
"Ah apa sih aku gak ngomong apa apa" elak Aisyah gugup
Karena tak ingin berdebat Ahmad hanya tersenyum seraya mencubit kedua pipi Aisyah gemas memembuat Aisyah mengaduh kesakitan dan di akhiri dengan ke kekehan berbarengan.
"Udah malam kita tidur" ajak Ahmad seperti malam malam biasanya
Aisyah pun merebahkan tubuhnya berhadapan dengan suami nya, terlihat Ahmad yang sudah memejamkan matanya terlebih dulu bertanda ia sudah tidur tanpa berfikir apa apa Aisyah pun ikut memejamkan matanya, matanya juga sudah mulai terasa perih pikirnya.
Keesokan hari Aisyah terbangun dari tidurnya ia melihat ke sarah tempat tidur sang suami namun Ahmad tak ada di samping nya lantas ia kemana? Aisyah mengira mungkin A'a keluar nyari udara.
Aisyahpun beranjak pergi ke tandas untuk melaksanakan sholat subuh entah mengapa ia bisa telat sholat subuh juga kenapa A'a tak membangunkan nya aneh sekali!.
Setelah selesai melaksanakan sholat Aisyah pergi ke dapur untuk membatu umminya masak, baru sampai di pintu dapur terlihat Ahmad dan ummi tengah berbincang.
Bukan bermaksud apa apa, tiba tiba hati Aisyah mendorong untuk menguping pembicaraan mereka di balik pintu.
"Ahmad ummi udah lelah nunggu kelahiran seorang bayi, kenapa istrimu belum hamil hamil juga!" pekik Nurul sedikit emosi
"Mungkin Allah belum mempercayai kita untuk mengurus titipan dari Allah, nanti juga kalau udah waktunya Allah akan kasih" elak Ahmad halus
"Tapi Mad ummi cape nunggunya, umur ummi makin hari makin tua. Ummi gak mau mati penasaran cuman gara gara ini" elak Nurul kesal
Di sana Ahmad hanya diam tak ada kata kata yang di lontarkan di mulutnya karena ia takut salah ucap.
"Ummi gak mau tahu kamu harus cari wanita yang bisa memberi dirimu keturunan titik gak ada bantahan. Ummi cape kalau nunggu Aisyah hamil kelamaan keburu ummi mati" elak Nurul sedikit tinggi membuat Ahmad terutama Aisyah terkejut.
__ADS_1
"Astagfirullah ummi kenapa ummi bilang seperti itu, Ahmad gak mau madu Aisyah.....Aisyah itu salah satu wanita yang Ahmad sayangi, maaf ummi Ahmad gak bisa turutin kemauan ummi, bukannya Ahmad tak sayang" ucap Ahmad salah di artikan Nurul
"Oh kamu lebih sayang sama dia dari pada ummi, dasar gak tahu diri 'Plakkk' ummi yang melahirkan kamu ummi yang ngurus kamu dari bayi bukan si Aisyah yang cuman melayani kamu...sekarang kamu malah menyayangi Aisyah dari pada ummi sendiri. Arrrrggghhh dasar anak durhaka" pekik Nurul kesal
Aisyah berlari menuju ruangan itu "Ummi aku mohon jangan paksa A'a untuk poligami aku gak sanggup ummi..." ucap Aisyah berlutut namun permohonannya tak ada gunanya.
Nurul mendorong bahu Aisyah sampai terseret dan terjatuh "Astagfirullah ummi" pekik Ahmad seraya membantu Aisyah berdiri
"Ummi aku mohon jangan lalukan itu, ummi aku mohon ummi....ummiii" teriak Aisyah menggeleng gelengkan kepalanya
"Ummi....ummiiiii jangan ummii jangannnn"
"Neng...neng...bangun neng istigfar nenggg" pekik Ahmad menggoyang goyangkan bahu Aisyah agar sadar dan bangun dari mimpinya.
"Astagfirullah" pekik Aisyah terperanjat dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya kemudian.
Segera Aisyah memeluk erat tubuh sang suami membuat Ahmad kebingungan pasalnya ia beru pertama kali bermimpi seperti ini "A'a...Aisyah mohon jangan tinggalin Aisyah, Aisyah gak mau di poligami hiks...hiks..." pekik Aisyah memeluk lebih erat tubuh Ahmad.
'Poligami?' batin Ahmad mengernyitkan keningnya
Apa maksudnya, kenapa Aisyah tiba tiba bicara seperti itu. Sebenarnya ia bermimpi apa sampai segitunya? entahlah dia betmimpi apa yang jelas ia merasa ketakutan tubuhnya juga gemeteran, air matanya pun mengalir begitu deras sampai membasahi baju tidurku.
Ku liat keringat dinginnya keluar dari keningnya kamu kenapa? pikir Ahmad yang bermunculan di benak pikirannya.
"Neng...kamu kenapa?, biar kamu tenang kita sholat yuu" ajak Ahmad halus dan diangguki Aisyah.
__ADS_1
Merekapun mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud kebetulan juga waktu menunjukkan pukul 01:05. Setelah mengambil air wudhu Aisyah memakai mukena terlebih dulu di bantu Ahmad karena kayanya tangan Aisyah gemeteran jadi agak susah untuk memakai mukenanya.
Setelah selesai memakai mukena merekapun melaksanakan sholat dan di akhiri dengan dzikir dan membaca Al- Qur'an. Ahmad membalikan badannya setelah ia menaruh kembali Al-Qur'an di tempat asalnya.
"Neng kamu kenapa?" tanya Ahmad sekali lagi
Aisyah hanya menitihkan air matanya tanpa membalas pertanyaan dari Ahmad. Mimpi itu terus saja muncul di benak pikirannya membuat Aisyah semakin deras menitihkan air matanya.
Ahmad tak tega melihat Aisyah yang dari tadi menangis, Ahmad menyeka air mata di pipi mulus Aisyah membuat Aisyah mengangkat kepalanya dan melihat dengan mata sembabnya ke arah sang suami yang tengah tersenyum lebar.
"Udah jangan nangis A'a ada di sini, A'a gak akan pernah tinggali kamu. Kamu adalah wanita kedua setelah ibuku yang aku cintai mana mungkin aku meninggalkan kalian berdua" ucap Ahmad lembut
"Kalau A'a harus memilih di antara kita, A'a akan pilih siapa?" tanya Aisyah serak
"Pertanyaan itu sangat sulit bagiku, mana mungkin aku memilih salah satu di antara kalian, aku gak bisa milih dirimu dan meninggalkan ibuku dan gak mungkin juga aku memilih ibuku dan meninggalkanmu. Aku sangat sayang kepada kalian berdua jangan sampai aku berada di posisi harus memilih siapa di antara kalian yang harus aku pilih"
Ahmad mendekatkan bibirnya ke kening Aisyah seraya mengecupnya sementara Aisyah ia hanya diam tak berkata apa apa selain isaknya.
'Kayanya ucapan ummi kemarin yang menyebabkan Aisyah bermimpi seperti itu' batin Ahmad melepaskan kecupannya kemudian.
'Aku gak mau kehilangan A'a, tapi aku malu bicaranya lebih baik aku tunggu keinginan dia' batin Aisyah yang semakin menunduk.
Sementara Ahmad ia hanya menatap Aisyah, ia juga merasa bingung harus ngapain dari tadi Aisyah hanya diam.
Bersambung dulu yaa nanti kelanjutannya di episode selanjutnya. Nah penasaran kan setelah ini mereka mau ngapai hayoh??
__ADS_1
Simak terus yaa ceritanya jangan lupa like komen juga yaa kalau ada kesalahan dari kata katanya🙄