Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Cepat talak aku


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu...


Beberapa hari kebelakangan ini Nurul nampaknya tak suka dengan sosok wanita bercadar itu, ia selalu menampakkan wajah datar kepadanya. Oh tentunya sama kepada cucuknya juga, bahkan ia tak pernah menyentuhnya sama sekali.


Apalagi saat ini Ahmad selalu pokus pada mereka membuat Nurul semakin benci terhadap mereka. Suatu ketika Nurul pergi kepusat perbelanjaan, ia kebingungan mencari taksi yang tak kunjung melintas ataupun ojek sama sekali "Hah malas sekali jika minta bantuan pada mereka" gumam Nurul malas.


Cukup lama Nurul menunggu ojek/taksi yang melintas, nampak jelas ada sebuah mobil hitam yang berhenti dihadapannya, ia mengira itu putranya hingga ia menyungingkan senyumannya karena putranya perduli padanya tapi nyatanya apa ia bukan putranya hingga raut wajahnya kembali lesu.


Seorang wanita berjilbab sebahu, juga pakaian yang agak ketat keluar dari mobil itu "Emm maaf ibu lagi nungguin siapa?" tanya Syakila dengan suara emasnya nan lembut, yaa dia gadis tadi


"Ah saya lagi nyari taksi" jawab Nurul cengegesan


"Emm apa boleh aku antar ibu?"


"Ah tidak tidak, jangan ah nanti ibu ngerepotin kamu" elak Nurul


"Ah tidak kok, mau yaa!!" karna tak ada pilihan lain akhirnya Nurul menerima tawaran dari gadis itu


'Gadis ini memang tak berpakaian seperti si Aisyah tapi hatinya gak munafik kaya dia hufff...andai aja dia jadi menantuku'batin Nurul menyungingkan senyumannya.


Semenjak pertemuan mereka Nurul jadi sangatlah akrab dengannya bahkan beliau memperkenalkan gadis itu kepada Ahmad dan Usman. Namun Ahmad tak menyeut nyaut jika wanita itu terus bertanya kepadanya, menurutnya gadis itu sangatlah centil hanya pencitraan.


Aisyah yang menanggapinya hanya bisa menghela nafas kasar pasalnya ia telah mengetahui bahwa Nurul sudah benci kepada, ia tahu dari mulutnya sendiri. Memang sakit...tapi Aisyah berusaha untuk menyambung kembali tali yang telah Nurul putuskan kepadanya.


Namun apalah dayanya bukannya Nurul semakin dekat kepadanya malah Nurul semakin jauh dan semakin jauh kepadanya karena Ahmad tak pernah melakukan apa yang diperintahkannya, yaa jelaslah tak melakukan perintahnya karena Nurul memerintahkan yang dilarang oleh-Nya.

__ADS_1


Pada suatu hari...Nurul sudah muak sekali berada di pondok pesantren itu...akhirnya Nurul memutuskan untuk pulang ke Sukabumi dan memaksa Ahmad untuk menalak Aisyah dan menikah dengan gadis pilihannya.


"Ummi aku gak mau nikah lagi, aku ingin nikah satu kali seumur hidup. Tak akan ada wanita lain yang bisa masuk kedalam hatiku kecuali kalian..." elak Ahmad berusaha membujuk sang ibunda.


"Gara gara kamu putra saya jadi anak pembangkak 'plakk...!!' (Nurul menampar Aisyah membuat si empunya kesakitan) sekarang kamu pilih ummi atau wanita munafik ini hah?" ujar Nurul murka


"Ummi...aku gak bisa pilih salah satu diantara kalian..." elak Ahmad sembari mengelus pipi Aisyah


"Ummi bilang kamu pilih ummi atau wanita ini?" sekali lagi Nurul menekankan pilihan yang membuat Ahmad puyeng


"Ahmad gak bis..."


"Suttt...sudah gak papa, kamu pilih dan turuti kemauan ummi...karena syurgamu ada padanya...aku gak papa aku gak berhak untuk melarangmu karena aku hanya wanita kedua, cepat talak aku..." mohon Aisyah memegang pipi Ahmda diiringi menatapnya dalam


Sementara yang lain hanya bisa meneteskan air matanya dan pasrah jika mereka ikut campur kasian Aisyah pasti Nurul akan semakin membencinya dan berusaha untuk membunuhnya.


"Maafkan aku Aisyah..."


"Aku gak papa, cepat kamu talak aku..." tak bisa terlelakan lagi air mata yang sudah membendungpun akhirnya tumbang juga.


"Aku gak bisa...aku gak bisa..."


"Ahmad sebaiknya kau cepat talak Aisyah, bunda gak mau Aisyah menjadi wanita yang dianggap perebut/mempengaruhi dirimu untuk tidak mematuhi perintah ummimu. Ayok nak..." sahut Hasanah tersenyum terpaksa


"Iya ayok cepat..."

__ADS_1


"Maafkan aku Aisyah (Ahmad memeluk erat tubuh sang istri untuk terakhir kalinya) aku...aku ta..talak kamu..hiks...maafkan aku Aisyah" tutur Ahmad kembali terisak dan kini air matanya semakin deras keluar dari netranya.


Senyum kemenanganpun akhirnya tersungingkan, Nurul segera menarik tangan Ahmad membawanya pergi "Maafkan aku Aisyah..." seru Ahmad walau harus terus mengayunkan kakinya, Aisyah hanya memberinya senyuman oh tentunya senyuman terpaksa.


Sebenarnya ia tak ikhlas namun mau bagaimana lagi ini demi menjaga sila turahim dan perasaan mertuanya itu. Sampai idung batang mereka tak nampak lagi di pandangannya, Aisyah tiba tiba memeluk tubuh sang ibunda ia kembali terisak isak bahkan lebih histeris.


"Sabar yaa nak, bunda yakin mertuamu itu akan kembali kepadamu setelah ia merasakan penyesalan karena telah menyia nyiakan kamu" ujar Hasanah dalam dekapannya


"Sudah yaa ikhlaskan..." Aisyah hanya bisa diam tak berkata satu katapun, kini ia menjadi seorang janda beranak satu...ia harus bisa menjadi seorang ibu tanpa suami, menjaga dan membesarkan putranya hanya seorang diri.


Sementara di sisi sana...


Setelah terjadinya tragedi tadi, Nurul langsung mengajak kedua pria itu kesebuah rumah yang diduga itu rumah Syakila. Nurul berencana untuk menjodohkan putranya dengan Syakila betapa bahagianya kedua wanita itu apalagi Syakila yang nampaknya sangat bahagia melebihi siapapun pasalnya dialah yang mempengaruhi Nurul agar ia bisa menjadi istri satu satunya. Dan Syakila memang mencintai Ahmad dari pertama ia bertemu dengannya, mungkin karena tampannya sampai ia tergila gila padanya hingga ia lupa dengan harga dirinya dan martabatnya sebagai seorang wanita.


Jika di prediksi Syakila itu sebenarnya wanita yang yaa gitulah hanya memikirkan egonya saja dan selama ini hanya akting biar rencananya mulus tanpa ada kendala sedikitpun


"Emm sesuai apa yang di katakan kemarin ummi kesini mau melamar kamu untuk putra ummi ini, apa kamu bersedia menjadi istri Ahmad?" tanya Nurul to the poin


'Cih menyebalkan, kenapa sih ummi jodohkan aku dengan wanita murahan seperti dia. Udah memperlihatkan lekukannya, centil lagi...heh awas saja aku gak akan pernah tergoda sama sekali padanya karena Aisyahlah yang berhak menerima nafkah batin dariku' rutu Ahmad dalam hati sebenarnya Ahmad hanya meliriknya sekilas kepada gadis itu yang saat ini tengah memperhatikan dirinya tanpa mengedipkan matanya sama sekali.


Nah begitu juga dengan isi hati Usman yang dari tadi tak terima dengan sosok gadis pilihan istrinya itu...


'Apaan nie, ummi gak kira kira nyari calon istri modelan kaya begini...apa jangan jangan ummi dipengaruhi wanita ini lagi!!, diliat dari laganya aja gak bisa jaga pandangan, pasti mu....Cih dasar PELAKOR. Kalau ini bukan keinginan ummi aku akan membatalkannya mentah mentah, aku gak sudi punya menantu kaya dia. Astagfirullah Usman jangan bicara seperti itu...Astagfirullah hapunten yaa Allah...abi khilap'


"Syakila..." panggil Nurul membubarkan lamunan Syakila

__ADS_1


__ADS_2