Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Pahlawan kesiangan


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 02:35, bagi siswa siswi SMA Islami Al-Azhar Sukabumi pulang kerumah masing masing. Gadis berniqob itu pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri. Hari ini kawan kawannya tak sekolah karena alasan sakit. Gadis berniqob itu melalui jalan yang cukup sepi.


Di saat gadis itu akan melintasi jalan tersebut tiba tiba ia melihat sekumpulan cewek sedang berbaris di tengah jalan. Keliatannya itu kakak kelas gadis berniqob itu deh, solanya tampilannya kaya jeger...!!.


"Astagfirullah, Ya Allah mereka mau ngapain. Ya Allah lindingi hambamu ini" gumam Aisyah, membuang nafas berat. Kemudian Aisyah menghentikan laju mobilnya.


Merekapun menghampiri mobil Aisyah dan mengetuk ngetuk kaca mobilnya, rusuh.


"Heh...Aisyah buka pintunya...Aisyah...Aisyah lo keluar, cepet woy" ucap Sindi, Sindi adalah kakak kelas Aisyah sekaligus jeger di sekolahnya.


"Ada apa?" tanya Aisyah, membuka pintu mobil


"Sini lo" Menggusur Aisyah ke tengah jalan dengan menarik kedua tangannya.


"ihh lepasin, kalian mau ngapain? apa gak capek bully Aisyah?"


Bully..? yaa mereka suka membuly gadis berniqob itu. dengan alasan karena Aisyah bercadar dan juga karena Aisyah menjadi siswi terpopuler sehingga menyeret nama Sindi.


Beberapa kali mereka membuly gadis berniqob itu namun selalu lolos, bisa dibilang sihh dia ngelawan dengan kata kata bijaknya.


'plak'


Suara tamparan yang berasal dari pipi mulus gadis berniqob itu. gadis itu tak bisa berbuat apa apa karena tangan gadis itu di pegangi oleh anak buahnya.


"Auu...Aduhh pasti sakit yaa?, uluhh kasian... kali ini gua gak akan biarin lo menang" ucap Sindi, tergalak. dengan mata yang melotot disertai tawa dari mulut mereka. Sedangkan Aisyah dia mulai membendung air mata dikelopak matanya dan meringis kesakitan.


Sementara di sisi lain....

__ADS_1


Hari ini Ahmad telah usai ceramah di komplek sebelas untuk menggantikan posisi Ustadz Usman, yaa Ustadz Usman masih sakit. Entah terpaksa atau tidak ia melakukannya tapi terlihat senyuman ceria diwajahnya. Ini sih bukan untuk pertamakalinya ia tausiah.


"Ituukan...!! Ya Allah Aisyah, mereka lagi ngapain" gumam Ahmad, menghentikan laju mobilnya.


_____


"Dengerin gua, ngapain sih lo pake beginian?, gak engap apa? ouhhh gua tahu pasti muka lo jelekkan!! jadi elo pake beginian" bisik Sindi ditelanga Aisyah,tapi masih terdengar jelas yaa walaupun hanya terdengar di telinga sekumpulan cewek itu.


'srett' cadar itu terlepas diwajah Aisyah, sehingga wajah yang mulus itu terlihat, seketika air matapun mulai jatuh membentuk sungai kecil dipipinya.


"Astagrirullah" gumam Ahmad, menundukkan kepalanya, saat cadar Aisyah di lepas. "ini gak bisa dibiarin saya harus ke sana, Ya Allah maafkan hambamu ini kalau hamba melihat wajah gadis itu" gumam Ahmad, membuka pintu mobil lalu menghampiri mereka.


"Astagfirullah...lepasin ihh, itu balikin cadar aku, heyyy ihh lepasin" seru Aisyah berusaha melepaskan pegangan itu. Aisyah berusaha untuk menutupi kembali wajahnya namun tangan Sindi mendarat dipipinya dan menariknya sehingga bibir pink itu maju kedepan.


"Waww ternyata wajah lo mulus yaa, tapi kenapa lo harus pake beginian. Ouhhh jangan jangan lo itu sebenarnya *******!!! elo pura pura baik terus saat di waktu yang tepat bumm meledak lo hancurin tuh negara kita. Iya kan sayang?"


"Wokeh" Silpipun meraih cadarnya lalu menyalakan korek api


"Lepasin, ihhh jangan bakar cadar aku, balikin..."


Di dekatkanlah kayu kecil yang berapi, perlahan. Kearah cadar itu dan "upss" Silpi langsung menjatuhkan cadar itu setelah dibakar dan membiarkan cadar itu terbakar. Merekapun sorak dan tertawa lepas puas akan keberhasilannya.


"Heyyy" Suara Ahmad membuat mereka berhenti ketawa dan mengarah ke arah Ahmad, sontak membuat Aisyah berusaha menundukkan kepalanya agar tak terlihat wajahnya itu.


"Uhh ada pahlawan kesiangan nie.... Lo siapa sihh!! maen ikut campur segala, huss pergi sana..."tangan Sindi dikibas kibaskan, mengusir.


"Hehh diam kamu, sekarang juga lepasih Aisyah, ouhh saya teriak nie biar warga datang kesini"

__ADS_1


Sebenarnya Ahmad ingin menampar wajah si Sindi namun ia tahan dan melakukan cara lain. Ia tak ingin menjadi orang yang suka melakukan kekerasan terhadap perempuan.


"ouh silahkan, 'kabur gaes' " Mereka berhamburan pergi. mungkin karena takut.


"Awas yaa kalau bully si Aisyah lagi" teriak Ahmad, datar.


Aisyah buru buru menutupi area wajah dengan tangannya, Ahmad segera membuka lipatan lipatan sorbannya yang ia kaitkan dibahunya. Segera Ahmad menghampiri Aisyah lalu menutupi wajahnya dengan sorban itu.


"Maaf yaa" Ahmad menempelkan sorban di wajah Aisyah dengan posisi saling berhadapan. Membuat empat mata itu bertemu, mereka saling tatap tatapan membuat keduanya jadi canggung.


'subhanallah' batin Ahmad


'Astagfirullah' batin Aisyah, memejamkan matanya.


" emm kamu punya jarum?" tanya Ahmad, mengalihkan. Ia memegangi ujung sorban yang telah diukur selingkar kepala Aisyah.


Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. Ahmadpun mulai membelat belitkan sorbannya agar tak lepas dari wajah gadis itu..


Setelah selesai, merekapun saling menundukan kepalanya "emm maaf yaa Aisyah, tadi saya sempat melihat wajahmu. Tapi tenang, sekarang saya udah lupa bentukan wajahmu seperti apa!! saya liatnya cuman sekedip ehh dua kedip" ucap Ahmad salting


'Duhh nie mulut kenapa ikut ikutan salting sih'batin Ahmad


Ucapan Ahmad membuat Aisyah terkekeh "hhe...gak papa, emm terima kasih udah bantuin Aisyah, Aisyah pamit yaa. Assalamualikum. Besok aku balikin" ucap Aisyah, membalikan badannya lalu pergi kedalam mobilnya.


"Iiya waalaikumussalam warohmatullah" jawab Ahmad, menyungingkan senyumannya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2