Takdir Cinta Gadis Bercadar

Takdir Cinta Gadis Bercadar
sn 3 : pengen batang berasap


__ADS_3

Terlihat di sebuah ruangan besar, keluarga besar Aisyah tengah duduk manis dengan bibir mengunyam juga terdengar kekehan dari setiap mulut mereka.


Rasanya hangat dan damai, tak ada cekcok yang berlebihan membuat setiap orang yang mendengarnya syahdu nan terharu.


Di atas diding terdapat cicak yang senantiasa melirik dan mendengar ucapan mereka, mungkin cicaknya ingin ikutan jadi cicaknya tak sengaja tertawa sampai perutnya sakit dan akhirnya


Plukkk....


Jatuh tepat di pangkuan Nissa, Nissa yang tengah berbincangpun langsung kocar kacir ketakutan.


"Iya tadi kan aku lagi main sama AHHHHH" pekik Nissa bangun dari duduknya.


Semua mata menatapnya heran, perasaan dia itu tak bisa jalan tapi kenapa bisa berdiri bahkan menari karena geli.


"Nissa?" panggil Aisyah melongo tak percaya


"Ah iya" kata Nissa berhenti bergerak


Aisyah mengangkat telunjuknya mengarah ke kaki Nissa, mata Nissa pun ikut melirik ke arah kakinya. Semua orang menatapnya terkejut sekaligus terharu.


'Ya Tuhan, nanti aku harus jawab apa!!' batin Nissa melongo


"Alhamdulillah kamu udah sembuh Nissa" seru Hasanah menghampiri Nissa


'Hfff'


"Hhe ah iya Alhamdulillah, akhirnya aku bisa jalan lagi yee" jawab Nissa ragu seraya melompat dan berjalan ke sana kemari.


"Alhamdulillah" ucap Aisyah memeluk erat tubuh Nissa


'Hah rencanaku satu ke bongkar, tapi untungnya mereka gak curiga kalau aku hanya pura pura' batin Nissa tersenyum


"Emmm tapi aneh, bukannya kata dokter itu sembuhnya sekitar satu atau dua minggu lagi?" ujar Farish mengeryitkan keningnya


'OMG, gawat nie aduhhh...Tuhan tolong aku jaga dia, Tuhan aku sayang di...etts pake nyanyi segala lagi' batin Nissa gelisa


"Emm emm"


"Ih Farish ini tuh sebuah keajaiban, kaya di flem flem gitu"


'Ini kan dunia nyata!! flem? emm gak mungkin tiba tiba, ini pasti ada yang di sembunyiin. Di flem kan gitu biasanya suka pura pura, tapi masa iya pura pura? untuk apa coba, Farish?? ah iya' batin Ahmad heran sembari memperhatikan Farish yang juga sama kebingungan


'Keajaiban ataukan hanya sebuah drama?' batin Mila heran


Setalah bertanya tanya dalam hati mereka masing masing akhirnya Hasanah membuka suara untuk berbincang kembali dan itu sukses membuat mereka menyeka semua pertanyaan yang ada di benak pikiran mereka.


"Neng pulang yu udah malam" ajak Ahmad kepada sang istri yang tengah sibuk ngobrol

__ADS_1


"Nanti"


"Ini udah setengah sepuluh (malam), ayok sayang A'a udah ngantuk" rayu Ahmad


Aisyah menghela nafas panjang seraya melingkari bahu sang suami dan beranjak pergi "ayok atuh" ujar Aisyah tersenyum manis


"Emm kami pulang dulu yaa, udah malam" ujar Ahmad


"Ah iya ini sudah jam setengah sepuluh, kita juga mau istirahat"


Ahmad dan Aisyah memilih untuk tinggal berdua, Aisyah tak ingin satu atap dengan keluarga besarnya makanya Ahmad membuatkan rumah yang tak begitu luas juga tak begitu mewah (minimalis) yang terletak di samping rumah alm. Kiai Mnashur.


Alasannya cuman satu ingin menguasai dapur, soalnya kalau disana ia malah di suruh diam atau gak hanya membantu memotong sayur dan itu sangat menyebalkan. Enak kan kalau punya rumah sendiri, bisa sesuka hati hhe...


"Assalamualaikum" salam keduanya kompak seraya masuk kedalam rumah minimalisnya


Aisyah dan Ahmadpun segera masuk ke dalam kamarnya lalu membersihkan diri, mengganti pakaian, sikat gigi juga wudhu setelah itu mereka merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Berdo'a dulu sayang" titah Ahmad karena terlihat Aisyah sudah mengantuk berat.


"Iya ini juga lagi berdo'a" jawab Aisyah dengan mata tertutup


"Ck. itu lagi tidur"


"Di dalam hati, gak kuat ngantuk"


Setelah selesai Ahmad mengecup kening sang istri lalu memejamkan matanya "tidur yang nyenyak, jangan lupa mimpiin aku hhe..." gumam Ahmad terkekeh


Terlihat senyuman yang mengembang di bibir Aisyah "kamu udah tidur ataukah pura pura tidur?" ujar Ahmad seketika senyuman itu pudar tanpa bekas.


...****...


..._____________________________________...


"Kalian kerjakan ini 1-5 yaa!! ustadzah mau ke luar dulu jangan berisik yaa" pinta Aisyah beranjak pergi keluar kelas untuk mencari udara.


Kakinya terus berjalan dan seketika berhenti tanpa aba aba, ia memandangi seorang pria kayanya ustadz yang mengajar di sana. Lalu matanya tertuju pada sebuah batang berasap yang ia taruh di mulutnya.


Entah kenapa Aisyah tertarik dengan batang berasap itu ia terus memandangi sampai air liurnya hampir keluar.


Rasanya ingin mencoba namun malu apa lagi itu bukan muhrimnya takutnya menjadi pitnah. Ya sudahlah di liat aja dari jarak jauh tapi pengen...pikir Aisyah


Batang berasap itu terus memendek dan itu sukses membuat Aisyah semakin was was gimana kalau di buang?. Aisyah semakin cemas ketika batang berasap itu hampir habir dan


Plukkk...


Rokok itu jatuh ke lantai, seketika hati Aisyah hancur, matanya berkaca kaca, siap untuk di luncurkan "Jangan di buang ahhh tidakk" Aisyah berlari kencang menuju rumahnya, ia tak perduli dengan mengajarnya hanya mementingkan egonya.

__ADS_1


Brugggg....!!


Suara ledakan dari pintu yang Aisyah dorong sangat keras, untungnya di rumah tidak ada suaminya jadi aman.


"ARRRRRGGG...hiks...kenapa di buang? aku ingin mencobanya hiks..." Aisyah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tangan nya terus memukul bantal di sampinya.


Itu sangat aneh bukan? sejak kapan ia tergiur batang berasap? bukannya ia sendiri yang meminta suaminya untuk tidak merokok, kenapa tiba tiba ia ingin rokok aneh 'kan?


.


"Assalamualaikum, ini kenapa pada berisik?" tanya Ahmad datar, masuk ke dalam kelas Aisyah


"Waalaikumussalam warohmatullah" jawab santriwati kompak seraya duduk menunduk


"Sekarang pelajaran siapa?"


"Ustadzah Aisyah"


"Kemana ustadzahnya?"


"Keluar Ustadz"


"Emm maaf ustadz ini ada tugas dari ustadzah tapi ustadzahnya belum masuk lagi" ucap salah satu di antara mereka yang di sebut ketlas (ketua kelas)


"Sudah lama keluarnya?"


"Iya ustadz"


'Kemana Aisyah?' Ahmad langsung menelpon Aisyah, seketika di dalam ruangan itu terdengar deringan handpon, Ahmad mencari sumber suaranya ternyata handpon istrinya ada di dalam tas yang dia taruh di atas meja. Ceroboh sekali dia...


"Handponnya ada di sini, kemana istriku?" Ahmad segera keluar membawa tas istrinya ia mencari kemana mana namun tak ketemu.


"Ya Allah di mana Aisyah...rumah? ah iya" Ahmad langsung pergi kerumahnya, benar saja pintunya tak di kunci pasti di dalam ada sang istri.


"Alhamdulillah ternyata kamu ada di rumah" gumam Ahmad menghampiri Aisyah yang tengah menangis.


"Kamu kenapa sayang?"


'A'a?' Aisyah segera menyeka air matanya dan bangun dari tidurnya berhadapan dengan sang suami


"Gak papa" jawab Aisyah serak


"Gak papa gimana? mata kamu sebab gitu pasti habis nangis 'kan?"


'Aku nyari alasan apa!! kalau aku bilang ingin rokok pasti A'a gak akan ngasih malahan bakal ngejek hemmm' batin Aisyah


"Kenapa bengong? cerita aja gak papa"

__ADS_1


"Aisyah baik baik aja"


__ADS_2