
Seorang wanita tengah berjalan menuju pondok pesantren Hidayatullah, wanita itu tak lain adalah Mila. Di pertengahan jalan Mila di hentikan oleh dua pria yang membawa senjata di tangan pria berbadan gemuk.
Dan pria berbadan ramping menggenggam tangan Mila, Mila berusaha melepaskan gengamannya namun genggaman itu semakin kencang. Tak ada cara lain ia memberanikan diri untuk menggigit lengan pria itu.
"ARRRGGGGG..." pekik pria berbadan ramping
"BUEE ASIN TANAGANMU" pekik Mila mengeluarakan air liurnya.
Seketika tangan itu terlepas dan Mila berlari dua kali lebih cepat dari biasanya rasanya ingin berhenti namun pria itu terus mengejarnya.
Entah apa yang mereka iginkan dari Mila perasaan ia tak memakai perhiasan ataupun bawa tas mahal hanya sebuah kantung plastik saja.
"BERHENTIIII" pekik Mila
Kedua pria itu seketika berhenti dari jarak sekitar 5 meter "Tunggu dulu saya haus" kata Mila mengeluarkan air minum di dalam kantung plastik, untung tadi dia beli minum jadi bisa menghilangkan dahaganya.
"Kita juga mau atuh" kata salah satu pria itu
"Oh kalian mau?" tanya Mila tersenyum jail dan di angguki keduanya
Mila pun menumpahkan sisa airnya lalu melempar botol kosong ke wajah kedua pria itu sembari berkata
"Ups sengaja" Milapun langsung tancap gas berlari sekencang mungkin
"Wah nantangin kita, kejar kentong" titah pria berbadan ramping
"Ha, gua capek pen rehat dulu, lu aja deh"
"Cepet kentong nanti nyonya marah bisa bisa kita yang mati"
"Ya udah ayok tapi gendong"
"Ck lu kaya anak kecil aja. Cepet nanti dia lolos lagi"
Setelah cek cok kedua pria itu langsung berlari kencang walaupun nafasnya belum teratur normal seperti sedia kala.
Brugggg....!!!
Mila tersandung dan terjatuh, ia meringis kesakitan karena kakinya terluka akibat mencium aspal yang tak selurus dan semulus pipinya.
"Ha mau kemana?" tanya pria bertubuh ramping sembari merentangkan tanangannya
'Ya Allah lindungi hamba dari orang orang jahat' batin Mila berharap
__ADS_1
"Hahha...nyerah neng? uluh kasian"
Hap...Mila akhirnya tertangkap namun ia tetap berusaha untuk meloloskan diri.
.
"A'a stopp..." titah Aisyah memukul mukul lengan Ahmad seketika Ahmad menghentikan laju mobilnya.
"Astagfirullah" Mata Ahmad membulat karena melihat Mila yang tengah di tarik paksa oleh kedua pria itu.
"Kamu jangan keluar bahaya di sini aja yaa, biar A'a yang tangani" ujar Ahmad
"Emang A'a bisa bela diri?" ledek Aisyah karena tak pernah liat Ahmad berantem ataupun belajar bela diri
"Kamu raguin kemampuan A'a?" tanya Ahmad tergalak, Aisyah hanya menggelengkan kepalanya karena tatapan Ahmad membuatnya takut.
"Igat kamu jangan keluar" ancam Ahmad sembari mengecup kening Aisyah
"Hati hati A', mereka bawa senjata"
"Do'ain moga A'a baik baik aja" Ahmadpun keluar dari mobil dan langsung berdiri tegak layaknya preman
"HEY LEPASIN, KALIAN CENTIL...KALAU MAU BERTARUNG SAMA SAYA, TANGAN PEGEL NIE PENGEN MAIN KATANYA" pekik Ahmad so jago
Seketika pria gemuk itu langsung menyerang Ahmad tanpa aba aba namun dengan sigap Ahmad melawannya dengan memukul berutnya sampai meringis kesakitan setelah itu pria berbadan ramping menghampirinya lalu memukulnya tanpa ampun.
Ahmad sempat kena pukulan namun Ahmad berusaha melawannya kembali dan Ahmad menendang bagian kelaminnya sehingga pria itu mengaduh kesakitan.
"Hha...katanya preman, di tendang pelan aja langsung kumat hha..." seru Ahmad terkekeh
Pria berbadan gemuk tak igin menyerah begitu aja ia meraih pisau lipat dalam celananya lalu melayangkan ke atas dengan posisi membelakangi Ahmad sehingga tak di ketahui Ahmad.
Tapi tidak dengan Aisyah yang meliriknya dan langsung keluar dari mobil "A'aaaa" pekik Aisyah
Sukk....suara sentuhan pisau yang mendarat tepat di bagian perut Aisyah.
Ahmad sangat panik ketika melirik ke arah Aisyah yang tergeletak di atas aspal dengan darah yang menyelimuti gamisnya. Begitu juga dengan Mila yang langsung berlari ke arah Aisyah.
"Wanita bercadar? SIALAN"
"King gimana nih itu wanita bercadar yang kena, bisa bisa nyonya bunuh kita"
"Cabut" merekapun pergi kaya jailangkung tanpa permisi
__ADS_1
"Aisyah bertahanlah" ucap Ahmad menggendong Aisyah masuk ke dalam mobil
"Mad ya Allah, cepet masuk gua yang nyetir" kata Farish yang beru sampai di lokasi karena sebelumnya Aisyah menelpon Farish agar datang kesana.
Farish mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak ingin adik kesayangannya mati di perjalanan apa lagi dia lagi hamil harus segera mendapatkan pertolongan.
"Cari kedua pria itu CEPAT" titah Farish dalam telpon entahlah ia sedang berbibacara dengan siapa dan itu sukses membuat Mila mengeryitkan keningnya beda dengan Ahmad yang terus menitihkan air matanya dan menyuport agar Aisyah bisa bertahan.
"A' lagi telpon siapa?" tanya Mila ragu
"Kamu gak usah tahu, pegangan yang kuat" jawab Farish datar tanpa melirik sedikitpun ke arahnya di tamba wajahnya yang mulai menyeramkan
'Ya Allah A'a kenapa aneh banget, wajahnya tak seperti biasa ihh menyeramkan...terus tadi dia nyuruh siapa? ya Allah kok aku jadi merinding mana kepala pusing lagi' batin Mila ngerutu.
Tak menunggu waktu lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit "DOK....DOKTER...DOKTER" pekik Ahmad dan Farish membuat semua orang panik terutama suster yang langsung membawa banker lalu Aisyah di bawa ke ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan.
Air bening terus membasahi pipi Ahmad, tubuhnya bergetar, lisannya terus beristigfar dan berdo'a agar sang istri bisa selamat/lancar operasinya dan bisa berkumpul lagi bersama keluarganya, begitu juga dengan Mila.
Berbeda dengan Farish yang sibuk memainkan handponnya seperti sedang mengetik sesuatu dengan wajah kesalnya '***Kirimkan dua bodyguard laki laki dan satu bodyguard perempuan ke rumah sakit CEPAT'
'Baik tuan, secepatnya***' (balasan)
Tak lama kemudian datang bodyguard yang tadi Farish perintahkan di taman rumah sakit karena tak ingin mereka curiga.
"Tuan..." panggil salah satu bodyguardnya
"Cepat kalian jaga, sesuai dengan perintah saya" titah Farish beranjak pergi
Bodyguard itupun berjaga sesuai apa yang di perintahkan oleh tuannya.
Mila dan Ahamd bingung dengan kedatangan mereka, tanda tanya besarpun terlukis di kening mereka. Mereka ingin sekali menanyakan hal itu namun sudahlah biarkan saja mungkin dari pihak kepolisian.
"A' saya ke belakang dulu" izin Mila di angguki Ahmad
Mila pun berjalan menuju arah toilet, ia merasa tidak nyaman karena wanita menyeramkan itu terus mengikutinya.
"Kamu mau apa ikutin saya? jangan macam macam" seru Mila ketakutan
"Tenang nona, saya hanya menjaga nona" kata wanita itu sedikit rengkuh (menundukan kepalanya)
'Nona? baru kali ini dengar polisi manggil aku nona biasanya juga ibu, dasar maemunah mana muka serem...Astagfirullah jadi ketularan A'a lagi hhe...' batin Mila melanjutkan lajunya tanpa menghiraukan lagi wanita menyeramkan itu.
Bersambung....
__ADS_1