Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 2 : Sayur sop ASIN


__ADS_3

Suara gemercik air berkumandang di arah tandas, rajang yang biasanya berantakan karena habis tidur, pagi ini terlihat rapi, seperti biasa gadis berniqob itu selalu menunggu gantian mandi di sebuah kursi meja belajar.


Plukkk...suara buku jatuh dari meja karena Aisyah tak sengaja menjatuhkannya. Ketika Aisyah akan meraih buku itu terlihat sebuah kerta seperti poto namun poto itu terbalik. Segera Aisyah meraih poto itu dan membalikannya.


Poto gadis bercadar namun tak utuh hanya sisi kirinya yang terlihat itulah gambaran isi kertasnya. Aisyah terkejut ketika membalikan poto itu, matanya membulat, mulutnya pun ikut ikutan membulat.


Krakkk...! suara pintu terbuka dari tandas, segera Aisyah menaruh buku itu ke tempat asalnya namun potonya ia simpan di lemarinya.


"Neng...lagi ngapain?" tanya Ahmad seraya melingkari perut Aisyah membuat gadis itu terkesiap.


"Emm gak papa" jawab Aisyah tegang


"Kenapa kamu keliatannya tegang?"


"Ahh gak, anu Aisyah terkejut A'a peluk Aisyah gitu aja. Udah ihh lepasin Aisyah mau mandi" elak Aisyah melepaskan pelukannya lalu bergegas ke tandas sementara Ahmad ia hanya geleng geleng kepala sekaligus mungkin ia bingung dengan tingkah laku sang istri.


Pagi pun datang setelah Aisyah melaksanakan sholat subuh sendiri karena Ahmad sholat berjamaah di masjid. Terlihat gadis bercadar itu telah menyelesaikan masaknya tinggal menaru masakan terakhir "Ahhh semua udah selesai, semoga enak...hahh...ini alasan aku nolak semua laki laki yang datang ke rumah karena aku belum siap terutama aku lupa caranya masak untung aja kemarin bantu ummi masak, coba kalau engga" cerocos Aisyah meletakkan sajian makanan terakhir di meja makan.


Aisyah tengah mematung melirik ke arah meja makan dengan jari telunjuknya yang di gigit "Kaya ada yang kurang...tapi apa?" gumam Asiyah melirik ke setiap hidangan di atas meja.


'Neng nanti kalau kamu masak harus ada sayur sop ceker, karena sayur spo ceker kesukaan Ahmad' pikir Aisyah teringat dengan kata kata ummi kemarin


"Ahh iya itu sayur sopnya belum di masak" seru Aisyah menghampiri wastapel yang terdapat potongan sayur sayuran juga ceker yang telah di potong potong (di pisahkan dari jari jarinya)


Aisyah meraih panci lalu di isilah dengan air yang hampir penuh lalu ia menyalakan kompornya setelah panci itu di letakan di atasnya. Aisyah masak dengan sangat mahir namun ia sedikit kelupaan berapa takaran garam yang harus di masukan.


"Ahh aku udah masukin satu saset bumbu penyedap tinggal di kasih garam sama micin" gumam Aisyah meraih garam dan micin di tempatnya "ehh berapa sendok yaa?, tapi waktu di pondokmah garamnya satu sendok teh sama micinnya dikit aja katanya ihh lupa banget. Coba aja kemarin ada tukang sayur pasti ummi belanja dan aku bisa belajar dari ummi" cerocos Aisyah seraya memasukan garam dan micinnya tanpa ia sadari ia malah memasukan dua sendok teh garam.

__ADS_1


"Eh tadi micinnya udah di masikin belum yaa?, Ahh kayanya belum" gumam Aisyah memasukkan setengah sendok teh micin. Dan mempletingnya setelah matang.


Klakkk...suara pintu terbuka dan terdengar juga ucapan salam yang di lontarkan Ahmad


"Waalaikumussalam warohmatullah... A' kok lama?" tanya Aisyah yang telah sampai di depan pintu seraya meraih tangan keker lalu mengecupnya.


"Tadi kulyah dulu, emmm wangi apa ini?" tanya Ahmad mengendus endus aroma yang begitu wangi menyebar keseluruh ruangan


Aisyah meraih tangan Ahmad seraya membawanya ke dapur. Di sana Ahmad terkejut ketika di dapatinya berbagai masakan yang telah tertata rapi di meja makan.


"Wahhh kayanya enak nie" seru Ahmad duduk di atas kursi.


'Itu apa? sayur sop ceker? kok bentukannya gak asing!!' batin Ahmad melirik ke arah mangkuk berisi sayur sop ceker


Dengan wajah senang Aisyah mengambil nasi dan berhenti sejenak ketika akan memilih lauk pauknya "A' lauk pauknya mau apa?" tanya Aisyah menatap wajah tampan sang suami seraya tersenyum manis.


Aisyahpun meraih daging goreng itu "Mau apa lagi?, sayurnya? kata ummi A'a suka sayur sop ceker!!" ujar Aisyah meraih sinduk untuk mengambil sayur.


"Neng, sayur sopnya tuh ngingetin A'a waktu di pondok lho..."


"Nie A'" ucap Aisyah menyodorkan nasinya, seraya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Ahmad.


"Suapin" pinta Ahmad manja, meraih piring yang telah di sodorkan Aisyah


"Katanya udah gede" elak Aisyah terkekeh.


"Kemarin kan A'a ngehindar karna malu sama ummi dan abi, sekarang kan gak ada jadi kita bebas pacaran, ayok cepet" tutur Ahmad menyodorkan sendok.

__ADS_1


"Ihhh manja, yang ada tuh harusnya aku. Tapi gak papa deh Aisyah suka nyuapin anak orang" cerocos Aisyah terkekeh


Ahmad tak memperdulikan bentukan sayur sop dengan ceker yang terpotong dadu, karena ia sudah biasa ketika di pondok. Ini masih lumayan banyak sayurnya lah di pondok kebanyakan airnya.


'Ini sayur apa garam?' batin Ahmad setelah memasukan sesendok nasi yang di sodorkan sang istri dan berusaha tidak menunjukkan ekpresi mengerutkan matanya karena keasinan.


"Enak gak A'?" tanya Aisyah berharap sayur buatannya enak


"Emm hehemm, sekarang neng, A'a suapin yaa!" seru Ahmad menyodorkan sesendok nasi dan sayurnya


"Ahhh asin..." pekik Aisyah beranjak pergi ke wastapel "Ya Allah kenapa bisa asin, A' maafin Aisyah...Aisyah gak tahu kalau sayurnya asin" ujar Aisyah menghampiri sang suami seraya berlutut minta maaf.


"Udah bangun, gak papa...kita lanjut makan yaa" ucap Ahmad lembut, seraya meraih bahu sang istri guna mengangkatnya, di dapatinya mata yang berlinang air mata "Kok nangis?"


"Udah jangan di lanjutin, kita makan di luar aja" elak Aisyah duduk di kursi masih terisak isak pelan.


Ahmad tak memperdulikan ucapan Aisyah, Ahmad meraih ayam goreng lalu di masukan ke dalam mulutnya awalnya di cegat Aisyah tapi kekeh dia tetep memasukan goreng ayam itu ke mulutnya.


"Emm ini ayam goreng nya enak, pas lagi bumbunya" puji Ahmad membuat sang istri membuka tangannya di wajah karena ia gak mau liat sang suami memasukan ayam goreng itu "Neng emm masya Allah ini yang lainnya enak, cuman masakan paforit A'a doang yang maaf asin" sambung Ahmad memuji masakan sang istri.


"Maaf yaa makanan paforit A'a gak enak, soalnya Aisyah lupa cara bikinnya. Itu juga ala pondok hhe..." jawab Aisyah nyengir.


"Pantesan, nanti kita belajar sama sama yaa" ajak Ahmad di angguki Aisyah.


Mereka berdua makan masakan lain, sayur sop ceker itu hanya jadi pemandangan...


"Emm neng kalau boleh tahu kamu dulu mondok di mana?" tanya Ahmad, memasukan sesuap nasi ke mulutnya....

__ADS_1


Bersambung...kelanjutannya di episode selanjutnya yaa🤗


__ADS_2