Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : Kisahku


__ADS_3

"Iya Aisyah ini aku, aku juga kagen sama kalian" ujar Mila tersenyum


Ya Allah Mila 'kan sudah meninggal kenapa aku berpelukan dengannya! apa aku mimpi? akh tidak ini beneran nyata, sebenarnya ini ada apa? pikir Aisyah bingung.


Aisyahpun melepaskan dekapannya menatap wajah dihadapannya "Ini nyata 'kan? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Aisyah menggoyang goyangkan bahu Mila kemudian


Mila menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar "Jadi gini ceritanya...waktu itu aku lagi nyuapin Hasna di halaman belakang tiba tiba ada seorang pria yang menyulikku..."


"Iya aku tahu itu..." potong Aisyah ketus


"Ikhss dengerin dulu ceritanya jangan maen potong potong" sahut Farish kesal


"Suttt diam kau"


"Iya deh" pasrah


"Lanjut gak nie!!"


"Iya"


"'Kan aku di bawa tuh sama culiknya, pas aku sadar aku liat ada pria yang sedang mengemudi mobilnya yaa aku bingung dong mau di bawa kemana.


Kata aku gini Kau siapa? aku mau di bawa kemana?


Dia jawab Suttt aku suamimu.


Aku bingung dong kok suami aku bisa nyulik istrinya sendiri? dia buka tuh topengnya yaa ternyata benar dia suamiku, aku tanya lagi kenapa culik aku? kalau ingin jalan jalan yaa bilang aja gak usah pake acara nyulik segala kaya di flem-flem aja


Dia bilang Astagfirullah istriku ini ternyata sudah pikun, abongna udah punya anak haha...kau ingat gak waktu itu aku bilang apa? (Mila berceritanya seperti meledek membuat semua orang terkekeh)


"Aku gak paham deh!!"


"Dengerin dulu, A'a bilang kalau Nissa itu sebenarnya punya niat jahat, jadi dia itu datang ke keluarga kita untuk melakukan rencananya dengan cara berpura pura gila!!"


"Nissa ngelakuin itu semua karena ingin menguasai harta kita, jadi rencana awalnya itu membunuh keluargaku, dan sasaran berikutnya itu aku agar dia bisa jadi nyonya Sihab dan di situlah ia menguasai harta A'a dan sebelum membunuh A'a, Nissa terlebih dahulu membunuh kalian satu persatu sampai habis tak tersisa otomatis A'a setres dong? di saat setres itulah Nissa membunuh A'a"


"Tapi itu semua tidak berlaku untuk suamiku, untungnya A'a cerdas gitu yaa iyalah detektif prepesional"


"Emm mendengar cerita kamu aku simpulkan kalau Nissa itu statusnya mafia yaa? ya Allah kenapa aku bisa percaya begitu aja" kata Aisyah merasa bersalah


"Bener baget, dia tuh mafia paling kejam...dia bisa menghabisi puluhan orang dalam waktu singkat hebat 'kan?"


"Aku gak nyangka banget, terus gimana tuh setelah di culik!!"

__ADS_1


"Ouh iya hampir lupa, keenakan gibah sih"


"Huhh dasar ibu ibu"


"Ihhh...yaa jadi aku pasrah aja ikuti semua apa yang direncanakan suamiku ini, tak lama kita sampai tuh di apa namanya istana besar gitu da?"


"Mansion sayang..." sahut Farish santai


"Mansion? hebat banget Arish punya mansion" seru Aisyah kagum


"Itu warisan dari paman Arish, udah ih nanti itumah di ceritainnya sekalian kita liat mansion Arish..."


"Lanjut yaa....


_Flasback off_


Kedua sejoli pun sampai di mansion milik Farish, Mila terharu melihat mansion yang begitu besar dan indah juga pengawal yang berjajar rapi di tepi jalan menuju pintu.


"Ini istana siapa?" tanya Mila


"Mansion sayang...ini mansion milik alm. paman, dulu waktu aku SMP sampai SMA aku sering kesini di ajak sama paman. Aku di ajarkan banyak hal sama paman di sini mulai dari bela diri, pegang senjata dan cara menemukan pelaku ilegal yaa semacam detektiflah..."


"Ohh pantesan kamu sering kabur dari pondok ternyata ini alasannya" potong Ahmad menepuk bahu Farish sementara Farish hanya memperlihatkan giginya


"Iya sekaligus seorang mafia"


"Mafia? kau pembunuh?" tanya Mila terkejut


"Iya itu dulu, sekarang aku hanya menjadi detektif saja. Dan jika ada kasus yang membuatku marah aku menyuruh sekretarisku untuk membunuhnya, itu dia orangnya (Farish menunjuk ke arah Roy) dia namanya Roy"


"Kenapa kau ingin jadi mafia?"


"Itu bukan keinginanku, waktu itu aku sangat marah sekali sama pelaku yang membunuh pamanku. Yaa aku ingin balas dendam kepadanya jadi aku yang membunuhnya, tapi enak lho jadi mafia seru gitu...serasa aku punya maian baru"


"Mainan?"


"Yaa anggota tubuhnya itu seperti mainan apa lagi bola matanya kaya skuisi, gemoy hha..." jelas Farish tertawa lepas sementara Mila terlihat sangat mual "Ya emang sih awal aku denger paman cerita rasanya mual tapi kalau udah nyobain beh nikmat sekali" sambung Farish membuat Mila semakin mual


"Terus gimana rencana kita untuk menghentikan si Nissa itu?"


"Emm sulit sih pasti kamu gak mau"


"Aku akan berusaha ikhlas ini juga demi keluarga kita"

__ADS_1


"Jadi rencana aku terlebih dulu itu membunuh dirimu di hadapannya setelah itu aku menikahinya dan disitulah aku akan menyiksanya sampai ia terlihat lemah di saat dia sudah lemah baru kamu memperingati dia sekalian bunuh aja biar puas"


"Apa membunuhnya?" kaget


"Iya emang kenapa?"


"Gak akh itu sangat tidak diperbolehkan"


"Ya itu terserah kamu sih, initinya kita cuman menggagalkan rencana busuknya dari pada nanti kamu mati dibunuhnya!!" rayu Farish agar sang istri mau mengikuti rencananya


"Iya deh aku setuju, tapi nikah boongan yaa" titah Mila cemburu


"Cih menjijikan nikah sama wanita malam" merekapun melakukan sesuai apa yang mereka rencanakan.


_Flasback on_


....nah jadi gitu ceritanya, awalnya sih aku gak mau ngelukai tangan Nissa tapi karena aku sudah terlanjur marah sama dia yaa jadi kelepasan hhe.."


"Marah kenapa?" tanya Aisyah bingung


"Sebelum aku di culik sama suamiku sendiri, Nissa sudah memulai melakukan rencananya, seperti tadi aku bilang sama kamu rencana awalnya itu membunuh keluargaku dan iya benar dia melakukannya. Semua keluargaku di Sukabumi sudah di bunuhnya tanpa ada yang tersisa"


"Inalilahi"


"Jadi telpon ayah gak di jawab itu karena mereka sudah meninggal? terus siapa yang suruh warga untuk tidak menjawab telpon dari ayah?" tanya Rahmat tak percaya


"Aku, aku gak mau kalian cemas, aku tahu pasti kalian akan menelpon tetangga makanya aku tugaskan anak buahku untuk mengancam mereka agar tak menerima telpon dari ayah" jelas Farish memang benar adanya.


"Maafkan aku aku terpaksa melakukannya"


"Ya gak papa mungkin ini juga demi kebaikan kita, Mila menantuku turut berduka cita yaa..."


"Kamu memang kehilangan keluargamu di sana tapi di sini 'kan masih ada kami. Yang akan terus menyayangimu"


"Mila 'kan masih hidup nah yang kita makamkan waktu itu jasat siapa? kalau boneka gak mungkin? terus aku liat Mila sangat segar tak ada luka sedikitpun, padahal jelas jelas kemarin itu lukanya sangat parah!!" gumam Aisyah namun masih terdengar jelas di telinga mereka.


"Iya yaa, aneh sekali perasaan waktu aku memandikan jenazahnya itu benar wajah Mila!!" kata Hasanah dan Nurul bingung


"Hehe...pada bingung yaa, sama aku juga"


"Ehh gimana sih kau yang rencanain"


"Haha gak atuh jangan marah dong, jadi gini ceritanya.....

__ADS_1


__ADS_2