sesaat


__ADS_3

Dua hari kemudian setelah Ahmad terus menerus menjaili Aisyah mulai dari ngeprank dia di panggil Ustadz Usman sampai buku tulisnya di coret coret dihadapannya sampai Aisyah murka namun wajahnya tetap menunjukan dingin serta datar tapi mungkin hatinya terkekeh.


Malam telah berganti menjadi siang, kini saat matahari yang berjaga, sekitar pukul 06:13 pagi ayam berkokok entah ayamnya tinggal dimana yang jelas suaranya membuat gadis berniqob terbangun dari tidurnya yang tengah tergeletak di atas sejadahnya.


Ahh ternyata dia ketiduran toh setelah sholat subuh "Huahhh" Kedua tangan menutupi mulutnya karena menguap lalu merenggangkan tubuhnya perlahan dengan mata terpejam.


"Hmm ini jam berapa?" gumam Aisyah, beranjak meraih ponsel yang tergeletak di atas ranjangnya.


"Baru jam 06:14 tidur lagi akhh, tapi malas...ya udah aku ke balkon aja nyari udara pasti sejuk udaranya!" tutur Aisyah, pergi ke tandas untuk menggosok gigi dan cuci muka, setelah beres iapun meraih cadar di lemari bajunya.


Kemudian ia memakai cadar, lalu gadis itupun membuka pintu dan langsung menghirup udara kemudian. "Hufff... sejuk sekali udaranya" tangan Aisyah bersandar pada pagar pembatas.


Ketika ia melirik ke sebelah kiri kanan dan depan (rumah rumah di sekitarnya), matanya terhenti pada Ahmad yang tengah berbincang dengan kedua orang tuanya.


"Kk itu mau kemana kok ada koper di sampingnya?" gumam Aisyah, matanya beralih ke koper di samping Ahmad "Emm katanya kk itu mondok? Ahh Alhamdulillah" Aisyah mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" kayanya beliau mau ke pondok lagi hha.. yeyey, aku bisa bebas ahhh makasih ya Allah" sambung Aisyah melompat lompat sekilas dengan tangan ke atas ke bawah menandakan 'yes'.


Ahmadpun melirik ke arahnya membuat gadis itu terkesiap (menghadap ke depan) 'Aisyah?, hmmm jadi berat nie untuk ninggalkan'batin Ahmad, bernapas berat, lalu menunduk lagi dan meraih kopernya kemudian di masukan kebagasi mobil.


'Alhamdulillah untung dia gak kepergok'batin Aisyah bernapas lega.


Ahmad berhenti sejenak ketika akan masuk ke dalam mobilnya, setelah pintu mobil terbuka. kemudian ia melirik ke arah Aisyah dengan wajah datar pastinya. di dapatinya Aisyah tengah santai menikmati udara sejuk tanpa noleh sedikitpun kepadanya.


"Yess...byy kk kalau bisa jangan balik lagi yaa, ehh iya kan rumahnya di sini pasti bakalan balik lagi lah, tapi gak papa yang penting sekarang aku bebas" gumam Aisyah menyungingkan senyuman lebarnya, setelah Ahmad masuk ke dalam mobilnya.


"Dadah..." Aisyah melambai lambaikan tangannya "hus hus hus" kemudian menghempas hempaskan tangannya, kaya ngusir ayam gitu...


'Ya Allah ada yaa wanita seperti dia gemes banget liatnya. ahh kayanya dia seneng deh liat aku pergi, hha ya pasti senenglah karena mungkin ia bebas dari kejailanku. Liat aja nanti bakalan lebih dari kemarin' batin Ahmad terkekeh. Sedari tadi Ahmad mengintip dari jendela mobilnya melihat tingkah lucu Aisyah.

__ADS_1


Melajulah mobil itu 'Hah...rasanya campur aduk antar berat dan lega, berat meninggalkan keluarga dan mungkin dia terus lega karena sekarang si Farish suka sama wanita lain jadi gak ada saingan hha.. paan sih Mad' batin Ahmad terkekeh, menyilangkan tangannya di dada kemudian. Membuat Ustadz Usman geleng geleng kepala.


"Putra Abi kenapa kok tertawa kaya gitu?" tanya Ustadz Usman mengerutkan keningnya. Ahmad menoleh sekilas.


"Haha gak Bi..."


"Ahh pasti lagi buncin nie sama putrinya mbak Hasanah?" Ustadz Usman tergalak


"Paan sih Bi"


"Gak usah di tutup tutupi Abi tahu kamu lagi bucin" Ahmad hanya tersenyum tak menjawab apa apa.


Sementara di sisi lain...


Aisyah tertawa setelah puas dengan kepergian Ahmad "Akhirnya bisa hidup dengan damai" gumam Aisyah.


Tring...tring...tring...suara telpon berbunyi segera Aisyah meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja belajar.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikumussalam Syah mau gak temenin Aris..." jawab Farish terpotong


"Temenin kemana? ke pasar?" tanya Aisyah terkekeh.


"Ehh jangan dulu motong pembicaraan orang gak baek" tutur Farish tergalak


"hhe... maaf ya lanjutin"


"To the poin aja ya...jadi gini Aris sama Nissa mau ketemuan terus Aisyah jadi hijabnya yaa... mau kan biar gak ada salah paham diantara kita...!!" seru Farish membuat hati Aisyah terluka kembali setelah luka kemarin sembuh.

__ADS_1


'Apa?, ketemuan?' batin Aisyah, ia bersandar ke tembok dengan mata berbinar seolah-olah tak percaya dengan kata kata yang Farish lontarkan di mulutnya.


"Syah masih disana, hallo..." seru Farish disebarang sana, memecahkan lamunan Aisyah.


"ahh iya apa Arish "


"berarti tadi ngak di dengerin dong ucapan Arish?" tutur Farish


" ahh gimana ya Arish..."


"mau yaa placee !" potong Farish


"yaudah deh kapan?" tanya Aisyah dengan mata berkaca-kaca namun berusaha menyungingkan senyumannya walaupun kecut.


"Taun depan, yaa sekarang lah masa iya tahun depan hha.. " seru Farish terkekeh "ntar Arish jemput Aisyah, tapi pake mobil Aisyah yaa soalnya motor Arish ngak ada bensin nya hehe..."sambung Farish tertawa lapas. Sementara Aisyah hanya diam dan air mata yang mulai membendung di netranya.


Segera gadis brniqob itu memutuskan saluran telponnya tanpa ada basa basi lagi. Segera ia menjatohkan badannya di ranjang, menangis sejadi jadinya dengan mulut yang ia bungkam dengan bantal agar tak terdengar suara isaknya itu.


'Aisyah sabar, Aisyah jangan sedih mungkin ini hanya sementara, kan gak tahu kedepannya seperti apa?. Aisyah harus yakin jodoh itu udah ada yang ngatur Aisyah harus percaya itu..Aisyah gak boleh sedih' batin Aisyah berusaha untuk tenang dan ikhlas.


Aisyahpun bangkit dari tangisnya tok...tok...tok..kemudia.


"Aisyah udah bangun belom..? nak buka pintunya" teriak Hasanah halus.


"Bunda?, Alahamdulillah untung idung sama mata aku udah gak merah" gumam Aisyah menghadap ke kaca yang menempel di lemari bajunya.


"Iya Bunda ini Aisyah udah bangun" jawab Aisyah membuka pintu lalu memperlihatkan gigi putihnya, nyengir.


"Emm putri Bunda baru bangun" tutur Hasanah mengecup pangkal kepala Aisyah "kita sarapan pagi yuuk Bunda udah masakin makanan kesukaanmu" ajak Hasanah, merangkul Aisyah dan membawanya ke ruang makan setelah di angguki putri kesayangannya itu.

__ADS_1


Merekapun menyantap makanan yang telah di siapkan Hasanah untuk mereka.


Bersambung...


__ADS_2