
"Nabila kamu mau kemana?" tanya Nurul menyelidik pasalnya tumben tumbenan Nabila dandan
"Emm 'aku haris cari alasan apa yaa?' emm anu Bila mau ke kebong esok 'kan libur panjang dan mungkin ini terakhir aku sama temen temen jadi intinya ngabisin waktu sama temen gitu sebelum datang waktu libur hhe.." jawab Nabila gugup
Tanpa menaruh kecurigaan Nurulpun menyetujuinya untuk pergi "Oh ya udah sana" Nabila mengecup punggung tangan sang ibunda lalu beranjak pergi meninggalkan rumahnya.
"Bila mau kemana? bukannya kelas sudah selesai dan besok akan libur?" tanya Aisyah yang baru saja sampai di pintu tepat Nabila akan keluar
"Justru itu teh aku mau terakhiran sama temen takutnya kangen gitu, udah yaa teh, A' aku berangkat dulu ke kobong" jawab Nabila cengengesan sembari mengecup punggung tangan Aisyah dan Ahmad.
'Nabila kenapa? aku curiga kalau Nabila itu lagi bucin, aku tahu lho tingkah laku orang yang lagi bucin karena aku pernah merasakannya' batin Ahmad dan Aisyah mengeryitkan keningnya
Nabila terus mengayunkan kakinya menuju tempat yang jarang dikunjungi santri/wati yaa Nabila pergi ketempat kemarin ia memberi surat kepada Rian.
Nampaknya Nabila tengah mencari sosok lelaki yang telah resmi menjadi pacarannya, oh jadi dia itu mau apel toh bukan untuk menemui temannya.
"Riannn" panggil Nabila melirik kesanah kemarin namun Rian tak kunjung muncul
"Aku ada disini" sahut Rian santai. Ia tengah duduk di atas pohon gede dekat sebuah bangunan kosong entahlah itu bangunan tilas apa
"Heyy kenapa kau ada di situ? turun" titah Nabila mendongak ke atas
Bruggg...!!
Rian loncat dari pohon mendarat dengan sangat mulus tepat dihadapan Nabila "bisa gak sih gak usah loncat gimana kalau kamu jatoh terus terluka siapa yang mau tanggung jawab hah?" ujar Nabila panik
"Cie perhatian" rayu Rian tersenyum sembari mencolek hidung Nabila cuman gak kena karena Nabila menghindar
"Ikh gak usah geer deh, udah akh mau apa?" tanya Nabila berdecak kesal
__ADS_1
Rian mengayunkan kakinya menuju rerumputan iapun duduk di atasnya dan menepuk nepuk sampingnya bertanda Nabila harus duduk di sana "Duduk dulu" titah Rian dan di patuhi Nabila
"Ada apa? langsung aja takutnya ada orang kesini"
"Tenang aja hari ini 'kan hari terakhir, jadi gak bakalan ada yang jaga...nie kamu baca" titah Rian menyodorkan kitab kayanya itu kitab kemarin yang ia temui di perpustakaan "kamu bisa baca arab gundul 'kan, ya iyalah masa pacarku ini gak bisa baca arab gundul nahwu shorofnya aja udah mahir" rayu Rian cengengesan membuat Nabila tersipu.
Nabilapun meraih kitab itu lalu membaca judulnya
'Fathul izar? ini 'kan....
"Teh ini kitab maksudnya apa yaa?" tanya Nabila waktu duduk dibangku kelas 9 kepada Aisyah
"*Kamu nemuin kitab ini dari mana?" tanya Aisyah terkejut
"Aku nemuin ini di perpustakaan, aku penasaran isinya seperti apa, perasaan aku belum pernah belajar ini, apa teteh bisa jelaskan ini kitab apa?"
....Astagfirullah (Nabila melirik ke arah Rian yang tengah tersenyum kepadanya, Nabilapun melirik ke bawah terlihat ada yang menonjol di tengah celana Rian. Tiba tiba saja Nabila menggidig geri) sebaiknya aku pergi dari sini sebelum terjadi apa apa, aku liat anunya udah bangun jangan jangan dia udah baca ini dan sengaja mengajakku kesini untuk anu anu akhhh tidak' batin Nabila sudah berkeringat dingin
"Ini, aku gak tertarik" ucap Nabila seraya memberikan kitab itu kepada Rian
"Kamu belum baca udah bilang gak menarik, baca dulu" titah Rian kekeh
"Ihhh dari judulnya aja udah gak menarik apa lagi isinya" elak Nabila beranjak pergi namun Rian menahan tangannya hingga Nabila tertarik dan jatuh dipangkuannya dengan posisi wajah saling beradu dan kedua bibirnya saling tersentuh, dari situlah Rian mendapatkan kesempatan hingga ia mengulum bibir Nabila.
'Hmm ternyata lebih nikmat dari yang gua bayangkan' batin Rian meresapi tiap sentuhannya
"Enak 'kan?" tanya Rian sementara Nabila hanya terdiam ia juga keliatannya tengah menikmati sentuhan itu.
Kesempatan besar untuk Rian lantas iapun mengajak Nabila untuk masuk kedalam bangunan dihadapannya dan melakukan zina disana. Nah kenapa orang tua menekankan kita untuk tidak pacaran inilah alasan mereka, mereka takut jika anak anaknya akan melakukan hal yang dilarang Allah dan nantinya malah nanah yang mengalir kepada kedua orang tua kita bukan pahala, ikh naudzubilahimindalik.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian akhirnya Rian melepaskan anunya, ia telah merasa puas sementara Nabila ia terlihat murung di pojok tembok, apa yang sudah ia lakukan? sekarang ia bukan perawan lagi dan nanti gimana dengan masa depannya?
"Rian apa yang sudah kau lakukan padaku?" seru Nabila meneteskan air matanya
Rian melirik kearah Nabila sekilas dan beranjak pergi meninggalkan Nabila sendirian disana tanpa mengucapkan satu hurufpun "RIANNN...DASAR LELAKI GAK BERTANGGUNG JAWAB...RIANNN...hikss...kenapa ini semua terjadi padaku, aku menyesal aku menyesal pacaran sama dia...aku harus bicara apa sama mereka nanti!! aku takut aku takut ummi memarahiku, abi dan A'a juga pasti mereka akan memarahiku karena aku gak bisa menjaga mahkotaku...hiks maafkan Bila ummi, abi, A'" gumam Nabila dalam isaknya
Nabila berusaha untuk pulang kerumahnya dengan cara mencari jalan pintas dan gak mungkin juga ia jalan lewat depan. Untungnya Nabila tahu jalan yang cepat kerumahnya.
"Alhamdulillah mereka gak ada dirumah, aku harus cepat cepat bersihin badanku, aku meresa jijik dengan tubuhku ini. Ya Allah maafkan aku" gumam Nabila terus mengayunkan kakinya menuju kamarnya dan langsung membersihkan tubuhnya dan mungkin ia akan menangis di kamar mandi mengingat kejadian tadi.
Dan kemana penghuni rumah ini? yaa jadi mereka tengah mengadakan makan makan dirumah minimalis Adsyah sembari menikmati hari libur panjang dan mungkin mereka akan merencanakan liburan.
Di tempat yang berbeda, Rian langsung pergi ketandas membersihkan tubuhnya. Terlihat Rian tersenyum lebar karena mengingat kejadian tadi, bukannya menyesal Rian malah menikmatinya dan kemungkinan besar dia akan melakukanannya lagi.
'Bodoh kenapa yadi aku gak ngancam dia untuk merahasiakan ini, bodoh bodoh' rutu Rian membatin sembari mengetuk ngetuk jidatnya dengan gayung
'Tapi gak papa deh justru itu bagus biar sekalian aku dinikahin sama dia, entahlah aku merasa bahwa aku benar benar mencintainya. Dia wanita pertama yang membuat hatiku luluh' batin Rian tersenyum senang.
Ya jadi Riantuh cowok flayboy, uhhh banyak sekali korbannya dan Rain hanya bersenang seang saja tak ada rasa kepada mereka sedikitpun. Sayang dong ganteng ganteng tapi jomblo haha canda jomblo.
Yang jomblo pertahankan sampai nanti halal jangan sampai penyesalan hadir dalam hidup kita.
___________
Assalamualaikum haii readres gimana nie kabarnya? 🔊: BAIK alhamdulillah kalau baik, emm ceritanya seru gak nie? gak seru yaa!!
emm gimana nie ada yang pusing sama alur ceritanya? kalau ada yang pusing acungkan tangannya diperapatan yaa haha...bercanda kok
Ayok dong dukung ceritanya, semangatin authornya gituuu, yang udah semangatin authornya terimakasih yaa😄
__ADS_1