Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Poligami


__ADS_3

Merekapun melanjutkan perjalanannya, suasana di dalam mobil sangat hening tak ada suara sedikitpun yang mereka lontarkan di mulutnya.


Disana Aisyah masih kepikiran soal muazin itu, rasanya ingin bertanya namun nanti aja deh.


"Ya Allah neng...hadiah" pekik Ahmad ingat kalau ia belum membeli bingkisan untuk orang orang di Sukabumi terutama hadiah untuk bayi sahabatnya itu.


"Iya yaa masa kita datang dengan tangan kosong, emm kita mampir dulu ke mall" ucap Aisyah sedikit terkejut dan di angguki Ahmad.


Merekapun berkunjung dulu ke sebuah pusat perbelanjaan, di sana Aisyah tengah memilah milih barang untuk ia bawa ke Sukabumi sebagai hadiah.


"A' bayinya Aris laki laki atau perempuan?" tanya Aisyah karena ia lupa belum tanya tanya soal itu pasalnya Aisyah sibuk membereskan baju jadi gak sempat.


"Perempuan" jawab Ahmad santai


"Akhh yang bener? ihh gak sabar, Ayok A' kita ke sana itu kayanya banyak deh pilihan baju untuk anak perempuan" ajak Aisyah menarik tangan Ahmad ke sebuah toko baju yang di penuhi dengan barang barang bayi perempuan.


'Sudah ku duga, pasti semangat kalau denger bayi perempuan. Hahh...kalau nanti punya anak pasti kepingin perempuan, harus ngalah deh aku' batin Ahmad seraya berjalan menuju toko itu.


Di sana Aisyah sangat bahagia dan memilih baju yang cocok untuk keponakannya, waktu putra pertama pasangan Farish aja heboh sekampung ini kebetulan cewek wahh heboh satu negara pastinya.


"Nah yang ini pasti cocok" gumam Aisyah, meraih baju yang terlihat bagus dengan brukat di bagian atas (dada) dan puring di bagian bawahnya (rok) yang berwarna pink.


"Neng kegedean" pekik Ahmad karena ia ingat bayi Farish kan masih merah masa iya pake baju begituan.


"Nanti biar kepake, kalau beli yang kecil nanti gak bisa kepake, biasanya bayi itu cepet tumbuh makanya Aisyah beli yang umuran satu tahun" jelas Aisyah panjang lebar di angguki sang suami.


Ia mengalah saja, tapi emang benar apa yang di katakan Aisyah.


Selain baju Aisyah juga beli perlengkapan bayi juga sepetunya bandu terutama biar keliatan cantik juga membeli pakaian untuk orang tuanya. Pokonya banyak deh sampai Ahmad kerepotan membawa barangnya, lah uangnya di mana kan Ahmad baru ngajar beberapa minggu yang lalu?


Iya jadi selain ngajar mereka juga bisnis pakaian syar'i, itu sih hadiah dari orang tua Aisyah jadi mereka gak kesulitan soal materi.

__ADS_1


"A' Aisyah pengen pipis, anter"


Merekapun pergi ke toilet umum, sesampainya di dekat perbatasan antar toilet perempuan dan laki laki Aisyah nyuruh Ahmad untuk nunggu di sana juga jagain barang barangnya.


"A'a tunggu di sini" titah Aisyah sinis seperti orang yang mengancam pasalnya Aisyah takut Ahmad jailin dia.


"Hha...iya udah sana nanti pipis di sini lagi, kan jadi repot" titah Ahmad terkekeh


"Ya iyalah masa di sini" elak Aisyah


Aisyahpun masuk ke tandas, selang beberapa menit akhirnya Aisyah keluar juga terlihat di sana ada wanita yang tengah menangis terisak isak di tempat cuci muka dan di hadapannya ada sebuah kaca besar.


Aisyah merasa iba kepada wanita sekitar usia 29 tahun yang terisak isak, Aisyahpun bertanya kenapa kepada wanita di depannya.


Sontak membuat wanita itu memeluk erat tubuh mungil Aisyah membuat Aisyah terkesiap seraya membalas pelukannya "Teh kenapa?" tanya Aisyah dalam pelukannya


"Tehhh...aku gak sanggup lagi untuk hidup" pekik wanita itu terisak isak


"Hiks...hiks...saya sudah dua tahun menikah tapi belum di karuniain anak juga, terus teh tadi waktu kita berkumpul. Adik ipar saya memberi kabar gembira soal kehamilannya....


_Flasback off_


Kehidupan wanita itu...


Keluarga besar wanita itu tengah makan di mall, kaya acara keluarga besar gitu. Adik suami wanita itu yang sekitar dua bulan yang lalu menikah dengan seorang perempuan cantik.


"Emm aku punya kabar baik untuk kalian" ucap istri adik suaminya wanita itu kita panggil si gadis


"Apa?"


"Ini" gadis itu meletakan tespek di atas meja dekat hidangan yang tadi mereka pesan

__ADS_1


Tespek itu menunjukan garis dua sontak membuat semua keluarganya terharu dengan kabar gembira ini. Setelahnya mereka melirik sinis ke arah wanita itu terutama sang ibu mertua.


"Gimana kamu udah hamil belum?" tanya mertuanya namun wanita itu hanya menunduk "Aneh kalian itu udah dua tahun nikah tapi belum di kasih keturunan juga apa jangan jangan kamu mandul!!" sambungnya membuat wanita itu terkejut.


"Mah istri aku gak mandul, cuman belum rezeki aja...mamah sabar" pekik anaknya membuat mamahnya emosi


"Sebaiknya kamu cari wanita lain yang bisa memberikan mamah cucu" ucap mamahnya dengan nada tinggi


"Maksud mamah poligami?" tanya suami wanita itu membuat hati wanita itu sakit sampai ingin rasanya menangis terisak isak jadi ia berlari ke arah toilet dan di sana menangis sejadi jadinya.


_Flasbak on_


....gitu teh ceritanya hiks...hiks...aku gak sanggup teh untuk berbagi suami. Ngobrol sama perempuan lain aja rasanya sakit apa lagi berbagi suami..hiks..hiks...gak sanggup tehhh liatnya. Saya harus gimana lagi, padahal sebelum nikah mertua saya sangat menyukai saya tapi karena. masalah anak ya Allah teh berubah banget" jelas wanita itu


Membuat Aisyah lemas mendengar kata poligami, pikirannya sekarang poligami poligami dan poligami ia ketakutan dengan kata itu membayangkannya saja sudah tak sanggup apa lagi nyatanya.


"Teh teh...kamu baik baik aja?" tanya wanita itu karena melihat mata Aisyah melirik dengan tatapan kosong dan saat ia memegang tangannya sangat dingin


"Ahh gak papa, teh yang sa..." belum Aisyah menyelesaikan ucapannya ada seorang lelaki yang masuk ke dalam toilet itu dan ternyata itu suami wanita itu.


"Sayang...ya Allah" ucap pria itu serya memeluk erat sang istri "Kamu jangan dengerin apa yang di katakan mamah yaa, sekarang kita ke sana kita bicarain baik baik" ajak pria itu menenangkan istrinya.


Pria itu membawa istrinya ke luar toilet sementara Aisyah ia hanya begong dan ketakutan akan hal yang sama terjadi sama wanita itu.


Aisyah igat kalau suaminya tengah menunggunya di luar toilet, segera Aisyah keluar dari toilet itu "Neng...kok lama?" tanya Ahmad lembut.


Awalnya ia ingin marah namun terlihat sang istri wajahnya sangat pucat jadi ia reda kemarahanya "Kamu sakit neng" sambungnya


Tangan Aisyah melingkar di perut Ahmad erat kemudian tanpa ada kata apa apa pasalnya ia takut kehilangan Ahmad, pelukan itu membuat Ahmad bingung "kamu kenapa neng?"


"A' jangan tinggalin Aisyah" pekik Aisyah meneteskan air matanya membuat Ahmad terkekeh

__ADS_1


...................


__ADS_2