Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Apian insecure


__ADS_3

Kita lanjutin ceritanya....


Keesokan harinya Kedua pasangan yang baru halal itu udah berpakaian rapi untuk pergi ke kampus. Seperti biasa Aisyah selalu mengenakan pakaian syar'i warna hitam, sementara Ahmad ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hitam dan celana jeansnya.


Sesampainya mereka di kampus, Ahmad memakirkan terlebih dulu mobilnya. Tanpa ragu Ahmad membukakan pintu untuk sang istri, membuat sebagian mahasiswi mahasiswa di sana bengong.


"Katanya pak Ahmad udah punya istri?"


"Emm beruntung banget si Aisyah bisa deket sama dosen ganteng"


"Harusnya aku yang di sana..."


"Wahh parah tu si Aisyah mau aja di deketin suami orang"


Begitulah gumaman mereka, terdengar sih di telinga mereka berdua tapi yaa udahlah mereka kan gak tahu apa apa "jangan di dengerin neng" bisik Ahmad dan di angguki Aisyah kemudian.


Saat Aisyah sampai di kantor tiba tiba ada Renata yang menghampirinya dan mengajaknya untuk pergi ke kantin "Pak saya ke kantin dulu, permisi" ucap Aisyah ragu dan di angguki Ahmad.


Mereka berdua pun mengayunkan kakinya menuju kantin sebelum pelajaran di mulai "OMG...Aisyah kok kamu bisa sih deket banget sama dosen baru itu" seru Renata heboh.


"Aku di tunjuk jadi asistennya kemarin pas pulang" jelas Aisyah santai sambil menunggu pesanannya. Hanya dengan dua jari di angkat pesananpun akan segera datang yaa mereka berdua suka memesan bakso dan es teh manis jadi bu kantinya sudah paham dengan isarat yang mereka buat.


"OMG hello, kamu mau gitu? ya tuhan...Aisyah aku kaget lho baru satu hari ketemu udah mau aja... padahal kamu selama ini di ajak jadi asisten dosen lain gak mau, nolak dengan berbagai alasan lah" cerocos Renata duduk di kursi kantin


"Emm gimana yaa jelasinnya"


"Gini yaa Aisyah Nursholihah Hidayatullah, kamu tahu kan kemarin pak Ujang bilang dia udah punya istri" sambungnya tanpa mendengarkan ucapan Aisyah.


"Iya aku tahu....kan aku is..." pekik Aisyah seraya menutup mulutnya karena ia hampir saja keceplosan.


Seluruh pengunjung kanting beralih pandangan kepada Aisyah "Ehh kalian kenapa liat liat" pekik Renata membela Aisyah sontak semua mata tertuju ke arah lain lagi.


"Aisyah jangan teriak" bisik Renata malu


"Iya maaf"


"Tadi kamu bilang kan aku is...is apa Syah?" tanya Renata sambil mengunyah bakso


"Tapi kamu aja yaa yang tahu" pinta Aisyah dan di angguki Renata "Dia itu su..." sambung Aisyah namun terpotong oleh suara bel bertanda mereka harus segera masuk kelas.

__ADS_1


"Syah masuk, ini baksonya belum abis" seru Renata terkejut


"Ya udah cepet abisin, mubajir" titah Aisyah terkekeh


Sementara di sisi lain tepatnya di kelas IPA terlihat Ahmad yang baru masuk kelas seraya mengucapkan salam "Ini bangku masih kosong pada kemana?" tanya Ahmad tersadar sang istri dan temannya gak ada.


"Gak tahu pak, paling ke wc"


"Atau enggak di kantin"


Tak lama kemudian Aisyah dan Renata sampai di pintu kelas, mereka kebingungan harus jawab apa kalau nanti di tanya "Syah gimana ini" rengek Renata kebingungan begitu juga dengan Aisyah hatinya juga mulai gelisa.


"Aduh perasaanku gak enak, huhh...ayok kita masuk aja bismillah" ajak Aisyah membuang nafas berat


"Assalamualaikum" ucap Aisyah membuka pintu di dapatinya Ahmad yang tengah mematung dengan tangan di kaitkan di pinggangnya bertanda marah.


'Pantesan hati aku gak enak' batin keduanya menelan silavanya dalam dalam.


"Kalian dari mana saja?" tanya Ahmad tegas sebenarnya hatinya terkekeh ketika wajah Aisyah terkejut sebenarnya ia juga agak sedikit gak enak tapi yaa gimana lagi ini kan contoh yang gak baik untuk siswa siswi lain.


"Kasih hukuman pak"


"Diam kalian, atau kalian yang saya hukum" pekik Ahmad murka sontak membuat siswa siswinya diam.


'Astagfirullah A'a kenapa sih, marah marah mulu cepet tua lho...' batin Aisyah


"Karena kalian gak di siplin, jadi saya kasih hukuman kepada kalian berdua" ujar Ahmad mengajunkan kaki ke arah mejanya.


"Hukuman?" ucap mereka berdua kompak


'Ihh A'a sama istrinya kejam banget' batin Aisyah membulatkan matanya ketika matanya bertubrukan dengan mata Ahmad sontak membuat Ahmad terkekeh.


'Ini awal neng, A'a lagi gabut...di rumah kamu diem mulu. A'a pengen liat kemurkaan kamu' batin Ahmad terkekeh namun wajahnya datar sekaliiii.


"Ngapain di situ, masuk" titah Ahmad dan di angguki keduanya.


"Hukuman untuk kamu Aisyah gantiin saya ngajar, mulut saya pegal pengen rehat dari tadi ngomong mulu" titah Ahmad kepada Aisyah.


"Aku kan belum tahu" seru Aisyah

__ADS_1


"Yang semalam A'...Emm nah ini bukunya" Ahmad hampir saja keceplosan "Dan kamu yang nulis soal soalnya nanti" titah Ahmad kepada Renata.


Neng...jelasin yang semalam A'a jelasin sama kamu


Tulisan di buku yang Ahmad berikan kepada Aisyah 'Ihh A'a rese' batin Aisyah ngerutu


"Pak saya boleh duduk dulu?" tanya Renata dan di angguki Ahmad. Sebenarnya sasaran Ahmad itu Aisyah bukan Renata jadi hukuman Renata ringan gak kaya Aisyah.


Aisyahpun menjelaskan apa yang semalam A'a jelasin. Yaa jadi Ahmad tadi malam menyiapkan materi untuk esok dan itu di temani Aisyah otomatis Aisyah meresapi setiap kata yang di ucapkan A'a.


Tapi ternyata Aisyah gak mendengarkan apa yang di ucapkan Ahmad yaa jadi Ahmad yang harus turun tangan.


Setelah Ahmad selesai menjelaskan Ahmadpun menyuruh Aisyah untuk sholawat karena ia belum selesai dari hukumannya. Aisyahpun sholawat sangat pelan sampai tak terdenger di telingan teman temannya cukup hanya di telingan A'a yang terdengar.


"Aisyah gak kedengeran" pekik Apian


"Bodo amat" sambung Aisyah ketus


"Ehh udah gak papa yang penting saya puas dengan hukumanya, sekarang kamu (Renata) tulis soal di papan tulis" titah Ahmad.


Setelah beberapa menit akhirnya kelas pun selesai "Aisyah aku duluan yaa" ucap Renata di angguki Aisyah.


"Aisyah, ayok" ajak Ahmad setelah Renata benar benar jauh dari kelas, selain mereka berdua, di sana juga ada Apian dan Vino yang masih membereskan buku bukunya.


"Arrgggg...sialan gua kurang gercek" gumam Apian ketika Ahmad dan Aisyah pergi


"Sabar bos...besok harus lebih gercek" seru Vino menenangkan Apian


"Gara gara ini seleting pake macet segala" rutu Apian


"Bos kata gua juga lo lamar aja si Aisyah jangan minta pacaran, kalau minta pacaran mana mau dia" saran Vino


"Iya juga yaa tumben lu pinter" Apian menepuk bahu Vino membuatnya mengaduh kesakitan


"Bosnya aja yang gak mikir" elak Vino


"Lo bantu gua, lo cari alamat si Aisyah" titah Apian di angguki Vino.


Ngomong ngomong Baim kemana yaa? iya jadi si Baim katanya lagi sakit telinga jadi ia izin. Lagi pula enak kalau gak ada si Baim, gak nyusahin pikir Apian.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2