Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
Season 4 Takdir Cinta Nabila


__ADS_3

Hari telah berlalu dimana Aisyah pulang dari rumah sakit, kini mereka telah sampai dirumahnya. Seharusnya mereka tinggal sementara di rumah ibunda namun Aisyah menolaknya ia menginginkan tinggal dirumahnya sendiri.


Terlihat di sebuah kamar terlihat Aisyah tengah menemani sang buah hari di atas ranjang, mengajaknya bermain namun si empunya itu terus tidur


"Heyy putra ummi bangun dong, kita main yuk...ya Allah kenapa dia betah sekali tidur sihh...akukan ingin main dengannya" rengek Aisyah terus menggoyang goyangkan pipi mungilnya


"Buah jatuh gak jauh dari pohonnya, yaa samalah seperti umminya yang hobbi tidur" sahut Ahmad meledek seraya melingkari perut Aisyah dari belakang dengan dagu di topangkan di bahunya.


"Apa, gak gitu juga kali" elak Aisyah melirikan kepalanya ke belakang hingga bibir mereka saling beradu, dengan singap Aisyah langsung memalingkan kepalanya ke arah lain karena ia merasa malu pipinya juga berubah menjadi merah merona


"Itu tadi apa?" rayu Ahmad meledek


"Apa sih, heyyy bangun dong ummi pengen main" Aisyah mengalihkan pembicaraan


"Heyy sayang tadi itu apa? jawab dong kalau suamimu ini bertanya!!" rayu Ahmad membuat pipi Aisyah semakin memerah karena mengingat kejadian tadi


"Emang apa? Aisyah gak tahu tuh" sahut Aisyah pura pura gak tahu


"Ah masa gak tahu, ulangi lagi dong...tadi tuh gak kerasa..." rayu Ahmad tersenyum jail


"Paan sih, gak mau akh nanti anumu bangun...terus nanti minta itu lagi 'kan aku belum suci (nifas)...gak boleh tahu"


"Astagfirullah ternyata isi otak istriku ini isinya mesum"


"Ihh itu juga karenamu A', A'a yang duluan bertanya kek gitu yaa jadi otak Aisyah travelling hhe...emm terus kalau bukan itu pertanyaannya apa? hayoh" elak Aisyah membuat Ahmad terdiam, berpikir


"Emm apa yaa entahlah"


"Huh dasar" Mereka terkekeh

__ADS_1


Di sela sela kekehan mereka terlihat Adsya membuka matannya membuat Aisyah tersenyum jail "Adsya...baru bangun sayang..." seru Aisyah mencubit pipinya gemes sementara si empunya melirik kesanah kemari sesekali menggoyang goyangkan kaki dan tangannya.


"Mirip sama aku yaa?" tanya Ahmad sombong


"Hmm...tunggu tunggu..." Aisyah menyelidiki bulu mata putranya itu, yang panjang nan lurus, Ahmad melirik ke arah Aisyah sepertinya dia akan merengek iapun segera melepaskan dekapannya lalu beranjak pergi


'Harus kabur nie sebelum kena rengekan istriku ini'


"A'a mau kemana?" tanya Aisyah menahan tangan Ahmad, nampaknya Ahmad akan mengelak namun Aisyah segera mendahului ucapannya "udah disini mau kemana? sini duduk" titahnya kesal


Dengan terpaksa Ahmad harus menuruti keinginan Ahmad iapun kembali duduk disampingnya sembari mengelus elus pipi sang buah hati "A'a ikhh kenapa bulu matanya lurus sih? hmm apa mungkin gara gara aku benci sama bulu matamu jadinya kaya gini...ihhh sebel deh. Kita kesalon ayok, catokin bulu matanya biar lentik kaya aku" rengek Aisyah mengedipkan matanya manja


'Hah sudah kuduga dia akan merengek' batin Ahmad mengehela nafas kasar


"Istriku tercinta...gak usah ke salon yaa, lihatlah bagusan gaya gitu alami" saran Ahmad lembut membuat Aisyah yerdiam sejenak


"Hmm iya deh cocok cocokin tapi memang cocok, huufff untung panjang nan tebal jadi cocok gak kaya kamu A' udah pendek gak tebal lagi" ledek Aisyah datar membuat Ahmad mendatarkan wajahnya


"Siapa?"


"Ya kamulah siapa lagi? hha..."


"Hmm gak lucu" ucap Aisyah beralih pandangan kepada sang buah hati yang tengah memperhatikannya


"Heyy itu matanya dijaga jangan genit inimah milik abi seorang" ledek Ahmad kepada buah hatinya sembari mengecup pipi sang istri, nampaknya Adsya akan menangis dengan sigap Aisyah memindahkannya kepangkuannya.


"Uhh sini ummi gendong, jangan di dengerin ucapan abimu ini...abimu ini bandel yaa!! oh yaa Adsya udah di adzanin belum kok aku lupa sih?" tanya Aisyah ketika ia melirik ke arah telinga Adsya yang terlihat jelas bentuk lafadz Allah


"Udah sayang waktu kamu dinyatakan meninggal sama dokter" jawab Ahmad teringat kembali dengan pristiwa yang membuat hatinya sakit, sontak saja air mata mengalir tanpa ia minta "Kamu jangan tinggalkan aku lagi yaa, aku gak sanggup...kemarin aja aku hampir pingsan dan gak mau makan. Untungnya Allah baik sama aku, Allah masih memberiku kesempatan untuk bisa besama lagi bersamamu" sambung Ahmad memeluk tubuh sang istri erat

__ADS_1


"In syaa Allah A', kau do'akan saja aku agar aku diberi kesehatan dan umur panjang" sahut Aisyah menyeka air mata sang suami


Sementara di kamar lain....


*Aku tak bisa merangkai kata makanya aku akan mengatakannya langsung kepadamu, aku menyukaimu Nabila...apa kau mau menjadi pacarku?


^^^Bertanda Rian*^^^


(isi surat dari ikhwan yang diduga lelaki yang selama ini dikagumi Nabila karena ketampanannya dan kepintarannya ia menjadi primadona di pompes Hidayatullah)


"AHHHHHH....apa benar Rian menyukaiku? aku gak salah baca? tapi ini beneran dari Rian, Rian sendiri toh yang ngasih ini pas tadi ada jadwal piket" gumam Nabila yang tengah duduk diatas ranjang dengan kaki disilang dan bantal yang ia taruh di pangkuannya


Yaa jadi tadi itu kebetulan ada jadwal piket Nabila dan setiap ada jadwal piket pasti bertepatan dengan ikhawan yang selalu melintas kesanah kemari.


"Bila kamu kenapa?" tanya Nurul sembari membuka pintu dengan sigap Nabila menyembunyikan kertas selembar di bawah bantalnya


"Ah gak mi ini aku lagi baca novel, ceritanya bikin aku kaget gitu" sahut Nabila berbohong


Nurul membuang nafas lega lalu pergi meninggalkan Nabila sendirian di kamarnya "Hufff...untung tadi aku naroh buku di sampingku, jadi aku bisa ngeles hhe..., hmm gimana yaa apa aku terima? hmm tapi A'a ummi sama abi selalu mewanti wantiku untuk tidak pacaran dan ini alasan mereka tak mengijinkanku main handpon. Hmm aku harus gimana? sayang kalau ditolak kapan lagi coba ada sowok sekeren dia yang mau sama aku?" gumam Nabila tersenyum jail


Keesokan harinya diam diam Nabila menemui Rian karena sebelumnya mereka sudah janjian di halaman belakang yang jarang di datangi santri/wati ataupun ustadz/ustadzah disana.


"Suttt Nabila heyy..." panggil Rian kepada Nabila yang tengah mematung menunggu kedatangannya


Nabilapun melirik kebelakang melihat Rian yang tengah gumpet dibalik tembok. Nabilapun menghampiri Rian dan langsung memberinya selembar kertas kemudian Nabila pergi begitu aja tanpa permisi.


Rianpun kembali kekobongnya huuff untungnya di kobong sepi gak ada siapa siapa jadi ia bisa leluasa membuka lipatan surat cinta dari Nabila.


"Huuff semoga Nabila menerimaku" gumam Rian menghela nafas berat, iapun membuka lipatan kertas itu tertulis jelas di sana bahwa Nabila...

__ADS_1


Iya Rian aku mau jadi pacarmu, tapi aku mohon ini hanya kita berdua yang tahu, jangan sampai orang lain tahu terutama orangtuaku dan kakakku (isi surat dari Nabila)


"Yess alhamdulillah akhirnya gua jadi pacarnya si Nabila, huhuy gua seneng banget...biasalah yang gangengmah gak akan pernah ditolak hha..." gumam Rian senang


__ADS_2