
Malampun tiba di mana sepasang suami istri tengah berbincang bincang di sebuah ruangan yaitu kamar mereka. Bukanya bertingkah selayaknya suami ustri tapi mereka terlihat seperti dosen dan muridnya. Pasalnya setelah kejadian tadi di kampus karena Aisyah mogok menjelaskan dan Ahmad harus turun tangan.
Akhirnya sekarang Aisyah mendapat hukuman berupa belajar 'tega banget, harimaunya bangun aku lagi pake mogok kan jadi gini ceritanya' batin Aisyah ngerutu.
"Neng udah belummm" tanya Ahmad yang tengah memainkan ponselnya di atas ranjang sembari menunggu jawaban tugas yang ia berikan.
"A' ini gimana sih" seru Aisyah karena ia mendapatkan soal yang sulit
"Mana neng" tanya Ahmad memakai topeng serem yang telah ia siapkan tadi, Aisyah terkejut ketika membalikan badannya dan berteriak setan "Mana setannya" ucap Ahmad terkejut sendiri.
"Hhffftttt hhahaha....A'a lucu deh, sendiri yang mau ngeprank malam A'a yang kaget gimana sih" cerocos Aisyah
"Siapa yang mau ngaprank, tadi pas di mobil kamu bilang Aisyah pokus sama orangnya bukan pelajarannya Ya jadi A'a inisiatif pake ini biar kamu pokos sama ucapan A'a"
_Flasback Off_
Di dalam mobil setelah pelajaran selesai terlihat sepasang penganti baru tengah tertawa ria karena menjadi sorotan para siswa siswi di kampus itu ketika akan ke parkiran pasalnya mereka di sepanjang jalan saling melontarkan kata kata saling bergantian entah itu apa.
Kok bisa gitu Aisyah yang ketus juga anti cowok dengan mudahnya berinteraksi sama dosen yang baru ia kenal, padahal Aisyah kaku banget ketika ada dosen yang mengajaknya ngobrol walaupun itu satu kata, lah ini ribuan kata ia lontarkan kepada Ahmad dengan santainya.
"Neng..." panggil Ahmad dalam kekekehan dengan nada sedikit kesal
"Apa?" jawabnya halus
"Kenapa tadi pake ada acara mogokkk kan jadi A'a lagi yang harus turun tangan" tanya Ahmad halus
"Aisyah hanya pokus sama orangnya" ucap Aisyah dengan santainya tanpa ia sadari
"Apa??" pekik Ahmad marah membuat sang istri garuk garuk kepala karena ia bingung A'a kenapa. Seharusnya ia seneng dong kalau sang istri memperhatikannya?
"Neng A' minta lain kali perhatiin ucapan A'a kalau mau perhatiin A'a di luar pelajar" pinta A'a di angguki Aisyah
_Flasback On_
"Ihh simpen, janji deh kalau soal pelajaran, Aisyah akan pokus sama penjelasan A'a" rengek Aisyah memukul bahu sang suami pelan namun ia hanya terkekeh
"Oke makasih sayang" ujar Ahmad mengecup pangkal rambut Aisyah lembut membuat gadis itu tersipu "Mana soal yang gak kamu paham?" tanya A'a kemudian
__ADS_1
Aisyahpun memberikan soal yang tak ia pahami, di jelaskan lah oleh Ahmad dengan telinga di buka lebar lebar dan matanya hanya melirik ke arah buku karena ia takut singa bangun lagi.
Beberapa menit kemudian "paham belum?" tanya Ahmad setelah selesai menjelaskan dan di angguki sang istri.
"A'a jangan marah marah dong kalau di kampus, kan jadi takut liatnya" pinta Aisyah namun di abaikan Ahmad dan malah berkata
"Neng bukan mara marah, A'a cuman tegas dan A'a mau siswa siswi A'a bisa di siplin...." jelas A'a
"Gak kaya aku" sambung Aisyah merajuk
"Ehh itu kamu yang bilang yaa...A'a gak ngomong itu" ucap Ahmad terkekeh seraya mencubit hidung mancung milik sang istri.
"Ihh A'a" pekik Aisyah mencubit perut Ahmad sampai ia mengaduh
_____________________________________________
Satu minggu telah berlalau semakin hari mereka semakin akrab di manapun mereka berada, mereka gak perduli lagi dengan cibiran para maha siswa siswi atau orang orang di sekitarnya.
Bahkan mereka curiga kalau sepasang kekasih itu memiliki hubungan serius karena dia antara para siswa atau siswi selalu melihat sikap Ahmad yang romantis kepada Aisyah. Rasanya mereka ingin menanyakan hal itu kepada mereka berdua namun apa daya bukannya jawaban yang Ahmad dan Aisyah lontarkan malah dapet amukan dari Ahmad dan bisa bisa nilai yang jadi taruhan.
Enak yaa jadi dosen siswa siswinya bikin onar yang jadi sasaran nilai, menurut para dosen sih nilai gak jadi masalah tapi kan yang para dosen harapkan adalah akhlak kita gimana cara kita menghormati beliau.
Bulan semakin berada sejajar dengan kepala awan semakin menghitam namun indah ketika sang bintang mengedip genit di atas sana. Suasana semakin menyeramkan ketika terdengar suara ranting di pohon yang menari nari menabrak tembok rumah dan dentingan air yang menetes di atas kran dengan kerasnya.
Juga terdengar Tringgg....tringggg....tring....suara handpon berbunyi tanda panggilan masuk.
Ahmad membuka matanya perlahan dan meraih telponnya tertulis nama Ummi di layar ponselnya. Segera Ahmad mengangkat panggilan masuk itu karena ia penasaran kenapa ummi tumben telpon sekitar pukul 02:20 dini hari.
📞 "Assalamualaikum ummi...ada apa tumben nelpon jam segini?" tanya Ahmad dengan mata menyipit karena ia sangat ngantuk.
"Waalaikumussalam...Ahmad is Farish melahirkan" ucap di sebrang sana tak jelas
"Apa? Farish melahirkan" pekik Ahmad terkejut karena di dapatinya 'Farish melahirkan'
"**Aris melahirkan?" pekik Aisyah terbangun dari tidurnya karena teriakan Ahmad
"Neng ini Ummi telpon" ucap Ahmad kepada sang istri dan di angguki Aisyah tanpa berpikir seraya merebahkan kepalanya di pangkuan sang suami**
__ADS_1
"Ihh istri Farish...bukan Farish masa iya Farish melahirkan kan lucu" elak di sebrang sana
"Tadi Ahmad dengernya Farish hhe...maaf ummi. Kapan ummi?" tanya Ahmad memainkan rambut lurus milik sang istri
"Beberapa menit yang lalu, ini kami masih nunggu bayinya keluar"
"Masya Allah, semoga lungsur langsar lahirannya"
"Amiin"
"ummi cuman mau ngabarin itu...besok kalau bisa kamu kesini sekalian main, ummi kangen sama menantu ummi"
"Sama anaknya enggak?"
"Iya dong sama kanget bangettt. Ouh yaa Aisyah mana tadi ummi denger teriakannya" tanya di sebrang sana heran
"Tidur lagi mungkin lelah Ahmad juga masih ngantuk sebenarnya" jawab Ahmad
'lelah?' batun Nurul terkekeh
"Ahh bagus deh... semoga kalian cepet di kasih momongan ummi udah gak sabar pengen ngendong cucu" ujar di sebrang sana salah mengartikan.
Ahmad dan Aisyah kecapean bukan karena bergulat di atas ranjang tapi mereka sepanjang siang mereka membereskan rumahnya tanpa henti karena hari ini hari libur mereka.
"Paan sih ummi" ucap Ahmad tersipu dan tak ingin mengambil pusing soalnya kalau ia bilang belum pernah menggauli istrinya bisa bahaya.
Nanti Nurul maksa Aisyah untuk punya cucu kan kasian udahlah biarin aja, soal itu aku bisa tahan. Yang sedang aku usahain itu berusaha membuka hati sang istri untukku.
"Ya udah kamu istri rahat gih" titah di sebrang sana terkekeh
"Iya ummi, salam untuk semuanya...ummi kalau ngantuk tidur yaa jangan di paksain" titah Ahmad khawatir
"Iya udah sana tidur Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam ummi..."
Dutt...dutt...dut..panggilan terputus
__ADS_1
Bersambung....