
Mila telah di tempatkan di tempat peristirahatannya tanpa menunggu keluarganya yang di Sukabumi karena tak ada respon sama sekali dari sana. Bahkan semua tetangganya tak ada yang menjawab panggilan dari Rahmat satu punn padahan handpon mereka pada aktif. Ini sangat mencurigan, apa yang sebenarnya telah terjadi?
Apa mereka telah di ancam oleh seseorang? ataukah ini ulah Farish dan Nissa!! entahlah yang mereka cemaskan sekarang itu Aisyah. Terlihat Aisyah sangat lemah berbaring tak berdaya di atas ranjang, wajahnya sangat pucat kaya mayat hidup.
Aisyah bener bener syok dengan kejadian tadi mau tidak syok bagaimana? nampak jelas sekali ketika sahabatnya itu di bunuh secara sadis oleh suaminya sendiri dan ia juga meresa tertipu dengan sahabatnya yang selama ini ia manjakan, sayangi, tapi nyatanya apa? itu cuman drama. Hati mana yang tak sakit!! Andai ia tahu dari awal dengan rencana busuknya mungkin Aisyah tak akan pernah membukakan pintu rumahnya untuk dia.
"Assalamualaikum..." salam pak satpam yang berjaga di gerbang pondok pesantren
"Waalaikumussalam warohmatullah ada apa mang?" tanya Rahmat
"Emm anu di luar ada non Nissa ingin bertemu dengan non Aisyah" jelas mang Asep ragu
"Jangan sebut nama itu lagi, dan tolong usir dia" titah Aisyah tegas
"Ba-ik non" mang Asep pun segera beranjak pergi keluar
Kenapa ada Nissa di sisi? bukannya ia lagi membereskan rumahnya yang super megah? Iya jadi waktu ia membereskan rumah tiba tiba ia teringat dengan Aisyah yang sudah ia anggap sebagai ibunya. Hatinya tak tenang karena ia meresa bersalah ia telah membuat sahabatnya itu K-E-C-E-W-A.
Jadi ia memutuskan untuk pergi menemui Aisyah terlebih dulu
Di saat mang Asep akan pergi menuju gerbang tiba tiba di arah lawannya terlihat Nissa tengah berjalan menuju rumah Aisyah. Ia bingung kenapa bisa masuk padahal ia tak membukakan pintu untuknya lewat mana dia? apa jangan jangan naik pager!! wah hebat, padahal pagar itu ujungnya tajam lho. Apa gak kepeleset mbak?
"Etts.... non mau kemana? kenapa non bisa masuk? saya gak buka gerbangnya" tanya mang Asep menahan Nissa agar tak masuk ke dalam
"Minggir" Nissa menghempaskan tubuh mang Asep hingga ia terjatuh dan segera Nissa melanjutkan lajunya.
"Heh non jangan masuk"
Ketika sampai di depan pintu Nissa langsung menerobos pintu itu lalu memeluk tubuh Aisyah namun sanyangnya Aisyah menghempaskan badannya agar tak di sentuh olehnya.
"Non Nissa jangan..." pekik mang Asep masuk kedalam rumah
"Kenapa kau mengijinkan dia masuk?" tanya Rahmat heran
__ADS_1
"Non Nissa yang nekat manjat pagar tuan" jawab mang Asep tersengal sengal
"Mau apa kau kesini? sebaiknya kau pergi jangan pernah injakan kaki lagi di rumah ini ataupun mempermainkan ku lagi. Aku sudah tak sudi lagi melihat wajahmu yang polos tapi nyeplos ini" tutur Aisyah jijik
"Maafkan aku Aisyah, aku tahu aku salah...aku tidak mempermainkan kamu. Aku benar benar sudah menganggapmu seperti ibuku sendiri aku menyayangimu...hiks maafkan aku Aisyah" mohon Nissa menelungkupkan kedua tangannya di dada
"Sebaiknya kau pergi, saya tak ingin istri dan calon anak saya kenapa napa" usir Ahmad tegas
"Aku mohon Aisyah maafkan aku" Nissa mengoyang goyangkan bahu Aisyah dan dengan segera Aisyah menghempaskan tangannya.
"Pergi sana sebelum emosiku tak terkendalikan" usir Aisyah tanpa melihat sosok Nissa yang kini tengah mengalirkan air matanya
"Aku mohon maafkan aku" Nissa bersi kukuh memohon
"AKU BILANG PERGI...PERGI" pekik Aisyah mendorong tubuh Nissa keluar rumah kasar "jangan pernah kembali sampai kapanpun. Maafmu tak akan pernah menghidupkan kembali calon bayi dan sahabatku" sambung Aisyah menutup pintu rumah
Bluuggg...!!
Pintu tertutup dengan sangat keras membuat semua orang kaget terdengar di luar sana Nissa tengah mengetuk ngetuk pintu diiringin ucapan maaf untuk Aisyah.
Hanya isakan yang terdengar dari mulut Aisyah, Ahmad pun segera membawa Aisyah ke kamarnya. Sementara yang lain tengah berusaha mengusir wanita itu dengan kasar. Mau pake yang halus bagaimana hati mereka saat ini tak baik baik aja juga rasa kecewa tertanam di hati mereka membuat si pemiliknya murka.
"Ini semua gara gara SUAMI BODOHKU!! gara gara dia Aisyah jadi membenciku ARRRGGGGG (Nissa mendorong pas bunga hingga terjatuh) jangan harap kau akan hidup" seru Nissa ketika sudah berada di rumahnya
"Ck menyedihkan, liat saja siapa yang akan duluan meninggalkan dunia ini" gumam Farish, tersenyum licik yang tengah duduk di kursi kebanggaannya sembari melihat rekaman CCTV yang terpasang di setiap sudut rumah itu.
"Royy" panggil Farish
"Iya tuan" Roy langsung berdiri menunduk di hadapan Farish
"Gimana Roy dengan pemakaman istri saya?" tanya Farish santai
"Lancar tuan, oh ya tuan, memang benar keluarga nyonya muda itu di bunuh oleh wanita menjijikan itu"
__ADS_1
"Benar dugaanku"
'Andai saja tuan yang menugaskan saya untuk membunuh wanita itu, aku akan membunuhnya seperti dia membunuh keluargaku' batin Roy kesal
"Sepertinya kau masih menyimpan dendam kepadanya? aku izinkan kau yang membunuhnya tapi tunggu aba aba dariku"
"Baik tuan, saya gak sabar lagi untuk menghabisi wanita menjijikan itu. Tunggu pembalasanku wanita malam"
"Kau awasi wanita itu saya mau ke kamar" titah Farish beranjak pergi meninggalkan Roy menuju kamar entah milik siapa
Krakkk....
Farish membuka pintunya, ruangan yang sangat luas juga perabotan yang berjajar rapi di sana tentunya bukan barang abal-abal yaa. Terlihat juga seorang wanita berkulit putih juga rambut lurus yang terurai sebahu tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Assalamualaikum" salam Farish seraya duduk di tepi ranjang
"Waalaikumussalam warohmatullah...gimana sudah sah yaa?" tanya wanita itu seraya duduk di sampingnya
"Sudah, sah sah boongan haha...." Farish melingkari tangannya di leher wanita itu seraya mengecup kepalanya.
"Hmm tapi aku kasian sama anakmu, kau tega sekali mencampakan anakmu itu. Mereka tuh masih kecil apa lagi Hasna ia masih butuh kasih sayang dari ibunya tahu" rengek wanita itu memukul dada Farish
"Sebenarnya aku juga gak tega membunuh istriku dan menjauhkan anak-anakku dari ibunya tapi mau bagaimana lagi ini sudah bagian dari rencanaku untuk membunuh wanita menjijikan itu. Kau jangan khawatir, setelah rencana kita berhasil kau boleh ngurus anakku sampai kau meninggal dunia hha..." tutur Farish terkekeh
"Kau tega sekali" sekali lagi wanita itu memukul dada di hadapannya
"Kau yang tega"
"Kenapa aku?"
"Kau sudah membuatku gila, aku gila karena aku mencintaimu kalau aku tidak mencintaimu aku tidak sudi jadi mafia lagi" jelas Farish memeluk erat tubuh wanita itu
"Kau kaya artis saja bisa berubah ekspresi dalam waktu yang singkat. Emang gitu yaa kalau mafia?"
__ADS_1
"Ya terus harus gimana?, sudahlah aku malas debat sama kamu...kau sudah siap belum untuk memegang senjata api?" tanya Farish serius
"Siap dong aku gak sabar lagi untuk membunuh wanita itu" jawab wanita itu semangat 45