
Di taman yang begitu luas dengan hiasan bunga bunga yang bermekaran di sana terlihat keluarga kecil Sihab tengah duduk di atas bangku panjang.
Mereka tengah menikmati suasana taman yang indah sungguh ciptaan-Mu sangat luar biasa tanpa ada yang cacat sedikitpun.
"Abii pengen jajan..." kata putra sulung Farish, sembari menggoyang goyangkan bahunya
"Iya ayok...kamu mau ikut gak?" tanya Farish kepada sang istri.
"Kamu aja aku pengen di sini"
"Jaga diri baik baik yaa sayang" Farish mengecup kening Mila dan putri bungsungnya kemudian "Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam..."
Farish pergi mengantar putra sulugnya untuk jajan, sementara Mila ia hanya duduk di bangku tadi sambil melirik ke sekeliling menikmati indahnya dunia.
Tiba tiba ada seorang laki laki jangkung dengan topi di kepalanya mendekati Mila lalu duduk begitu saja di samping Mila membuat Mila risih akan ke hadirannya.
Di saat Mila akan beranjak pergi tangannya di tahan oleh pria misterius itu, Mila berusaha melepaskan genggamannya, namun ia tak bisa menghempaskan genggamannya itu karena genggamannya begitu kuat.
Farish terkejut ketika melirik tangan sang istri di tahan oleh lelaki lain, ia langsung menghampiri mereka lalu menghempaskan tangan lelaki itu dengan sanagat keras.
"Jangan macam macam" ancam Farish murka
"Anda siapa? kenalin gua pacarnya" pria itu menyodorkan tangannya guna Farish menjabat tangannya.
"A'a Mila gak kenal siapa dia" ucap Mila ketakutan di balik badan keker sang suami.
Farish menjabat tangan nya lalu menekan dengan kerasnya membuat pria itu kesakitan "anda jangan macam macam sama istri saya" ujar Farish marah
"Oh anda suaminya!! Farish...Farish...percaya aja apa yang di katakan Mila, asal lo tahu dia itu cuman ingin manfaatin lo"
Plakkkk....
Suara tamparan mendarat dengan sempurna di pipi pria itu sehingga membentuk lukisan bunga di sana.
"Anda di suruh sama siapa untuk membuat saya gak percaya sama istri saya HAH? JAWAB" ucap Farish, lelaki itu langsung kabur karena ia merasa ketakutan.
Farish segera memeluk Mila yang ketakutan juga bayi kecilnya yang tengah menangis, Farishpun membawa mereka pulang ke rumah.
"Jangan takut yaa sayang...ya Allah ini kenapa lagi sihh" gumam Farish sembari menyetir mobilnya.
"Emm A' kenapa A'a tadi bilang 'Anda di suruh sama siapa?'" tanya Mila heran
__ADS_1
"Hehe yang kaya begituan mah A'a bisa tebak, igat gak pas tadi pria itu nanya anda siapa? A'a kan gak bilang nama A'a kenapa pas dia bicara lagi bilang Farish kan aneh?. Terus pas tadi pertanyaan yang terakbir dia malah kabur. Udah yaa jangan di pikirin, A'a gak akan mudah percaya dengan orang yang membuat A'a marah karena kamu di fitnah, kayanya ada yang akan masuk ke dalam keluarga kita" jelas Farish panjang lebar di angguki Mila.
"A'a percaya yaa sama Mila" pinta Mila
Farish hanya menyungingkan senyumannya seraya mengelus kepala Mila walau matanya terpokus pada jalan.
Di sisi lain pria itu berhenti berlari karena sudah mengangap telah aman "SIALAN" satu kata yang ia lontarkan ketika ia berhenti dengan nafas yang tak teratur
Tring....
"Aduh si bos nelpon lagi gimana nie gua harus bilang apa!!" gumam pria iu saat melirik ke layar telponnya
📞....
"LAMA BANGET NGANGKAT AJA" pekik di sebrang sana kesal
"Maaf bos"
"Gimana rencananya berhasil?" tanya di sebrang sana berharap
"Maaf bos gagal, malah tangan saya jadi remuk" jawab pria itu sedikit gugup
"SIALAN KENAPA BISA!!, ARRRGGGG..." pekik di sebrang sana memukul tembok sampai terdengar di telinga pria itu membuatnya semakin geri.
tututu...sambungan telpon terputus
"ARGGG...SIALAN... gua jadi gak dapet bayaran lagi mana nie tangan remuk"
.
"TAK BERGUNA, kenapa pake bisa gagal sih...ARRGGG... gua harus bikin rencana yang baru, ohh atau gua bunuh aja...HAHA..." kata wanita yang tengah berdiri di dekat jendela sembari memandang pemandangan di halaman rumahnya.
Wanita itu adalah salah satu penderita pisikopat makanya kapanpun dan di manapun ia berada bisa saja ia membunuh seseorang jika iblinya keluar.
.
Tokkk...tokkk...tokk...
"Assalamualaikum...Nissa Aisyah boleh masuk?" ucap Aisyah lembut
"Iya Aisyah"
Aisyah masuk ke dalam kamar Nissa, terlihat Nissa sedang memainkan handponnya di atas ranjang dengan kepala di rebahkan di kepala ranjang.
__ADS_1
"Nissa lagi apa?" tanya Aisyah sembari meletakan nampan di atas ranjang di samping Nissa.
"Aku bosan Syah..." rutu Nissa
"Ya udah nanti kita belajar jalan lagi supaya kamu cepet sembuh, tapiii kamu makan dulu yaa" Nissa mengangguk seketika Aisyah meraih mangkuk berisi bubur
"Aku suapin yaa..." Aisyah nyuapain Nissa dengan telaten, Aisyah mengurus Nissa dengan sepenuh hati sehingga membuat Nissa nyaman berada di sampingnya.
"Alhamdulillah...ini minum dulu, obatnya jangan terlupakan hhe..." seru Aisyah terkekeh karena ia lupa obat yang berada di tangnanya belum di berikan kepada sahabatmya itu.
"Alhamdulillah...ayok kita belajar berjalan Aisyah" ajak Nissa semangat setelah selesai minum obat
Aiysahpun membantu Nissa duduk di kursi rodanya setiap hari Aisyah selalu meluangkan waktunya untuk membantu Nissa belajar berjalan walaupun hanya 10 menit.
Tapi Nissa sangat senang begitu juga dengan Aisyah, ketika Nissa melakukan kesalahan atau membuat Aisyah jengkel namun Aisyah tetap sabar dan telaten menjaga Nissa.
Juga selalu menyuport Nissa agar tak mudah menyerah
"Ayok Nissa jangan gampang nyerah pasti kamu bisa" ucap Aisyah menyemangati
"Iya Aisyah bantu aku yaa" kata Nissa berusaha melangkahkan kakinya perlahan
Setelah 10 menit Nissa belajar berjalan merekapun kembali ke dalam rumah, di ruang keluarga terlihat orang orang penghuni rumah tengah mengobrol ria di sana.
Ketika kedua sejoli itu dateng rasanya jadi hening, mata tertuju kepada mereka dengan sungingan senyuman di bibir mereka.
"Udah belajar jalannya?" tanya Hasanah pura pura senang padahal dalam lubuk hatinya masih tersimpan rasa sakit karena Nissa telah mengkhianati putranya juga telah mempermalukan keluarganya.
Aisyahlah yang membujuk ibunda tercinta untuk bisa memaafkan Nissa tapi tetap rasa sakit tetap walaupun ia pergi ke dokter hhaa.....
"Udah"
"Aisyah nantimah Bunda yang bantuin Nissa belajar jalan, Bunda gak mau kamu kelelahan" sambung Hasanah tersenyum kecut
Aisyah hanya tersenyum karena ia tahu kalau dia mengelak takutnya terjadi percek cokan dan itu hal yang di benci Aisyah.
"Gimana udah lancar?" tanya Nurul kepada Nissa sembari tersenyum
"Alhamdulillah mulai lancar ummi..." jawab Nissa tersenyum
"Alhamdulillah"
Bersambung.....
__ADS_1