
Tak lama setelah Farish bersungut akhirnya Aisyah dan Hasanah datang juga "kebiasaannnn, lelet banget sih jadi anak. Gimana nanti kalau udah punya suami"
"Farishhhh" pekik semua orang karena ia lupa kalau adiknya telah menikah
"Ahhh iya lupa maaf"
"Abaikan, ayok keburu siang" ajak Ahmad datar seperti biasa dia selalu bersikap dingin.
Merekapun pergi ke Rs. Jiwa Sukabumi tempat di mana Nissa di rawat dengan menaiki mobil milik Farish, setelah Farish menitipkan putranuya kepada Hasanah.
Singkat cerita mereka telah sampai di rumah sakit jiwa, Farish terlebih dulu memarkirkan mobilnya. Setelah semuanya keluar dari dalam mobil, mereka langsung pergi ke dalam rs itu. Banyak sekali penghuninya ada yang sulit untuk makan, main boneka, dan lain lain sebagainya.
Ada seorang perempuan yang tengah duduk di kursi roda sembari murung yang ternyata itu adalah Nissa "Aris, Mila sebaiknya kalian liatnya lebih jauh lagi. Aisyah takut Nissa liat kalian" titah Aisyah di angguki mereka yaa Aisyah takut Nissa melihat mereka berdua lalu ingat kejadian yang telah ia alami itu akan membuat Nissa semakin setres.
Aisyah menghampiri Nissa lebih dekat hanya tiga sampai empat meter Aisyah berdiri dari Nissa. Nissa tersadar kalau di belakangnya ada yang merhatiin, Nissa pun membalikkan kursi roda itu...di lihatnya mata Aisyah yang menyipit tanda ia sedang menyungingkan senyumnya walaupun matanya telah menggenang air.
Nissa menatap sekaligus mengingat ingat siapa dia? rasanya aku pernah liat? Nissa terus aja mengingat semua kejadian yang pernah di alami dirinya dan gadis berniqob itu. Pikiran Nissa mulai memunculkan kenangan masa lalunya bersama gadis berniqob itu baik waktu rambut Nissa di ikat, baik menemani ketika Nissa nangis di pangkuan Aisyah dan lain sebagainya. Aisyah rasanya seperti ibu baginya yang selalu menyayangi Nissa sepenuh hati.
"Ai...Aisyah" ucap Nissa membuat Aisyah memajukan langkahnya.
"Nissa masih ingat?" tanya Aisyah lembut di angguki Nissa
"Masya Allah, gimana keadaanmu?" tanya Aisyah penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.
Nissa hanya diam menatap sedu mata Aisyah yang mulai meneteskan air matanya, Aisyah sangat senang ketika sahabatnya mengingat dia. Aisyah berharap Nissa lupa dengan perlakuan dia kepadanya, Aisyah berharap semua kenangan indah bersamanya lah yang Nissa ingat.
__ADS_1
"Permisi, Nissa makan dulu yaa" ucap perawat Nissa namun Nissa malah menutup mulutnya bertanda ia tak ingin makan.
"Ayok makan" ucap perawat itu, menyodorkan sesendok bubur
"Mbak sini biar saya aja" seru Aisyah meraih mangkok yang di pengang perawat itu.
"Mbak... Nissa itu susah makannya, makanya tubuhnya kecil kurang asupan gizi" jelas perawat itu.
"Nissa makan dulu yaa, biar Nissa kuat, sehat... liat Aisyah tubuhnya sehat kuat. Nanti kita main di sana" bujuk Aisyah lemah lembut seraya menunjukkan tempat yang indah di sana (taman) "Ayok makan dulu yaa, buka mulutnya á..." Nissa membuaka mulutnya "kapalnya mau mendarat nie..." Aisyah meninggikan sendok berisi bubur dan melaju ke arah mulut Nissa "à am, ye Nissa pinter yaa. Kunyah...enak gak?" ujar Aisyah seraya di angguki Nissa.
"Masya Allah, enak yaa. Mau lagi?" tanya Aisyah di angguki Nissa kemudian.
Sementara di sisi lain...Farish, Mila dan Ahmad sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Mata mereka menetes begitu aja, rasanya pengen menghampiri mereka namun bagai mana lagi takutnya Nissa teringat kepada mereka berdua dan itu akan memperburuk kondisi Nissa.
'Masya Allah, istriku...walaupun kamu pernah di fitnah di dzolimi Nissa tapi tetep kamu bersikap baik rendah hati. Aku semakin sayang padamu hhe...' batin Ahmad menyungingkan senyumannya. Ternyata Ahmad menangis itu karena terharu melihat tingkah Aisyah yang super lemah lembut.
"Iya...Aisyah terlihat seperti ibu bagi Nissa, liat aja mereka sangat bahagia padahal tadi Nissa tak ingin makan sama perawatnya" gumam Farish terharu
"Emm iya kayanya istriku bakalan gak mau pulang, hah...otw nyiapin bujukan nie" gumam Ahmad sontak membuat keduanya menoleh kepadanya "kenapa? aa yang salah?" tanyanya datar.
"Gak" jawab mereka berdua kompak
Merekapun terus memperhatikan Aisyah dan Mila, selain merawat Nissa, Asiyah juga membantu beberapa orang perawat yang kesulitan mengurusi mereka. Keliatannya merema senang bisa di rawat Aisyah.
'Hah...tar minta kerja di sini lagi' batin Ahmad menepuk keningnya karena sang istri keliatannya senang merawat mereka.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 02:15 segera Aisyah di ajak pulang oleh mereka bertiga amun Aisyah malah gak mau pulang katanya inilah itulah.
"Ihh nanti aja, Aisyah masih betah di sini" elak Aisyah
"Neng ayok pulang ini udah sore, besok kita ke Jakarta" bujuk Ahmad memegang bahu sang istri lembut namun Aisyah kekeh pengen lama lama di sini "Ayok pulang yaa, nanti kita kesini lagi" sambung Ahmad.
Setelah beberapa menit di bujuk akhirnya Aisyah mau pulang "Nissa, Aisyah pulang dulu yaa...in syaa Allah Aisyah ke sini lagi, kalau engga kita bisa vidio call an oke" tutur Aisyah lembut dengan posisi jongkok.
"Janji yaa?" ucap Nissa mengangkat tangannya dan melipat semua jarinya kecuali jari kelinggking.
"Kalau ke sini Aisyah gak janji tapi kalau vidio call Aisyah janji, tapi kamu duluan yaa yang vc Aisyah. Tapi maaf yaa kalau sewaktu waktu Aisyah gak ngangkat vc dari kamu soalnya Aisyah kuliah" tutur Aisyah menyatukan kedua kelingking yang berbeda itu.
"Iya janji" pekik Nissa senang seraya melingkari bahu Aisyah dengan kedua tangannya.
"Ayok neng..." ujak Ahmad
"Tar, aku mau pamitan dulu sama mereka" seru Aisyah beranjak pergi ke tempat tadi di mana penderita lain ia rawat.
Semua penderita itu merasa kehilangan Aisyah, sampai ada yang terus memegangi angan Aisyah ada juga yang menangis. Rasanya baru beberapa jam mereka udah lengket banget sama Aisyah "Nanti aku ke sini lagi yaa, tunggu aku. Jangan lupa makan yang banyak yaa, biar nanti aku kesini kalain sehat dan bisa bermain sama aku oke" tutur Aisyah menenangkan mereka seraya mengecup satu persatu kening mereka terutama yang sudah sepuh, Aisyah sangat hati hati merawat mereka.
Singat cerita mereka tengah dalam perjalanan pulang, terlihat Aisyah sangat sedih ketika meninggalkan mereka "Udah jangan nangis, kamu kan bisa vc" seru Ahmad menghapus air mata Aisyah, cadarnya penuh dengan air mata "Udah ihhh itu cadar kamu udah basah" sambung Ahmad terkekeh. sementara Aisyah ia melingkari tangannya ke perut sang suami membuat Ahmad terkesiap sekaligus senang.
"Neng kamu tadi merawat mereka penuh dengan kasih sayang dan kelembutan apa lagi nanti kalau kita punya bayi" ledeh Ahmad mengecup pangkal rambut Aisyah kemudian.
Sementara Aisyah ia hanya menangis di pelukan sang suami...
__ADS_1
Bersambung....