Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Hati yang kau sakiti


__ADS_3

Di tempat yang berbeda, tepatnya di pondok pesantren Hidayatullah. Keluarga besar Aisyah tengah makan siang di sebuah ruang makan.


Terlihat jelas di sana tangan Nissa berusaha meraih lauk pauk yang berada di samping Farish, karena merasa iba akhirnya Farishpun meraihnya lalu memasukannya ke dalam piring Nissa dan itu sukses membuat semua mata memandangnya.


Terustama sang istri, sampai sampai ia salah memasukan sesendok bubur yang malah memasukannya ke hidung.


"MILA" pekik Farish membuat Mila terkejut lalu melirik ke arah putrinya yang hanya diam saja "pokus Mila, pokus sama anakmu, kau liat apa HA?, kau mau liat ini!!" Farish meraih lauk pauk lalu memasukan ke dalam piring Nissa seraya tersenyum manis, orang orang hanya menatapnya bingung.


Degggg....!!


Hati Mila saat ini sangat sakit!! pasti sakitlah dimana ada wanita yang biasa biasa aja ketika suaminya perhatian sama wanita lain? matanya sudah berkaca kaca namun ia tahan agar tak jatuh. Kenapa Farish membentaknya? ini baru pertama kalinya ia di bentak.


Jika dia mempunyai salah Farish menegurnya dengan lemah lembut tapi kenapa...kenapa dia jadi garang seperti ini?


Mila pun segera menyelesaikan kegiatan menyuapi putrinya, agar ia bisa nagis tanpa ada yang melihatnya.


"Aku permisi" ucap Mila beranjak pergi


"Farish kau kenapa membentak istrimu?" tanya Rahmat marah


"....." tak ada jawaban dari mulut Farish ia hanya menunduk, kenapa ia bisa emosi pada istrinya sendiri!!


"Lain kali jangan seperti itu lagi, kasian Mila pasti hatinya sakit"


"Kamu Nissa jangan pernah berniatan masuk ke keluarga mereka"


"Sebaiknya kau susul Mila pasti dia sekarang lagi nangis"


Di ruang kamar terlihat Mila sedang menidurkan putri kecilnya, air matanya terus mengalir sehingga membentuk aliran sungai kecil di pipinya.


'Kenapa A'a bentak aku?, terus kenapa A'a bertingkah seperti itu...apa A'a mulai suka lagi sama mantannya?. Kenapa sih harus ada orang ketiga di keluargaku, hiks...jika aku pemilik rumah ini udahku usir perempuan itu. A'a aku harap kau jangan berubah dan jangan pernah berpaling dariku, biasanya kau menegurku dengan lemah lembut tapi tadi kenapa...kenapa...?' gumam Mila dalam hati sembari memukul mukul dadanya yang sesak


"Kamu nangis sayang?" tanya Farish seraya melingkari perut Mila dan menopangkan dagunya di bahu sang istri membuat si empunya terkejut dan langsung menyeka air matanya kemudian.


"Maafin A'a yaa..."


"Lepasin" ujar Mila berusaha melepaskan dekapannya


"Marah yaa, jangan dong...A'a gak sengaja bentak kamu tadi" ucap Farish mengeratkan pelukannya


"A'a mau berpaling dariku HA?" tanya Mila ketus

__ADS_1


"Gak sayang tadi A'a cuman mau bantu Nissa..."


"Masa, tadi A'a bilang liat ini sembari mempraktekan ngasih Nissa lauk pauk pake senyuman lagi"


"Oh jadi ceritanya kamu cemburu....baiklah kalau gitu A'a lakukan lagi...Auuu sakit" Farish mendapat cubitan super dari sang istri


"Itu gak sebanding apa yang Mila rasakan" Mila mencubit kembali sampai Farish mengaduh kesakitan


"Aau i-ya gak bakalan, lepasin neng sakit. Ternyata istri A'a garang yaa hhe" ujar Farish terkekeh seraya mengelus hidung Mila membuat si empunya tersipu


"Jangan marah yaa maafin A'a, kamu ma'lumin A'a...A'a tuh lagi banyak pikiran, apa lagi A'a harus nyari orang yang mau bunuh kamu"


"Siapa yang mau bunuh aku?" tanya Mila terkejut


"Dua preman yang mau culik kamu, tapi yang kena malah Aisyah, kamu igat gak?"


"Oh iya Mila igat, tapi kayanya mereka suruhan deh A'. Gak mungkin kalau tiba tiba, apa lagi waktu itu Mila gak pake perhiasan ataupun bawa handpon cuman kantung plastik hhe..." kata Mila mengingat kejadian waktu itu


'Memang, bentar lagi aku akan menemukan orangnya lalu membunuhnya secara sadis kara sudah berani untuk membunuh istriku dan keluargaku' batin Farish tersenyum mengerikan


"Iya kayanya orang itu bakal terus berusaha....membunuhmu" Farish membisikan kata 'membunuhmu' membuat Mila merinding


"Yaa bagus dong berarti A'a bisa kawin lagi...Auuu" lagi lagi Mila mencubit tangannya dengan sangat keras


"Jangan somprang kalau ngomong" tekan Mila namun Farish hanya terkekeh


"Iya maafin sayang" ucap Farish mengecup pipi sang istri


"A'a ihh gimana ini, nyawa Mila terancam..." rengek Mila lagi


"Sini A'a bisikin sesuatu" Farish mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri lalu membisikan entah apa itu, jangan nguping dulu lagi serius 🙄


"Gimana paham kan?" tanya Farish setelah selesai berbisik dan di angguki Mila


"Nanti aku nyari bodyguard untuk mengawasimu jika A'a gak di sampingmu" sambung Farish tersenyum manis, yang melihatnya langsung tersipu sekaligus gemes hha...


Kita balik lagi kepada dua sejoli yang tengah beradu cinta.


Setelah memenuhi hasratnya Ahmad langsung menjatuhkan tubuhnya di samping kanan Aisyah lalu mengecup kening sang istri seraya terkekeh.


Ahmadpun memandang langit langit rumah, namun berbeda dengan Aisyah yang memandang wajah tampan di sampingnya seraya tersenyum manis.

__ADS_1


'Ya Allah kebablasan, siapa sih yang rencanain ini? gak mungkin juga istriku, kalau dia ingin pasti ngerayu tapi ini gak sama sekali. Aduh gimana nie kalau sampai Aisyah hamil apa lagi tadi waktunya lama bagett hhee... hah kalau udah gini bisa bisa aku minta tiap hari hha...ampun deh bisa ke bablasan segala' batin Ahmad


"Kenapa mukanya kaya yang pengen kentut!!" tanya Aisyah serius tanpa ada kekehan, melirik wajah Ahmad yang emang kaya pengen kentut hha...


Ahmad memperbaiki raut wajahnya menjadi seperti biasanya (datar dan dingin) kemudian Ahmad melirik ke samping.


"Kalau mau kentut yaa kentut aja gak usah di tahan" sambung Aisyah terkekeh


"Siapa juga yang mau kentut kamu kali!!" jawab Ahmad datar


"Oke oke terserah A'a deh, Aisyah pengen mandi gerah" ujar Aisyah menekan kata 'gerah' seraya bangun dari tidurnya


"Bareng neng mandinya"


"Ayok atuh..."


"Sayang gendong" titah Ahmad merentangkan tangannya seperti anak kecil aja kau ini...


'ditindih kakinya aja udah kaya ditindih batu besar apa lagi badannya ihhh bisa bisa tulangku remuk oh tidakkk' batin Aisyah ngilu


"Ayok cepet gendong malah bengong..." ujar Ahmad masih setia menunggu


"Berat"


"Gak bakalan, kaya di flim flim gitu...gak bakalan berat kok ayok cepet neng..." rengek Ahmad nyengir


Aisyah menghela nafas kasar seraya membangunkan suaminya dari tidurnya lalu ia membelakangi sang suami di situlah Ahmad langsung melingkari tangannya di leher sang istri.


"Udah, ayok jalan" Aisyahpun menggendong suaminya menuju tandas


"Gak berat 'kan?"


'Katamu gak berat' rutu Aisyah dalam hati


"Heeyy readres jangan ngintip yaa kami mau pacaran..."


"Mandi ketang" Aisyah pun menutup pintunya cukup keras


Dadah segitu dulu, tunggu up date selanjutnya yaa🤗 jangan lupa like oke hhe...


...Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2