
Merekapun masuk kedalam rumah, dan duduk di sofa ( ruang keluarga) mereka berbincang bincang disana. Entahlah mereka sedang membicarakan apa, yang jelas mereka merasa senang, bahagia, terutama istri Ustadz Usman, bahagianya kelewatan. Mungkin ia senang kalau putranya ada disampingnya.
Sedangkan disisi lain...
Setelah gadis berniqob itu menunggu mobil itu melaju, ia langsung masuk kedalam rumahnya. Gadis berniqob itu membuka pintu yang begitu besar diiringi dengan ucapan salamnya.
Gadis berniqob itu berjalan menuju kamarnya, saat ia akan menaiki anak tangga tiba tiba pintu rumah terbuka 'krekkk' Gadis berniqob itu menghentikan lajunya, ia sangat was was karena tak ada suara apapun dibelakangnya, takutnya maling, pikirnya.
Saat gadis itu memberanikan diri untuk menengok kebelakang, tiba tiba gadis itu kaget karena dibelakangnya ada seseorang yang tengah mematung di pintu, keliatannya seremmm "astagfirullah Ayah" gumam Aisyah, mengelus ngelus dadanya dengan tangan kanannya.
" Ya Allah, Aisyah kenapa kok terkejut kaya gitu...ihhh Aisyah, dikira Ayah setan apa?" ucap Rahmat, menghampiri sang anak.
" Maaf Yah, Ayah sih berdiri di pintu segala, pake baju putih lagi. Jadi Aisyah ngira Ayah set...Hhe maaf Yah" ucap Aisyah, mengecup punggung tangan sang Ayah.
" Iyaa gak papa mungkin Ayah yang salah hhe..Bunda kemana?? kok sepi sih rumah!!" tanya Ayah, melirik kesekeliling ruangan keluarga.
" ga ta..." ucapan Aisyah terpotong karena ada suara mengucapkan salam, diiringi membuka pintu perlahan.
" Ehhh kalian udah pada pulang?, maaf yaa Syah Bunda gak bisa jemput kamu. Soalnya Bunda ada arisan di rumah bu RT" seru Bunda, menyodorkan tangannya karena sang anak menyodorkan tangannya guna mengecup punggung sang Bunda. Dan setelahnya ia mengecup punggung tangan sang suami, dibalaslah oleh suaminya dengan kecupan di kening dengan lembut.
__ADS_1
" ihhh Ayah, di kamar aja...disini ada Aisyah" gumam Hasanah, ditelinga Rahmat.
"Wios sayang...supados Aisyah kabita" ledek Ayah, terkekeh. melirik ke arah gadis itu, dengan alis di angkat ke atas dan diturunkan kembali ke bawah, ia lakukan berulang kali dan juga tersenyum jail.
'Ayah bicara apa? kok nama aku di bawa bawa, ihh kebiasaan deh. Suka pake bahasa sunda, inimah harus les. Ehh tapi gak akh males, ribet' batin Aisyah.
" Gak papa Bun...Aisyah pulangnya sama temen kok " ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
" temen siapa?, kan di komplek ini gak ada teman sebaya? " tanya Hasanah, mengerutkan keningnya. Begitu juga dengan Rahmat, bengongnya tigkat pohon kelapa.
"Mila" ucap Aisyah, datar
"Naik angkot" Aisyah tersenyum memperlihatkan giginya...ouhh iya kan terhalang sama niqob tapi gak papa dehh, pikirnya.
"apa, naik angkot?" ucap mereka berdua, kompak. Memotong pembicaraan Aisyah.
"iyaa... seru lho Bun, Yah. Goyang goyang gimana gitu, ahhh pokonya seru, serunya itu gak bisa di ungkapkan dengan kata kata. Ayah sama Bunda cobain deh, ahhh Aisyah jadi pengen naik lagi, besok besok gak usah di jemput ya Yah, Bun" corocos Aisyah, dalam keheningan. Sedangkan Ayah dan Bunda hanya geleng geleng kepala.
" ihhh gak boleh, angkot itu bau banyak kumannya sayang, gak akh Bunda gak ngizinin" ujar Hasanah, Aisyah langsung sedih dengan larangan sang Bunda, padahal tadi dia kegirangan, karena senangnya kebangetan.
__ADS_1
" Tapi...."ucapan Aisyah terpotong
" Gak ada tapi tapian sayang... kamu harus nurut perkataan Bunda, Bunda kamu tuh gak mau kalau kamu sakit. Gini deh kamu ke sekolahnya bawa mobil sendiri yaa. Ayah izinin " seru Ayah, membelai belai kepala sang anak.
Orang tuanya Aisyah bukan lebai yaa, tapi mereka was was takut anaknya kenapa napa, apa lagi ini anak satu satunya, pasti mereka merasa khawatir, kan kita gak tahu, apa mobil itu bersih!! apa lagi kan ini kendaraan umum, siapa saja boleh menaiki mobil itu. Pirus itu gak keliatan jadi kita harus jaga jaga!!
Aisyah menganggukan kepalanya lalu pamit ke kamar untuk membersihkan badannya dan langsung tidur, kalau gak tidur yaa ngemil, kalau gak ngemil yaa main handphon. Kapan dia belajar....? dia belajar pas malem hari, bahkan ia rela gadang untuk belajar. Pas sekolah, waktu istirahat atau jam kos ia selalu tidur. Hha itu sih yang selalu di lakukan gadis berniqob itu, sejak kecil di pondok pesantren.
Sementara di sebrang sana...
Ahmad tengah rebahan di kamarnya yang begitu luas, kemudian ia mengangkat bagian kepalanya lalu di rebahkan di kepala ranjangnya, tangan yang di silangkan di dada dengan satu kaki ditekuk. Hah...bujangan itu kayanya lagi memikirkan seseorang deh.
"Ihh pala nie kenapa sih... terus aja memunculkan wajah gadis itu, yaa gak mungkinlah dia mau sama aku. Aku umurnya udah mau 20 tahun sedangkan dia...!! dia berapa tahun yaa!!!!. Tapi di lihat dari tinggi badannya kayanya dia masih SMP dehh" ucap Ahmad, terdengar oleh Ustadz Usman yang sedang melintasi kamarnya.
" Siapa yang masih SMP?" tanya Abi melebarkan pintu kamar dan mendekati sang anak. Ahmad yang tengah santaipun langsung terkejut dan mulai canggung.
Ia sebenarnya pengen tanya tanya tentang gadis itu namun, rasa gengsinya mengalahkan rasa penasarannya. Yaa kan gak mungkin ia menanyakan tentang wanita, yang ada malah jadi bahan tawaan.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa dukung karyaku dengan tekan vote, like dan lovenya yaa. insya Allah akan up setiap hari. Semoga ceritanya bisa menghibur dan bermanfaatš¤