Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Malam terakhir bagi Ahmad


__ADS_3

Waktu terus berjalan, di atas sana sangat gelap tapi tidak jika sang bulan menerangi dunia juga bintang yang berkedip genit memanjakan mata yang meliriknya.


Di sebuah halaman belakang terdapat bunga berbagai macam bentuk dan ukuran yang tersusun rapi di pinggir tembok pembatas, juga sedikit perabotan yang melengkapi taman itu, seperti kursi, meja ayunan, jungkat jengkit dan juga perosotan beliau membangun itu untuk sang putri tercinta.


2 keluarga kecil itu tengah menikmati indahnya malam dibarengi dengan bakar bakar sesuai rencana mereka tadi siang. Di sebuah kursi gantung yang terbuat dari kayu gadis berniqob itu tengah melamun dengan tatapan kosong, entahlah apa yang ada dipikirannya yang jelas ia sedang murung. Mungkun ia malas mendatangi acara ini tapi mau gimana lagi...?


"Aisyah" panggil Nurul yang tengah menyiapkan bahan dan alat untuk membuat makanan yang di bakar bakar, membuat Aisyah terkesiap.


"Ahh iya ada apa tan" jawab Aisyah terbangun dari lamunannya lalu menghampiri Nurul.


"Bantuin tante bakar ini (Jangung) yaa" titah Nurul menyungingkan senyumannya.


"Iya tan"


Aisyah memulai membakar jangung dan sosis yang telah di sediakan, karena ada bahan yang kurang jadi Nurul permisi ke dapur. Hasanah kemana? para lelaki kemana? tenang Hasanah sedang mengambil piring sedangkan yang laki lakinya asyik ngobrol ria di teras.


Setelah beberapa menit sibuk bakar bakaran akhirnya selesai juga kini tinggal dihidangkan lalu dimakan. 2 keluarga itu berkumpul di atas tikar (saling berhadapan) katanya biar suasana semakin seru.


Aisyah yang kebagian duduk di sebelah sang bunda dan Ahmad yang kebagian duduk di sebelah Hasanah membuat Aisyah berjaga jaga takutnya dia menjailinya.


Di sana mereka menjelaskan apa maksud dari acara ini dan sekaligus Ahmad berpamitan kepada mereka, mereka sangat terharu sekali sekaligus sedih namun tidak bagi Aisyah ia malah tersenyum senang tak ada kesedihan di dirinya akan kepergian Ahmad. Jelaslah?


"Aisyah kok gak sedih?" tanya Hasanah yang peka terhadap gadisnya yang tengah senyum senang.


"Kenapa harus sedih, kan jadinya Aisyah bebas dari orang yang selalu jailin Aisyah" ucap Aisyah tanpa berpikir dahulu.


"Nanti mah bakalan rindu" seru Ahmad datar menyilangkan tangannya di dada, Aisyah keliatannya mulai emosi deh soalnya matanya langsung membulat.


"Gak bakalan, ngapain rindu!" bantah Aisyah sebel. Akhirnya merekapun saling berbalas balasan tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.


"Stoppp" teriak Nurul tergalak "kenapa kalian ribut?" sambung nurul


"Ini ada apa sih? akur dong jangan gitu"


"Ini Bun kk kulkas ini selalu jailin Aisyah, waktu itu buku Aisyah di coret coret, pulpen Aisyah di patahin terus yaa bun Aisyah di prank kalau Abi Usman manggil Aisyah untuk ke ruangan beliau, pas Aisyah ke sana... Abi bilang gak 'Abi gak manggil sama sekali' kan Aisyah jadi malu. Jail banget kan?" cerocos Aisyah tanpa ada titik dan komanya, dengan ekpresi kesal tapi meurut mereka itu lucu jadinya mereka tertawa lepas membuat gadis itu cemberut.


"Itu teh tandanya lelaki itu suka sama kamu" seru Rahmat membuat Ahmad tersipu sedangkan Aisyah malah semakin jiji dengernya.

__ADS_1


"Emang bener itu teh? apa tujuannya?" tanya Nurul mengerutkan keningnya


"Tujuana teh nya hoyong lebih caket... sareng etateh honyong gungkapken isi hatena tapi isin jadina kitu" (Tujuannya agar lebih dekat sama itu tuh pengen mengungkapkan perasaannya tapi malu jadi yaa seperti itu) jelas Rahmat so tahu membuat Ahmad semakin malu dan menundukkan kepalanya.


"Ayah bicara apa? pake bahasa indo dong" seru Aisyah yang dari tadi mengerutkan keningnya menandakan ia tak paham apa yang di katakan Ayahnya.


'Apa? dia gak ngerti bahasa sunda..Alhamdulillah' batin Ahmad mengangkat kepalanya seraya tersenyum jail.


"Makanya les dong biar paham" ucap Ahmad ketus


"Diem kk kulkas" bentak Aisyah terpancing emosi membuat semua orang tertawa kembali karena melihat ekspresi Aisyah yang super kocak.


"Hha..udah udah jangan debat mulu"


Mereka pun kembali makan dan berbincang bincang yaa walaupun Ahmad dan Aisyah masih gak akur. Setelah selesai para ibu membereskan piring piring kotor seraya mencucinya sedangkan bapak bapaknya mereka mengobrol kembali.


Aisyah masih dalam ke adaan jengkel, dia duduk di bangku yaa cukuplah untuk tiga orang. Ahmad mencari Aisyah sehabis ia keluar dari kamarnya, setelah ketemu iapun menghampiri gadis itu dengan kedua tangannya di ke belakangkan.


"Aisyah..." panggil Ahmad lembut membuat gadis itu terkesiap


"Boleh saya duduk di sebelahmu?" Aisyah mengangguk pelan ia sebenarnya pengen pergi dari sana namun kakinya sedikit sakit akibat tadi tersandung, jadi ia pasrah.


Hening sesaat "Syah" panggil Ahmad dalam keheningan. Rasanya canggung sekali, Aisyahpunp sedikit menoleh " saya punya sesuatu ini kamu simpan yaa" Ahmad menyodorkan gantungan kunci berbentuk micky mouse kepada Aisyah "Kamu jaga baik baik yaa" sambung Ahmad lembut


'Ya Allah micky mouse' batin Aisyah tergoda dengan gantungan itu pasalnya gadis itu suka dengan kartun itu.


"Kenapa di liatin aja? ambil" seru Ahmad karena Aisyah hanya memperhatikan gantungan kunci itu tanpa mengambilnya.


"Ya, makasih" ucapnya datar sembari di raih gantungan kunci di tangan Ahmad.


"Gak ikhlas yaa ucapin makasih nya?"


"ikhlas kok"


"Uihan deui coba" titah Ahmad membuat gadis itu mengerutkan keningnya " hha gak paham yaa, maaf maksudnya itu coba ulangi ucapan terima kasihnya"


"sama sama" seru Aisyah

__ADS_1


"Hha apaan sih orang suruh bilang makasih ini malah di jawab...."


"Sama sama" sambung Aisyah memotong pembicaraanya


"Hha yaa gak papa lah terserah kamu aja"


"Ya iyalah terserah aku, mulut mulut aku"


* "Mereka cocok ya jeng" ucap Nurul yang tengah memperhatikan mereka di depan pintu.


"Iya jeng, jadi pengen nikahin mereka" ucap Hasanah tanpa ia sadari


"Apa?" Nurul terkejut membuat Hasanah terbangun dari lamunannya


"Ahh emang ada yang salah yaa? maaf"


"Itu ide bagus, tapi mungkin gak bakalan sekarang. Ahh gimana kalau Aisyah udah lulus sekolah?" tutur Nurul membuat keduanya terkekeh.


* "Hah mereka cocok yaa, rasanya adem kalau mereka akur, apa sebaiknya kita jodohkan mereka!" ucap Ustadz Usman memperhatikan mereka berdua dengan tatapan haru.


"Hah iya tadz boleh, saya setuju. Tapi mungkin gak sekarang"


"Iya, apa lagi kan Aisyah masih sekolah"


"Gini....pas Aisyah lulus sekolah aja, baru mereka jodohkan. Sekalian aja nikin saya" seru Farish tiba tiba membuat kedua paru baya itu tertawa lepas.


"Hfffttt"


"Kau mau nikah sama siapa?" tanya Rahmat terkekeh


"Ayah ngeremehin Farish, ada dong Farish udah nemuin wanita sholehah tar Farish kenalin sama Ayah" jawab Farish sombong.


"Boleh lah boleh lah" seru keduanya.


Di sana Ahmad sangat bahagia ketika mengobrol dengan Aisyah Dan keesokannya Ahmad berangkat ke bandara yaa walaupun gak di temani Aisyah karena Aisyah harus ikut ujian.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2