
"Aisyah ini bunda/ummi/ayah/abi/Nissa..." ucap mereka berbarengan membuat suasana ruangan ramai
"Kalian siapa? aku gak kenal" tanya Aisyah ketakutan
Air mata tiba tiba menetes begitu aja tanpa di minta, semua orang yang ada di sana merasa terpukul atas pengakuan Aisyah. Kenapa dia? apa dia lupa igatan? perasaan kepalanya gak ke jedot kenapa dia bisa seperti ini!!
Mereka tak percaya dengan pengakuan Aisyah, mereka mencoba mengingatkan Aisyah bahwa mereka itu adalah keluarganya. Namun jawabannya tetap sama Aisyah tak mengenali mereka sama sekali, bahkan Aisyah semakin stres di buatnya.
Nissa yang belum percaya ia langsung menanyakan siapa namanya seperti di filem filem dan alhasil jawabannya tetap sama ia tak mengetahui iden titasnya dan itu membuat hati Hasanah semakin terluka.
"Ya Allah, Aisyah ini bunda..." ucap Hasanah histeris
"Nama aku siapa? sayang nama aku siapa?" Aisyah meraih tangan Ahmad lalu menggoyangnya membuat semua orang berhenti menangis terutama sang ibu.
Ahmad mengedipkan matanya dan bergumam enatah apa itu bertanda bahwa sang istri telah keceplosan, Aisyah langsung menutup mulutnya seraya menepuk jidatnya.
"Oh kalian mau gerjain kita....em em BAgus baaguss" ucap Nurul ketus, tangannya meraih telinga Ahmad lalu memutarnya pelan "Baguss...kami udah jantungan..." sambungnya tergalak
Dan ternyata ini hanyalah prank, gak mungkin juga Aisyah lupa igatan korang kepalanya baik baik aja gak kejedot hha...
"Hhe...maafin Aisyah, Aisyah di suruh A'a" kata Aisyah cengengesan
"UHH DASAR" pekik semua orang mencubit tangan Ahmad secara barengan
"Kamu sih pake keceplosan segala" rutu Ahmad
_Flasback Off_
Subuh sekitar jam 04:30 Ahmad membuka matanya perlahan, ia melirik ke arah sang istri yang masih setia dengan komanya. Ahmad sebenarnya sedih sudah berhari hari tapi Aisyah belum siuman juga, Ahmad sempat putus asa namun semua orang terus menyemangatinya.
"Sayang bangun, kita sholat yuu...bangun sayang" bisik Ahmad sembari meneteskan air matanya
Ahmad mengecup kening Aisyah lalu pergi ke tandas untuk membersihkan tubuhnya. Singkat cerita Ahmad telah melaksanakan kewajibanya sebagai seorang muslim yaitu melaksanakan sholat.
Ia melirik ke arah Aisyah yang masih tak sadarkan diri, Ahmadpun menghampiri Aisyah lalu mengecup keningnya dan meraih al-qur'an yang di letakan di atas nakas.
__ADS_1
Ahmad mulai membaca ayat suci al-qur'an (surah ar-rahman kesukaan sang istri) dengan suara merdunya. Ketika bacaannya hampir akhir Ahmad merasakan suatu dalam genggamannya, ia pun menghentikan bacaannya dan melihat ada apa?
Ahmad membuka genggaman tangannya bersama sang istri, Ahmad melihat jari telunjuk Aisyah bergerak. Air matapun jatuh tanpa ia minta, hatinya seketika senang tak terbayangkan.
Ahmad segera menekan tombol darurat di pinggir ranjang yang berguna untuk memanggil dokter. Terlihat mata Aisyah membuka walaupun pelan itu membuat hati Ahmad semakin senang.
"Haus" ucap Aisyah pelan, untungnya Ahmad peka jadi langsung meraih air dan memberikan kepada sang istri.
"Buka mulutnya sayang..." titah Ahmad menyodorkan sedotan ke bibir sang istri, Aisyah langsung meminumnya kemudian. Sungingan di bibir Ahmad semaki melebar saja, mana ada seorang suami yang tak senang istrinya siuman.
"A'a Aisyah di mana?" tanya Aisyah melirik ke sekeliling ruangan namun tatapannya berhenti ke arah perutnya yang tak buncit lagi, lantas kejadian kemarin mulai bermunculan di benaknya.
"A'a kenapa perutku gak buncit?" tanya Aisyah air matanya mulai menetes begitu juga dengan Ahmad, sungingan di bibirnya tiba tiba pudar ia mengingat kembali apa yang di katakan dokter
"Emm..."
"Katakan!!" histeris sembari mengoyang goyangkan tangan sang suami, Ahmad menghela nafas berat ia tak sangup mengatakan yang sesungguhnya. Bagaimanapun ia harus jujur....harusss...
"Kamu keguguran sayang..." jawab Ahmad lesu
Aisyah menutupi mulutnya terkejut ia tak percaya kenapa semua ini terjadi kepadanya, kenapa!!
'Ya Allah...aku harus kuat...Aisyah kuat...' batin Aisyah menahan isaknya
"Tapi A'a gak papa kan gak ada yang terluka?" tanya Aisyah berusaha tegar agar Ahmad tak menyalahkan dirinya sendiri seperti itu.
"Kamu kenapa? kamu gak sedih anak kita pergi?"
"Sedihhh sekalii...aku akan berusaha menerimanya, aku ikhlas. Mungkin ini sudah takdir, aku gak papa...kita kan bisa membuatnya lagi hhe..." terkekeh
Deeggg....!!
Jantung rasanya berhenti berdetak 'hiks...itu masalahnya neng...A'a takut nanti akan kehilangan dirimu' batin Ahmad dalam isaknya.
"Udah dong A'a jangan nangis...auu auu" punggung Aisyah rasanya linu mungkin ia menggeser tubuhnya jadi kesakitan
__ADS_1
"Kamu kenapa? kamu jangan bergerak dulu" titah Ahmad namun Aisyah malah nyengir
"A' kenapa punggung Aisyah sakit? seharusnya perut Aisyah?" tanya Aisyah heran
"Maaf buk, sebenarnya tulang punggung ibu retak...jadi saya menyarankan ibu jangan banyak gerak" jawab dokter yang baru masuk ruangan itu membuat keduanya terkejut
"Hhe maaf saya masuk begitu aja" sambungnya lalu memeriksa Aisyah yang masih bengong
"Gak papa, apa saya bisa sembuh dok?" tanya Aisyah sedikit terkejut
"In syaa Allah, untungnya retakannya ringan, perlahan akan sembuh in syaa Allah..."
Nafas lega pun keluar dari hidung mereka
"Neng kita kerjain mereka, kita liat reaksi mereka kaya gimana!!" bisik Ahmad tersenyum jail
_Flasback on_
Nafas lega keluar dari hidung dan mulut mereka, untungnya mereka gak mempersalahkan kembali prank mereka. Mereka besyukur Aisyah sudah siuman, yaa tetap saya walaupun siuman Aisyah tetap nginep di rumah sakit sebelum ia sembuh.
Di sisi lain terlihat Farish tengah duduk di ruangan kerjanya (mansion) matanya tertuju pada layar laptop kayanya ia sedang melihat sebuah vidio atau mungkin menatap poto? entahlah...
"Roy katakan ini editan kan?" tanya Farish mengepalkan tangannya murka
"Asli tuan" jawab Roy (sekretaris Farish), Roy lelaki paling muda di antara mereka umurnya sekitar 27 tahun. Wajahnya sangat tampan membuat semua cewek terpikat kepadanya namun seperti mafia lainnya yang berwajah datar dan dingin.
"Gak nyangka...wanita itu harus di punahkan sebelum jadi mafia sungguhan" gumam Farish beranjak pergi meninggalkan Roy.
"Roy siapkan dua orang yang berlaga seperti polisi, saya tunggu di mobil" titah Farish melanjutkan lajunya tanpa mendengar jawaban dari Roy terlebih dulu. Sultanmah bebass...
Kembali lagi ke rumah sakit...terlihat mereka tengah mengobrol satu sama lain kecuali Ahmad yang tengah nyenyak tidur, mungkin dia kelelahan.
Dan Aisyah yang berada di sampingnya hanya mengobrol sesekali mengelus pipi sang suami karena permintaannya "Emm di elus elus pasti enak yaa!!" goda ustadz Usman namun Ahmad semakin menjadi jadi (manja) ia meminta Aisyah mengecup pipinya dan itu sangat memalukan.
"Selamat yaa Aisyah bayinya sudah lahir, uhhh lucu bangettt...jadi pengen gendong tapi berat haha..." ledek Nurul dan Hasanah sembari mencubit pipi Ahmad sampai memerah.
__ADS_1
Aisyah hanya tersenyum sementara yang lain tertawa lepas membuat Ahmad malu tapi tak menjadikan dirinya terbagun. Dasar bayi besar.
"Tapi bener neng A'a jadi bayi kamu aja jangan yang mungil kagok hha..." bisik Ahmad terkekeh