
"Udah ihh cepet jalan" pekik Aisyah merajuk kembali
Ahmadpun berhenti tertawa dan melajukan mobilnya ini juga waktunya udah siang banget, di mobil itu Aisyah masih aja diam tanpa membalas pertanyaan Ahmad yang dari tadi bertanya.
Aisyah diam bukan karena Ahmad kelamaan datang tapi ia diam karena masih memikirkan apakah benar itu sang suami yang sebenarnya muadzin misterius itu?
Tapi kalau iya gimana? apakah Aisyah marah atau kah malah senang?
Ya sudah lah nanti aja tanyain nya kalau udah di rumah mertua. Kalau sekarang takutnya ada hal yang tak diinginkan pikir Aisyah yang beradu di otaknya.
"Neng kamu masih marah yaa?, A'a minta maaf" ucap Ahmad sesekali melirik ke arah sang istri yang tengah meremas tangannya.
"Enggak" jawabnya datar
"Terus kenapa dari tadi keliatannya murung?" tanya Ahmad meraih tangan sang istri seraya mengecupnya membuat Aisyah semakin bingung harus menjawab apa
'Ya Allah alasan apa yaa untuk menutupi keingin tahuanku soal muazin itu' batin Aisyah melirik ke arah Ahmad seraya tersenyum tipis.
"Jawab neng kalau kamu gak marah sama A'a" sambungnya lembut
"Emm anu emm Aisyah...Aisyah lapar yaa Aisyah lapar" jawab Aisyah gugup tapi sukses sih membuat Ahmad tertawa dan mempercai ucapannya.
"Hhe...Kamu lucu banget lapar aja di pelihara, kalau lapar tinggal bilang aja, tapi A'a juga lapar ya udah kita makan dulu... emm di sini ara resto gak yaa atau tempat makan gitu" seru Ahmad seraya melirik kanan kiri mencari tempat makan.
'Huhh untung A'a gak curiga' batin Aisyah bernapas lega
"Itu A' kayanya itu resto deh!" seru Aisyah menunjuk ke arah bangunan yang emang itu restoran seafoot "A'a gak alergi seafoot kan?" tanya Aisyah sebelum makan di sana
"Gak sayang" jawab Ahmad lembut seraya menyungingkan senyumannya yang manis membuat sang istri meleleh
'Ya Allah A'a...kayanya aku mulai mencintai dirimu soalnya akhir akhir ini aku selalu merasakan yang aneh ketika dekat denganmu. Selamat A' kau telah membuat gembok hati Aisyah meleleh dan kini tinggal kau buka pintunya' batin Aisyah tersenyum manis.
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk kedalam resto itu setelah Ahmad memarkirkan mobil tentunya masa iya dia mau membawa mobilnya ikut makan juga hha...
Ahmad menyodorkan tangan kananya guna tangan sang istri menjabat tangannya "A' malu" elak Aisyah
"Malu itu kalau kita belum nikah, ini kan kita udah nikah... sah menjadi suami istri jadi yaa gak papa lah hha..." bujuk Ahmad dengan berbagai alasan agar Aisyah menjabat tangannya.
"Hhmmm" Aisyah hanya berdehem seraya meraih tangan A'a untuk ia jabat kemudia mereka masuk tanpa meragukan tatapan mereka.
"Masya Allah ganteng banget"
"Ihh soswit bangett, aku juga pengen sayang"
"Kayanya mereka baru nikah, jadi romantis"
"Cocok banget yang satu ganteng yang satunya cantik"
"Haha..cocok yang satunya tinggi yang satunya lagi pendek, ini nie baru namanya pasangan serasi"
Mereka pun sampai di meja pilihan Ahmad yang berdekatan dengan jendela juga sedikit tertutup karena Aisyah pasti sedikit malu kalau terlalu ramai.
Mereka duduk saling berdekatan Ahmad duduk dekat banget dengan jendela agar sang istri di saat makan terhalang oleh nya maksudnya melindungi kecantikannya haha kan saat makan Aisyah sedikit membuka cadarnya.
Pelayan resto itu pun datang "mas sama mbaknya mau pesan apa?" tanya pelayan resto itu
"Emmm"
"A' ada seblak gak?" tanya Aisyah bercanda soalnya ia rindu banget dengan seblak buatan bundanya iyaa Aisyah suka banget sama seblak bahkan bisa menghabiskan tiga porsi dalam satu hari
"Ada nanti bikin di rumah" jawab Ahmad terkekeh
"Ihh A'a aku cuman bercanda" bisik Aisyah terkekeh
__ADS_1
"Maaf mas sama mbaknya mau pesen apa?" tanya pelayang itu sedikit kesal namun ia berusaha untuk tidak marah apalah dayanya bisa bisa di pecat hhe jahat baget...
"Emm saya pesen lobster saus padang, udang bakar jimbaran, gurame bakar sama jus mangga 1 sama jus alpukatnya 1" ucap Aisyah membuat Ahmad terkejut
"Neng gak kebanyakan?" bisik Ahmad namun tak di perdulikan Aisyah
"Udah mbak segitu, saya tunggu pesanannya di sini" sambung Aisyah seraya nyengir, kemudian pelayan itu beranjak pergi.
"A'a belum pesen neng" seru Ahmad
"Udah itu kita makannya berdua, A'a suka jus alpukat kan?" Ahmad mengangguk "iya itu jus alpukatnya untuk A'a masa iya Aisyah yang abisin, kan gak mungkin nanti perut Aisayh bengkak" jelas Aisyah sementara Ahmad hanya mengangguk seraya tersenyum
"Kok tahu A'a suka jus alpuket dari mana? perasaan A'a belum pernah bicara sama kamu deh" tanya Ahmad bingung. Pasalnya setelah menikah mereka tak pernah makan di restoran ketika pulang kampus Ahmad merasa lapar ia malah menyuruh Aisyah untuk masakin dia di rumah.
Karena masakan sang istri lebih enak cuman satu sayur sop cekernya belum sempurna. Tapi itu gak masalah baginya yang terpenting Aisyah ridho masak untuknya.
{'Neng A'a tuh suka jus alpuket' ucap ummi Nurul kepada sang menantu di telpon pikir Aisyah}
"Kepo, udah ihh itu gak penting" elak Aisyah memainkan handponnya
'Aneh, emm pasti dari ummi...tapi aneh yaa akhir akhir ini Aisyah keliatan malu kalau aku kecup keningnya biasanya juga ketus biasa biasa aja, terus sekarang juga maunya nempel terus biasanya juga menjauh kalau di deketin nada bicaranya juga jadi berubah asalnya ketus sekarang jadi manja. Apa iya dia udah membuka hatinya untukku? Alhamdulillah kalau gitu semoga aja amiin' batin Ahmad memperhatikan sang istri seraya tersenyum.
'Ya Allah kenapa sih nie hati di perhatiin sama A'a jantungku rasanya ingin copot...ihh amit amit, apa iya aku udah jatuh cinta sama A'a' batin Aisyah yang dari tadi hatinya berdenyut kencang dua kali lipat dari bisanya namun ia tetap berusaha untuk menyembunyikannya dengan sikap biasa biasa aja.
Tak lama setelah keduanya saling beradu pikiran akhirnya pesanan mereka sampai juga dan mereka mulai menikmati apa yang tersaji di atas meja.
Aisyah melihat ke arah bibir sang suami yang sedikit belemotan. Aisyahpun meraih tissu kering dan mengelapnya membuat Ahmad tersipu sekaligus terharu juga hatinya berdenyut semakin semakin kencang (LEBAY) haha biasa lah kalau orang jatuh cinta suka LEBAY.
Setelahnya selesai makan dan sedikit drama di antaranya. Merekapun berencana untuk melanjutkan perjalanannya "Kamu kenyang gak makannya?" tanya Ahmad di dalam mobil
"Alhamdulillah, A'a?" tanya Aisyah di angguki Ahmad
__ADS_1
Bersambung...